Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: AT THE SAME TIME part 4

Kamis, 28 Mei 2015

AT THE SAME TIME part 4


AT THE SAME TIME part 4
author : ifdo clouds
main cast; 
kwon yuri
Kai

im yoona
choi siwon

support cast : others
genre : romance,friendship, family and hardness

“Kai...! kaaaaiii tolong aku.hiks...hiks...” yuri memanggil nama kai sembari terus menangis. #plaaak. Sebuah tamparan berhasil membuat yuri tak sadarkan diri. Sementara kai, ia berusaha mengejar mobil yang sudah sangat jauh dari pandangannya, belum lagi ada banyak mobil yang meghalanginya untuk melaju lebih cepat.
“yul,  yul tunggu aku. Aku akan menolongmu.” Gumam kai pelan, ia segera menghubungi siwon.

“hallo sunbae.”
“kai, kami sudah berada di toko ice cream, kalian dimana?”
“sunbae, yuri di culik, aku sedang mengejar mobil yang membawanya.”
“apa?!! Sekarang aku menyusulmu, mobil itu kearah mana?”
“sepertinya kearah namwon. Tolong kami sunbae.” Kata kai dengan kepanikan yang tak terkontrol lagi, tangannya bergetar.
“ok, kami akan menyusul.”
“ada apa? Apa yang terjadi?” tanya yoona ikut panik karena melihat wajah siwon yang tegang.
“yuri diculik, sekarang kai tengah mengejar penculik itu.”
“apa?!! Diculik?!!” yoona kaget. Ia mulai panik
“kita harus menyelamatkan yuri. Aku tak ingin dia dilukai oleh siapapun.” Seru yoona yang bergegas meninggalkan tempat duduknya, siwon berlari mengejar yoona menuju tempat parkir mobil.
Kai terus berusaha mengejar mobil itu, tapi pikirannya kalut karena terus memikirkan yuri, sehingga ia tidak berkonsentrasi saat melajukan mobilnya, ada sebuah truk barang yang melaju di depannya, tanpa di sengaja mobil kai menambrak truk tersebut hingga mobilnya terpental dan berbalik terjungkal. Jalanan menjadi macet, tak lama kemudian sebuah ambulan datang dan membawa kai.
“akh... Yuuul,ttttunngguuulaaah akuuu. Akuuu passsti datang.”  Dan Kai tak sadarkan diri.
#dikota seberang kota namwon, di daerah perbukitan. Yuri di buang begitu saja dari atas bukit tinggi, beruntungnya yuri msih hidup walau masih belum sadarkan diri.
@Rumah Sakit
Yoona memeluk siwon, tubuhnya bergetar ketakutan melihat kondisi kai yang masih berlumuran darah dokter pun belum memberi kabar atas keadaan kai sekarang,dan ia terus memikirkan keadaan yuri.
“yuri, bagaimana keadaannya?”
“aku sudah melapor pada pihak yang berwenang, pencarian yuri sedang berlangsung di kota namwon. Kau tenanglah.”
“bagaimana aku bisa tenang, kalau yuri sendirian di tempat asing. Aku bahkan tak bisa membayangkan yuri, past dia ketakutan disana.”
“yoona, kau sudah terlalu bayak menangis. Sudah jangan menangsi lagi. aku jadi ikut bersedih.”
“yul, kau harus baik baik saja. Ku mohon yul.” Gumam yoona pelan sembari terus memeluk tubuh siwon.
@Di suatu tempat , Yuri terkulai lemah dengan luka lebam di sekujur tubuhnya dan darah di bagian pelipisnya,  ia tersadar dan berusaha bangkit namun tubuhnya sangat begitu sakit hingga ia tak mampu bergerak lebih. Ia mengingat peristiwa tadi yang ia alami, beberapa pria bengis menculiknya memukulinya dan mencampakannya dari atas bukit. Air matanya mengalir menahan perih di sekitar wajahnya, ia memegang pergelangan tangannya yang terasa sangat perih.
“Kai…. To.. tooolooong aku, Kai,”
“Toolooonnnnggggg ssshhh… sakit sekali.”
Ia menangis lagi, bibirnya masih saja memanggil nama kai sembari terus meminta tolong, ia benar benar tidak berdaya.  Saat ini ia berada di tempat asing yang sama sekali tidak ia sukai, tidak ada siapapun di sana, hanya ada pohon pohon tinggi dan semak belukar yang membuat goresan- goresan ditubuhnya.
“Thoooloooonghhh…hisk…hiks…” pekik Yuri lagi sembari menahan perih disekujur tubuhnya.
Sementara itu di rumah sakit, Kai mulai sadar dan membuka matanya, ia melihat segela penjuru ruangan yang berwarna putih dan bau yang tidak ia sukai, aroma rumah sakit. Ia memijit kepalanya yang terasa pusing, bayangan yuri melintas dibenaknya, gadis  yang ia cintai itu meminta tolong padanya. Yoona yang melihat Kai sadar segera membangunkan SIwon kekasihnya.
“siwon, bangun… Kai sudah sadar.”seru Yoona senang sembari mengguncang tubuh siwon yang akhirnya bangun juga. Yoona berdiri disamping Kai. Kai menatap Yoona
“kau sudah sadar. “
“Yuri mana? Apa dia baik baik saja?!” Tanya Kai cemas
“kami belum mendapat kamar dari polisi, tapi pencarian terus dilakukan.” Jawab Yoona, air matanya mengalir lagi. Siwon yang melihat itu merangkul bahu Yoona agar gadis itu bisa lebih tenang.
“aku harus mencari Yuri, dia pasti ketakutan sekarang, “ kata Kai sembari mencabut inpus di lengan kirinya, ia memaksakan tubuhnya yang masih lemah. Siwon segera menyergah lengan Kai agar pemuda ini tidak pergi dengan kondisi yang lemah.
“lepaskan aku sunbae!” teriak Kai
“Kai… kau masih lemah, tunggulah sampai kau pulih dulu. “ nasehat siwon
“pulih?! Mau berapa lama, huh?! Kau ingin Yuri dicelakai mereka, huh?! Aku mau mencari Yuri!” bentak Kai
“Kai! Setidaknya tunggu kabar dari polisi dulu, ini sudah malam kai, percuma kau mencarinya, nanti kau malah membahayakan dirimu sendiri!” balas siwon menahan emosinya.
“tapi sunbae, Yuri butuh aku sekarang. Aku aku tidak akan bisa tanpa dia,” seru kai berjalan tertatih sembari meraba dinding ruangan menuju pintu keluar.
“haissh… kau, dengarkan aku!” siwon menarik lengan kai agar berhenti berjalan.
“aku tahu kau mencintai Yuri, aku tahu kau tidak ingin kehilangannya, tapi coba kau pikir. Kalau suatu saat nanti kau pergi, tiba tiba ada kabar dari Yuri, dan malah kau yang celaka bagaimana?!” gertak Siwon berhasil membuat kai terduduk lemas di lantai sembari menangis.
“lalu aku harus bagaimana sunbae?”
“Kai… kau harus sembuh dulu, setidaknya tunggu sampai besok, ini sudah larut malam. Sabar kai.” Kata siwon sembari mengusap pundak kai, kai menatap wajah siwon.
“kenapa kau peduli pada kami sunbae? Apa maksudmu?” siwon tersenyum manis mendengar pertanyaan itu.
“karena aku memang peduli dengan siapapun, tertutama Yuri, dia gadis yang baik, sabar dan lembut, aku bersalah padanya. Tapi perasaan tidak bisa di bohongi kai, aku mencintai Yoona. Yuri ku anggap sebagai sahabatku.” Jawab Siwon panjang lebar
“maafkan aku.” Terdengar isak tangis dari Yoona
“maafkan aku, karena aku hidup Yuri jadi seperti ini.” Yoona lagi lagi menyalahkan dirinya sendiri.
“sudahlah, jangan menyalahkan dirimu lagi. Aku yakin Yuri tidak membencimu, yuri gadis yang baik.”jawab Kai menghibur Yoona
“iya, Kai benar Yoona, Kita doakan semoga pencarian Yuri bisa mendapat kan hasil yang baik. “ timpal Siwon
#malam berlalu, Kai sudah merasa baikan walau agak sedikit pusing, ia masih saja memikirkan Yuri, belum ada kabar dari Yuri.
Tak lama kemudian, seorang gadis masuk keruangan dimana Kai dirawat, gadis itu membawa bingkisan dan meletakannya di atas meja. Gadis itu berdiri disebelah ranjang rumah sakit mendekati Kai yang tengah duduk diatasnya. Kai tak menghiraukan gadis itu, ia menatap jendela kaca yang memperlihatkan pemandangan kota seoul dari lantai 3 Rumah sakit.
“Kai… apa kau baik baik saja?” tanya gadis itu dengan manisnya.
“….”
“kai… cepat sembuh yah. Aku merindukanmu.” Ujar gadis itu sembari mendekati wajah kai, kai segera menghindari gadis itu yang hendak mencium pipinya. Gadis itu terdiam sejenak, lalu duduk ditepi ranjang.
“Kai… kau marah padaku?”
“jangan pura pura bodoh! Aku tahu kau yang melakukan ini pada Yuri! Kau dibalik ini semua!” bentak Kai, gadis itu tersenyum lirih.
“apa yang kau bicarakan kai? Aku tidak mengerti.”
“jangan mengelak! Aku tidak akan memaafkanmu sampai kau mengembalikan yuri padaku!” gertak Kai
“Kai! Kenapa kau begitu peduli dengan gadis miskin itu?! Kenapa tidak sedikit pun kau peduli padaku,huh?! Aku mencintaimu Kai. Aku yang pantas untukmu, bukan dia!” pekik Seohyun sembari menangis. Kai menatap wajah itu dengan kebencian dan segera memalingkah wajahnya.
“memang benar aku yang mencelakainya, lalu kau bisa apa,huh?!” jujur seohyun yang sudah tak berpikir jernih lagi.
“kau?!!!”
“kenapa? Lagi pula tidak ada bukti dan yuri sudah tidak ada lagi, jadi aku bisa memilikimu kai!”
“kau gila seohyun! Kau gila”
“iya, aku memang  gila, karena kau aku gila!”
“pergi! Aku tak mau melihat wajahmu!” usir kai sembari melempar gelas kelantai, membuat seohyun kaget, ketakutan. Yoona dan siwon datang ia melihat Seohyun dan kai.
“kau… sedang apa disini?!” Tanya Yoona curiga
“cepat sembuh kai, aku pergi dulu.” Seru Seohyun segera berbalik pergi meninggalkan Kai, Yoona melihat pecahan gelas dilantai dan keadaan kai yang kacau. Ia begitu tampak frustasi.
Siwon Menatap kepergian seoyun dengan tatapan curiga. Namun ia abaikan perasaan itu, ia segera mendekati ranjang Kai.
“dia siapa?” Tanya Siwon
“teman sekelasku.” Jawab kai malas
“oh…”
“apa ada kabar dari Yuri?” Tanya Kai, Siwon dan Yoona menggeleng lemas.
“aku akan mencarinya.” Ujar Kai sembari bangkit dari ranjang dan berjalan tertatih menuju pintu keluar, kali ini siwon tidak mencegahnya, ia membiarkan kai pergi karena ia yakin Kai bisa menemukan Yuri.
“kenapa tidak dicegah?”
“Kai tahu apa yang harus  ia lakukan.” Jawab Siwon sembari tersenyum.


To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake