Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN

Senin, 12 Februari 2018

Keputusan



(Sudut pandang Maisah)
*tuutt… tuutt…* selalu saja bunyi seperti itu yang aku dengar, sudah berkali kali aku memanggilnya namun tidak ada jawaban. Ku hirup udara dengan pelan dan ku hembuskan pula secara perlahan, sungguh malam ini begitu dingin dan aku malah terjebak di pinggir jalan hendak menuju pulang. Dia bilang akan menjemputku tapi hingga waktu menunjukan pukul 8.42 menit tidak juga ia memperlihatkan batang hidungnya yang mancung itu.aah.. aku jadi teringat dengan ceramah Bang Roy di masjid tadi. Gara gara ini aku jadi pusing sendiri, aarrgghhh…
*tiinn.. tiinn…* aku tahu itu dia, tapi aku tak ingin melihat wajahnya karena dia benar benar membuatku sebal. *tiinn.. tiinn…* klakson itu berbunyi lagi membuatku berhenti melangkah namun aku membelakanginya.
Assalamu’alaykum…maaf… maaf yah, “ aku masih tidak ingin menoleh padanya,aku merasa lenganku ditarik dan terpaksa aku harus menghadap kearahnya. Aku melihatnya hanya sekilas tapi aku masih sempat melihat wajahnya yang memelas.
“wa’alaykumsalam…”
“please… maaf yah, maaf karena aku terlambat menjemputmu dan maaf aku tak menjawab telepon darimu.” Ia memohon padaku.
“terserahlah… sekarang aku mau pulang.” Aku tak ingin menanggapi omongannya dan langsung saja berjalan menghampiri motornya yang diparkir tidak jauh dari kami berdiri. Aku naik dan duduk di jok belakang, ia berjalan menghampiriku tapi tidak menyalakan mesin motornya, ia malah duduk membelakangiku.
“jalan.” Perintahku
“kau marah?” tanyanya, aish… apa aku harus menjelaskannya?!
“aku capek, jadi cepatlah antar aku pulang.” Kataku dengan sedikit nada tinggi. Syukurlah ia menurut dan mulai menyalakan mesin motornya dan melajukan motornya kejalan.
15 menit kemudian, sampai dirumah, aku langsung turun dari motor dan tak lupa aku ucapkan terima kasih padanya karena telah menjemputku walau terlambat dan pulang dengan terlambat juga tentunya. Tanpa aku pinta ia ikut turun dari motor dan mendekatiku, aku menatapnya dengan malas.
“kau marah padaku? Aku minta maaf…” katanya, aku menatapnya lagi.
“sudah malam, kau pulang saja.”
“kalau marah bilang saja, aku minta maaf Maisah…”
“sudahlah, aku sudah ngantuk.”
“aku lebih suka kau mengomeliku dan membentakku habis habisan walau mengerikan, aku tidak suka kau mendiamiku seperti ini.” Terangnya, aku menatapnya lagi, lalu tersenyum kecil namun terlihat seperti dipaksakan, tapi yah memang begitulah.
“aku tidak perlu marah padamu, lagi pula tidak ada gunanya Rudi, pulang saja. kau pasti lelah juga kan?! Aku masuk dulu, assalamu’alaykum…” Aku beranjak meninggalkannya, aku benar benar lelah dan aku urungkan niatku tadi yang hendak membentaknya habis habisan karena toh itu tidak ada gunanya. Aku kan mengakhiri semuanya, bukan karena aku tidak mencintainya, tapi cinta seperti ini apa bisa disebut dengan cinta? Ini hanya nafsu yang memaksakan kami untuk bersama dan terus berada dijalan yang tidak seharusnya kami lewati.
(sudut pandang Rudi)
Aku segera bangun setelah mendengar kokok ayam jago yang berasal dari alarm ponselku. Ku langkahkan kaki menuju pintu kamar mandi dan segera masuk kedalam ruangan itu, 10 menit kemudian aku sudah berada lagi di tepi ranjang. Aku melihat pantulan diriku dicermin, aku berjalan  gontai menuju Lemari bajuku, mebuka pintu itu dan meraih sehelai kemeja putih bergaris vertikal berwarna biru, tak lupa pasangannya celana kain hitam polos dan segera ku kenakan lalu kembali metapan diriku dicermin. 5 menit kemudian, aku telah siap menuju kampus.
“Rud, tadi Maisah menelepon dia bilang tidak perlu menjemputnya, dia sudah ada dikampus.” Aku menoleh pada Ibu ku yang menyampaikan pesan dari Maisah, aku mengangguk lalu mendekatinya yang sedang duduk bersama ayahku. Aku mengulurkan tangan kananku kepada mereka dan mencium tangan mereka untuk pamitan pergi ke kampus.
“kau tidak sarapan dulu nak?” Tanya Ibu, aku menoleh dan tersenyum kecil kepada beliau.
“nanti di kampus saja bu, Rudi pergi dulu, assalamu’alaykum..
Di kampus, Aku berjalan menuju ruang 20, ku edarkan pandanganku kepenjuru ruangan namun tak kulihat maisah disana, kemudian aku berputar kebelakang dan disana ku dapati Maisah bersama seorang pria. Dia senior kami dan mereka terlihat sangat akrab. Aku mendelik sebal lalu segera ku hampiri mereka berdua.
“assalamu’alaykum…” sebelum aku mengucapkan salam, senior yang sedang bersama Maisah sudah mendahuluiku, aku tersenyum kecil lalu membalas salamnya tadi.
“kenapa pergi duluan?” tanyaku kepada Maisah, ia melirikku sekilas lalu kembali kepada senior kami.
“maaf… aku buru buru tadi.” Jawabnya tanpa menoleh kearahku, apakah dia masih marah padaku?
“Maisah, Rudi… abang permisi dulu yah. Oh iya Maisah, semoga berhasil yah.” Seru Senior kami berbalik meninggalkan kami berdua. Aku menatap Maisah meminta penjelasan darinya mengenai sikapnya sekarang.
“aku minta maaf, dan tolong jangan marah lagi.” Ia menetapku lalu tersenyum.
“sebaiknya kita putus saja, masih terlalu awal untuk hubungan seperti ini.” Jawabnya membuatku kaget, aku membulatkan kedua mataku, ini sungguh tak bisa ku percaya.
“maisah… apa maksudmu? Kenapa tiba tiba menjadi seperti ini?”
“tidak tiba tiba, tapi sudah waktunya, aku baru saja mendapat hidayah dari Allah.” Jawabnya lagi, aku semakin sulit memahami keadaan seperti ini, ada apa dengannya?
“apaan sih? Aku tidak mengerti. Apa kau habis terbentur dan terjadi kesalahan di kepalamu itu?” tanyaku lagi,ia malah tersenyum manis.
“maaf Rudi, aku baru sadar dan ini keputusan yang tepat. Hubungan yang istimewa itu setelah kita menikah, tetaplah jadi temanku. “
“apa kau tidak mencintaiku?”
“jangan bertanya seperti itu, jawaban itu akan melukai hatimu.”
“katakan saja Maisah!” aku sedikit membentaknya karena kesal. Dan lagi lagi ia tersenyum padaku.
“aku mencintaimu, dan aku akan menunggumu menyatakannya di depan kedua orang tuaku, selama ini hanya orang tuamu saja yang mengetahui hubungan seperti ini.”
“tapi Allah tahu, “
“benar, maka dari itu. karena Allah tahu dan Allah yang memberikan hidayah kepadaku,”
“aku masih tidak mengerti.”
“jangan mencintai seseorang yang belum menikah denganmu dan bagaimana kau bisa menganggapnya kekasih jika ia saja masih belum halal untukmu. Assalamu’alaykum..,” ujarnya pergi melewatiku yang mematung mendengar kalimatnya tadi. Apa selama ini kami salah? Apa hubungan seperti ini salah?
Dddrrtttt… sebuah pesan masuk di ponselku, segera ku buka dan ku baca.
From : maisah
Tidak ada yang salah, tapi ini sebuah kesalahpahaman dari kita berdua, tunggulah hingga saatnya tiba. Maaf aku harus mengambil keputusan ini.
Segera ku balas pesan darinya,
To : Maisah
Baiklah, semoga rencana kita ada dalam rencana Allah, Sang Khaliq. Aku akan berusaha, aku harap kau tidak berpindah dan aku sungguh sangat berharap kau selalu untukku.


Selesai






Sabtu, 20 Februari 2016

semoga JYJ dan Homin = TVXQ selamanya.

haaaah... aku kembali kemasa dimana aku mengenal satu boyband yang sampai sekarang sulit untuk tidak mendengar berita berita tentang mereka, group idol yang benar benar istimewa bagiku.
kalian pasti tau kan group legend dari korea selatan yang debut tahun 2003? yuuuup mereka TVXQ.
foto ini ifdo dapat di google. adoooh sedihnya melihat mereka.
semangat TVXQ dan JYJ

member pertama yang membuatku terkagum kagum pada bb ini adalah Jaejoong oppa, wajah tampan, putih bersih dan memiliki suara merdu. aku suka memanggilnya Hero oppa. Hampir setiap FF ku selalu main cast nya itu Hero oppa, kemudian member kedua yang semakin membuatku jatuh cinta yaitu si Imut Junsu. atau aku selalu memanggilnya Xiah oppa. suaranya khas, tampangnya yang imut juga Dance Skill nya... uuuuh dia keren banget. dan secara keseluruhan aku suka semua member.

pertama kali lihat oppadeul di MV Show me your love bareng suju. tapi itu pas di tahun 2009. eeeh dulu kan aku enggak puna teknologi canggih jadi klau mau tau beritanya itu suka lihat di internet. aku shock banget saat tau mereka pecah jadi 2 kubu. aduuh... benar benar kecewa, tapi apalah daya... mau teriak pun enggak bisa.

aku pernah berpikir untuk tidak jadi kpoper lagi, tapi kalau udah lihat MV TVXQ, lagu lagu mereka saat berlima , lagu JYJ dan TVXQ sekarang, membuat aku kangen dan masih aja jadi cassie.ottokke??
tapi aku akui 1 hal, aku sering mendengar lagu JYJ dari pada duo Homin, kenapa? karena biasku ada disana. hehe Hero oppa and Xiah oppa. tapi aku tetap suka HoMin kok.
aku berharap persahabatan kalian tetap jadi yang utama dan tetaplah  jadi dewa dewa dari timur walau tidak bersama, aku yakin ada kesempatan dimana kalian akan bisa kembali bersama selamanya.
aamiin...

For Our five boys > JYJ+(Homin) TVXQ = always DBSK forever


Hero Jaejoong Fighting!!
Uknow Yunho Fighting!!
Micky Yochun Fighting!!
Xiah Junsu Fighting!!
Max Changmin Fighting!!

JYJ+HoMin = TVXQ for Cassiopeia





Sabtu, 09 Januari 2016

Jerat Tirai Merat part 3


Sesampainya dirumah waktu sudah menunjukan pukul 10.30, Ifdo dibiarkan beristirahat di kamarnya sedangkan sahabat sahabatnya tengah berkumpul diruang tamu tanpa Ridwan dan Andri yang memang sudah pamit pulang karena besok dia harus bekerja.
“Put, kawankan aku buat teh iox?” ajak Siti
“ok.” Putri dan siti pergi ke dapur bersama.
“menurut kalian kenape ifdo sampe minta pulang?” Tanya Narto yang dari tadi menahan rasa penasarannya.
“heeem Ifdo memang tak suke rumah sakit, die paling anti yang namenye dibedah.” jawab Eva
“tapi kan die age sakit va.” sahut Narto
“bise jadi ade hal lain, mungkin ifdo lihat sesuatu yang endak die suke.” timpal Hendra
“rumah sakit la dah, ape agi?!” jawab eva yang tidak mau terpengaruh dengan pikiran kedua pria ini, ia tahu pasti yang ada dalam pikiran kedua pria itu adalah hal mistis.

Selasa, 05 Januari 2016

kenapa?

sebenarnya kami punya apa?
 apa yang akan kalian rebut dari kami?
apa yang kalian inginkan?
aku benar benar tidak mengerti.
apa karena di lingkungan kami ada setangkai mawar sementara kami rumput liar yang sulit berdampingan dengan mawar tersebut??

kenapa???
kami tidak pernah mengusik kalian,
KENAPA???

aku tak ingin meminta waktu terulang kembali, aku hanya ingin meminta agar memori itu segera hilang

LENYAP BERSAMA MIMPIKU KETIKA AKU BANGUN TIDUR BESOK.




Rabu, 16 Desember 2015

Jerat Tirai Merah part 2

Pagi....
Futri mengerjapkan matanya, ia berusaha membuka mata sembari memraih ponselnya, ia heran kenapa ponselnya jadi lembek dan berair. Futri segera bangkit dan melihat apa yang ia pegang sekarang. Ketika melihat yg dipegang bukanlah ponselnya melainkan daging mentah yang berlumuran darah, futri langsung membuang daging itu ke lantai.
"Iseng banget sih" kesal putri. Ia berpikir yang mengerjainya adalah ifdo, pasalnya tadi malam ifdo membahas masalah daging itu. Futri bangun dan berjalan cepat keluar kamar. Ia melihat ifdo tengah sibuk di dapur, ifdo tampak sedang memegang pisau dan terlihat sedang mencincang daging. Futri menghampirinya.
"Hyuuuuuung. Kau kan yang narok daging di kamar kamek?" Kesal putri, ia mengomel dibelakang ifdo.
"...."

Jerat Tirai Merah part 1

"Mohon maaf, ini hanya kisah fiksi murni pemikiran author dan untuk nama nama tokoh dalam cerita ini pilihan author sendiri yang merupakan sahabat sahabat author. kisah ini tidak ada hubungannya dengan kisah nyata. ini hanya FIKSI. terima kasih"

Jerat tirai merah
Author : ifdo hidayah
Cast : Siti, ifdo, futri, eva,
 Narto, hendra, ian, andri dan rizky.
Genre : horror, mystery, and theiller
Language : indonesia melayu pontianak

"Besok hari minggu, belom ketemu pak achmadi ege tuh. Alamaaaak, pening kepala ifdo nih". Keluh ifdo duduk dikursi sembari memeluk bonekanya.
"Ala santai jx do, seninlan bise. Endak usah dipikirkan benar beh." Sahut eva mengambil posisi disebelah kiri ifdo.
"Bukan ifdo yg mao ngah. Kepala nih tak singkron dengan hati. Ifdo tx mao mikirkan age. Malah kepikiran teros. Rase nak ifdo rantokan kepala nih", jawab ifdo sedikit kesal kepada dirinya sendiri.
"Eeeh jangan gitu do," siti yang mendengar percakapan ifdo dan eva sejak tadi dari dapur ikut bersuara, ia menghampiri keduanya.
"Iye, jangan dijadikan beban bah." Timpal eva. Ifdo menghela napas panjang.
"Oh iye, mane si putput? Jam 3 belom balek ke kost nih?" Tanya siti
"Mungkin die jalan same ian."
"Ian mane?"tanya eva

Kamis, 28 Mei 2015

My FanFiction || karyaku sendiri

haaaaaaaah... FF di blog ini murni imajinasi ifdo sendiri, buatnye tuh pake inspirasi yang di dapat saat ifdo dengar lagu. lagu apapun itu, lagu korea terutama. tapi bukan berarti ifdo jago buat FF atau cerita lainnya. ifdo hanya menyalurkan hobi nulis ifdo, karena ifdo suke berkhayal yang terlalu jauh jadi dituangkan lewat tulisan. haha walau bahasanya ancur, tapi ifdo selalu berusaha memperbaiki dan membuat ff dengan kisah baru walaupun tokohnya sama. dan saat ini ifdo lagi suka sama N oppa, sama Vixx juga. jadi... ifdo suka buat FF yang tokohnya itu N oppa. hoho
oh iya, sebenarnya blog ifdo ada dua dan ada juga ff yang udah di post diblog itu, yang ini blognya: blogifdod4andantumcrew.blogspot.com
dan FF lanjutannye ada di blog ini.

ok lah, semoga jak ini blog banyak dikunjungi, heheh

aamiin 


Overdose Part 1

OVERDOSE
Author : Ifdo Hidayah
Genre : Romance,Action, Friendship,Thiller  and Family
Main Cast : Jaejoong, Yuri, Minho, Jessica
Support Cast : Nickhun, Siwon and Krystal
Point of view : third Person

@Disebuah Rumah mewah,
“lelah sekali seharian duduk di kursi ini,” kata seorang pria yang tengah duduk disebuah kursi empuk miliknya, ia memutar kursi tersebuh 180 derajat agar orang orang yang ada dibelakangnya bisa melihat sosoknya.

“Tuan, apakah tuan tidak kerja hari ini?”

“haha pertanyaan bagus. Untung  kau mengingatkan aku, sekarang siapkan semua keperluanku untuk kerja. Saatnya aku kerja di resto itu.”


AT THE SAME TIME part 4


AT THE SAME TIME part 4
author : ifdo clouds
main cast; 
kwon yuri
Kai

im yoona
choi siwon

support cast : others
genre : romance,friendship, family and hardness

“Kai...! kaaaaiii tolong aku.hiks...hiks...” yuri memanggil nama kai sembari terus menangis. #plaaak. Sebuah tamparan berhasil membuat yuri tak sadarkan diri. Sementara kai, ia berusaha mengejar mobil yang sudah sangat jauh dari pandangannya, belum lagi ada banyak mobil yang meghalanginya untuk melaju lebih cepat.
“yul,  yul tunggu aku. Aku akan menolongmu.” Gumam kai pelan, ia segera menghubungi siwon.

AT THE SAME TIME Part 3




author : ifdo clouds

main cast; 
kwon yuri
Kai

im yoona
choi siwon

support cast : others
genre : romance,friendship, family and hardness

Yuri berlari sekuat mungkin menghindari kejaran Kai, walau ia merasa tubuhnya sangat lemah untuk terus berlari. Ia benar benar kecewa dengan peristiwa yang tadi ia lihat di depan matanya sendiri, yuri terus menghapus air matanya walau itu akan sia sia karena air mata itu terus mengalir dengan derasnya. Kai mempercepat larinya dan berhasil menyusul Yuri kemudian ia meraih lengan yuri, mereka berhenti berlari. Kai mengatur napasnya sembari terus memegangi tangan yuri agar gadis ini tidak menghindar lagi, sementara yuri menghapus air matanya dan enggan melihat wajah kai, ia memilih menunduk.
“yul. Dengarkan aku. Yang tadi kau lihat itu bukan sepenuhnya kesalahanku, aku tidak berniat melukaimu yul, percayalah...” jelas kai
“...”
“yul, maafkan aku,aku tidak akan mengulanginya lagi. tapi sungguh kejadian itu murni bukan kesalahanku, aku tidak berniat menciumnya dia yang menciumku lebih dulu.” Kai mencoba menjelaskan lagi
“sudahlah kai, aku tidak perduli apa yang kalian lakukan. Lagi pula aku bukan siapa siapa dirimu, kan? Jadi... terserah dirimu saja.” Jawab Yuri menahan tangisnya lagi, kai menatap yuri, ia tak percaya bahwa yuri berpikir diantara dirinya dan yuri tidak ada apa apa, padahal kai telah menyatakan cintanya pada yuri, walau memang yuri tak pernah menjawabnya. Kai melepaskan tangan yuri.

AT THE SAME TIME part 2

 AT THE SAME TIME part 2
author : ifdo clouds

main cast; 
kwon yuri
Kai

im yoona
choi siwon
support cast : others
genre : romance,friendship, family and hardness

@Pukul, 6.35 Am
yuri dan kai keluar dari mobil bersamaan, kai meraih tangan yuri, menggandengnya dengan mesra. Yuri hanya tersenyum kecil kemudian mereka melangkah bersama masuk ke area sekolah. Tiba tiba langkah yuri terhenti, kai ikut berhenti ia bingung, yuri menahan tangisnya melihat siwon dan yoona bercanda ria di depan kelas. Kai melihat kearah pandangan yuri, ia pun mengerti.
“yuri, kau tidak apa apa kan?!” tanya kai memastikan. Yuri diam, ia seolah tak mendengar pertanyaan kai karena masih fokus kepada dua insan yang tak jauh dari mereka.

AT THE SAME TIME Part 1

AT THE SAME TIME
author : ifdo clouds
main cast;
 
kwon yuri
Kai
 
im yoona
choi siwon
support cast : others
genre : romance,friendship, family and hardness

Suatu kesalahan bisa terulang kembali tanpa disadari,
Seseorang yang memberi keterbatasannya kepada orang lain yang mungkin dia lebih memilih untuk membantu kita.
Sahabat, 
Bagaimana jika kesalahan itu mereka yang melakukannya,
Dan mereka juga yang berusaha memberi semua yang kita butuhkan dengan semua keterbatasan yang mereka miliki.

“ jangan pernah bicara dan menemuiku lagi!” bentak seorang gadis dengan begitu kesal, ia berdiri dari duduknya. “ mulai saat ini dimana pun kita berada bersikaplah seolah kau tak mengenaliku!” lanjut gadis itu lagi lalu berbalik meninggalkan seorang gadis yang menangis. 
Gadis yang menangis itu menatap sahabatnya yang berlalu meninggalkannya yang masih berlinang air mata.
“ yuri~!!!” seru gadis yang menangis itu memanggil sahabatnya,kemudian ia berlari mengejar gadis yang dimaksud.

Rabu, 27 Mei 2015

selamat datang di blog Sahabat DISMEN, kepada teman teman yang sudah berkunjung ke blog ini, silahkan berikan komentar dan sarannya. tolong hargai hasil karya admin. admin menerima kritikan dan saran nih. karena ini juga blog baru, jadi admin perlu banyak masukan. terima kasih  :)


Tell Me What Is Love Part 1

Author : Ifdo Hidayah
Cast : Tia Hwang from Chocolat
N/Cha Hak Yeon from VIXX
Support Cast : Find by yourself
Genre : Romance, Sad Ending
Backsound : Don’t Look at me like that – Song Ji Eun

Summary : “aku mencintaimu tanpa batas, aku memilikimu tanpa ada siapapun tahu, walau kita berbeda dan aku bukanlah berlian yang pantas kau dapatkan. Aku tetap mencintaimu. Akan selamanya mencintaimu.” Hanya itu yang bisa aku katakan padanya, pada pria yang selama ini hadir dalam setiap mimpi indahku walau tak pernah jadi nyata.
Tia POV
Pukul 11 malam, ya…. Ini sudah larut malam untuk seorang gadis sepertiku yang baru saja berusia 17 tahun. Aku duduk dihalte bus, udara semakin dingin karena rintik hujan mulai membasahi tanah. Aku merapatkan jaketku mencoba menahan hawa dingin yang menghampiri tubuhku saat ini. Oh iya… namaku Tia Hwang, aku berasal dari Italia. Sekarang aku berada di seoul, aku disini hidup bersama Neneku lebih tepatnya nenek angkatku. Wanita tua yang selalu menyayangiku dan karena umurnya yang sudah sangat tua yang membuatku bekerja untuk menafkahi hidup kami berdua, kenapa? Karena ibu dan ayahku sudah tidak ada. Ah sudahlah… kurasa sudah cukup karena bus sudah datang.

Kamis, 21 Mei 2015

Secret love 4 (End)

Part 4
Dirumah keluarga Kim tepatnya dikamar Joni. Ia berbaring diatas ranjang empuknya. Sesekali ia melirik ponselnya menunggu sms atau telpon dari kekasihnya,kina.
" kok dia enggak sms atau telpon gue sih?" Gumam joni. Ia meraih ponsel disamping.
" atau gue yang sms dia aja yah. Tapi kalau mereka lagi belajar. Gue ganggu dong. Ya udah tunggu 15 menit aja." Joni meletakan kembalo ponselnya kemudian keluar dari kamarnya.
Sementara itu
"Kin... gue enggak ngerti yang ini. Dari mana dapat 25X? Trus ngelihat nilai Y nya gimana nih?" Tanya hendra. Kina menjelaskan dengan pelan hingga hendra mengerti.

Secret Love part 3

Part 3
Joni dan kina duduk di bangku mereka masing masing. Sejak tadi joni hanya diam, hal itu membuat kina heran sendiri.
" jon... kok lo diam terus sih. Kenapa?"
"Enggak."
" gue salah yah. Maaf deh."
"Gue..." joni menatap wajah kina dengan serius begitu pula kina ikut menatap joni.
" entah kenapa gue pengen marah banget saat gue lihat hendra meluk lo. Gue enggak suka." Kata joni jujur, kina tersenyum manis.

Secret love part 2

Part 2
" yeeey.... Hen gue jadi kapten." Seru adit dengan bangganya. hendra tersenyum kecil kemudian ia kembali fokus melihat Kina. Adit melihat kemana arah mata Hendra melihat.
"Lo lihatin siapa sih?"tanya Adit, Hendra masih tak bergeming hingga membuat Adit heran.
" Hendra!" Tegur adit lagi
"Ya bang. Apa?" Jawab Hendra mengalihkan pandangannya dari Kina ke Adit.
" lo lihatin siapa? Cewek itu? Si Jepang itu?" Tanya adit. Kini tatapan Hendra yang seakan heran.
" lo kenal bang? Kenalin dong sama dia." Pinta Hendra
" kenal lah. Namanya Kina Kato keturunan jepang dan dia jago basket."  Jawab adit
" waw... she is amazing. Trus hubungan dia sama si Joni apa? Apa mereka pacaran, kok deket banget" tanya Hendra penasaran.
" och... si joni Kim itu lo tau sendiri kalau dia turunan korea nah dia itu sohibnya si Kina." Jawab adit
" ah yang bener? Kok kayak orang pacaran sih mereka."
" ya udah laaa.. kalau lo mau gue kenalin sekarang nih." Tawar adit, hendra mengangguk. Mereka pun menghampiri Kina yang kini sedang duduk bersama Joni.
" malam ini gue ajak lo jalan yah. Gue traktir lo makan sepuasnya deh." Ajak Joni
" waaah mau banget." Seru Kina antusias.
" ekhem... hai.. " sapa Adit

Secret Love Part 1

SECRETLove
Author        : Ifdo
Main Cast   : Yuki Anggraini Kato as Kina Kato
                      Stevan William Umboh as Hendra William
                      Immanuel Kenneth Santana as Joni Kim
                      Maxime Bouttier as Adit Bouttier
                      Kevin Julio as Eros Richard
Genre          : Romance,
Support Cast : Find By Yourself


Pagi SMA PGRI 01
Ruang kelas sudah ribut dengan grasak grusuk dari siswa siswi yang sedang mengerjakan PR minggu kemarin yang harus di kumpulkan hari ini. Mereka saling menukar jawaban alias mencontek massal. Disela kesibukan itu, seorang gadis masuk dengan santai dan langsung duduk dibangku paling depan berpas-pasan dengan  layar disamping papan tulis kaca, ia menoleh ke kanan dan kekiri melihat kesibukan teman temannya.
“lo udah selesai ngerjain PR matematika?” Tanya seorang pria tepat dibelakangnya, gadis itu berbalik kebelakang dan tersenyum manis sembari mengangguk.
“lo mau nyontek PR gue lagi?” Tanya gadis itu
“yeee… gue bukan nyontek kali, Cuma ngelihat aja.” Bantah sang pria itu membuat sang gadis tadi tersenyum kecil kemudian berbalik ke depan kemudian meraih buku PR matematikanya memberikan buku itu kepada temannya tadi.
“sama aja, kan kalau lo belum ngerjain, lo nyalin PR gue ke buku Lo.” Sungut gadis itu, sang pria hanya tertawa kecil kemudian mulai menulis di bukunya.
5 menit kemudian, selesai menyalin PR milik gadis itu, sang pria mengembalikan lagi buku tersebut kepada pemiliknya yang masih asik duduk di kursi tepat didepannya, gadis itu tampak sedang mendengarkan music dengan earphone nya.
“nih, makasih yah Kin. Haahaa.” Ujarnya sembari tertawa lepas.
“iya,” jawab gadis itu singkat.
“lo mau kekantin enggak? Gue yang traktir deh, masih ada waktu 15 ment.” Ajak Pria itu,
“ok. “ gadis di panggil Kin itu menyetujui ajakan temannya tadi. Mereka memang dekat dan sudah mengenal sejak pertama kali masuk SMA, menjadi sahabat hingga sekarang menduduki kelas 2 dan berada di kelas yang sama. Pria itu bernama Joni Kim, bule keturunan Korea sedangkan Kina bernama lengkap Kina Kato, gadis keturunan jepang.
Sementara itu…
“bang… balikin dong bolpoint gue! Entar gue pake apa bang nyatat materi belajarnya..” rengek pria yang diketahui bernama Hendra, ia tengah meminta kembali bolpoint yang di pegang oleh seorang pria bernama Adit yang masih berjalan santai di sampingnya.
“entar dulu, gue mau pinjem sebentar dong. Pelit banget sih!”
“lo bukan minjem, tapi ngambil kali!”
“eh… pinjem bentar doang, gue mau nulis sesuatu di kertas ini!” seru Adit yang tiba tiba berhenti didepan madding dan menulis nama Hendra di sebuah kertas pendaftaran kompetisi basket sekolah.
“eh… lo gila yah, siapa juga yang mau ikut acara ginian, enggak!” Hendra merebut bolpoint dn berusaha merebut kertas pendaftaran tersebut dari tangan adit.
“enggak… lo harus ikut dan bantuin gue ngalahin  team basket SMA 06” adit langsung memberikan kertas itu kepada ketua osis yang kebetulan lewat.

Misteri Ruang 12 [ Part 5, End ]

Misteri Ruang 12 [ Part 5, End ]

Author : ifdo                                                                                                             
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Santo Surya : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami:Futri
Ridwansyah : Ridwan
Hendra Syahputa : Hendra
Auliya Fidiyanti: Auliya
Eva wati : Eva
M. Dani :Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror, Friendship and Romance

Di Rumah sakit
Siti sedang ditangani oleh dokter dan para perawatnya, sedangkan Dani dan santo menungu di depan ruang UGD, mereka tak berhenti berdoa untuk kesembuhan Siti dan Futri semoga segera ditemukan. Tak lama kemudian Ifdo, Ridwan beserta Hendra pun datang.
“bagaimana? Futri ketemu?” Tanya santo
“tidak… kami sudah mencarinya di rumah, dibelakang rumah, tapi tidak ketemu juga. Aku heran deh, si Futri tuc dibawa kemana dan sama siapa?” kata Hendra membuat suasana tegang kembali tegang
“do, kamu enggak lihat orang yang membawa Futri?” Tanya Ridwan
“aku… hanya melihat kedua tangan itu mencengkram Futri dengan kuat, di membawa Futri entah kemana dan aku tidak bisa berbuat apa apa karena hyung sedang di pangkuanku, dia pingsan dengan luka di kepalanya hiks… hiks…” jelas ifdo di ikuti tangingan pilunya mengingat keadaan siti yang entah membaik atau tidak dan Futri yang menghilang tiba tiba di depan matanya.
“sudah… sudah…. Jangan nangis,” hendra menepuk nepuk bahu ifdo, emcoba menenangkan gadis itu.

Misteri Ruang 12 [ Part 4 ]

Misteri Ruang 12 [ Part 4 ]

Author : ifdo                                                                                                             
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Santo Surya : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami:Futri
Ridwansyah : Ridwan
Hendra Syahputa : Hendra
Eva wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani :Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror, Friendship and Romance
“Futri……!” teriak Siti histeris melihat sahabatnya tergeletak dilantai dengan darah yang mengalir dari kepalanya, keadaan itu membuat mereka panik dan semakin takut dengan keadaan sekarang. Siti memeluk tubuh Futri sembari menangis, Ifdo tercengang melihat itu.
“do! Bantuin dong. Kok jadi diam gitu sih!” protes Siti yang masih memeluk Futri, Ridwan segera menggendong Futri, meletakan tubuh itu di atas tempat tidur sementara siti masih saja terisak. Hendra dan Santo semakin bingung dengan semua ini.
“siapa sih yang pengecut banget nyakitin cewek! “ hardik hendra yang kesal. Ifdo melihat seseorang yang berdiri dibawah pohon, ia melihat dari balik jendela kaca dan semakin heran lagi karena air Hujan tidak sedikitpun mengenainya, Ifdo berjalan mendekati jendela kaca memperhatikan orang asing itu namun beberapa detik kemudian, yang dilihat Ifdo menghilang begitu saja dengan sekali kedipan mata, itu membuat ifdo shock sehingga jatuh dengan tubuh yang gemetaran. Hendra dan Santo melihat itu kemudian mereka segera menghampiri Ifdo.

Misteri Ruang 12 [ Part 3 ]

Misteri Ruang 12 [ Part 3 ]

Author : ifdo
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Santo Surya : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami : Futri
Ridwan Fajar: Ridwan
Hendra Syahputra: Hendra
Eva wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani: Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror, Friendship and Romance
“bisa jadi gitu sih. Atau besok kita tanyain aja sama satpam kampus. Mungkin di kampus kita pernah terjadi sesuatu khususnya di ruang 12 itu.” Usul Santo yang percaya dengan cerita Ridwan dan Ifdo.
“ok, aku setuju.” Sahut ketiga temannya
“terus, gimana nyembuhin Futri? Kan kasihan dia, teriak teriak gak jelas kayak tadi .” kata Siti  sembari memperhatikan Wajah Futri yang tengah terlelap tidur.
“untuk saat ini, kalian jangan pernah ninggalin dia sendiri, karena kita juga enggak tahu gimana caranya nyembuhin Futrii.” Ujar Ridwan, mendapat anggukan setuju dari Santo.
“ok, kalau gitu kita pulang dulu yah. Kalian jagain terus Futri dan hati hati Ifdo.” Kata Santo, Ifdo tersenyum kecil, Siti  menyenggol bahu Ifdo untuk menggodanya.
“jiiiiaaah Cuma Ifdo aja tuc?” goda Siti , Santo dan Ifdo jadi salah tingkah, melihat itu Siti  tertawa geli sementara Ridwan terus memperhatikan wajah polos Futri yang tengah terlelap. Kemudian mereka berdua beranjak pergi meninggalkan rumah kontrakan ketiga gadis itu.
“Do, aku ambil selimut dulu yah.”seru Siti  keluar dari kamar Futri, Ifdo memandangi setiap sudut kamar Futri tidak ada yang aneh, ya mungkin karena ini bukan kampus mereka yang selalu membuat Ifdo merasakan hal hal yang ganjil.
“enghhh…” Futri menggerakan badannya tanpa sadar masih dengan mata tertutup membuat Ifdo menoleh padanya,
“aaaaaaaaakkhh! Pergi!!! Jangan kemari!! Jangan ganggu sahabat sahabatku!!! Pergi!!!” Futri menjerit ketakutan, Ifdo memeluknya untuk menenangkan sahabatnya itu yang kemungkinan hanya mengigau karena mimpi buruk, mendengar jeritan Futri, Siti  bergegas ke kamar Futri dan menjatuhkan Selimut yang ada dipelukannya tadi, ia segera duduk di samping kanan Futri yang tengah dipeluk oleh Ifdo.
“Futri… hei. Tidak apa apa, kau hanya mengigau.” Kata Ifdo sembari mengelus punggung Futri agar ia diam kembali, Siti  merasa iba dengan keadaan sahabatnya itu.
“dia kenapa lagi?” Tanya Siti  cemas, Ifdo membaringkan tubuh sahabatnya itu, kemudian ia tersenyum kearah Siti .

Misteri Ruang 12 [ Part 2 ]

Misteri Ruang 12 [ Part 2 ]

Author : ifdo
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Susanto Limas : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami: Futri
Ridwan Fajar: Ridwan
Hendra Syahputra: Hendra
Eva Wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani: Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror, Friendship and Romance

“yaa ampun… sebenarnya ada apa dengaku?! Ini sangat membingungkan.” Gumam Ifdo semakin tak mengerti dengan peristiwa yang ia alami saat ini ia alami. Ia terus berjalan menuju gerbang kampus.
“Ifdooo…” panggil seseorang sembari berlari mengejar Ifdo. Mendengar namanya dipanggil Ifdo langsung berhenti berjalan kemudian ia menoleh kebelakang. Sebuah senyuman manis menyambutnya.
“Santo… kirain siapa.” Sapa Ifdo semanis mungkin.
“mau pulang kan?!” Tanya Santo basa basi, Ifdo mengangguk pelan.
“bagus deh, kita pulang bareng aja. Kan searah.” Kata Santo,
“searah? Sejak kapan kamu tinggal disana?” Tanya Ifdo bingung, Santo hanya nyengir kuda.
“ooooooo M G Hellow…!”

Winnie The Pooh Bear Shake