Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: 05/21/15

Kamis, 21 Mei 2015

Secret love 4 (End)

Part 4
Dirumah keluarga Kim tepatnya dikamar Joni. Ia berbaring diatas ranjang empuknya. Sesekali ia melirik ponselnya menunggu sms atau telpon dari kekasihnya,kina.
" kok dia enggak sms atau telpon gue sih?" Gumam joni. Ia meraih ponsel disamping.
" atau gue yang sms dia aja yah. Tapi kalau mereka lagi belajar. Gue ganggu dong. Ya udah tunggu 15 menit aja." Joni meletakan kembalo ponselnya kemudian keluar dari kamarnya.
Sementara itu
"Kin... gue enggak ngerti yang ini. Dari mana dapat 25X? Trus ngelihat nilai Y nya gimana nih?" Tanya hendra. Kina menjelaskan dengan pelan hingga hendra mengerti.

Secret Love part 3

Part 3
Joni dan kina duduk di bangku mereka masing masing. Sejak tadi joni hanya diam, hal itu membuat kina heran sendiri.
" jon... kok lo diam terus sih. Kenapa?"
"Enggak."
" gue salah yah. Maaf deh."
"Gue..." joni menatap wajah kina dengan serius begitu pula kina ikut menatap joni.
" entah kenapa gue pengen marah banget saat gue lihat hendra meluk lo. Gue enggak suka." Kata joni jujur, kina tersenyum manis.

Secret love part 2

Part 2
" yeeey.... Hen gue jadi kapten." Seru adit dengan bangganya. hendra tersenyum kecil kemudian ia kembali fokus melihat Kina. Adit melihat kemana arah mata Hendra melihat.
"Lo lihatin siapa sih?"tanya Adit, Hendra masih tak bergeming hingga membuat Adit heran.
" Hendra!" Tegur adit lagi
"Ya bang. Apa?" Jawab Hendra mengalihkan pandangannya dari Kina ke Adit.
" lo lihatin siapa? Cewek itu? Si Jepang itu?" Tanya adit. Kini tatapan Hendra yang seakan heran.
" lo kenal bang? Kenalin dong sama dia." Pinta Hendra
" kenal lah. Namanya Kina Kato keturunan jepang dan dia jago basket."  Jawab adit
" waw... she is amazing. Trus hubungan dia sama si Joni apa? Apa mereka pacaran, kok deket banget" tanya Hendra penasaran.
" och... si joni Kim itu lo tau sendiri kalau dia turunan korea nah dia itu sohibnya si Kina." Jawab adit
" ah yang bener? Kok kayak orang pacaran sih mereka."
" ya udah laaa.. kalau lo mau gue kenalin sekarang nih." Tawar adit, hendra mengangguk. Mereka pun menghampiri Kina yang kini sedang duduk bersama Joni.
" malam ini gue ajak lo jalan yah. Gue traktir lo makan sepuasnya deh." Ajak Joni
" waaah mau banget." Seru Kina antusias.
" ekhem... hai.. " sapa Adit

Secret Love Part 1

SECRETLove
Author        : Ifdo
Main Cast   : Yuki Anggraini Kato as Kina Kato
                      Stevan William Umboh as Hendra William
                      Immanuel Kenneth Santana as Joni Kim
                      Maxime Bouttier as Adit Bouttier
                      Kevin Julio as Eros Richard
Genre          : Romance,
Support Cast : Find By Yourself


Pagi SMA PGRI 01
Ruang kelas sudah ribut dengan grasak grusuk dari siswa siswi yang sedang mengerjakan PR minggu kemarin yang harus di kumpulkan hari ini. Mereka saling menukar jawaban alias mencontek massal. Disela kesibukan itu, seorang gadis masuk dengan santai dan langsung duduk dibangku paling depan berpas-pasan dengan  layar disamping papan tulis kaca, ia menoleh ke kanan dan kekiri melihat kesibukan teman temannya.
“lo udah selesai ngerjain PR matematika?” Tanya seorang pria tepat dibelakangnya, gadis itu berbalik kebelakang dan tersenyum manis sembari mengangguk.
“lo mau nyontek PR gue lagi?” Tanya gadis itu
“yeee… gue bukan nyontek kali, Cuma ngelihat aja.” Bantah sang pria itu membuat sang gadis tadi tersenyum kecil kemudian berbalik ke depan kemudian meraih buku PR matematikanya memberikan buku itu kepada temannya tadi.
“sama aja, kan kalau lo belum ngerjain, lo nyalin PR gue ke buku Lo.” Sungut gadis itu, sang pria hanya tertawa kecil kemudian mulai menulis di bukunya.
5 menit kemudian, selesai menyalin PR milik gadis itu, sang pria mengembalikan lagi buku tersebut kepada pemiliknya yang masih asik duduk di kursi tepat didepannya, gadis itu tampak sedang mendengarkan music dengan earphone nya.
“nih, makasih yah Kin. Haahaa.” Ujarnya sembari tertawa lepas.
“iya,” jawab gadis itu singkat.
“lo mau kekantin enggak? Gue yang traktir deh, masih ada waktu 15 ment.” Ajak Pria itu,
“ok. “ gadis di panggil Kin itu menyetujui ajakan temannya tadi. Mereka memang dekat dan sudah mengenal sejak pertama kali masuk SMA, menjadi sahabat hingga sekarang menduduki kelas 2 dan berada di kelas yang sama. Pria itu bernama Joni Kim, bule keturunan Korea sedangkan Kina bernama lengkap Kina Kato, gadis keturunan jepang.
Sementara itu…
“bang… balikin dong bolpoint gue! Entar gue pake apa bang nyatat materi belajarnya..” rengek pria yang diketahui bernama Hendra, ia tengah meminta kembali bolpoint yang di pegang oleh seorang pria bernama Adit yang masih berjalan santai di sampingnya.
“entar dulu, gue mau pinjem sebentar dong. Pelit banget sih!”
“lo bukan minjem, tapi ngambil kali!”
“eh… pinjem bentar doang, gue mau nulis sesuatu di kertas ini!” seru Adit yang tiba tiba berhenti didepan madding dan menulis nama Hendra di sebuah kertas pendaftaran kompetisi basket sekolah.
“eh… lo gila yah, siapa juga yang mau ikut acara ginian, enggak!” Hendra merebut bolpoint dn berusaha merebut kertas pendaftaran tersebut dari tangan adit.
“enggak… lo harus ikut dan bantuin gue ngalahin  team basket SMA 06” adit langsung memberikan kertas itu kepada ketua osis yang kebetulan lewat.

Misteri Ruang 12 [ Part 5, End ]

Misteri Ruang 12 [ Part 5, End ]

Author : ifdo                                                                                                             
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Santo Surya : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami:Futri
Ridwansyah : Ridwan
Hendra Syahputa : Hendra
Auliya Fidiyanti: Auliya
Eva wati : Eva
M. Dani :Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror, Friendship and Romance

Di Rumah sakit
Siti sedang ditangani oleh dokter dan para perawatnya, sedangkan Dani dan santo menungu di depan ruang UGD, mereka tak berhenti berdoa untuk kesembuhan Siti dan Futri semoga segera ditemukan. Tak lama kemudian Ifdo, Ridwan beserta Hendra pun datang.
“bagaimana? Futri ketemu?” Tanya santo
“tidak… kami sudah mencarinya di rumah, dibelakang rumah, tapi tidak ketemu juga. Aku heran deh, si Futri tuc dibawa kemana dan sama siapa?” kata Hendra membuat suasana tegang kembali tegang
“do, kamu enggak lihat orang yang membawa Futri?” Tanya Ridwan
“aku… hanya melihat kedua tangan itu mencengkram Futri dengan kuat, di membawa Futri entah kemana dan aku tidak bisa berbuat apa apa karena hyung sedang di pangkuanku, dia pingsan dengan luka di kepalanya hiks… hiks…” jelas ifdo di ikuti tangingan pilunya mengingat keadaan siti yang entah membaik atau tidak dan Futri yang menghilang tiba tiba di depan matanya.
“sudah… sudah…. Jangan nangis,” hendra menepuk nepuk bahu ifdo, emcoba menenangkan gadis itu.

Misteri Ruang 12 [ Part 4 ]

Misteri Ruang 12 [ Part 4 ]

Author : ifdo                                                                                                             
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Santo Surya : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami:Futri
Ridwansyah : Ridwan
Hendra Syahputa : Hendra
Eva wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani :Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror, Friendship and Romance
“Futri……!” teriak Siti histeris melihat sahabatnya tergeletak dilantai dengan darah yang mengalir dari kepalanya, keadaan itu membuat mereka panik dan semakin takut dengan keadaan sekarang. Siti memeluk tubuh Futri sembari menangis, Ifdo tercengang melihat itu.
“do! Bantuin dong. Kok jadi diam gitu sih!” protes Siti yang masih memeluk Futri, Ridwan segera menggendong Futri, meletakan tubuh itu di atas tempat tidur sementara siti masih saja terisak. Hendra dan Santo semakin bingung dengan semua ini.
“siapa sih yang pengecut banget nyakitin cewek! “ hardik hendra yang kesal. Ifdo melihat seseorang yang berdiri dibawah pohon, ia melihat dari balik jendela kaca dan semakin heran lagi karena air Hujan tidak sedikitpun mengenainya, Ifdo berjalan mendekati jendela kaca memperhatikan orang asing itu namun beberapa detik kemudian, yang dilihat Ifdo menghilang begitu saja dengan sekali kedipan mata, itu membuat ifdo shock sehingga jatuh dengan tubuh yang gemetaran. Hendra dan Santo melihat itu kemudian mereka segera menghampiri Ifdo.

Misteri Ruang 12 [ Part 3 ]

Misteri Ruang 12 [ Part 3 ]

Author : ifdo
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Santo Surya : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami : Futri
Ridwan Fajar: Ridwan
Hendra Syahputra: Hendra
Eva wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani: Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror, Friendship and Romance
“bisa jadi gitu sih. Atau besok kita tanyain aja sama satpam kampus. Mungkin di kampus kita pernah terjadi sesuatu khususnya di ruang 12 itu.” Usul Santo yang percaya dengan cerita Ridwan dan Ifdo.
“ok, aku setuju.” Sahut ketiga temannya
“terus, gimana nyembuhin Futri? Kan kasihan dia, teriak teriak gak jelas kayak tadi .” kata Siti  sembari memperhatikan Wajah Futri yang tengah terlelap tidur.
“untuk saat ini, kalian jangan pernah ninggalin dia sendiri, karena kita juga enggak tahu gimana caranya nyembuhin Futrii.” Ujar Ridwan, mendapat anggukan setuju dari Santo.
“ok, kalau gitu kita pulang dulu yah. Kalian jagain terus Futri dan hati hati Ifdo.” Kata Santo, Ifdo tersenyum kecil, Siti  menyenggol bahu Ifdo untuk menggodanya.
“jiiiiaaah Cuma Ifdo aja tuc?” goda Siti , Santo dan Ifdo jadi salah tingkah, melihat itu Siti  tertawa geli sementara Ridwan terus memperhatikan wajah polos Futri yang tengah terlelap. Kemudian mereka berdua beranjak pergi meninggalkan rumah kontrakan ketiga gadis itu.
“Do, aku ambil selimut dulu yah.”seru Siti  keluar dari kamar Futri, Ifdo memandangi setiap sudut kamar Futri tidak ada yang aneh, ya mungkin karena ini bukan kampus mereka yang selalu membuat Ifdo merasakan hal hal yang ganjil.
“enghhh…” Futri menggerakan badannya tanpa sadar masih dengan mata tertutup membuat Ifdo menoleh padanya,
“aaaaaaaaakkhh! Pergi!!! Jangan kemari!! Jangan ganggu sahabat sahabatku!!! Pergi!!!” Futri menjerit ketakutan, Ifdo memeluknya untuk menenangkan sahabatnya itu yang kemungkinan hanya mengigau karena mimpi buruk, mendengar jeritan Futri, Siti  bergegas ke kamar Futri dan menjatuhkan Selimut yang ada dipelukannya tadi, ia segera duduk di samping kanan Futri yang tengah dipeluk oleh Ifdo.
“Futri… hei. Tidak apa apa, kau hanya mengigau.” Kata Ifdo sembari mengelus punggung Futri agar ia diam kembali, Siti  merasa iba dengan keadaan sahabatnya itu.
“dia kenapa lagi?” Tanya Siti  cemas, Ifdo membaringkan tubuh sahabatnya itu, kemudian ia tersenyum kearah Siti .

Misteri Ruang 12 [ Part 2 ]

Misteri Ruang 12 [ Part 2 ]

Author : ifdo
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Susanto Limas : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami: Futri
Ridwan Fajar: Ridwan
Hendra Syahputra: Hendra
Eva Wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani: Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror, Friendship and Romance

“yaa ampun… sebenarnya ada apa dengaku?! Ini sangat membingungkan.” Gumam Ifdo semakin tak mengerti dengan peristiwa yang ia alami saat ini ia alami. Ia terus berjalan menuju gerbang kampus.
“Ifdooo…” panggil seseorang sembari berlari mengejar Ifdo. Mendengar namanya dipanggil Ifdo langsung berhenti berjalan kemudian ia menoleh kebelakang. Sebuah senyuman manis menyambutnya.
“Santo… kirain siapa.” Sapa Ifdo semanis mungkin.
“mau pulang kan?!” Tanya Santo basa basi, Ifdo mengangguk pelan.
“bagus deh, kita pulang bareng aja. Kan searah.” Kata Santo,
“searah? Sejak kapan kamu tinggal disana?” Tanya Ifdo bingung, Santo hanya nyengir kuda.
“ooooooo M G Hellow…!”

Misteri Ruang 12 [ Part 1 ]

Misteri Ruang 12 [ Part 1 ]

Author : ifdo                                                                                                             
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Santo Surya : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami:Futri
Ridwansyah : Ridwan
Hendra Syahputa : Hendra
Eva wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani :Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror and Romance

#ekhem... sebelumnya, ini adalah imajinasi author sendiri, castnya author dan teman teman kuliah author. semoga suka. selamat membaca.... :) 

“ woy...!!!” dosen gak masuk, tapi nanti jam 2 siang dosen berikutnya masuk,” seru Andry selaku CO kelas, semua mahasiswa di kelas itu bersorak senang. Kemudian mereka pun berhamburan dari ruang kelas setelah mengambil kembali DHK miliknya masing- masing.
Ifdo, kita kekantin yuk?” ajak Siti  yang sedari tadi berjalan di sebelah Ifdo.
“ehm... gak ah, malas.” Jawab Ifdo.
“ kenapa malas ?”
“ malas ngantrinya. Ngedownload lagu aja di laptop.” Kata Ifdo yang langsung ambil posisi duduk di pinggiran ruang 12.
“ Futri, mau ke kantin gak?” kini Siti  beralih ke Futri yang juga sedang bersama mereka. Futri mengangguk setuju, kemudian keduanya beranjak meninggalkan Ifdo yang tampak asyik dengan laptopnya.

I love you, more than you know ( Part 3) || Aliando & felicya

I love you, more than you know ( Part 3)
Author : Ifdo Hidayah
Main cast : Aliando, Felicia
Support cast : find by yourself
Language : Indonesia
Genre : Romance action

Beberapa menit menunggu akhirnya Ayah dan Ibu Aliando datang juga, kedua pasangan suami istri itu memeluk erat Putra tunggalnya dengan penuh kerinduan yang sudah di pendam selama 3 tahun terakhir ini. Tanpa mereka sadari air mata mereka menetes dari kedua mata masing masing, sementara Felicia yang menyaksikan peristiwa melow itu ikut meneteskan air mata, ia juga rindu tehadap kedua orang tuanya yang saat ini sudah tak mengakuinya sebagai putri mereka lagi.
“ibu sangat rindu padamu nak, kau semakin tampan dan gagah.” Puji ibu Aliando yang enggan melepaskan pelukan rindunya

I love you, more than you know ( Part 2) || Aliando & Felicya

I love you, more than you know ( Part 2)
Author : Ifdo Hidayah
Main cast : Aliando, Felicia
Support cast : find by yourself
Language : Indonesia
Genre : Romance
*Felicia POV
Aku menangis dalam pelukan pria tampan ini, aku merasa senang dan bahagia karena telah mengenalnya, menjadi kekasihnya hingga saat ini. Terima kasih ya Allah... Engkau selalu baik denganku walau cobaan yang aku jalani ini begitu berat, namun Engkau mempertemukan aku dengan pria tampan yang baik hati ini, Engkau telah mengirimkan malaikat tampan yang aku sayangi, Alhamdulillah. Gumamku dalam hati.
“jangan menangis lagi Fel, sampai kapanpun, insya Allah.... kita akan selalu bersama dan aku akan selalu mencintaimu, aamiin.” Kata Aliando dengan manisnya, aku mendongak mengangkat wajahku yang masih bercucuran air mata, ia tersenyum kemudian menghapus air mataku.
“Al, jika suatu saat nanti kau pergi meninggalkan aku. Aku akan ikhlas karena aku memang tak pantas untukmu. Aku akan memaklumi itu, kau tak perlu merasa bersalah padaku.” Kataku membuatnya menatapku lirih detik kemudian dia kembali memelukku.
“tidak Fel, aku akan selalu bersamamu. Kau jangan bicara seperti itu. Aku tak mungkin berpikir seperti itu dan aku tak ingin setega itu padamu, Bidadariku.” Jawab Aliando meyakiknkanku.
“Alhamdulillah, terima kasih Al.” Jawabku sembari tersenyum padanya, ia mengangguk kecil sembari terus mengembangkan senyum di wajah tampannya itu.
“kamu belum makan kan?! Ayo kita makan. Aku lapar nih.” Ajaknya sembari merengek seperti anak kecil, dan dia memang suka merengek seperti ini saat bersamaku dan membuat aku semakin menyayanginya.
*Author POV
2 bulan kemudian, Felicia bangun dari tidurnya dan ia merasa perutnya sangat mual. Ia segera ke kamar mandi. Kepalanya terasa sangat pusing hingga ia pingsan.

I love you, more than you know || Aliando & Felicya

I love you, more than you know
Author : Ifdo Hidayah
Main cast : Aliando, Felicia
Support cast : find by yourself
Language : Indonesia
Genre : Romance

Prolog...
Aliando, pemuda tampan nan kaya raya, pemberani juga cerdas. Ia hidup seorang diri di jakarta karena kedua orang tuanya memutuskan menetap di kanada, ia bukan melarikan diri dari orang tuanya, namun ia ingin hidup mandiri, ia memutuskan menghuni rumah kontrakan dan berkerja serta sekolah ditempat yang ia kehendaki tanpa bantuan orang tuanya, meskipun begitu orang tua aliando tetap mengirimi uang bulanan kerekening anak semata wayangnya itu.
Feliciaa, gadis cantik, baik dan terbuka dengan siapapun, walau bukan dari kalangan atas, ia sangat pintar dan selalu mendapat beasiswa sekolah setiap kenaikan kelas hingga meringankan beban kedua orang tuanya untuk membiayai sekolahnya.
#SMA
“Al.... Aliiiiii...”
“Aliiiiii......”
“Aaaaallliiiii”
“Aliiiii...”
Teriak histeris dari gadis gadis saat Aliando berjalan di Lorong lorong kelas, mereka begitu mengagumi sosok pemuda tampan itu. Sesekali Aliando tersenyum tak enak sendiri sembari menahan rasa malunya karena sikap gadis gadis itu. Tiba tiba seorang gadis menarik lengannya dengan kuat dan membawanya menjauh dari kerumunan gadis gadis tadi.
Gadis itu membawa Aliando ke kantin yang kebetulan agak sepi, keduanya memutuskan untuk duduk bersama dikursi yang berhadapan. Aliando hanya senyum senyum gak jelas melihat mimik wajah sang gadis yang membawanya tadi terlihat kesal padanya.
“kamu bisa menghindar Al, bisa! Tapi kamunya aja yg ke genitan gitu sama mereka! Ish!” omel gadis itu

Dream Or Curse || Part 4

Ifdo Pov
Apa salahku? Kenapa aku malah menjadi petaka untuk mereka semua? Dan kenapa mereka tak percaya padaku? Tuhan… aku harus bagaimana? Yang aku alami ini mimpi buruk yang benar benar mengerikan hiks… hiks…
“kau ingin mereka bak baik saja?” aku terdiam mendengar suara itu, suara yang tidak memiliki wujud. Siapa dia?
“kau pasti penasaran dengan wujudku.” Katanya lagi membuat aku menautkan sebelah alisku heran, dari mana dia tahu isi hatiku?!
“aku bertaruh jika kau melihat wujudku, kau pasti akan ketakutan bahkan sampai pingsan.” Katanya lagi aku semakin penasaran. Siapa dia? Mau apa dia???

Dream or Curse || Part 3

Author Pov
Ifdo terdiam cukup lama menunggu siapa yang ada di balik pintu toilet itu, bulu tengkuknya berdiri namun sebelum hal itu terjadi seseorang masuk dan malah membuatnya berteriak ketakutan.
“ada apa do?” Tanya Eva kaget, napasnya memburu, ia menghela napas panjang lalu tersenyum kecil.
“tidak ada apa apa dew, kamu mau pipis juga?” Tanya Ifdo
“aku cemas sama kamu jadi aku susul. Yuk dokter udah selesai memeriksa Hendra.” Kata Eva,
“lalu gimana keadaan Hendra? “ Tanya Ifdo penasaran.
“dia sudah siuman, kita lihat langsung aja yuk.” Seru Eva menarik lengan ifdo untuk keluar dari toilet.
@ruang Rawat hendra
Semuanya tampak senang melihat hendra sudah sadar, mereka bersenda gurau kecuali Dani sepertinya Pria ini masih kesal dengan peristiwa yang terjadi pada sahabatnya ini. Ketika Ifdo dan Eva datang, Dani memasang wajah Dinginnya, Ifdo tak menghiraukan itu karena ia sudah sangat bersyukur karena Hendra sudah siuman.
“kamu baik baik saja kan?” Tanya Ifdo sedikit khawatir, Handra tersenyum kecil lalu mengangguk.

Dream or Curse || Part 2

aku tak tahan dengan perlakuanya terhadapku sekarang, memang benar ini salah ku, tapi dia tak harus sekasar itu padaku, menyebalkan. Aku putuskan untuk pergi meninggalkan mereka, meski merasa bersalah namun  aku tak mau terus dipojokan oleh mereka.
“ifdo... kau mau kemana? Jenazah putri akan segera di kebumikan.” Teriak elek. Aku tak menggubris panggilannya, kakiku terus melangkah menjauhi mereka. Ini benar benar meenyebalkan.
Aku duduk disebuah kursi panjang di tengah taman, aku  mulai berpikir lagi atas semua kenyataan pahit dan pengalaman yang buruk yang baru saja terjadi, ini sungguh membuat aku frustasi. Kenapa semua mimpi buruk bisa menjadi nyata di kehidupan nyataku, ini kutukan atau  memang takdir hidupku? Atau aku bisa meramal masa depan? Aku bisa melihat masa depan dan mungkin aku bisa menghindari hal itu?!

Eternity Love part 3


Title  : Eternity Love part 3
Author : Ifdo Hidayah
Cast :   Cha Hak Yeon[VIXX] a.k.a Hak Yeon
Krystal Jung[Fx] a.k.a Krystal
            Other Cast :
 Park Jiyeon[T-ara] a.k.a Jiyeon
Choi Minho[SHINee]
             And find by yourself
Genre : Romance sad

Part sebelumnya…
“baiklah, aku harus mengakui sesuatu. Aku menyukainya, aku mencintainya!” Minho mengatakan itu sembari menatap mata Hak Yeon. Hak Yeon kaget hingga reflex menarik kerah baju Minho.
“kau… mencintai krystal?!”
“iya, aku mencintainya, dia akan aku nikahi!” mendengar itu, Hak yeon semakin panas, sepeti ada api dihatinya hingga ia nekad melayangkan satu pukulan diwajah Minho. Minho tersungkur.
“jangan main main, dia milikku!” bentak Hak yeon
“haha… oyah? Tapi kedua orang tuanya menyukaiku. Kau siapa huh?!” Minho menantang Hak yeon, Hak yeon kembali mengepalkan tangannya, Jiyeon menahannya.
“kita pergi dari sini,” Jiyeon menarik tangan Hak yeon, membawa pria itu keluar dari rumah sakit.

3 bulam kemudian
"Krys... hari ini ibu mengajakmu melihat gaun pengantin kita." Kata minho
"Kenapa cepat sekali, aku baru saja sembuh." Jawab krystal. Minho tersenyum manis, pria itu berjalan mendekati krystal yang masih duduk di teras kamarnya.
"Ibu ingin kita cepat menikah. Aku tak ingin kehilanganmu krys... kau harus jadi milikku." Kata minho yang saat ini sudah berada disamping krystal.
" bodoh. Aku sekarang sudah jadi milikmukan?" Krystal menatap minho namun yang terlintas dipikirannya wajah orang lain.
"Krys... kau kenapa?"
"Tidak. Aku siap siap dulu." Kata krystal berbalik masuk ke kamarnya.
" oh iya. Undangan sudah tercetak sebanyak 1000 lembar. Sebagian hari ini akan aku sebar" Kata minho lagi.
" iya. Tapi kenapa banyak sekali."
"Aku seorang selebritis. Jadi banyak yang aku kenal. Fansku juga ada yang aku undang."
"Apa mereka bisa menerima ku?"

Eternity Love part 2


Title  : Eternity Love part 2
Author : Ifdo Hidayah
Cast :   Cha Hak Yeon[VIXX] a.k.a Hak Yeon
Krystal Jung[Fx] a.k.a Krystal
            Other Cast :
 Park Jiyeon[T-ara] a.k.a Jiyeon
Choi Minho[SHINee]
             And find by yourself
Genre : Romance sad

Part sebelumnya…
3 jam menunggu membuat Hak Yeon tertunduk lemas, ia kemudian mengambil posisi duduk disebuah kursi depan. Tiba tiba ia mendengar permbicaraan dua orang dibelakangnya.
“kasihan sekali gadis itu,”
“iya, apalagi dia sepertinya calon pengantin yang hendak menikah yah,”
Hak Yeon semakin gelisah dan berlari keluar gereja, ia melihat diseberang jalan terdapat darah setengah mengering. Hak Yeon kembali masuk kegereja dan menghampiri dua orang yang tadi.
“kemana gadis itu?”
“dibawa kerumah sakit oleh sebuah mobil.” Hak yeon segera berlari menuju rumah sakit, ia tak peduli lagi dengan sekililingnya hingga ia tertabrak motor yang melintas, Hak Yeon jatuh dengan luka – luka disekujur tubuhnya namun ia masih berusaha berlari menuju rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit, ia menoleh kesana kesini mencari krystal. Tapi karena ia tak tahan lagi dengan sakit ditubuhnya hingga ia terkulai tak berdaya dilantai, seorang gadis melihat itu dan segera menolong Hak yeon.
Ruang Rawat Krystal
Minho duduk disamping tempat tidur krystal sementara orang tua krystal menangis keadaan krystal yang saat ini sedang koma. Minho menatap wajah pucat krystal, ia teringa dengan peristiwa saat ia dan teman temannya tampil diatas panggung sementara krystal tengah bersama dengan seorang pria yang tidak ia kenal. Sebenarnya ia juga tidak mengenali krystal hanya saja ada semacam magnet yang membawanya untuk berdekatan dengan krystal. Sepertinya ia menyukai krystal.
“krystal…. Bangun nak. Ini ibu nak… bangunlah.” Pinta ibu krystal sembari memegangi tangan anak tunggalnya itu.
“maaf bu, saya harus pergi. Karena sayaada jadwal syuting.” Pamit Minho
“iya nak. Terima kasih sudah menolong Krystal kami.” Sahut sang ayah yang berada tak jauh dari krystal. Minho pun berlalu meninggalkan ruangan itu.
Sementara itu diruang rawat Hak Yeon, gadis yang menolongnya tertidur disebuah sofa panjang didekat tempat tidur Hak Yeon. Tak lama kemudian Hak yeon sadar, ia mengerjap ngerjapkan mata sipitnya, berusaha mengenali ruangan itu. Ia mengedarkan pandangannya kesegala arah dan melihat seorang gadis sedang tertidur.
“Krystal…” nama Krystal yang ia sebut, ia baru ingat bahwa ia dirumah sakit hendak melihat krystal. Hak Yeon berusaha bangun dan melepas infus dipergelangan tangannya.
“krystal… krystal… dimana kau?” sembari menyebut nama krystal, Hak Yeon berjalan tertatih keluar meninggalkan ruangannya.Hak Yeon bertanya kepada suster yang menjaga tempat administrasi.
“sus… pasien yang bernama Krystal dimana?” Tanya Hak Yeon sembari meringis.
“kau… kau baik baik saja? Kenapa kau keluar dari kamar…”
“suster… aku bertanya krystal dirawat dimana?” Tanya Hak Yeon lagi
“sebentar…. Nona krystal dirawat diruang E12 lantai 2. Apa kau bisa kesana sendiri?”
“bisa sus, terima kasih.” Hak yeon nekad ke lantai dua tertatih tatih, ia sesekali meringis merasakan sakit dibagian lutut dan punggungnya. 10 menit sampai diruang dimana krystal dirawat, ketika ia hendak masuk ia melihat keluarga krystal disana. Karena ia takut membuat keributan ia hanya berani melihat krystal dari balik pintu yang dberi kaca. Air mata Hak Yeon mengalir melihat kekasihnya terbaring tak berdaya.
“seharunya aku tak membiarkanmu pergi sendiri, seharusnya aku menjemputmu, seharusnya aku bersamamu krys… maafkan aku.” Gumam Hak Yeon
“eh… kenapa kau malah ada disini sih, bukannya istirahat!” terur seorang gadis membuat Hak Yeon berbalik, karena kaget Hak Yeon jadi pingsan dan ia menimpa tubuh gadis itu.
“eeh… aduh, kenapa jadi pinsang diatas tubuhku sih!” kesal gadis itu, ia pun meminta tolong kepada perawat yang melintas disana dan mereka membawa Hak yeon kembali keruang rawatnya.
“aakkhh… kepalaku sakit, Krys….” Hak Yeon meringis manja.
“tck… siapa krys?” suara itu membuat Hak yeon menatap sang pemilik suara.
“kau siapa?”
“aku yang menolongmu tau! Lagian masih sakit udah jalan jalan aja.” Sebal Gadis itu
“maaf… tapi aku ingin melihat kekasihku.” Jawab Hak yeon
“kekasihmu? Yang diruang E12 itu?”
“iya, kami… sebenarnya akan menikah, tapi dia malah kecelakaan.”
“kasihan sekali kalian, kau juga sepertinya mengalami hal yang sama dengan kekasihmu itu. Oh iya siapa namamu?”
“aku… Cha Hak Yeon.”
“och aku panggil Hak Yeon saja, kenalkan aku Park Jiyeon, orang orang memanggilku Jiyeon.” Kata Jiyeon sembari mengulurkan tangannya kepada Hak Yeon disertai senyuman manis. Hak Yeon menyambut tangan Jiyeon dengan wajah polosnya.
“oh iya, ngomong ngomong….kaliankan akan menikah, mana keluargamu? Dan kenapa keluarga calon istrimu tidak menjengukmu?” Tanya Jiyeon membuat Hak yeon mengalihkan pandangannya kearah jendela.
“sebenarnya kami menikah tanpa sepengetahuan orangtua, kami melarikan diri dari mereka karena keluarga krystal tak menyukaiku, aku hanya seorang yatim miskin.” Jawab Hak yeon membuat Jiyeon merasa bersalah. Hak Yeon melihat perubahan ekspressi Jiyeon yang merasa tak enak hati padanya.
“tidak apa apa,” Hak Yeon tersenyum manis.
“wajahmu lucu jika tersenyum, Hak Yeon.” Celetuk Jiyeon membuat senyum Hak Yeon makin lebar.
“kata krystal lebih dari sekedar lucu.”
“wah… kau pasti sangat mencintai kekasihmu itu yah, hingga namanya selalu kau sebut.”
“aku mencintainya lebih dari diriku sendiri, lebih dari dunia ini. Dia adalah duniaku.” Mendengar itu Jiyeon jadi terharu.
“beruntung sekali krystal, aku juga memiliki kekasih, dia seorang yang populer hingga ia lebih sibuk dengan dunianya.” Kata Jiyeon
“dia seorang selebritis?”
“iya, personil SHINee.”
“siapa?”
“Minho.”
“Minho?!!”
“iya…”
Seminggu kemudian, Hak Yeon yang sudah mulai pulih berniat melihat krystal secara diam diam tanpa sepengetahuan keluarga krystal. Saat ini ia sedang berada disamping tempat tidur krystal. Hak Yeon menggenggam lembut tangan Krystal yang masih koma.
“krys… maafkan aku, krys… ku mohon bangunlah, aku merindukanmu krys… krys bangun.” Air mata Hak Yeon jatuh membasahi kasur temoat krystal berbaring.
“krys… kumohon bangun krys… “
“eh! Mau apa lagi kau kemari huh?! Kau yang membuat anakku seperti ini! Pergi kau!!!” pekik ibu krystal sembari memukuli Hak Yeon dengan tasnya, Hak yeon diam tak melawan.
“Jes… berhentilah. Ini rumah sakit, “ kata ayah krystal menenangkan Jessica selaku ibu krystal.
“pergi! Aku tak mau kau berada didekat putriku! Pergi!” usir Jessica
“tapi… aku… aku mencintai krystal.” Mendengar itu Jessica semakin murka dan menampak wajah Hak Yeon dengan keras.
“pergi!!! Kalau kau mencintainya tinggalkan anakku! Kau membawa celaka anakku! Pergi!” pekik Jessica sembari mendorong Hak yeon kedepan pintu.
“aku mohon… kau mengerti keadaan kami Hak yeon.” Pinta Yesung, ayah Krystal. Hak yeon terpaksa keluar dari ruangan itu. Tak lama kemudian Yesung pun keluar dan duduk disamping Hak Yeon.
“dia putri kamu satu satunya, kami sangat menyayanginya.”
“…”
“aku sangat berharap dia bisa pulih kembali, tolong kau…tinggalkan putri kami.” Hak Yeo terperanjat mendengar permintaan Yesung.
“tapi… paman, aku … aku mencintai Krystal. Aku tak bisa hidup tanpa dia.”
“kami pun tak bisa hidup tanpa anak kami, walau bagaimanapun dia anak kami, kami lebih berhak atas diri krystal. Kau mash bisa mencari gadis lain untuk menjadi kekasihmu, untuk menjadi istrimu.” Balas Yesung panjang lebar
“tapi…. Dia duniaku paman.”
“kami tidak bisa mencari krystal lain sebagai anak kami. Mengertilah Hak yeon. Ini permintaanku padamu.” Yesung memohon kepada Hak Yeon
“aku…. Aku…”
“kau mencintai krystal tentunya, tapi cinta tidak harus memiliki. Tolong mengertilah.” Kata Yesung lagi. Hak Yeon berfikir lama hingga ia berdiri dan meninggalkan yesung.
“aku… aku mencintainya, dia duniaku mana mungkin aku hidp tanpa duniaku.” Hak Yeon berjalan gontai keluar dari rumah sakit, ia berjalan menunduk hingga menabrak seseorang.
“eh… jalan hati hati dong!” tegur orang yang ia tabrak, Hak Yeon mengenal suara itu, itu suara Jiyeon. Hak Yeon mendongak dan benar saja itu Jiyeon. Hak yeon yang tengah bersedih langsung saja memeluk tubuh gadis yang ada dihadapannya sekarang. Jiyeon kaget hanya bisa diam.
“krys… krystal… aku mencintainya.” Hak Yeon menangis sembari memeluk Jiyeon. Disisi lain Minho melihat itu, ia segera menarik lengan Jiyeon, menjauhkan kekasihnya dari Hak Yeon.
“Minho…”
“kau berpelukan dengan pria lain didepanku, bagus sekali yah!” matah Minho
“dia temanku.”
“apa teman harus berpelukan mesra seperti itu?!” bentak Minho, Jiyeon kaget sementara Hak Yeon hanya diam sembari menghapus air matanya.
“terserah kau!” balas Jiyeon, ia menarik tangan Hak Yeon, membawa pria itu pergi dari hadapan Minho. Minho menatap kepergian mereka dengan hati yang panas.
“aish… bukankah itu pria yang bersama krystal? Kenapa malah akrab dengan Jiyeon?!” gumam minho.
“tapi… ah sudahlah, aku harus melihat krystal dulu.” Minho pergi keruangan krystal.
Jiyeon dan Hak Yeon duduk disebuah kursi yang yang terletak ditaman bermain anak anak didekat rumah sakit itu. Mereka berdua terdiam cukup lama. Mereka seakan sibuk dengan pikiran masing masing. Hingga akhirnya Jiyeon mulai buka suara.
“kau sudah sembuhkan?”
“iya.”
“bagaimana keadaan Krystal?”
“dia masih koma. Jiyeon… maafkan aku karena aku, kau jadi rebut dengan Minho.” Kata Hak Yeon merasa bersalah. Jiyeon tersenyum sedikit terpaksa.
“tidak apa apa, kami memang akhir akhir ini sering ribut kok.” Jawab Jiyeon jujur.
“tapi…. Mau apa dia kerumah sakit?” Tanya Hak Yeon dengan polosnya.
“entahlah… akhir akhir ini aku selalu mengikutinya kerumah sakit sih tapi aku tak tahu siapa yang ia jenguk.”
“jangan… jangan…” Hak yeon berdiri dan berlar kerumah sakit, Jiyeon heran sendiri. Tak lama kemudian Jiyeon tersadar dan mengikuti Hak Yeon.
@ruang rawat Krystal.
“maksudmu Minho menjenguk Krystal?” Tanya Jiyeon, Hak Yeon hanya menunduk tan menjawab hingga Jiyeon memutuskan untuk masuk keruangan itu, ia melihat Minho menggenggam tangan Krystal.
“Minho…” pekik Jiyeon
“Jiyeon…”
“och… jadi seminggu ini kau sering kemari karena kau berharap krystal sadar dan kau bisa dekat dengannya!”
“jiyeon, pelankan suaramu.” Tegur Minho
“maaf bu, maaf pak.” Minho menari tangan Jiyeon dengan kasar, membawa gadis itu keluar dari dari ruangan.
“mau apa lagi kau kemari huh?! Bukankah kau sudah bersama dia!” bentak Minho, Jiyeon menatap Minho dengan kesal.
“dia hanya temanku! Tapi... kau malah seperti itu,”
“baiklah, aku harus mengakui sesuatu. Aku menyukainya, aku mencintainya!” Minho mengatakan itu sembari menatap mata Hak Yeon. Hak Yeon kaget hingga reflex menarik kerah baju Minho.
“kau… mencintai krystal?!”
“iya, aku mencintainya, dia akan aku nikahi!” mendengar itu, Hak yeon semakin panas, sepeti ada api dihatinya hingga ia nekad melayangkan satu pukulan diwajah Minho. Minho tersungkur.
“jangan main main, dia milikku!” bentak Hak yeon
“haha… oyah? Tadi kedua orang tuanya menyukaiku. Kau siapa huh?!” Minho menantang Hak yeon, Hak yeon kembali mengepalkan tangannya, Jiyeon menahannya.
“kita pergi dari sini,” Jiyeon menarik tangan Hak yeon, membawa pria itu keluar dari rumah sakit.


To Be Continue
Winnie The Pooh Bear Shake