Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: AT THE SAME TIME Part 3

Kamis, 28 Mei 2015

AT THE SAME TIME Part 3




author : ifdo clouds

main cast; 
kwon yuri
Kai

im yoona
choi siwon

support cast : others
genre : romance,friendship, family and hardness

Yuri berlari sekuat mungkin menghindari kejaran Kai, walau ia merasa tubuhnya sangat lemah untuk terus berlari. Ia benar benar kecewa dengan peristiwa yang tadi ia lihat di depan matanya sendiri, yuri terus menghapus air matanya walau itu akan sia sia karena air mata itu terus mengalir dengan derasnya. Kai mempercepat larinya dan berhasil menyusul Yuri kemudian ia meraih lengan yuri, mereka berhenti berlari. Kai mengatur napasnya sembari terus memegangi tangan yuri agar gadis ini tidak menghindar lagi, sementara yuri menghapus air matanya dan enggan melihat wajah kai, ia memilih menunduk.
“yul. Dengarkan aku. Yang tadi kau lihat itu bukan sepenuhnya kesalahanku, aku tidak berniat melukaimu yul, percayalah...” jelas kai
“...”
“yul, maafkan aku,aku tidak akan mengulanginya lagi. tapi sungguh kejadian itu murni bukan kesalahanku, aku tidak berniat menciumnya dia yang menciumku lebih dulu.” Kai mencoba menjelaskan lagi
“sudahlah kai, aku tidak perduli apa yang kalian lakukan. Lagi pula aku bukan siapa siapa dirimu, kan? Jadi... terserah dirimu saja.” Jawab Yuri menahan tangisnya lagi, kai menatap yuri, ia tak percaya bahwa yuri berpikir diantara dirinya dan yuri tidak ada apa apa, padahal kai telah menyatakan cintanya pada yuri, walau memang yuri tak pernah menjawabnya. Kai melepaskan tangan yuri.
“jadi... kau masih belum menerima aku?”
“apa dengan peristiwa tadi, aku harus menerimamu?” tanya yuri
“maafkan aku.”
“sudahlah, lagi pula kita terlalu berbeda. Aku hanya gadis miskin yang tak punya siapa siapa bahkan ibu dan ayahku saja tidak menginginkan kehadiranku ini.”
“kita bicarakan ini dirumah, aku tak mau kau menangis disini.” Seru kai berjalan menuju gerbang mendahului yuri. Yuri menatapnya kemudian berjalan mengikuti kai.
#dikelas
“haha, kai... kau memang lebih baik bersamaku daripada gadis miskin itu! Aku tidak akan membiarkanmu bersama gadis itu. Cih!”
“hei! apa maksudmu huh?!” tegur yoona dari pintu kelas, gadis yang tadi langsung menoleh dan menatap yoona dengan tatapan menantang.
“kenapa? Ada yang salah?!” tanyanya mengundang emosi yoona
“jangan pernah sakiti hati yuri! Kalau kau masih mengganggunya, kau berhadapan denganku!” ancam yoona kepada gadis itu. Gadis itu menyeringai licik kemudian berjalan mendekati yoona yang masih berdiri didepan pintu kelas.
“apa? Jangan sakiti yuri?! Apa aku tidak salah dengar?!”
“apa maksudmu huh?!”
“haha, hei yoona, kau saja sahabatnya tega menyakiti hati yuri, bahkan kau merebut kekasihnya. Siapa yang lebih jahat huh? Aku sebagai musuhnya yang menginginkan seorang pria yang saat ini dekat tapi belum berstatuskan pacar yuri atau kau sahabatnya yang merebut pria yang dekat dengannya yang berstatuskan pacar yuri,huh?! Apa kau tidak menyadari itu?!” kata gadis itu panjang lebar membuat yoona sadar, dan berpikir tidak ada yang lebih jahat dari dirinya terhadap yuri, sahabatnya itu. Melihat yoona terdiam gadis itu tersenyum penuh kemenangan lalu beranjak pergi meninggalkan kelasnya sementara yoona terdiam dan menyandarkan diri di pintu kelas.
“iya, aku jahat, bahkan sangat jahat. Maafkan aku yul. Maafkan aku.” Tubuh yoona melemas dan ia terduduk perlahan dilantai. Siwon yang melihat itu segera berlari menghampiri yoona.
“yoona~ah. Kau kenapa? Kau sakit?” tanya siwon cemas, yoona menggeleng sembari terus menangis. Siwon memeluknya dengan erat.
“kau kenapa? Apa yang kau pikirkan? Apa kau memikirkan yuri lagi?” yoona mengangguk
“ehm.. sudah jangan terlalu dipikirkan, nanti kau malah sakit. Ayo ku antar kau pulang.” Siwon memapah tubuh yoona berjalan menuju tempat parkir kemudian mengantarnya pulang.
@Rumah Kai
Kai dan yuri duduk bersama di sofa, mereka tidak bicara sepatah katapun, suasana begitu hening. Namun beberapa saat kemudian kai membuka percakapan diantara mereka.
“yul, bisa kita mulai hubungan ini?”
“apa?”
“aku mencintaimu yul,”
“aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu kai, bukan kah kau sudah tahu siapa aku? Jangan mempersulit diri sendiri kai, aku tak mau merepotkanmu lebih banyak lagi.”
“yul, aku bersungguh sungguh.”
“sebaiknya aku mencari tempat tinggal dan mencari lowongan pekerjaaan agar aku tidak merepotkanmu lagi.”
“yul! Tolong dengarkan aku. Kau masih kesal dengan kejadian tadi? Ok. Aku minta maaf. Tapi sungguh jangan pergi jauh dariku yul.” Kai memegang tangan yuri dengan lembut, ia menatap wajah yuri dengan tatapan sendu. Matanya benar benar memperklihatkan ketulusan hatinya untuk yuri.
“kai... kau pasti akan segera memiliki gadis yang lebih baik daripada aku.”
“tidak! Aku tidak mau gadis lain yul, aku hanya inginkan dirimu.” Seru kai lalu menarik tubuh yuri masuk dalam dekapannya, yuri terdiam tak membalas pelukan itu.
“yul, aku tidak ingin jauh darimu. aku tidak ingin kau selalu bersedih. Sudah 1 tahun aku menunggu kesempatan ini. Please...” yuri melepaskan pelukan kai kemudian menggenggam tangan kai. Ia tersenyum manis pada kai.
“kai... sepertinya kau harus tahu. Aku belum bisa melupakan siwon, walau aku sebenarnya sakit hati pada tingkah dan perghianatan ini, ku akui aku belum bisa melupakan siwon, aku takut kau hanya menjadi bayang bayang cinta saja, aku tak mau kau jadi pelarianku. Aku tak mau kau lebih sakit nantinya.” Jelas yuri meyakinkan kai, kai tersenyum padanya...
“aku siap menjadi seseorang yang bisa melupakan semua cintamu untuk siwon sunbae, aku akan menjadi penggantinya yul,”
“kai, tidak semudah itu.”
“tapi pasti bisa.”
“itu akan lama kai.”
“aku akan berusaha keras membuat kau mencintaiku walau kau tidak akan pernah melupakannya, beri aku kesempatan yul.” Yuri tesenyum manis.
“baiklah,”
“terima kasih yul, dan satu lagi... kau jangan pergi kemana mana, tetaplah dirumahku. Karena aku harus selalu melihat wajahmu saat aku bangun tidur.” Goda kai membuat yuri tersimpu.
“apa semua pria bergitu?”
“aku rasa tidak juga, ini kan memang keinginanku yul.” Jujur kai
“baiklah... aku mengerti.  Kai, aku lapar. Kapan kita bisa makan siang?”
“aigoo... maaf aku sampai lupa. Kita makan diluar saja yah.” Ajak kai
“ok,” mereka pergi bersama.
@Rumah Yoona
“kau istirahatlah, jangan berpikir yang macam macam. Sekarang pikirkan dirimu sendiri.” kata siwon sembari duduk dipinggir tempat tidur yoona.
“bagaimana aku tidak memikirkannya, aku bersalah pada yuri. Yang dikatakan seohyun itu benar. Aku jahat. Sangat sangat jahat.”
“yoona, sudah cukup kau bersikap seperti ini. Apa dengan kau menjalani hidup seperti ini yuri bisa kembali?”
“lalu dengan cara apa agar dia bisa memaafkanku?!! Aku butuh dia sekarang. Dia sahabatku!!” bentak yoona sembari menangis. Siwon langsung memeluknya, mengelus puncak kepalanya agargdis ini lebih tenang.
“aku tahu, aku minta maaf. Akan aku lakukan apa pun agar kau tidak bersedih seperti ini, agar kau bisa bersama yuri lagi.” jaji siwon pada yoona.
“siwon, aku... sangat merasa bersalah pada yuri.”
“iya aku tahu.”
“dia kan memaafkan aku, tapi kau harus kembali padanya.”
“apa?!!”
“iya siwon,aku bingung. Maukah kau melakukannya ?”
“tidak! Aku mencintaimu, kenapa malah aku harus kembali padanya.” Tolak siwon, ia memegangi tangan yoona
“baiklah, aku tahu jawabanmu pasti seperti itu.”
“baiklah, ini semua untukmu, aku akan membujuknya, tapi bukan untuk bersamaku dan menyakitimu. Aku akan membuat kalian bersatu lagi.” ucap siwon sungguh sungguh.
“terima kasih siwon.”
#Restaurant
Yuri dan kai duduk di antara kumpulan meja yang tertata rapih disana, mereka duduk tepat di samping dinding kaca, kemudian seorang pelayan menghampiri mereka , menyerahkan daftar menu makanan. Kemudian keduanya memesan makanan.
“kai...”
“hm..”
“apa kau tahu? Aku merasa sangat nyaman bersama denganmu.”
“haha tentu saja. Mana mungkin tidak merasa nyaman jika bersama pria tampan seperti aku ini.” Jawab kai memuji dirinya sendiri, membuat yuri tertawa sebal.
“hei! Kau PD sekali.”
“tapi benarkan aku tampan?”
“tapi tidak setampan...”
“siwon sunbae, aku tahu itu!” sahut kai yang kemudian mengecurutkan bibirnya, yuri tertawa kecil lalu mencubit pipi pria yang sedang bersamanya ini.
“haha, kau lucu sekali.”
“yul, aku yakin kita bisa  bersama.” Kata kai manatap mata yuri, yuri melihat kesungguhan dari tatapan matanya itu.
beberapa menit kemudian pesanan pun datang, mereka melahap makanan itu sembari saling memperhatikan satu sama lain.
“jangan melihat aku seperti itu.”
“kau juga jangan melihatku seperti itu!”
“aku suka melihat wajah cantikmu saat tersenyum.” Puji kai, yuri tersimpu malu kemudian memalingkan wajahnya yang memerah karena ulah kai tadi.
“haha, wajahmu lucu sekali.”
“terus saja kau menggodaku seperti itu, dasar!” seru yuri mencubit pinggang kai, hingga membuat sang pria itu meringis kesakitan.
“sakit tahu!”
@hening....
“yul,”
“hm..”
“kau tidak merindukan yoona?”
“tidak.”
“kau membencinya?”
“aku tidak tahu. Mungkin saja seperti itu.”
“kapan kau bisa melupakan siwon sunbae”
“tidak tahu.”
“kau menyukaiku?”
“iya, apa?!!! Kau ini mengapa bertanya seperti itu huh?!” omel yuri
“hehe, kau selalu singkat menjawab pertanyaan dariku,”
“itu menjebak tahu!”
“aku sengaja, week!” kai menjulurkan lidahnya, yuri mendelik kesal padanya.
“tck! Licik.”
“kekekkk...” kai malah terkekeh geli melihat ekspressi wajah yuri yang lucu menurutnya itu.
@Disekolah
Ddddrrtttttt.... sebuah pesan masuk di ponsel kai, ia membaca pesan tersebut, ia kira dari yuri tapi ternyata dari seohyun,teman sekelasnya.
‘aku menunggumu di taman. Datanglah.’ Kai berdecak kesal membaca pesan tersebut dan tidak ada niatnya untuk membalas pesan itu apa lagi sampai bertemu dengan gadis yang hampir saja membuatnya kehilangan yuri. Tapi tak lama kemudian satu pesan masuk lagi.
‘jangan menghindariku kai, temui aku sekarang atau... aku kan berbuat sesuatu pada yuri!’ kai benar benar muak dengan tingkah gadis itu, ia pun segera beranjak dari kelas menuju taman sekolah.
“apa maumu?” seru kai sembari menghentikan langkah kakinya, ia berdiri di depan seohyun yang sedang duduk manis di sebuah kursi panjang , ia tersenyum kepada kai, sedang kai enggan melihat gadis itu.
“apa aku tidak menarik? Kenapa malah berpaling wajah dariku kai?”
“aku tanya, apa maumu?”
“aku ingin dirimu.”
“apa kau tidak punya malu? Kau memaksakan seorang pria untuk mencintaimu yang jelas jelas telah menolakmu.”
“bisa kita kencan malam ini?”
“tidak!”
“kau ingin aku melakukan sesuatu pada yuri?”
“jangan bawa yuri dalam hal ini. Ini urusanmu denganku.”
“tapi karena yuri kau tidak ingin bersamaku.”
“tanpa yuri pun aku tidak akan pernah ingin bersamamu, kau gadis yang gila, kau tahu!”
“iya aku gila karena kau selalu menghindariku, aku menunggumu tapi kenapa harus yuri yang kau pilih,huh?!” tanpa sadar air mata seohyun menetes dipipinya, ia menatap wajah kai yang masih saja berpaling darinya.
“kai... aku sungguh mencintaimu, mengertilah.”
“mengertilah seohyun bahwa aku mencintai gadis lain, ada banyak pria yang lebih baik untukmu.”
“Maksudmu kau tak lebih baik atau aku yang tak lebih baik?”
“yang jelas, aku hanya mencintai yuri! Tidak ada gadis lain yang  aku inginkan selain dia.” Mendengar itu seohyun langsung bangkit dan berdiri didepan wajah kai. Ia memegang kedua pipi kai agar kai tidak berpaling lagi padanya.
“lihat kau, tatap aku! Aku lebih baik dari yuri! Aku cantik! Aku kaya dan aku mencintaimu.” Kai memegang tangan seohyun yang berada di kedua pipinya, ia tersenyum lembut .
“aku tahu kau cantik, kau memiliki segalanya dari orang tuamu. Tapi itu tidak akan mengubah hatiku untuk mencintaimu, aku hanya mencintai yuri, hanya Kwon Yuri.” Jawab kai tegas, kemudian melepaskan kedua tangan seohyun yang mulai melemas.
“terima kasih telah mencintaiku, tapi maaf aku tak bisa membalas cintamu. Semoga kau mengerti dan carilah pria lain.” seru kai berbalik pergi meninggalkan seohyun yang tampak menangis. Kai senang karena ia bersungguh -  sungguh atas semua ucapannya tadi, bahwa tidak ada gadis lain yang ia inginkan selain yuri. Sementara itu seohyun terduduk lemas, ia menatap lurus kedepan kemudian mengepalkan tangannya dengan semua emosi yang ia miliki sekarang.
“baiklah... tidak ada pria lain yang aku inginkan selain dirimu, kai. Maka dari itu tidak ada yang boleh memilikimu selain aku. Akan aku singkirkan gadis manapun yang menghalangi tujuanku!”kata seohyun dengan hati yang mantap, sekarang otaknya bekerja untuk merencanakan sesuatu guna menyingkirkan yuri dari kehidupan kai.
#pukul 2 siang, waktunya untuk mengakhiri pelajaran hari ini, semua murid keluar dari kelas  tak terkecuali dengan yuri, ia berjalan santai menuju gerbang sekolah.
“kai... kita ke toko ice cream yah, “
“ok, kau dimana sekarang?”
“aku di seberang jalan sekolah, aku tunggu kau disana. Jangan lama lama kai.
“ok, jangan kemana mana.” #piip. Kai memutuskan sambungan telponya dan segera berlari keluar dari kelas menuju tempat parkir mobilnya, disana ia bertemu dengan siwon dan yoona.
“kai..” panggil siwon.
“apa?!” sahut kai dingin, siwon mengerti dengan sikap kai sekarang.
“aku tahu kau pasti kesal padaku, tapi aku butuh bantuanmu.”
“untuk apa?”
“kai... bisa pertemukan yuri dengan yoona?”
“untuk apa? Kau ingin membuatnya menangis lagi,huh?!”
“bukan itu, aku sungguh menyesal dan aku ingin meminta maaf padanya. Please...” kata yoona, air matanya mengalir membuat kai merasa iba dan menuruti kemauan mereka untuk bertemu dengan yuri.
“baiklah... kalian datang saja ke toko ice cream diseberang sana. Aku dan yuri janjian disana.” Kata kai,
“terima kasih kai.” Kata yoona dengan senyum mengembang di wajahnya, siwon ikut tersenyum kemudian kai berjalan mendekat mobilnya.
Di lain tempat, yuri berdiri di depan toko ice cream, tiba tiba saja ada sebuah mobil yang berdiri tepat di depannya, beberapa pria bertampang bengis keluar dari mobil tersebut dan menarik paksa yuri untuk ikut masuk kedalam mobil tersebut. Yuri memberontak, berusaha melepaskan tangannya dari  genggaman pria pria itu. Yuri memanggil nama kai yang saat itu mobil kai telah terlihat di depan pintu gerbang sekolah.
“Kai.... kaaaaiiiiiii....tolong aku!” pekik yuri sekeras mungkin,

#plaaak! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus yuri membuat ujung bibirnya berdarah, yuri berhasil dibawa oleh mereka, 
“Yul!” teriak kai, ia segera melajukan mobilnya untuk mengejar mobil yang membawa yuri.
To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake