Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: My Soulmate part 2

Senin, 10 November 2014

My Soulmate part 2


Main cast :

è Kim jae joong : kang sang jae
è Kwon yuri : kwon yuri
è Lee joo yeon : park jooyeon
è Kim jong woon : kim yesung

Cast others : find by yourself

@ ruang rapat
Semua orang penting dalam perusahaan itu sudah duduk di kursi masing – masing, sang jae sebagai seorang direktur utama yang akan memimpin berjalannya rapat sekaligus mempresentasikan hasil kunjungannya ke pabrik milik perusahaan tsb.
“seperti yang kita ketahui, laba perusahaan semakin meningkat dengan adanya produk terbaru yang telah di produksi selama 3 bulan terakhir.” Terang sang jae yang tengah bediri di samping layar besar. Semua hadirin memperhatikannya dengan serious.
@ 90 menit kemudian.
Rapat pun berakhir,setelah semuanya meninggalkan rapat,yuri dan sang jae berada di paling akhir menuju pintu keluar. Sang jae memperhatikan yuri dari samping, yuri sadar bahwa ia sedang di perhatikan oleh atasannya hanya bisa diam dan tak mau memandang kearah sang jae.
“ada yang aneh denganku?” yuri memberanikan diri untuk bertanya namun tak berani untuk menoleh kan pandangannya pada sang jae.
“tidak,”
“benarkah? Kau kenapa memperhatikanku seperti itu.”
“aku? Memperhatikanmu?! Maksudmu begitu?!” sang aje tanya balik.
“ya! Iya, kau kenapa memperhatikanku?” yuri menatap sang jae
“hahah, tidak, aku rasa kau yang memperhatikan aku. Iya kan?” goda sanga jae
“oppa. Kau ini, jelas jelas kau yang memperhatikan aku!” sahut yuri sedikit sebal. Sang jae tersenyum kecil, kemudian berjalan meninggalkan yuri.
“tck! Dasar!” yuri mengikuti sang jae menuju ruang kerjanya.
@ di waktu yang sama di sebuah tempat yang tak jauh dari perusahaan itu, sebuah perusahaan saingan jyj group, pemiliknya adalah kim yesung, tunangan park jooyeon.
“oppa, temani aku shopping sekarang.” Rengek jooyeon sembari bergelanyut manja di bahu yesung.
“sebentar, oppa masih banyak kerjaan,kau tunggu saja di sofa itu, duduk lah yang manis.” Pinta yesung dengan lembut, jooyeon mengerucutkan bibirnya karena sebal.
“baiklah, 5 menit lagi, kalau oppa belum juga selesai dengn tugas itu. Aku akan pergi sendiri!” ancam jooyeon seraya menjauhi yesung, ia melipat kedua tangannya di depan dadanya sembari memalingkan wajahnya dari yesung. Yesung yang melihat tingkah kanak-kanak jooyeon hanya terkekeh geli.
“kau mau minum apa?” tanya yesung sembari membuka lembaran kertas ditangannya.
“tidak, sebaiknya kau cepat selesaikan tugasmu itu.” Jawab jooyeon ketus.
“ok ok chagi...” sahut yesung yang fokus ke pada pekerjaannya.
@ sebuah butik, jyj group
Jooyeon menggandeng tangan yesung dengan mesra, setiap orang yang melihat kemesraan mereka merasa iri, namun keduanya tidak peduli dengan orang orang di sekitar mereka.
“oppa, aku merasa mereka memperhatikan kita?” ujar  jooyeon.
“hahaha, iya kau benar. Mereka iri pada kita.” Sahut yesung.
“iri kenapa?”
“karena pria yang sedang bersamamu adalah pria yang begitu tampan, dan mereka heran kenapa gadis jelek sepertimu bisa menarik perhatianku.” Goda yesung, jooyeon menatapnya sebal.
“oyah? Salah! Mereka iri karena pria aneh ini bisa menjadi milik gadis cantik seperti aku,” kata jooyeon sembari menjulurkan lidahnya, mengejek yesung, membuat yesung terkekeh geli.
“hahaha, dasar narsis” yesung menarik hidung jooyeon, jooyeon meringis manja.
Tiba – tiba seseorang tak sengaja menyenggol bahu jooyeon, membuat jooyeon berbalik harus melihat orang yang menyenggolnya tadi.
“ach, mianhae... aku tak sengaja.” Ujar orang itu.
“ada apa ?” tanya seorang pria yang sedang bersama orang itu, jooyeon melihat pria itu, saat mata mereka bertemu keduanya tersentak kaget dan sempat terdiam beberapa detik. Hal itu membuat yuri dan yesung heran.
“oppa~ah, kau knpa?” tanya yuri heran
“ach, tidak. Ayo kita makan, aku lapar.” Ajak sang jae sembari menarik lengan yuri menjauh dari jooyeon dan yesung. Jooyeon menatap punggung sang jae yang semakin jauh.
“kau kenapa?” tanya yesung yg juga heran seperti yuri
“tidak, ayo oppa.” Ajak jooyeon pergi dari tempat itu.
@ pukul 6:30  pm
“kau cantik, sangat sangat cantik.” Puji sang jae begitu bertemu dengan yuri di depan rumah. Yuri hanya tersimpu malu dan tak menanggapi pujian sang jae.
“kita mau kemana” tanya yuri ketika ia duduk di jok mobil paling depan disamping sang jae.
“makan malam, makan malam spesial.” Jawab sang jae
“benarkah? Wah pasti menyenangkan.” Kata yuri antusias
@ resto’s lee
Yuri dan sang jae duduk di meja yang telah sang jae boking, hanya ada mereka berdua, karena sang jae akan menyatakan semua perasaannya, rasa suka dan sayangnya terhadap gadis cantik yang ada di hadapannya sekarang.
“yuri.”
“nde, oppa?!”
“aku ingin kau cukup mendengarkan aku dan jawab sesuai apa yang kau rasakan sekarang.”
“ne.”
“aku menyukaimu,aku ingin kau jadi pasanganku, maukah kau menjadi calon istriku?” tutur  sang jae dengan penuh harap, yuri tersentak kaget dann merasa sangat senang, sang jae meraih tangan yuri, menggenggamnya dengan lembut.
“oppa... aku...” yuri gugup. Sang jae tersenyum manis, membuat yuri semakin gugup dan sulit berkata apa apa.
“katakan saja.”
“...”
“kenapa? Aku tahu, kau pasti kaget.”
“oppa, boleh aku bertanya 1 hal?”
“boleh, “
“hal apa yang membuatmu menyukaiku?”
“kau wanita yang cantik.”
“eoh? Cantik? Hanya itu?”
“iya. Kau wanita yang sangat cantik.”
“ehm, baiklah. Kau menyukaiku karena aku cantik, perasaanku salah, maaf oppa. Aku tak mau kau meninggalkan aku saat aku menjadi jelek.”
“hehe, iya, aku memang akan meninggalkanmu saat kau berubah jadi wanita yang jelek.
“maaf oppa, aku tak...”
“aku mencintaimu karena kau baik, kau sabar,kau gadis yang polos,kau begitu berharga, kau jelek jika kau menolak aku karena ini.” Tutur sang sang jae sebelum yuri melanjutkan kalimatnya, yuri yang mendengarnya jadi bingung.
“aku tak mengerti maksud oppa, kau membuatku bingung.” Kata yuri polos
“haha, kau akan mengerti bila kau sudah jadi istriku.”  Balas sang jae
“oppa...”
“bagaimana? Aku menanti jawabanmu yuri, tak ada waktu lain selain malam ini saat ini juga.”
“aish... oppa, kau ini.” Yuri tertawa kecil. Sang jae mengecup punggung tangan yuri lalu menatap mata gadis yang ia cintai saat ini, yuri mengangguk kecil sembari tersenyum, sang jae pun ikut tersenyum menyadari keputusan yuri.
“baguslah, sebagai tanda kau milikku sekarang,” sang jae mengeluarkan sebuah kotak merah berisi sebuah kalung berlian yang memang sudah di pesan olehnya tadi sore, yuri hanya tersenyum ketika sang jae mengenkan kalung itu di leher indahnya.

“aku mencintaimu, aku tak akan memintamu menjaga kalung ini karena yang aku ingin kau bisa menjaga cintaku, karena sebuah kalung tidak ada harganya di bandingan dirimu.”

“terima kasih oppa,” kata yuri sembari memegang buah kalung yang ia kenakan.
Di rumah keluarga park,
Jooyeon duduk di sebuah sofa di ruang keluarga, ia memikirkan seorang pria yang pernah ditemuinya tadi siang di pusat perbelanjaan, jooyeon merasa pria itu tak asing lagi baginya.
“aish... siapa pria itu? Rasanya aku mengenal pria itu.” Gumam jooyeon penasaran.

flash back#
“kau yakin akan pergi?” tanya sang jae yang berharap jooyeon tak meninggalkannya. Jooyeon menunduk lesu, ia tak ingin membuat sang jae semakin sakit hati, ia hanya mmilih diam.
“baiklah, semuanya ada pada keputusanmu, tapi ingatlah cintaku tak akan hilang hingga kau kembali lagi untuk menemuiku dan memintaku kembali padamu.” Seru sang jae meninggalkan kediaman jooyeon yang mirip seperti istana.

“maaf sang jae, maafkan aku.” Gumam jooyeon
# flashback end

“Oppa, temani aku ke sauna.” Pinta jooyeon manja.
“sauna? Sekarang?”
“iya, tak mungkin tahun depankan?!” seru jooyeon meraih tasnya di atas meja. Yesung meraih jasnya.
“oppa, ke sauna tak perlu pake jas. Kenakan kemeja saja. Kau ini ...” omel jooyeon. Yesung meletakan kembali jasnya. Jooyeon mendekati yesung kemudian melepaskan dasi di kerah kemeja yesung.
“kenapa di lepas?”
“hari libur, bersantai lah, kau jangan seperti ini terus, aku bosan.” Ujar jooyeon berbalik meninggalkan yesung menuju pintu keluar. Yesung terkekeh mendengar omelan jooyeon yang begitu perhatian padanya.
@ sauna
“oppa, ku kira kau tak suka ketempat seperti ini.”kata yuri berjalan di samping sang jae, yang di ajak bicara hanya diam sembari melirik sekelilingnya.
“oppa, kau mencari siapa?”
“tidak, aku memang suka ke sauna sendiri, tapi kita akan lebih sering kemari, kau harus  menemaniku kemana  pun aku pergi.” Balas sang jae.

“auwh...” seru seorang gadis yang tak sengaja tersenggol bahunya dengan keras oleh sang jae, sang jae dan yuri menoleh ke arah gadis itu, begitu pula sang gadis dan pasangannya.
“kalian...?” kata yesung yang sadar bahwa ia pernah bertemu dengan sang jae dan yuri kemarin,
“maaf, aku tak sengaja.” Kata sang jae sembari tersenyum dingin.
“maaf yach.” Yuri ikut minta maaf sembari membungkuk beberapa kali.

“sillyehamnida. Dangsineun ireumi sang jae mueosimnikka?”

“eoh? Ne, gereojhi”.
“oppa, noneun yeoja hamke sogaemnikka?”
apa kita pernah kenal sebelumnya?” tanya sang jae
“ach, tidak. lupakan.” Seru jooyeon berbalik meninggalkan sang jae sembari menuntun tangan yesung. Sang jae dan yuri bingung sendiri.
“gadis itu kenapa? Aneh .”
“hhaha, sudahlah, ayo.” Ajak sang jae.
TO BE CONTINUE




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake