Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Eternity Love part 2

Kamis, 21 Mei 2015

Eternity Love part 2


Title  : Eternity Love part 2
Author : Ifdo Hidayah
Cast :   Cha Hak Yeon[VIXX] a.k.a Hak Yeon
Krystal Jung[Fx] a.k.a Krystal
            Other Cast :
 Park Jiyeon[T-ara] a.k.a Jiyeon
Choi Minho[SHINee]
             And find by yourself
Genre : Romance sad

Part sebelumnya…
3 jam menunggu membuat Hak Yeon tertunduk lemas, ia kemudian mengambil posisi duduk disebuah kursi depan. Tiba tiba ia mendengar permbicaraan dua orang dibelakangnya.
“kasihan sekali gadis itu,”
“iya, apalagi dia sepertinya calon pengantin yang hendak menikah yah,”
Hak Yeon semakin gelisah dan berlari keluar gereja, ia melihat diseberang jalan terdapat darah setengah mengering. Hak Yeon kembali masuk kegereja dan menghampiri dua orang yang tadi.
“kemana gadis itu?”
“dibawa kerumah sakit oleh sebuah mobil.” Hak yeon segera berlari menuju rumah sakit, ia tak peduli lagi dengan sekililingnya hingga ia tertabrak motor yang melintas, Hak Yeon jatuh dengan luka – luka disekujur tubuhnya namun ia masih berusaha berlari menuju rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit, ia menoleh kesana kesini mencari krystal. Tapi karena ia tak tahan lagi dengan sakit ditubuhnya hingga ia terkulai tak berdaya dilantai, seorang gadis melihat itu dan segera menolong Hak yeon.
Ruang Rawat Krystal
Minho duduk disamping tempat tidur krystal sementara orang tua krystal menangis keadaan krystal yang saat ini sedang koma. Minho menatap wajah pucat krystal, ia teringa dengan peristiwa saat ia dan teman temannya tampil diatas panggung sementara krystal tengah bersama dengan seorang pria yang tidak ia kenal. Sebenarnya ia juga tidak mengenali krystal hanya saja ada semacam magnet yang membawanya untuk berdekatan dengan krystal. Sepertinya ia menyukai krystal.
“krystal…. Bangun nak. Ini ibu nak… bangunlah.” Pinta ibu krystal sembari memegangi tangan anak tunggalnya itu.
“maaf bu, saya harus pergi. Karena sayaada jadwal syuting.” Pamit Minho
“iya nak. Terima kasih sudah menolong Krystal kami.” Sahut sang ayah yang berada tak jauh dari krystal. Minho pun berlalu meninggalkan ruangan itu.
Sementara itu diruang rawat Hak Yeon, gadis yang menolongnya tertidur disebuah sofa panjang didekat tempat tidur Hak Yeon. Tak lama kemudian Hak yeon sadar, ia mengerjap ngerjapkan mata sipitnya, berusaha mengenali ruangan itu. Ia mengedarkan pandangannya kesegala arah dan melihat seorang gadis sedang tertidur.
“Krystal…” nama Krystal yang ia sebut, ia baru ingat bahwa ia dirumah sakit hendak melihat krystal. Hak Yeon berusaha bangun dan melepas infus dipergelangan tangannya.
“krystal… krystal… dimana kau?” sembari menyebut nama krystal, Hak Yeon berjalan tertatih keluar meninggalkan ruangannya.Hak Yeon bertanya kepada suster yang menjaga tempat administrasi.
“sus… pasien yang bernama Krystal dimana?” Tanya Hak Yeon sembari meringis.
“kau… kau baik baik saja? Kenapa kau keluar dari kamar…”
“suster… aku bertanya krystal dirawat dimana?” Tanya Hak Yeon lagi
“sebentar…. Nona krystal dirawat diruang E12 lantai 2. Apa kau bisa kesana sendiri?”
“bisa sus, terima kasih.” Hak yeon nekad ke lantai dua tertatih tatih, ia sesekali meringis merasakan sakit dibagian lutut dan punggungnya. 10 menit sampai diruang dimana krystal dirawat, ketika ia hendak masuk ia melihat keluarga krystal disana. Karena ia takut membuat keributan ia hanya berani melihat krystal dari balik pintu yang dberi kaca. Air mata Hak Yeon mengalir melihat kekasihnya terbaring tak berdaya.
“seharunya aku tak membiarkanmu pergi sendiri, seharusnya aku menjemputmu, seharusnya aku bersamamu krys… maafkan aku.” Gumam Hak Yeon
“eh… kenapa kau malah ada disini sih, bukannya istirahat!” terur seorang gadis membuat Hak Yeon berbalik, karena kaget Hak Yeon jadi pingsan dan ia menimpa tubuh gadis itu.
“eeh… aduh, kenapa jadi pinsang diatas tubuhku sih!” kesal gadis itu, ia pun meminta tolong kepada perawat yang melintas disana dan mereka membawa Hak yeon kembali keruang rawatnya.
“aakkhh… kepalaku sakit, Krys….” Hak Yeon meringis manja.
“tck… siapa krys?” suara itu membuat Hak yeon menatap sang pemilik suara.
“kau siapa?”
“aku yang menolongmu tau! Lagian masih sakit udah jalan jalan aja.” Sebal Gadis itu
“maaf… tapi aku ingin melihat kekasihku.” Jawab Hak yeon
“kekasihmu? Yang diruang E12 itu?”
“iya, kami… sebenarnya akan menikah, tapi dia malah kecelakaan.”
“kasihan sekali kalian, kau juga sepertinya mengalami hal yang sama dengan kekasihmu itu. Oh iya siapa namamu?”
“aku… Cha Hak Yeon.”
“och aku panggil Hak Yeon saja, kenalkan aku Park Jiyeon, orang orang memanggilku Jiyeon.” Kata Jiyeon sembari mengulurkan tangannya kepada Hak Yeon disertai senyuman manis. Hak Yeon menyambut tangan Jiyeon dengan wajah polosnya.
“oh iya, ngomong ngomong….kaliankan akan menikah, mana keluargamu? Dan kenapa keluarga calon istrimu tidak menjengukmu?” Tanya Jiyeon membuat Hak yeon mengalihkan pandangannya kearah jendela.
“sebenarnya kami menikah tanpa sepengetahuan orangtua, kami melarikan diri dari mereka karena keluarga krystal tak menyukaiku, aku hanya seorang yatim miskin.” Jawab Hak yeon membuat Jiyeon merasa bersalah. Hak Yeon melihat perubahan ekspressi Jiyeon yang merasa tak enak hati padanya.
“tidak apa apa,” Hak Yeon tersenyum manis.
“wajahmu lucu jika tersenyum, Hak Yeon.” Celetuk Jiyeon membuat senyum Hak Yeon makin lebar.
“kata krystal lebih dari sekedar lucu.”
“wah… kau pasti sangat mencintai kekasihmu itu yah, hingga namanya selalu kau sebut.”
“aku mencintainya lebih dari diriku sendiri, lebih dari dunia ini. Dia adalah duniaku.” Mendengar itu Jiyeon jadi terharu.
“beruntung sekali krystal, aku juga memiliki kekasih, dia seorang yang populer hingga ia lebih sibuk dengan dunianya.” Kata Jiyeon
“dia seorang selebritis?”
“iya, personil SHINee.”
“siapa?”
“Minho.”
“Minho?!!”
“iya…”
Seminggu kemudian, Hak Yeon yang sudah mulai pulih berniat melihat krystal secara diam diam tanpa sepengetahuan keluarga krystal. Saat ini ia sedang berada disamping tempat tidur krystal. Hak Yeon menggenggam lembut tangan Krystal yang masih koma.
“krys… maafkan aku, krys… ku mohon bangunlah, aku merindukanmu krys… krys bangun.” Air mata Hak Yeon jatuh membasahi kasur temoat krystal berbaring.
“krys… kumohon bangun krys… “
“eh! Mau apa lagi kau kemari huh?! Kau yang membuat anakku seperti ini! Pergi kau!!!” pekik ibu krystal sembari memukuli Hak Yeon dengan tasnya, Hak yeon diam tak melawan.
“Jes… berhentilah. Ini rumah sakit, “ kata ayah krystal menenangkan Jessica selaku ibu krystal.
“pergi! Aku tak mau kau berada didekat putriku! Pergi!” usir Jessica
“tapi… aku… aku mencintai krystal.” Mendengar itu Jessica semakin murka dan menampak wajah Hak Yeon dengan keras.
“pergi!!! Kalau kau mencintainya tinggalkan anakku! Kau membawa celaka anakku! Pergi!” pekik Jessica sembari mendorong Hak yeon kedepan pintu.
“aku mohon… kau mengerti keadaan kami Hak yeon.” Pinta Yesung, ayah Krystal. Hak yeon terpaksa keluar dari ruangan itu. Tak lama kemudian Yesung pun keluar dan duduk disamping Hak Yeon.
“dia putri kamu satu satunya, kami sangat menyayanginya.”
“…”
“aku sangat berharap dia bisa pulih kembali, tolong kau…tinggalkan putri kami.” Hak Yeo terperanjat mendengar permintaan Yesung.
“tapi… paman, aku … aku mencintai Krystal. Aku tak bisa hidup tanpa dia.”
“kami pun tak bisa hidup tanpa anak kami, walau bagaimanapun dia anak kami, kami lebih berhak atas diri krystal. Kau mash bisa mencari gadis lain untuk menjadi kekasihmu, untuk menjadi istrimu.” Balas Yesung panjang lebar
“tapi…. Dia duniaku paman.”
“kami tidak bisa mencari krystal lain sebagai anak kami. Mengertilah Hak yeon. Ini permintaanku padamu.” Yesung memohon kepada Hak Yeon
“aku…. Aku…”
“kau mencintai krystal tentunya, tapi cinta tidak harus memiliki. Tolong mengertilah.” Kata Yesung lagi. Hak Yeon berfikir lama hingga ia berdiri dan meninggalkan yesung.
“aku… aku mencintainya, dia duniaku mana mungkin aku hidp tanpa duniaku.” Hak Yeon berjalan gontai keluar dari rumah sakit, ia berjalan menunduk hingga menabrak seseorang.
“eh… jalan hati hati dong!” tegur orang yang ia tabrak, Hak Yeon mengenal suara itu, itu suara Jiyeon. Hak Yeon mendongak dan benar saja itu Jiyeon. Hak yeon yang tengah bersedih langsung saja memeluk tubuh gadis yang ada dihadapannya sekarang. Jiyeon kaget hanya bisa diam.
“krys… krystal… aku mencintainya.” Hak Yeon menangis sembari memeluk Jiyeon. Disisi lain Minho melihat itu, ia segera menarik lengan Jiyeon, menjauhkan kekasihnya dari Hak Yeon.
“Minho…”
“kau berpelukan dengan pria lain didepanku, bagus sekali yah!” matah Minho
“dia temanku.”
“apa teman harus berpelukan mesra seperti itu?!” bentak Minho, Jiyeon kaget sementara Hak Yeon hanya diam sembari menghapus air matanya.
“terserah kau!” balas Jiyeon, ia menarik tangan Hak Yeon, membawa pria itu pergi dari hadapan Minho. Minho menatap kepergian mereka dengan hati yang panas.
“aish… bukankah itu pria yang bersama krystal? Kenapa malah akrab dengan Jiyeon?!” gumam minho.
“tapi… ah sudahlah, aku harus melihat krystal dulu.” Minho pergi keruangan krystal.
Jiyeon dan Hak Yeon duduk disebuah kursi yang yang terletak ditaman bermain anak anak didekat rumah sakit itu. Mereka berdua terdiam cukup lama. Mereka seakan sibuk dengan pikiran masing masing. Hingga akhirnya Jiyeon mulai buka suara.
“kau sudah sembuhkan?”
“iya.”
“bagaimana keadaan Krystal?”
“dia masih koma. Jiyeon… maafkan aku karena aku, kau jadi rebut dengan Minho.” Kata Hak Yeon merasa bersalah. Jiyeon tersenyum sedikit terpaksa.
“tidak apa apa, kami memang akhir akhir ini sering ribut kok.” Jawab Jiyeon jujur.
“tapi…. Mau apa dia kerumah sakit?” Tanya Hak Yeon dengan polosnya.
“entahlah… akhir akhir ini aku selalu mengikutinya kerumah sakit sih tapi aku tak tahu siapa yang ia jenguk.”
“jangan… jangan…” Hak yeon berdiri dan berlar kerumah sakit, Jiyeon heran sendiri. Tak lama kemudian Jiyeon tersadar dan mengikuti Hak Yeon.
@ruang rawat Krystal.
“maksudmu Minho menjenguk Krystal?” Tanya Jiyeon, Hak Yeon hanya menunduk tan menjawab hingga Jiyeon memutuskan untuk masuk keruangan itu, ia melihat Minho menggenggam tangan Krystal.
“Minho…” pekik Jiyeon
“Jiyeon…”
“och… jadi seminggu ini kau sering kemari karena kau berharap krystal sadar dan kau bisa dekat dengannya!”
“jiyeon, pelankan suaramu.” Tegur Minho
“maaf bu, maaf pak.” Minho menari tangan Jiyeon dengan kasar, membawa gadis itu keluar dari dari ruangan.
“mau apa lagi kau kemari huh?! Bukankah kau sudah bersama dia!” bentak Minho, Jiyeon menatap Minho dengan kesal.
“dia hanya temanku! Tapi... kau malah seperti itu,”
“baiklah, aku harus mengakui sesuatu. Aku menyukainya, aku mencintainya!” Minho mengatakan itu sembari menatap mata Hak Yeon. Hak Yeon kaget hingga reflex menarik kerah baju Minho.
“kau… mencintai krystal?!”
“iya, aku mencintainya, dia akan aku nikahi!” mendengar itu, Hak yeon semakin panas, sepeti ada api dihatinya hingga ia nekad melayangkan satu pukulan diwajah Minho. Minho tersungkur.
“jangan main main, dia milikku!” bentak Hak yeon
“haha… oyah? Tadi kedua orang tuanya menyukaiku. Kau siapa huh?!” Minho menantang Hak yeon, Hak yeon kembali mengepalkan tangannya, Jiyeon menahannya.
“kita pergi dari sini,” Jiyeon menarik tangan Hak yeon, membawa pria itu keluar dari rumah sakit.


To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake