author : ifdo clouds
main cast;
kwon yuri
Kai
im yoona
choi siwon
support cast : others
genre : romance,friendship, family and hardness
Yuri berlari sekuat mungkin menghindari kejaran Kai, walau ia merasa tubuhnya sangat lemah untuk terus berlari. Ia benar benar kecewa dengan peristiwa yang tadi ia lihat di depan matanya sendiri, yuri terus menghapus air matanya walau itu akan sia sia karena air mata itu terus mengalir dengan derasnya. Kai mempercepat larinya dan berhasil menyusul Yuri kemudian ia meraih lengan yuri, mereka berhenti berlari. Kai mengatur napasnya sembari terus memegangi tangan yuri agar gadis ini tidak menghindar lagi, sementara yuri menghapus air matanya dan enggan melihat wajah kai, ia memilih menunduk.
main cast;
kwon yuri
Kai
im yoona
choi siwon
support cast : others
genre : romance,friendship, family and hardness
Yuri berlari sekuat mungkin menghindari kejaran Kai, walau ia merasa tubuhnya sangat lemah untuk terus berlari. Ia benar benar kecewa dengan peristiwa yang tadi ia lihat di depan matanya sendiri, yuri terus menghapus air matanya walau itu akan sia sia karena air mata itu terus mengalir dengan derasnya. Kai mempercepat larinya dan berhasil menyusul Yuri kemudian ia meraih lengan yuri, mereka berhenti berlari. Kai mengatur napasnya sembari terus memegangi tangan yuri agar gadis ini tidak menghindar lagi, sementara yuri menghapus air matanya dan enggan melihat wajah kai, ia memilih menunduk.
“yul. Dengarkan aku. Yang tadi kau lihat itu
bukan sepenuhnya kesalahanku, aku tidak berniat melukaimu yul, percayalah...”
jelas kai
“...”
“yul, maafkan aku,aku tidak akan mengulanginya
lagi. tapi sungguh kejadian itu murni bukan kesalahanku, aku tidak berniat
menciumnya dia yang menciumku lebih dulu.” Kai mencoba menjelaskan lagi
“sudahlah kai, aku tidak perduli apa yang
kalian lakukan. Lagi pula aku bukan siapa siapa dirimu, kan? Jadi... terserah
dirimu saja.” Jawab Yuri menahan tangisnya lagi, kai menatap yuri, ia tak
percaya bahwa yuri berpikir diantara dirinya dan yuri tidak ada apa apa,
padahal kai telah menyatakan cintanya pada yuri, walau memang yuri tak pernah
menjawabnya. Kai melepaskan tangan yuri.
“apa dengan peristiwa tadi, aku harus
menerimamu?” tanya yuri
“maafkan aku.”
“sudahlah, lagi pula kita terlalu berbeda. Aku
hanya gadis miskin yang tak punya siapa siapa bahkan ibu dan ayahku saja tidak
menginginkan kehadiranku ini.”
“kita bicarakan ini dirumah, aku tak mau kau
menangis disini.” Seru kai berjalan menuju gerbang mendahului yuri. Yuri
menatapnya kemudian berjalan mengikuti kai.
#dikelas
“haha, kai... kau memang lebih baik bersamaku
daripada gadis miskin itu! Aku tidak akan membiarkanmu bersama gadis itu. Cih!”
“hei! apa maksudmu huh?!” tegur yoona dari
pintu kelas, gadis yang tadi langsung menoleh dan menatap yoona dengan tatapan
menantang.
“kenapa? Ada yang salah?!” tanyanya mengundang
emosi yoona
“jangan pernah sakiti hati yuri! Kalau kau masih mengganggunya, kau berhadapan denganku!” ancam yoona kepada
gadis itu. Gadis itu menyeringai licik kemudian berjalan mendekati yoona yang
masih berdiri didepan pintu kelas.
“apa? Jangan sakiti yuri?! Apa aku tidak salah
dengar?!”
“apa maksudmu huh?!”
“haha, hei yoona, kau saja sahabatnya tega
menyakiti hati yuri, bahkan kau merebut kekasihnya. Siapa yang lebih jahat huh?
Aku sebagai musuhnya yang menginginkan seorang pria yang saat ini dekat tapi
belum berstatuskan pacar yuri atau kau sahabatnya yang merebut pria yang dekat
dengannya yang berstatuskan pacar yuri,huh?! Apa kau tidak menyadari itu?!”
kata gadis itu panjang lebar membuat yoona sadar, dan berpikir tidak ada yang
lebih jahat dari dirinya terhadap yuri, sahabatnya itu. Melihat yoona terdiam
gadis itu tersenyum penuh kemenangan lalu beranjak pergi meninggalkan kelasnya
sementara yoona terdiam dan menyandarkan diri di pintu kelas.
“iya, aku jahat, bahkan sangat jahat. Maafkan
aku yul. Maafkan aku.” Tubuh yoona melemas dan ia terduduk perlahan dilantai.
Siwon yang melihat itu segera berlari menghampiri yoona.
“yoona~ah. Kau kenapa? Kau sakit?” tanya siwon
cemas, yoona menggeleng sembari terus menangis. Siwon memeluknya dengan erat.
“kau kenapa? Apa yang kau pikirkan? Apa kau
memikirkan yuri lagi?” yoona mengangguk
“ehm.. sudah jangan terlalu dipikirkan, nanti
kau malah sakit. Ayo ku antar kau pulang.” Siwon memapah tubuh yoona berjalan
menuju tempat parkir kemudian mengantarnya pulang.
@Rumah Kai
Kai dan yuri duduk bersama di sofa, mereka
tidak bicara sepatah katapun, suasana begitu hening. Namun beberapa saat
kemudian kai membuka percakapan diantara mereka.
“yul, bisa kita mulai hubungan ini?”
“apa?”
“aku mencintaimu yul,”
“aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu kai,
bukan kah kau sudah tahu siapa aku? Jangan mempersulit diri sendiri kai, aku
tak mau merepotkanmu lebih banyak lagi.”
“yul, aku bersungguh sungguh.”
“sebaiknya aku mencari tempat tinggal dan
mencari lowongan pekerjaaan agar aku tidak merepotkanmu lagi.”
“yul! Tolong dengarkan aku. Kau masih kesal
dengan kejadian tadi? Ok. Aku minta maaf. Tapi sungguh jangan pergi jauh dariku
yul.” Kai memegang tangan yuri dengan lembut, ia menatap wajah yuri dengan
tatapan sendu. Matanya benar benar memperklihatkan ketulusan hatinya untuk
yuri.
“kai... kau pasti akan segera memiliki gadis
yang lebih baik daripada aku.”
“tidak! Aku tidak mau gadis lain yul, aku hanya
inginkan dirimu.” Seru kai lalu menarik tubuh yuri masuk dalam dekapannya, yuri
terdiam tak membalas pelukan itu.
“yul, aku tidak ingin jauh darimu. aku tidak
ingin kau selalu bersedih. Sudah 1 tahun aku menunggu kesempatan ini.
Please...” yuri melepaskan pelukan kai kemudian menggenggam tangan kai. Ia
tersenyum manis pada kai.
“kai... sepertinya kau harus tahu. Aku belum
bisa melupakan siwon, walau aku sebenarnya sakit hati pada tingkah dan
perghianatan ini, ku akui aku belum bisa melupakan siwon, aku takut kau hanya
menjadi bayang bayang cinta saja, aku tak mau kau jadi pelarianku. Aku tak mau
kau lebih sakit nantinya.” Jelas yuri meyakinkan kai, kai tersenyum padanya...
“aku siap menjadi seseorang yang bisa melupakan
semua cintamu untuk siwon sunbae, aku akan menjadi penggantinya yul,”
“kai, tidak semudah itu.”
“tapi pasti bisa.”
“itu akan lama kai.”
“aku akan berusaha keras membuat kau mencintaiku
walau kau tidak akan pernah melupakannya, beri aku kesempatan yul.” Yuri
tesenyum manis.
“baiklah,”
“terima kasih yul, dan satu lagi... kau jangan
pergi kemana mana, tetaplah dirumahku. Karena aku harus selalu melihat wajahmu
saat aku bangun tidur.” Goda kai membuat yuri tersimpu.
“apa semua pria bergitu?”
“aku rasa tidak juga, ini kan memang
keinginanku yul.” Jujur kai
“baiklah... aku mengerti. Kai, aku lapar. Kapan kita bisa makan siang?”
“aigoo... maaf aku sampai lupa. Kita makan
diluar saja yah.” Ajak kai
“ok,” mereka pergi bersama.
@Rumah Yoona
“kau istirahatlah,
jangan berpikir yang macam macam. Sekarang pikirkan dirimu sendiri.”
kata siwon sembari duduk dipinggir tempat tidur yoona.
“bagaimana
aku tidak memikirkannya, aku bersalah pada yuri. Yang dikatakan seohyun itu
benar. Aku jahat. Sangat sangat jahat.”
“yoona, sudah cukup
kau bersikap seperti ini. Apa dengan kau menjalani hidup seperti ini yuri bisa
kembali?”
“lalu dengan cara
apa agar dia bisa memaafkanku?!! Aku butuh dia sekarang. Dia sahabatku!!”
bentak yoona sembari menangis. Siwon langsung memeluknya, mengelus puncak
kepalanya agargdis ini lebih tenang.
“aku tahu, aku minta
maaf. Akan aku lakukan apa pun agar kau tidak bersedih seperti ini, agar kau
bisa bersama yuri lagi.” jaji siwon pada yoona.
“siwon, aku...
sangat merasa bersalah pada yuri.”
“iya aku tahu.”
“dia kan memaafkan
aku, tapi kau harus kembali padanya.”
“apa?!!”
“iya siwon,aku
bingung. Maukah kau melakukannya ?”
“tidak! Aku
mencintaimu, kenapa malah aku harus kembali padanya.” Tolak siwon, ia memegangi
tangan yoona
“baiklah, aku tahu
jawabanmu pasti seperti itu.”
“baiklah, ini semua
untukmu, aku akan membujuknya, tapi bukan untuk bersamaku dan menyakitimu. Aku
akan membuat kalian bersatu lagi.” ucap siwon sungguh sungguh.
“terima kasih
siwon.”
#Restaurant
Yuri dan kai duduk
di antara kumpulan meja yang tertata rapih disana, mereka duduk tepat di
samping dinding kaca, kemudian seorang pelayan menghampiri mereka , menyerahkan
daftar menu makanan. Kemudian keduanya memesan makanan.
“kai...”
“hm..”
“apa kau tahu? Aku
merasa sangat nyaman bersama denganmu.”
“haha tentu saja.
Mana mungkin tidak merasa nyaman jika bersama pria tampan seperti aku ini.”
Jawab kai memuji dirinya sendiri, membuat yuri tertawa sebal.
“hei! Kau PD
sekali.”
“tapi benarkan aku
tampan?”
“tapi tidak
setampan...”
“siwon sunbae, aku
tahu itu!” sahut kai yang kemudian mengecurutkan bibirnya, yuri tertawa kecil
lalu mencubit pipi pria yang sedang bersamanya ini.
“haha, kau lucu
sekali.”
“yul, aku yakin kita
bisa bersama.” Kata kai manatap mata
yuri, yuri melihat kesungguhan dari tatapan matanya itu.
beberapa menit
kemudian pesanan pun datang, mereka melahap makanan itu sembari saling
memperhatikan satu sama lain.
“jangan melihat aku
seperti itu.”
“kau juga jangan
melihatku seperti itu!”
“aku suka melihat
wajah cantikmu saat tersenyum.” Puji kai, yuri tersimpu malu kemudian
memalingkan wajahnya yang memerah karena ulah kai tadi.
“haha, wajahmu lucu
sekali.”
“terus saja kau
menggodaku seperti itu, dasar!” seru yuri mencubit pinggang kai, hingga membuat
sang pria itu meringis kesakitan.
“sakit tahu!”
@hening....
“yul,”
“hm..”
“kau tidak
merindukan yoona?”
“tidak.”
“kau membencinya?”
“aku tidak tahu.
Mungkin saja seperti itu.”
“kapan kau bisa
melupakan siwon sunbae”
“tidak tahu.”
“kau menyukaiku?”
“iya, apa?!!! Kau
ini mengapa bertanya seperti itu huh?!” omel yuri
“hehe, kau
selalu singkat menjawab pertanyaan dariku,”
“itu menjebak tahu!”
“aku sengaja, week!”
kai menjulurkan lidahnya, yuri mendelik kesal padanya.
“tck! Licik.”
“kekekkk...” kai
malah terkekeh geli melihat ekspressi wajah yuri yang lucu menurutnya itu.
@Disekolah
Ddddrrtttttt....
sebuah pesan masuk di ponsel kai, ia membaca pesan tersebut, ia kira dari yuri
tapi ternyata dari seohyun,teman sekelasnya.
‘aku menunggumu
di taman. Datanglah.’ Kai berdecak kesal membaca pesan tersebut dan tidak ada
niatnya untuk membalas pesan itu apa lagi sampai bertemu dengan gadis yang
hampir saja membuatnya kehilangan yuri. Tapi tak lama kemudian satu pesan masuk
lagi.
‘jangan menghindariku
kai, temui aku sekarang atau... aku kan berbuat sesuatu pada yuri!’ kai benar
benar muak dengan tingkah gadis itu, ia pun segera beranjak dari kelas menuju
taman sekolah.
“apa maumu?” seru
kai sembari menghentikan langkah kakinya, ia berdiri di depan seohyun yang
sedang duduk manis di sebuah kursi panjang , ia tersenyum kepada kai, sedang
kai enggan melihat gadis itu.
“apa aku tidak
menarik? Kenapa malah berpaling wajah dariku kai?”
“aku tanya, apa
maumu?”
“aku ingin dirimu.”
“apa kau tidak punya
malu? Kau memaksakan seorang pria untuk mencintaimu yang jelas jelas telah
menolakmu.”
“bisa kita kencan
malam ini?”
“tidak!”
“kau ingin aku
melakukan sesuatu pada yuri?”
“jangan bawa yuri
dalam hal ini. Ini urusanmu denganku.”
“tapi karena yuri
kau tidak ingin bersamaku.”
“tanpa yuri pun aku
tidak akan pernah ingin bersamamu, kau gadis yang gila, kau tahu!”
“iya aku gila karena
kau selalu menghindariku, aku menunggumu tapi kenapa harus yuri yang kau
pilih,huh?!” tanpa sadar air mata seohyun menetes dipipinya, ia menatap wajah
kai yang masih saja berpaling darinya.
“kai... aku sungguh
mencintaimu, mengertilah.”
“mengertilah seohyun
bahwa aku mencintai gadis lain, ada banyak pria yang lebih baik untukmu.”
“Maksudmu kau tak
lebih baik atau aku yang tak lebih baik?”
“yang jelas, aku
hanya mencintai yuri! Tidak ada gadis lain yang
aku inginkan selain dia.” Mendengar itu seohyun langsung bangkit dan
berdiri didepan wajah kai. Ia memegang kedua pipi kai agar kai tidak berpaling
lagi padanya.
“lihat kau, tatap
aku! Aku lebih baik dari yuri! Aku cantik! Aku kaya dan aku mencintaimu.” Kai
memegang tangan seohyun yang berada di kedua pipinya, ia tersenyum lembut .
“aku tahu kau
cantik, kau memiliki segalanya dari orang tuamu. Tapi itu tidak akan mengubah
hatiku untuk mencintaimu, aku hanya mencintai yuri, hanya Kwon Yuri.” Jawab kai
tegas, kemudian melepaskan kedua tangan seohyun yang mulai melemas.
“terima kasih telah
mencintaiku, tapi maaf aku tak bisa membalas cintamu. Semoga kau mengerti dan
carilah pria lain.” seru kai berbalik pergi meninggalkan seohyun yang tampak
menangis. Kai senang karena ia bersungguh - sungguh atas semua ucapannya tadi, bahwa tidak
ada gadis lain yang ia inginkan selain yuri. Sementara itu seohyun terduduk
lemas, ia menatap lurus kedepan kemudian mengepalkan tangannya dengan semua
emosi yang ia miliki sekarang.
“baiklah... tidak
ada pria lain yang aku inginkan selain dirimu, kai. Maka dari itu tidak ada
yang boleh memilikimu selain aku. Akan aku singkirkan gadis manapun yang
menghalangi tujuanku!”kata seohyun dengan hati yang mantap, sekarang otaknya
bekerja untuk merencanakan sesuatu guna menyingkirkan yuri dari kehidupan kai.
#pukul 2 siang,
waktunya untuk mengakhiri pelajaran hari ini, semua murid keluar dari kelas tak terkecuali dengan yuri, ia berjalan santai
menuju gerbang sekolah.
“kai... kita ke toko
ice cream yah, “
“ok, kau
dimana sekarang?”
“aku di seberang
jalan sekolah, aku tunggu kau disana. Jangan lama lama kai.
“ok, jangan kemana
mana.” #piip. Kai memutuskan sambungan telponya dan segera berlari keluar dari
kelas menuju tempat parkir mobilnya, disana ia bertemu dengan siwon dan yoona.
“kai..” panggil
siwon.
“apa?!” sahut kai
dingin, siwon mengerti dengan sikap kai sekarang.
“aku tahu kau pasti
kesal padaku, tapi aku butuh bantuanmu.”
“untuk apa?”
“kai... bisa
pertemukan yuri dengan yoona?”
“untuk apa? Kau
ingin membuatnya menangis lagi,huh?!”
“bukan itu, aku
sungguh menyesal dan aku ingin meminta maaf padanya. Please...” kata yoona, air
matanya mengalir membuat kai merasa iba dan menuruti kemauan mereka untuk
bertemu dengan yuri.
“baiklah... kalian datang
saja ke toko ice cream diseberang sana. Aku dan yuri janjian disana.” Kata kai,
“terima kasih kai.”
Kata yoona dengan senyum mengembang di
wajahnya, siwon ikut tersenyum kemudian kai berjalan mendekat mobilnya.
Di lain tempat, yuri
berdiri di depan toko ice cream, tiba tiba saja ada sebuah mobil yang berdiri
tepat di depannya, beberapa pria bertampang bengis keluar dari mobil tersebut
dan menarik paksa yuri untuk ikut masuk kedalam mobil tersebut. Yuri
memberontak, berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pria pria itu. Yuri memanggil nama
kai yang saat itu mobil kai telah terlihat di depan pintu gerbang sekolah.
“Kai....
kaaaaiiiiiii....tolong aku!” pekik yuri sekeras mungkin,
#plaaak! Sebuah
tamparan keras mendarat di pipi mulus yuri membuat ujung bibirnya berdarah,
yuri berhasil dibawa oleh mereka,
“Yul!” teriak
kai, ia segera melajukan mobilnya untuk mengejar mobil yang membawa yuri.
To Be Continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar