Dream or curse
Summary :
sebuah mimpi yang tak di inginkan selalu hadir dan akan menjadi nyata, bila
mimpi itu indah, itu hal yang sangat menyenangkan dan akan selalu di nantikan
kedatangannya. Namun bila mimpi ini jelek, mimpi yang buruk bahkan seperti
sebuah kutukan yang selalu akan datang tanpa di harapkan,mimpi yang akan
membuat kita seperti dineraka. Bagaimana caranya untuk menghindari mimpi atau kutukan itu? Bisakah
kita menghindarinya?
“aku
pulaaaaaaaaaaaaaaaaang.” Teriakku saat
memasuki pintu rumah, aku berjalan
menuju ruang pribadiku yaitu kamarku
sendiri, aku menatap sebuah
tulisan hitam diatas kertas yang
menempel didepan pintu kamarku. Kemudian semuanya menjadi gelap, aku berbalik
kebelakang. Sebuah tangan menggapai bahuku, aku terlonjak kaget saat melihat
pemilik tangan itu.
“siapa?” tanya seseorang di ujung sana yang aku kenal, dia adalah sahabatku putri.
“aku? Harusnya aku bertanya itu padamu, kau putrikan? Sedang apa disana?” tanyaku heran.
“ifdo, kau kah disana? “ tanya putri lagi,
“iya, “
“tolong kembalikan tangan kananku.” Pintanya sembari meringis seperti kesakitan. Aku menoleh ke kanan, dan benar saja sepotong tangan sedang mencengkram lengan kananku, aku semakin kaget melihat putri berada di dekatku sedangkan tadi kami seperti sangat jauh antara jarak 50m ,
“apa?! Kau kenapa putri?” aku berlari menghampiri putri yang tiba- tiba saja jatuh terkapar. Darah mengalir begitu deras di lengan kanannya.
“siapa yang melakukan ini padamu? Apa yang terjadi padamu?” tanyaku ketakutan kini putri menatapku dengan tajam dan penuh kemarahan terhadapku, aku tak tahu apa maksudnya.
“putri...” aku memanggilnya
“ini semua karena dirimu! Kau yang menyakitiku!” teriak putri membuat aku shock. Aku menatapnya heran dan benar benar bingung.
“apa maksudmu?” aku mendekatinya, namun baru beberapa langkah, putri menghilang begitu saja, aku tertegun kaget, sungguh ini benar benar membingungkan, aku sungguh tak mengerti maksud kejadian saat ini. Aku berpikir sejenak namun aku lagi lagi di kagetkan dengan sesuatu yang muncul dari belakang menyentuh bahu kiriku hingga membuat aku harus berbalik kebelakang untuk melihat sesuau tersebut.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh!”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“siapa?” tanya seseorang di ujung sana yang aku kenal, dia adalah sahabatku putri.
“aku? Harusnya aku bertanya itu padamu, kau putrikan? Sedang apa disana?” tanyaku heran.
“ifdo, kau kah disana? “ tanya putri lagi,
“iya, “
“tolong kembalikan tangan kananku.” Pintanya sembari meringis seperti kesakitan. Aku menoleh ke kanan, dan benar saja sepotong tangan sedang mencengkram lengan kananku, aku semakin kaget melihat putri berada di dekatku sedangkan tadi kami seperti sangat jauh antara jarak 50m ,
“apa?! Kau kenapa putri?” aku berlari menghampiri putri yang tiba- tiba saja jatuh terkapar. Darah mengalir begitu deras di lengan kanannya.
“siapa yang melakukan ini padamu? Apa yang terjadi padamu?” tanyaku ketakutan kini putri menatapku dengan tajam dan penuh kemarahan terhadapku, aku tak tahu apa maksudnya.
“putri...” aku memanggilnya
“ini semua karena dirimu! Kau yang menyakitiku!” teriak putri membuat aku shock. Aku menatapnya heran dan benar benar bingung.
“apa maksudmu?” aku mendekatinya, namun baru beberapa langkah, putri menghilang begitu saja, aku tertegun kaget, sungguh ini benar benar membingungkan, aku sungguh tak mengerti maksud kejadian saat ini. Aku berpikir sejenak namun aku lagi lagi di kagetkan dengan sesuatu yang muncul dari belakang menyentuh bahu kiriku hingga membuat aku harus berbalik kebelakang untuk melihat sesuau tersebut.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh!”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“ Awh...” aku meringis kesakitan, ternyata aku jatuh dari kasur. Aku langsung bangun dan duduk dipinggir kasurku, berpikir tentang mimpi buruk yang baru saja aku alami. Mimpi itu seperti nyata dan apa ini akan terjadi di kehidupn nyataku lagi?
sebelumnya aku pernah mengalami mimpi buruk ini dan hal itu sungguh terjadi di dunia nyataku, tapi aku yakin ini bukan salahku, aku tidak tahu apaapa tentang kejadian orang orang yang mengalami hal buruk yang ku ketahui lebih dulu.
baiklah, dari pada aku memikirkan peristiwa yang bisa membuat aku gila, lebih baik aku berangkat kuliah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ah, syukurlah sejauh ini tidak
ada tanda tanda yang bisa membuat mimpi itu menjadi nyata, semua stabil seperti
biasa, aku bisa bernapas lega sekarang. Kini aku memasuki ruang kelas dan duduk
di sebuah kursi di barisan kedua. Sekarang
pukul 6.30 Am, kelas di mulai pukul 8.00 Am. Seperti biasa aku memang
suka datang lebih awal agar aku bisa mendownload lagu lagu korea, pastinya
dong, kan aku pecinta korea. Kekekekekk.
sudah pukul 7.25 kenapa sahabat sahabatku yang lain belum datang?! Och tidah! Jangan bilang mereka membolos tanpa mengajak aku. Aish...! dasar!
“ifdo...” panggil seseorang memasuki ruang kelas mendekatiku, aku memandangnya smbari tersenyum.
“putri,mana yang lain?!” tanyaku kepada orang yang baru datang tadi yang tak lain adalah putri, gadis yang tadi malam aku mimpikan.ckckck
“mereka sedang di copy center” jawabnya mengambil posisi duduk di sebelahku. Aku mengangguk pelan. Beberapa detik kemudian putri mengeluarkan notebook miliknya, aku tahu dia pasti hendak membuka facebooknya. Dia memang ratu online. Ckckck
“ya! Aku aku tau pikiranmu itu !” katanya menatapku sinis, aku nyengir gx jelas.
“ ternyata kita sehati yah, hehe” balasku bercanda, berhasil membuatnya tertawa kecil.
“do, aku bosan nih di rumah terus. Gimana kalau kita karaoke’an?” ajak nya antusias.
“ehm, boleh juga.” Aku mnyetujuinya.
“selepas kuliah yah.” Lanjut putri. Aku mengangguk.
“friends.... andri bilang, hari ini dosen gx masuk. Kita free hari ini. Horeeeeeee!” teriak seorang gadis memasuki ruangan,s seketika ruangan itu ribut.
“yes! Yes! Let’s go friends!” ajak putri.
“eh, tunggu. Memangnyakita mau kemana?” tanya siti bingung.
“karaoke. Hehe” jawab putri.
“oh. Ok “ jawab siti tanpa bantahan.
sudah pukul 7.25 kenapa sahabat sahabatku yang lain belum datang?! Och tidah! Jangan bilang mereka membolos tanpa mengajak aku. Aish...! dasar!
“ifdo...” panggil seseorang memasuki ruang kelas mendekatiku, aku memandangnya smbari tersenyum.
“putri,mana yang lain?!” tanyaku kepada orang yang baru datang tadi yang tak lain adalah putri, gadis yang tadi malam aku mimpikan.ckckck
“mereka sedang di copy center” jawabnya mengambil posisi duduk di sebelahku. Aku mengangguk pelan. Beberapa detik kemudian putri mengeluarkan notebook miliknya, aku tahu dia pasti hendak membuka facebooknya. Dia memang ratu online. Ckckck
“ya! Aku aku tau pikiranmu itu !” katanya menatapku sinis, aku nyengir gx jelas.
“ ternyata kita sehati yah, hehe” balasku bercanda, berhasil membuatnya tertawa kecil.
“do, aku bosan nih di rumah terus. Gimana kalau kita karaoke’an?” ajak nya antusias.
“ehm, boleh juga.” Aku mnyetujuinya.
“selepas kuliah yah.” Lanjut putri. Aku mengangguk.
“friends.... andri bilang, hari ini dosen gx masuk. Kita free hari ini. Horeeeeeee!” teriak seorang gadis memasuki ruangan,s seketika ruangan itu ribut.
“yes! Yes! Let’s go friends!” ajak putri.
“eh, tunggu. Memangnyakita mau kemana?” tanya siti bingung.
“karaoke. Hehe” jawab putri.
“oh. Ok “ jawab siti tanpa bantahan.
Di perjalanan
“jangan ngebut ngebut do!” teriak putri di belakangku.
“haha. Ini gx ngebut kali.” Jawabku sembari berteriak berusaha memfokuskan pandanganku kejalan.
“hati hati.!” Teriak Eva dari belakang.
“kita taruhan , yang sampai duluan bebas dri biaya apa pun selama disana.” Tantang ifdo kepada teman – temannya.
“ok,siapa takut?!” jawab putri menerima tantangan dariku, ia melajukan motornya dan berhasil mendahului aku.
“ya! Kau curang!” seru ku berusaha menyusul putri
“aish... mereka itu!” gumam siti sebal kepada keduanya.
putri dan ifdo berusaha saling mendahului,tanpa sadar sebuah mobil hendak menikung secara perlahan, putri tengah melaju dengan cepat, ia melihat mobil itu dan berusaha menarik rem motornya namun tak berhasil. Motor yang ia tumpangi menabrak bagian sebelah kanan mobil yg hendak menikung itu.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh!” teriak teman temannya. Membuat ifdo seketika mengerem motornya, wajahnya pucat dan tubuhnya berget ar ketakutan. Siti dan teman temannya yang lain segera menepikan motor mereka dan berlari menghampiri putri.
disana mereka shock, melihat putri tergeletak dilantai dengan darah yang mengucur dari lengan kanannya membasahi jalanan, bau anyir darahnya mengalir menusuk hidung. Kepala putri berlumuran darah dan lengan kanannya putus .
“putriiiiiiiii....!” teriak siti memeluk tubuh putri yang tak bernyawa, ia menangis dan begitu merasa takut. Lia dan elek saling berpelukan, beberapa detik kemudian terdengar mobil polisi yang datang. Seketika jalanan menjadi ramai dan sebuah ambulance pun telah berada di lokasi itu. Aku masih terdiam di atas motorku, masih berusaha mencerna semua kejadian ini. Benarkah?! Apa ini nyata?! Tanyaku dalam hati pada diriku sendiri. Aku masih shock dan tak mampu melihat nya dari dekat.
“Eva...!” pekik seorang pria dari belakang, aku tau itu pasti Satrio, kekasih Eva. Dia pasti mengkhawatirkan Eva.
“Eva, kau tidak apa apa kan?!” tanya Satrio sedikit panik, ia meraih lengan Eva yang terliht sangat shock, seketika Eva memeluknya dan menangis di bahu Satrio.
“sudah, tenanglah.” Kata Satrio sembari mengelus bahu Eva untuk menenangkan kekasihnya itu.
“putri, diaaa...” kata Eva tak kuasa melanjutkan kata katanya dan menangis lagi.
kini putri di bawa oleh mobil itu bersama siti,liadan elek. Aku masih terdiam. Eva dan Satrio menghampiriku.
“ifdo...” pangil Satrio menyadarkan aku
“eoh?! Ini nyata?! Benarkah?!” aku bertanya pada mereka berdua. Tanpa aku sadar air mataku mengalir, tubuhku masih bergetar dan aku terkulai lemas di lantai. Ku putuskan untuk pergi dari sana dan mengikuti ambulance yang membawa putri.
“aku antar kau pulang.” Satrio mengajak Eva. Eva hanya mengangguk, ia tak mampu lagi untuk bicara sekarang karena masih terkejut dengan kejadian yang tadi ia alami.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Di rumah sakit, kamar jenazah.“jangan ngebut ngebut do!” teriak putri di belakangku.
“haha. Ini gx ngebut kali.” Jawabku sembari berteriak berusaha memfokuskan pandanganku kejalan.
“hati hati.!” Teriak Eva dari belakang.
“kita taruhan , yang sampai duluan bebas dri biaya apa pun selama disana.” Tantang ifdo kepada teman – temannya.
“ok,siapa takut?!” jawab putri menerima tantangan dariku, ia melajukan motornya dan berhasil mendahului aku.
“ya! Kau curang!” seru ku berusaha menyusul putri
“aish... mereka itu!” gumam siti sebal kepada keduanya.
putri dan ifdo berusaha saling mendahului,tanpa sadar sebuah mobil hendak menikung secara perlahan, putri tengah melaju dengan cepat, ia melihat mobil itu dan berusaha menarik rem motornya namun tak berhasil. Motor yang ia tumpangi menabrak bagian sebelah kanan mobil yg hendak menikung itu.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh!” teriak teman temannya. Membuat ifdo seketika mengerem motornya, wajahnya pucat dan tubuhnya berget ar ketakutan. Siti dan teman temannya yang lain segera menepikan motor mereka dan berlari menghampiri putri.
disana mereka shock, melihat putri tergeletak dilantai dengan darah yang mengucur dari lengan kanannya membasahi jalanan, bau anyir darahnya mengalir menusuk hidung. Kepala putri berlumuran darah dan lengan kanannya putus .
“putriiiiiiiii....!” teriak siti memeluk tubuh putri yang tak bernyawa, ia menangis dan begitu merasa takut. Lia dan elek saling berpelukan, beberapa detik kemudian terdengar mobil polisi yang datang. Seketika jalanan menjadi ramai dan sebuah ambulance pun telah berada di lokasi itu. Aku masih terdiam di atas motorku, masih berusaha mencerna semua kejadian ini. Benarkah?! Apa ini nyata?! Tanyaku dalam hati pada diriku sendiri. Aku masih shock dan tak mampu melihat nya dari dekat.
“Eva...!” pekik seorang pria dari belakang, aku tau itu pasti Satrio, kekasih Eva. Dia pasti mengkhawatirkan Eva.
“Eva, kau tidak apa apa kan?!” tanya Satrio sedikit panik, ia meraih lengan Eva yang terliht sangat shock, seketika Eva memeluknya dan menangis di bahu Satrio.
“sudah, tenanglah.” Kata Satrio sembari mengelus bahu Eva untuk menenangkan kekasihnya itu.
“putri, diaaa...” kata Eva tak kuasa melanjutkan kata katanya dan menangis lagi.
kini putri di bawa oleh mobil itu bersama siti,liadan elek. Aku masih terdiam. Eva dan Satrio menghampiriku.
“ifdo...” pangil Satrio menyadarkan aku
“eoh?! Ini nyata?! Benarkah?!” aku bertanya pada mereka berdua. Tanpa aku sadar air mataku mengalir, tubuhku masih bergetar dan aku terkulai lemas di lantai. Ku putuskan untuk pergi dari sana dan mengikuti ambulance yang membawa putri.
“aku antar kau pulang.” Satrio mengajak Eva. Eva hanya mengangguk, ia tak mampu lagi untuk bicara sekarang karena masih terkejut dengan kejadian yang tadi ia alami.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
terdengar isak tangis orang orang di dalam sana, aku tak berani masuk kesana, aku pastikan itu pasti suara tangisan keluarga putri. Sementara elek,siti dan lia menangis di depan ruangan itu. Aku menangis tanpa suara, berjalan mendekati sahabat sahabatku.
“ini hanya mimpi buruk.” Kataku pada mereka., membuat mereka memandangku tak mengerti.
“iya, mimpi buruk yang kau buat sendiri! Kenapa kau seperti ini ifdo?!” kata lia meninggikan suaranya, aku bingung mendengarnya.
“aku...”
“kau yang menyebabkan ini terjadi! Jika kau ingin mati! Matilah sendiri! Jangan mengajak orang lain! Aish...! kau benar benar membuat aku hampir gila! Lihat! gara gara dirimu putri meninggal!” lia berteriak padaku,membuat aku shock. Dia menyalahkan aku atas semua ini. Tapi ia benar ini memang salah ku.
“liaaa, kenapa kau bicara seperti itu?! Sudah. Jangan menyalahkan dia. Kita semua merasa takut dan ini bukan sepenuhnya kesalahan ifdo.” Elek menenangkan lia.
“tidak! Semua salahnya! Dia membuat putri pergi!” kata lia lagi, ia nampak benar benar emosi hingga dia tega melontarkan kata kata kasar padaku. Aku hanya diam, karena aku merasa itu memang salahku.
To be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar