Main cast :
·
Kim jaejoong : kang sang jae
·
Lee jooyeon : park jooyeon
·
Kwon yuri : kwon yuri
·
Kim jong woon : kim yesung
Cast others: find by your self
@ pagi...
“ yeonie.... ayo bangun...!” teriak seorang
pria dari balik jendela. Menyadari suara yg ia dengar itu adalah suara
pacarnya, gadis yang di panggil yeonie itu langsung bangun.
“aish... kenapa disitu?! “ kata gadis itu,ia
enggan meningglkan tempat tidurnya. Pria itu hanya tersenyum manis, kemudian
melempar kecupan selamat pagi dari jarak jauh yang masih dihalangi oleh kaca
jendela.
“pergi sana!” usir gadis itu, kemudian
beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
“aku tunggu di sekolah yah.” Sahut pria itu
turun dari balkon lantai atas yang terdapat kamar pacarnya tsb.
@ Middle school
“ yeonie...” panggil seorang pria dari
belakang, membuat gadis yang di panggil yeonie itu menoleh seketika kemudian
tersenyum manis. Pria yang memanggilnya setengah berlari menghampiri gadis yang
dimaksud.
“ ku kira kau sudah datang.” Kata gadis yang
berstatus pacarnya.
“hahaha, aku memang sudah datang, aku
menunggumu di depan gerbang, tapi kau masih di dalam mobil dan kau bersama
ayahmu, aku tak berani memanggilmu.” Jelas
pria itu dengan polos membuat
gadis itu tersenyum manis.
“jae...seharusnya kau kirim pesan padaku.”
“hahah maaf, ponselku sudah ku jual, ibuku
harus berobat.” Jawab pria yang di panggil jae, tampak dari wajahnya,ia begitu sedih mengenai kondisi ibunya.
“maaf.” Sahut gadis itu.
“ tidak apa apa.” Kata jae sembari tersenyum
tipis menutup rasa sedihnya. “ ayo... aku tunjukan sesuatu kepadamu” ajak jae
sembari menarik tangan pacarnya.
@ taman belakang
Jae mengeluarkan sebuah buku persegi panjang
yang sedikit lebar, kemudian jae membuka lembar pertama, yeonie tersenyum
begitu melihat gambar sebuah bangunan berupa rumah sederhana.
“ ini yang ingin kau tunjukan padaku?” tanya
yeonie
“hem.” Sahut jae sembari mengangguk
“ apa maksud ini semua?” tanya yeonie
“kelak aku akan membeli rumah ini, untuk kita
berdua, kita akan menikah dan tinggal disini bersama keluarga kecil kita.”
Jelas jae dengan penuh antusias. Yeonie tertawa kecil, jae menatapnya heran.
“kenapa tertawa ? apa ini lucu?” tanya jae sedikit sebal
“kenapa tertawa ? apa ini lucu?” tanya jae sedikit sebal
“kau yakin? Jae kita ini masih 12 tahun, butuh waktu berapa lama?” kata yeonie
“secepatnya, lulus SMA aku akan mencari
pekerjaan dan akan melamarmu.” Jawab jae dengan penuh keyakinan.
“begitukah? kau yakin kita bisa bersama?”
tanya yeonie membuat jae menatapnya dalam – dalam.
“kau tak yakin ? kau tak percaya padaku?!
Och.... baiklah, aku mengerti. Mungkin karena anak orang miskin sedangkan kau
adalah seorang yang kaya raya, jadi.. iya, aku tahu itu.” Kata jae, ia berdiri
kemudian berbalik pergi meningglkan yeonie yang mematung mendengar ucapan jae
tadi.
“jae.....!!!” panggil yeonie setelah jae tak
tampak lagi. Ia menunduk lesu.
“maaf jae.”
“maaf jae.”
@ esok harinya
“jae.. maafkan aku.” Ujar yeonie berdiri
didepan jae yang sedang menulis di bukunya, jae mendongak kemudian tersenyum
manis.
“iya, aku sudah
memaafkanmu, kau kan pacar ku, aku tak bisa jauh darimu yeonie..” sahut jae di
sertai senyum mautnya,membuat yeonie tersimpu malu.
@Seminggu kemudian,
“jae, aku ingin bicara denganmu. “ pinta
yeonie berjalan mendekati jae yang sedang mengemasi meja kantin, jae tersenyum.
“bicara saja.”
“tidak disini jae.”
“baiklah, ayo..” jae menuntun tangan yeonie menuju taman belaka ng sekolahnya
“bicara saja.”
“tidak disini jae.”
“baiklah, ayo..” jae menuntun tangan yeonie menuju taman belaka ng sekolahnya
“jae...” kata yeonie, tamaak dari wajahnya
bahwa ia sedang gelisah.
“katakan saja yeonie, aku akan
mendengarkanmu.” Sahut jae
“sore ini aku akan pindah ke london.” Kata yeonie membuat jae terperanjat kaget
“sore ini aku akan pindah ke london.” Kata yeonie membuat jae terperanjat kaget
“london?!”
“ia, aku akan menetap disana, aku akan pindah
sekolah dan melanjutkan pendidikanku disana jae.” Terang yeonie yang membuat
jae semakin tak kaget.
“kenapa?!” tanya jae kebingungan di tengah
rasa kagetnya.
“ayahku. dia yang memintaku.maafkan aku jae,”
kata yeonie, air matanya mengalir begitu saja, jae memalingkan wajahnya karena
ia juga menangis dan ia tak mau lemah di depan pacarnya itu.
“baiklah, aku juga tak bisa mencegahmu,
karena aku tahu tak ada sedikitpun pengaruhnya terhadapmu.” Kata jae berbalik
meninggalkan yeonie.
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
12 tahun kemudian
12 tahun kemudian
“yuri. Tolong bawakan berkas laporan rapat
kemarin yah.” Perintah seorang pria kepada sekretarisnya lewat telpon ruangan.
“permisi pak.” Kata seorang gadis di balik
pintu masuk
“masuk lah,” sahut sang pemilik ruangan.
Gadis itu berjalan menuju meja atasannya. Kemudian meletakan berkas-berkas
dengan amplop berwarna merah di atas meja.
“ yuri...” panggil pria yang sedang duduk di
kursi bos, membuat yuri memandangnya.
“ia pak jae.” Sahut yuri
“jangan panggil aku pak jae, panggil aku sang
jae saja.” Kata pria yang menyebut dirinya sang jae itu. Yuri tersenyum manis.
“baiklah. Pak sang jae.”
“20 menit lagi istirahat makan siang.
Bersiaplah dan temani kau kekantin.” Kata sang jae. Yuri mengangguk mengerti.
@ kantin
“pak sang jae mau pesan apa?” tanya yuri
sembari membaca menu di tangan nya.
“kalau di luar jangan panggil aku pak, panggil aku sang jae
oppa.”
“apa?!” yuri kaget
“haha, biasa saja, aku lebih suka orang yang dekat denganku memanggilku oppa.”
“apa?!” yuri kaget
“haha, biasa saja, aku lebih suka orang yang dekat denganku memanggilku oppa.”
“ehm... tapi...”
“kenapa? Kau tak suka?”
“bukan begitu, hanya saja itu terlalu tak
sopan, anda adalah boss saya,jadi...”
“tapi kau dekat denganku, jadi... itu tak
masalah.”
“tapi pak,” sang jae sedikit melotot padanya.” Eh, maaf oppa. Ini terasa janggal” lanjut yuri dengan polosnya.
“tapi pak,” sang jae sedikit melotot padanya.” Eh, maaf oppa. Ini terasa janggal” lanjut yuri dengan polosnya.
“hahaha, kau lucu sekali. Aku menyukaimu
yuri, jadi kau tak perlu sungkan tuk memanggilku oppa.” Jawab sang jae yang
berhasil membuat gadis di hadapannya itu tersimpu malu.
“sudah, kau mau aku terus mengoceh dan tak
jadi makan, huh?!”
“maaf oppa, kalau begitu, oppa mau pesan
apa?” tanya yuri lagi
“seperti biasa, aku
rasa kau yang dekat denganku pasti tahu apa yang aku suka.” Jawab sang jae,
lagi – lagi membuat yuri tersimpu malu, sang jae hanya bisa tertawa kecil
melihat yuri salah tingkah di depannya.
“oppa.... kembalikan!!!” rengek seorang gadis
sembari melompat- lompat berusaha meraih ponselnya dari genggaman seorang pria,
sementara sang pria tertawa geli melihat gadis yang tengah ia kerjai.
“ambil joo, kau pasti bisa.” Kata pria itu
setengah mengejek.
“oppa!”
“hahah, ayo.”
“sudahlah, aku mau pulang.” Seru gadis itu berbalik meningglkan sang pria, dengan cepat pria itu meraih lengan gadis itu.
“baiklah, aku kembalikan, jangan ngambek yah.” Bujuk sang pria, membuat sang gadis tersenyum puas.
“haha, baiklah.”
“hahah, ayo.”
“sudahlah, aku mau pulang.” Seru gadis itu berbalik meningglkan sang pria, dengan cepat pria itu meraih lengan gadis itu.
“baiklah, aku kembalikan, jangan ngambek yah.” Bujuk sang pria, membuat sang gadis tersenyum puas.
“haha, baiklah.”
“hey! Park jooyeon! Kau mengerjaiku!”
“hahaha” gadis bernama park jooyeon itu tertawa puas melihat sang pria yang tampak begitu kesal padanya.
“hahaha” gadis bernama park jooyeon itu tertawa puas melihat sang pria yang tampak begitu kesal padanya.
“oppa, ini sudah sore antar aku pulang.”
Pinta jooyeon dengan manja.
“tidak mau!” tolak pria itu yang giliran ngambek padanya.
“aigoo. Kim yesung, pria yang lucu dan menggemaskan, ayo antar aku pulang.” Bujuk jooyeon sembari menggandeng tangan pria yang di panggil kim yesung itu.
“tidak mau!” tolak pria itu yang giliran ngambek padanya.
“aigoo. Kim yesung, pria yang lucu dan menggemaskan, ayo antar aku pulang.” Bujuk jooyeon sembari menggandeng tangan pria yang di panggil kim yesung itu.
“sampai sekarang pun kau tidak mau mengakuiku
sebagai kekasihmu, huh? Bahkan kita ini sudah bertunangan joo.” Seru yesung
sedikit emosi, jooyeon terdiam.
“ehm, maaf. Baiklah yesung, my soulmate. Ayo antar
aku pulang. “ bujuk jooyeon yesung tersenyum seketika sembari menatapnya lekat
lekat membuat jooyeon mengerutkan keningnya.
“ada yang salah lagi?” tanya jooyeon bingung.yesung menggeleng.
“kalau begitu?”
“ada yang salah lagi?” tanya jooyeon bingung.yesung menggeleng.
“kalau begitu?”
“baiklah, my
soulmate, aku akn mengantarmu pulang.” Sahut yesung yang saat ini merasa sangat
bahagia hanya karena di rayu oleh jooyeon dengan sebutan ‘my soulmate’. Itu
sungguh luar biasa bagi yesung.
“yuri...” panggil sang jae ketika melihat
yuri berdiri di mading kantor, yuri langsung menoleh kebelakang dan kini
berhadapan dengan sang jae yang tiba- tiba ia sudah ada di belakang yuri.
“oppa...”
“malam ini kau ada acara ?” tanya sang jae.
Yuri menelan ludahnya karena wajahnya sangat dekat dengan wajah sang jae.
“oh, tidak. Kenapa oppa?” yuri tanya balik.
“baguslah, kalau begitu aku akan menjemputmu
dirumah. Pukul 6.30 kau harus sudah siap.” Kata sang jae, yuri tersenyum kecil.
Sang jae mendorong tubuh yuri hingga terdesak ke dinding. Yuri menundukan
pandangannya.
“ kau harus tampil cantik, cantikmu harus
melebihi hari hari biasanya.” Kata sang
jae melirik bibir yuri.
“ekheem.” Seseorang mengagetkan mereka, sang
jae langsung menjauh dan berbalik membelakangi yuri, betapa kagetnya mereka
saat melihat seseorang yang menegur nya tadi secara tidak langsung.
“pak sang jae, hari ini anda di tunggu di
ruang rapat bersama sekretarismu, yuri.” Seru seorang pria yang berstatus
sebagai presiden direktur di perusahaan itu, sang jae dan yuri membungkuk.
“ia presdir,kami akan segera kesana.” Jawab
sang jae. Kemudian orang tadi berbalik pergi meninggalkan mereka berdua.
“maaf pak.” Kata yuri membungkuk di hadapan
sang jae.
“eoh? Bukan salahmu dan jangan panggil aku
pak lagi.” Kata sang jae seraya berbalik, berjalan menuju ruang rapat di ikuti
yuri dari belakang.
TO BE CONTINUE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar