Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Overdose Part 1

Kamis, 28 Mei 2015

Overdose Part 1

OVERDOSE
Author : Ifdo Hidayah
Genre : Romance,Action, Friendship,Thiller  and Family
Main Cast : Jaejoong, Yuri, Minho, Jessica
Support Cast : Nickhun, Siwon and Krystal
Point of view : third Person

@Disebuah Rumah mewah,
“lelah sekali seharian duduk di kursi ini,” kata seorang pria yang tengah duduk disebuah kursi empuk miliknya, ia memutar kursi tersebuh 180 derajat agar orang orang yang ada dibelakangnya bisa melihat sosoknya.

“Tuan, apakah tuan tidak kerja hari ini?”

“haha pertanyaan bagus. Untung  kau mengingatkan aku, sekarang siapkan semua keperluanku untuk kerja. Saatnya aku kerja di resto itu.”


“baik tuan.” Kemudian pria yang berstatus sebagai pengikutnya berbalik pergi untuk menyiapkan semua keperluan pria tadi.
Pria tadi yag dipanggil tuan meninggalkan tempat duduknya yang berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap siap melakukan aksinya sebagai pelayan resto biasa. Tak butuh waktu lama kini ia sudah terlihat sangat tampan dengan kemeja biru terang, celana hitam dengan sepatu mengkilap. Sebuah motor menunggunya di depan rumah, motor itu yang ia gunakan saat dirinya menjadi seorang pelayan resto.

“Jae... “ panggil seorang gadis sembari berlari kecil menghampiri pria yang di panggil tadi, pria itu tengah duduk diatas motornya.

“hm, apa sica?”

“boleh aku titip sesuatu ?”

“iya, apa?”

“tolong singgahlah ke mini market, aku butuh itu. Ehm...”

“itu apa? Biaralah yang jelas jessica jung.”

“pembalut.” Jawab jessica malu malu, pria itu tersenyum kecil. Kemudian melajukan motornya . Jessica menatap punggungnya yang semakin menjauh dari pandangannya sekarang kemudian masuk kedalam rumah.
#########

“tolooong!! Pria itu merampas tasku!” pekik seorang gadis sembari mengejar seorang pria yang mencuri tasnya,.

“tck! Dasar penjahat kecil!” geram seorang pria yang tengah mengendarai motornya, ia mengejar pria tersebut dengan motornya, setelah jarak mereka dekat, pria ini melompat dari motornya sekaligus melayangkan tendangannya di kepala pria yang masih berlari membawa tas wanita tersebut. Akibat tendangannya , sang pencuri terpental tapi ia segera berdiri dan balas menyerang pria tadi, di arahkannya sebuah pisau kepada pria tersebut namun dengan sigap pria itu menghindari pisau yang hendak mengarah kepada dirinya, kini gliran sang pria tadi yang menyerang, di tendangnya dada pencuri itu hingga terjungkal dan melayangkan satu tinjuan tepat di pipi kanan pencuri tadi hingga membuatnya  terbaring tak berdaya.

“lain kali carilah uang yang halal. Maka kau tidak perlu bertemu denganku di kantor polisi!”seru seorang pria tadi yang bertarung denganya, di rebutnya sebuah tas dari pencuri itu.

“nona ini milikmu,” 

“terima kasih.” Seru gadis itu sembari membungkuk 45derajat kemudian tersenyum manis pada orang yang telah menolongnya.

“lain kali hati hati.” Kata pria tadi, ia meraih sebuah borgol dan memborgol kedua tangan pencuri tadi.

“iya, terima kasih.kau seorang polisi?” tanya gadis itu sedikit basa basi.

“iya, namaku Lee Minho.” Pria itu memperkenalkan diri disertai sebuah senyuman manis sembari mengulurkan tangan tanda perkenalan awal.

“aku Kwon Yuri.” Jawab gadis itu sembari menjabat tangan minho dan tersenyum manis padanya.

“baiklah, aku harus membawa pencuri kecil ini ke kantor polisi.”

“ehm... bisa kita pergi minum teh sebentar?” ajak Yuri memberanikan diri. Minho tersenyum kemudian menyanggupi.tapi sebelum mereka pergi Minho menghubungi rekannya untuk membawa pencuri tersebut ke Kantor polisi.

#Resto...

“sudah berapa lama kau menjadi polisi?” tanya yuri yang kini tengah duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan Minho.

“sudah 3 tahun terakhir ini, tapi sekarang aku sudah di angkat menjadi seorang inspektur  jenderal polisi.” Jawab Minho

“lalu, bagaiman denganmu? Apa kau seorang perawat?” tebak Minho kemudian di sambut senyuman hangat dari Yuri.

“lebih dari perawat, aku seorang Dokter.”

“wah... ternyata tugasmu lebih mulia. Kau bekerja dirumah sakit mana?” tanya Minho lagi

“aku di tempatkan di rumah sakit bertaraf Internasional. Seoul International Hospital.”

“och, sudah berapa lama?”

“baru 3 bulan. Oh iya aku lupa, kita belum memesan sesuatu.”

“iya, aku juga lupa karena keasyikan bicara denganmu,” jujur Minho, ia mengusap tengkuknya karena merasa sedikit malu atas pengakuannya tadi, melihat itu Yuri tertawa kecil.

“pelayan.” Pekik Yuri, bebrapa detik kemudian pelayan itu datang dan menyerahkan sebuah buku berisi menu makanan yang tersedia di resto tersebut.

“Kau mau pesan apa?” tanya Yuri kepada Minho,

“Teh hangat saja.” Jawab Minho

“Baiklah, aku juga pesan teh hangat , teh hangatnya 2 yah.” Kata Yuri kepada pelayan itu

“baik nona, mohon tunggu sebentar.” Seru pelayan itu kemudian berbalik meninggalkan meja mereka.

#didapur

“Jaejoong... bawakan pesanan ini ke meja nomor 5.” Perintah kepala koki kepadanya, tanpa bicara ia segera membawa nampan yang berisikan 2 gelas teh hangat berjalan ke meja nomor 5.

“jaejoong sangat penurut dan pekerja keras yah.” Puji seorang gadis dengan kagumnya

“iya, dia juga memiliki wajah yang sangat tampan.aaah aku bisa gila dibuatnya". Sahut gadis lain tak mau kalah, karena mereka mengagumi sosok jaejoong yang tampan.

“hei!  Sampai kapan kalian hanya akan mengaguminya, kalau berani kencanlah dengannya". timpal seorang pria dari belakang.

“aku juga mau begitu, tapi aku tak berani. Bagaimana kalau dia menolak ajakanku?!”  sahut gadis pertama tadi yang membuka percakapan tersebut. Ia begitu mengagumi jaejoong, bahkan sangat menyukai pria tampan itu.

“apa kau sudah mencobanya?”

“belum, aku takut tahu!”

“haha, Fany. Kalau kau tidak mencobanya mana kau tahu dia kan menolak atau menerimanya.” Jawab pria itu.

“apa kau yakin? Jika gagal aku akan membunuhmu, Kim Junsu karena telah mempermalukan aku didepan Jaejoong!” ancam Fany kepada pria yang dari tadi mengikuti percakapannya.

“ehm... kalau kau ditolak, kau kabari aku yah. Aku juga akan mencoba mengajaknya kencan. Hehe” jujur teman gadis yang bernama fany itu.

“ok, aku akan mengabarimu nona seohyun.” Sahut Fany tersenyum sebal, membuat gadis bernama seohyun tesenyum kecil.

@Meja Nomor 5
“selamat menikmati..” kata jaejoong sembari meletakan gelas gelas yang berisi teh hangat tersebut di atas meja yang ada didepannya

“terima kasih.” Sahut Yuri sembari tersenyum manis kepada Jaejong, melihat senyum itu Jaejoong merasa ada yang aneh dengan hatinya. Ia pun bergegas meninggalkan meja itu sebelum ia semakin tertarik dengan gadis yang saat ini menjadi pelanggan diresto tempatnya bekerja.

“kau tidak bekerja hari ini?” Tanya Minho

“shipku malam, jadi sekarang aku tidak ada tugas.” Jawab Yuri

och… baiklah Yuri, sekarang aku harus kembali kekantor. Tak apa kan jika aku tinggalkan dirimu disini?” kata Minho yang kemudian meneguk teh miliknya.

“baiklah, maaf telah membuang waktumu karna menemaniku disini, dan terima kasih atas pertolongan tadi.” Tutur Yuri, Minho tersenyum manis lalu memberikan kartu nama miliknya.

“jika perlu bantuan dariku, kau hubungi saja nomor telponku.” Kata Minho,

“iya, terima kasih Minho atas waktunya, hati hati dijalan yah.” Yuri memegang kartu nama itu, memasukannya kedalam tas miliknya, detik berikutnya Minho pun pergi meninggalkan Yuri disana.

#Pukul 5 sore,

Jaejoong sedang mengganti baju seragamnya dengan baju yang tadi ia kenakan saat hendak pergi bekerja. Tiba tiba ponselnya berdering, ia segera meraih ponsel tersebut dan menjawab satu panggilan dari Jessica.

“hallo.. ada apa sica?”

“Je, jangan lupa pesanku tadi pagi yah.”

“ya ampun, kau menelponku hanya untuk mengingatkan itu? Iya jessica, aku tidak lupa. Sudahlah aku sedang ganti baju nih.”

“eh, tunggu sebentar, kau pulang kerumah jam berapa?”

“jam kerjaku sudah habis, aku sudah boleh pulang, kau tunggulah aku dirumah.” Kata Jaejoong yang kemudian menutup sambungan telponnya. Jaejoong keluar dari ruang ganti baju, ia kaget saat melihat fany berdiri didepan ruang ganti.

“ah, fany... kau mengagetkan aku.”

“hehe, maaf jae...”

“ada apa? Kau perlu bantuanku?” tanya Jaejoong lembut. Fany tersenyum malu

“ehm...  malam ini, apa kau punya waktu luang?” tanya Fany ragu ragu, Jaejoong tersenyum mendengarnya.

“kau mengajakku berkencan?” tanya Jaejoong memastikan. Fany pun mengangguk pelan.

“bagaimana?” tanya Fany lagi

“maaf fany, aku tidak bisa.” Seketika ekpressi wajah fany menjadi sedih dan terlihat sedikit kecewa.

“malam ini aku harus pulang cepat, bagaimna kalau besok malam?” usul Jaejoong, Fany kaget mendengarnya. Segera saja ia mengangguk senang.

“baiklah, terima kasih Jae.” Sahut Fany senang.

“iya, setelah pulang kerja yah. Kalau begitu aku pulang duluan yah Fany.” Seru Jaejoong meninggalkan Fany yang tengah diliputi rasa senang.

#Flasback On

“kau tertangkap!!!” seru seorang bocah pada bocah lain yg tengah bersembunyi dibelakang sebuah pipa besar. Bocah itu berdiri lalu menyerahkan kedua tangannya agar di borgol oleh bocah yang menangkapnya tadi.

“huuu, kau polisi yang hebat! Tapi aku sebagai penjahat yang lebih hebat pasti bisa meloloskan diri darimu!”tekadnya membuat bocah yang ada didepannya terkekeh kecil.

“baiklah, sekarang kita istirahat dulu, aku sudah lelah mengejar penjahat sepertimu.” Tutur bocah itu yang berjalan menuju sebuah kursi bambu yang di ikuti oleh temannya tadi.

“benarkah cita citamu menjadi seorang polisi?”

“tentu saja. Aku akan membasmi semua kejahatan yang ada dimuka bumi ini, hehe. Bagaimana dengan dirimu? Apa kau akan jadi penjahat?!”

“hei! Tentu tidak! Aku akan menjadi seorang super hero.”

“super hero itu seperti polisi, dia juga membela kebenaran.”

“tidak. Aku tidak ingin jadi polisi.”

“aish... kau ini”

“haha, aku akan jadi penjahat besar, seorang mafia yang baik hati.”

“hei, bodohnya kau ini. Mana ada mafia yang baik.”

“ada, aku akan buktikan padamu.”

“ok, dan jika kau berulah, aku akan menangkapmu dengan tanganku ini.” Tekadnya.

“silahkan saja, tapi aku pasti bisa selalu lolos darimu.” balasnya dengan yakin.

“Minho... Jeje! Cepat mandi! Jangan main terus!” pekik seorang gadis kecil di depan pintu rumah.

“iya, cerewet!” sahut Jeje yang langsung berlari memasuki rumah, Minho lewat di depan gadis itu.

“sica... Ibu soo, bagaimana keadaannya?” tanya Minho khawatir. Jessica menatapnya sedih.

“sama seperti sebelumnya, aku kasihan kepada ibu soo.” Jawab jessica menahan tangisnya, Minho menyentuh pundak Jessica untuk menenangkan gasi kecil ini.

“kita doakan saja, semoga Ibu soo cepat sembuh yah.” Kata Minho seraya tersenyum mansi,

“iya,” sahut Jessica

“kalau begitu aku mandi dulu.” Seru Minho masuk kedalam rumah.

#Flasback End
“bagaimana kondisi kalian sekarang? Aku merindukan kalian.” Gumam Minho mengingat masa kecilnya saat bersama sahabat - sahabatnya. Ia memandangi sebuah Foto yang ada diatas meja kerjanya, di foto itu terdapat  2 orang bocah, dan seorang gadis kecil yang mungil yang berada di tengah. Minho mengelus wajah seorang bocah yang tersenyum sebal.

“haha, ekspressi itu lucu sekali Je. Bagaimna keadaanmu sekarang,huh? Apa kau berhasil menjadi seorang mafia baik? Haha. Lihatlah aku sudah menjadi seorang polisi. Ku harap kita bertemu disaat kau menjadi seorang yang sukses dengan cita cita konyolmu itu Je.” Minho berbicara dengan bocah yang ada di foto tersebut.  

@Mini Market Lee

Jaejoong berjalan santai menuju rak kumpulan Pembalut berbagai merk, ia meraih satu bungus besar yang berisi 16 buah, beberapa orang gadis berbisik bisik melihat Jaejoong yang tengah membawa pembalut, namun Jaejoong tidak memperdulikan mereka, ia terus berjalan menuju kasir. Tapi saat ia berada di depan kasir yang terletak di depan pintu mini market tersebut, seorang gadis mengalihkan perhatian Jaejoong, gadis itu berjalan masuk. Jaejoong senyum  sendiri sembari terus memandangi  Gadis itu berlalu di depannya.

“Tuan,  tuan...” sapa penjaga kasir, membuat Jaejoong tersadar dan segera menoleh kesumber suara.

“ah iya” sahut Jaejoong.

“dibelakang masih ada yang mengantri, “ kata penjaga kasir itu dengan sopannya.  Jaejoong nyengir gak jelas, kemudian ia pun menyerahkan barang yang ia beli, betapa kagetnya sang kasir saat melihat barang tersebut adalah pembalut wanita. Jaejoong melihat ekspressi itu.

“ada yang salah nona?” tanya Jaejoong yang merasa risih akibat ekspressi penjaga kasir itu.

“ah, tidak tuan. Terima kasih, silahkan berkunjung lagi...” kata gadis penjaga kasir yang 
menyerahkan barang belanjaan Jaejoong, setelah membayar barang itu ia pun keluar dari Mini Market tersebut. Jaejoong berjalan perlahan menuju tempat parkir motornya, ia senyuman manis dari wajah gadis cantik yang sudah ia temui 2 kali tadi selalu terlintas dibenaknya, entah kenapa jantungnya selalu berdegup kencang, hatinya seperti ditumbuhi beribu macam bunga.

“aaah, apa aku jatuh cinta padanya? Ini cepat sekali.” Gumam Jaejoong, kini sampailah dia di depan motor dan segera menaiki motornya, tiba tiba gadis yang ia temui tadi berjalan disekitar tempat ia berada sekarang, gadis itu berjalan kaki sendirian, jaejoong memberanikan diri untuk berkenalan dengannya.

“selamat malam nona...” sapa jaejoong dengan ramah, gadis itu menoleh kearah jaejoong dan tersenyum kecil lalu menangguk pelan.

“ehm... malam,” balas Gadis itu tak kalah ramahnya.

“kau sendiri saja?”

“iya, ah... kau pelayan resto tadi siang itu kan?” tanya yuri dengan sumriah. Jaejoong 
mengangguk dsembari tersenyum kecil.

“iya nona. Ternyata kau mengingatku, Oh iya kenalkan namaku kim jaejoong.” Seru jaejoong mengulurkan tangannya kepada gadis itu.

“ah... aku kwon Yuri, senang berkenalan denganmu Jaejoong .” sahut yuri

“panggil saja namaku dengan sebutan Jae. “

“baiklah, kalau begitu kau boleh memanggilku Yul. Mengerti?”

“iya Yul. Oh iya, apa rumahmu jauh?”

“ah tidak juga. Sekitar 500 meter dari sini. Kenapa? Kau manu mengantarku?” gurau Yuri, Jaejoong tersenyum senang.

“apa kau mau di antar oleh pemuda yang baru kau kenal ini?”

“tidak masalah, aku yakin kau orang yang baik, dari raut wajahmu itu kau pasti orang yang baik.” Jujur Yuri, membuat Jaejoong semakin menyukai gadis ini.

“baiklah Yul, naiklah kemotorku, aku akan mengantarmu pulang. Ayo...”

“ok,” seru yuri, kemudian ia duduk di belakang Jaejoong yang berada di posisi pengemudi motor.

@Rumah Jejoong

“aish... kemana dia ini?! Kenapa lama sekali sih!” Jessica menggerutu sebal, karena dari tadi menunggu kedatangan Jaejoong.

“sabarlah Nona Sica, Tuan pasti pulang dalam keadaan selamat.” Ucap seorang pelayan kepada sica.

“ehm semoga saja.” Sahut Jessica

*kriiiiing.. Kriiiing…!* terdengar deringan dari telpon yang ada di atas meja paling pojok. Jessica segera melangkah menghampiri telpon yang terus berdering itu.

“Hallooo, “

“hallo, nona ini saya Joni, Tuang Jae ada?” Tanya si penelepon

“oh, kau. Jae belum pulang kerja, ada apa?”

“aku mendapatkan berita dari cabang kita di Namwon, disana terdapat Bandar Narkoba 
terbesar, mereka adalah target kami, “ jawab Joni, Jessica mengerutkan Dahinya bingung.

“apa maksudmu?”

“nona pasti tidak mengerti, sudalah, nanti beritahu saja kepada Tuan Jaejoong, aku akan menghubunginya lagi.” Seru Joni sembari menutup Telponnya, Jessica semakin bingung dan sebal.

“aish… sebenarnya apa maksud mereka?”

“kenapa Nona?”

“tidak, sudahlah, kalau ada Jaejoong datang. Katakana padanya aku di kamar yah.” Kata Jessica kemudian berbalik pergi menuju kamarnya.

@Sementara Itu…
Di depan Rumah Yuri,

“terima kasih Jae. Kau sudah mau mengantarku pulang.” Kata Yuri sembari menuruni motor jaejoong, Jaejoong tersenyum manis.

“iya, oh ya. Kau berkerja dimana?” Tanya Jaejoong

“aku bekerja di Seoul International Hospital, kenapa?”

“ehm.. tidak, aku hanya bertanya.”

“och, haha… baiklah jae. Aku harus masuk karena sudah semakin larut, tapi kalau kau mau 
mampir boleh juga.” Tawar Yuri

“ah, lain kali saja. Seseorang menungguku dirumah.”

“seseorang? Istrimu yah?” goda Yuri

“haha, bukan, dia sahabatku, masuklah Yul, aku akan melihatmu dari sini.”

“dah jae…” Yuri berbalik kemudian masuk kedalam rumah, Jaejong tersenyum senang lalu pergi dari rumah itu.

Sesampainya dirumah, Jaejoong masuk kedalam rumah yang pintunya masih terbuka lebar, pintu rumahnya selalu terbuka sebelum pukul 9 malam, Jaejoong tak pernah khawatir dengan itu, karena dirumahnya terdapat banyak kamera CCTV yang selalu mengintai setiap kegiatan dirumah itu, termasuk di toilet maupun kamar mandi untuk menghindari penyusup. Tapi untuk saat ini amanaman saja dari penyusup, meskipun begitu Jessica selalu protes dengan kebijakan yang jaejoong buat, karena tak jarang Jaejoong melihat Jessica yang sedang mandi. Karena merasa risih, Jessica selalu membawa 2 handuk untuk menutupi Kamera yang ada di kamar mandi saat ia sedang mandi.

“Jessica sudah tidur?” Tanya Jaejoong kepada pelayan yang sedang berdiri di depan Pintu menyambutnya.

“belum tuan, Nona Jessica sedang berada di kamar. “ jawab Pelayan itu.

“oh, ya sudah. Tutuplah pintu, karena sudah malam, kalian boleh istirahat di kamar kalian.” seru Jaejoong berjalan meninggalkan para pelayan dan Pengawalnya. Ia berjalan masuk menuju Kamar Jessica, disana ia melihat Jessica yang sedang duduk memegangi perutnya.

“kau kenapa?” Tanya Jaejoong panik.

“kau lama sekali jae, aku sudah lama menunggumu, “ kata Jessica yang tidak menjawab 
pertanyaan Jaejoong tadi.

“maafkan aku, aku ada sedikit urusan diluar. Kau sakit perut kenapa?”

“maag ku kambuh.”

“ya ampun sica! Sudah ku bilang jangan menungguku untuk makan. Kau bisa makan sendiri kan?! Kau ini.” Omel Jaejoong kemudian ia pergi ke dapur mengambil untuk mengambil makanan namun sebelum itu ia mengomeli dulu para pelayan di rumahnya.

“apa kerja kalian huh?! Jessica sampai tidak makan seperti itu!”

“maa… maa...maaf tuan… tapi.. nona Jessica bilang, di tidak mau makan sebelum tuan pulang.”

“lalu kau biarkan begitu saja huh?! Sekarang dia sakit! Lain kali jika dia tidak mau makan, paksa saja! Katakana aku yang memintanya. Aku tidak mau dia sakit karena menungguku!” marah  Jaejoong, para pelayan menunduk takut.

“maafkan kami tuan.”

“sudahlah, kembali kekamar kalian, jangan ulangi ini lagi!” seru Jaejoong pergi kekamar Jessica.

“kau juga, jangan terlalu manja dan jangansselalu bergantung padaku! Jika aku tidak pulang selama seminggu kau juga tidak akan makan selama seminggu huh?!” omel Jaejoong, Jessica yang mendapat omelan itu malah tersenym senang.

“hei! Aku sedang marah, kenapa jadi senyum senyum gitu?!” seru Jaejoong tak mengerti.

“Jae… terima kasih sudah mengkhawatirkanku, kau memperhatikanku sekali Jae.”

"jelas aku memperhatikanmu, karena kau sahabatku sica.”
*Deg* perasaan Jessica seperti dibanting dari lantai seribu ke lantai pling bawah, ia merasa kecewa dengan itu.

“sahabat?”

“iya, sahabat. Sudah makan dulu.” Sahut Jaejoong kemudian menyuapkan sesendok nasi ke mulut Jessica.

“ku kira lebih dari itu Jae..” kata Jessica pelan kemudian menunduk namun masih bisa didengar oleh Jaejoong. Jaejoong tersenyum, ia mengangkat dagu Jessica agar wajahnya tampak, Jessica hanya diam melihat wajah jaejoong yang sangat dekat dengan wajahnya. Detik berikutnya jaejoong mendaratkan ciumannya di pipi kanan Jessica.

“kau cinta ku, sahabatku selamanya.” Seru Jaejoong tersenyum, Jessica tersenyum lirih, walau tidak terima dengan pernyataan jaejoong tadi.

“sudahlah, sekarang makan dulu.” Kata Jaejoong memberikan piring berisi makanan kepada Jessica.

“Jae… tadi Joni menelpon kemari.”

“apa yang dia katakan?”

“aku tak mengerti. Kau telpon dia saja.”

“baiklah, terima kasih sica. Lanjutkan makannnya, aku kekamar dulu.” Seru Jaejoong sembari beranjak meninggalkan Jessica.

@Kamar Jaejoong

“bagaimana?”

“Tuan, aku sudah dapat informasi tentang siapa bandar narkoba itu, namanya Nickhun Van Horvejkul. Pria berkebangsaan Thailand yang beroperasi di Namwon.”

“baiklah, kerahkan orang orang kita, kita akan menakhlukan mereka. “

“baik Tuan, kapan tuan akan kemari?”

“lusa, karena aku harus mengambil cuti dari resto itu.”

“siap tuan, akan saya atur semuanya.” Setelah itu Jaejoong memutuskan sambungan telponnya.

To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake