Author : Ifdo Hidayah
Cast : Tia Hwang from Chocolat
N/Cha Hak Yeon from
VIXX
Support Cast : Find by yourself
Genre : Romance, Sad Ending
Backsound : Don’t Look at me like that – Song Ji Eun
Summary : “aku
mencintaimu tanpa batas, aku memilikimu tanpa ada siapapun tahu, walau kita
berbeda dan aku bukanlah berlian yang pantas kau dapatkan. Aku tetap
mencintaimu. Akan selamanya mencintaimu.” Hanya itu yang bisa aku katakan
padanya, pada pria yang selama ini hadir dalam setiap mimpi indahku walau tak
pernah jadi nyata.
Tia POV
Pukul 11 malam, ya…. Ini sudah larut malam untuk
seorang gadis sepertiku yang baru saja berusia 17 tahun. Aku duduk dihalte bus,
udara semakin dingin karena rintik hujan mulai membasahi tanah. Aku merapatkan
jaketku mencoba menahan hawa dingin yang menghampiri tubuhku saat ini. Oh iya…
namaku Tia Hwang, aku berasal dari Italia. Sekarang aku berada di seoul, aku
disini hidup bersama Neneku lebih tepatnya nenek angkatku. Wanita tua yang
selalu menyayangiku dan karena umurnya yang sudah sangat tua yang membuatku
bekerja untuk menafkahi hidup kami berdua, kenapa? Karena ibu dan ayahku sudah
tidak ada. Ah sudahlah… kurasa sudah cukup karena bus sudah datang.
Sesampainya dirumah aku langung masuk kekamar, biasanya aku akan mandi terlebih dahulu setelah bekerja seharian penuh tapi karena lelah aku tak sanggup jadi aku putuskan untuk terlelap ditempat peristirahatanku sementara ini.
Author Pov
“aaaaah… aku lelah sekali, kita sudah bekerja keras.
Mari kita pulang kerumah.” Ajak seorang pemuda kepada teman temannya.
“N hyung… ku dengar besok kau ikut kompetisi dance
yah?” Tanya pemuda yang paling umurnya lebih muda darinya dan teman temannya.
Pemuda yang ditanyai tadi menangguk sembari tersenyum manis.
“wae? Kau mau ikut aku?” pemuda yang dipanggil N itu
Tanya balik.
“haha… aku mau. Tapi mungkin tidak sekarang. Semoga
kau sukses ya hyung.” Jawab pemuda tadi sembari menyemangati N, N menangguk.
“ayo… aku sudah lelah.” Ajak Pemuda bernama Leo
kepada teman temannya, ia mendahului mereka keluar dari ruangan tempat mereka
latihan tadi.
N pov
Aku seorang leader dari sebuah genk bernama VIXX,
aku memang tampak tidak seperti seorang leader pada umumnya, mengingat aku
lebih pendek 1 cm dari mereka, aku juag member terhitam. Hahah tapi tak apa,
aku sangat berkarisma dibanding mereka. itu menurutku sih. Oh iya… VIXX bukan
sebuah boyband, tapi hanya genk yang populer di Korea karena kami selalu ikut
kompetisi bernyanyi, dance dan semacamnya. Dan kami juga sering masuk televisi.
Saat ini aku sedang didalam mobil yang kami beli bersama menggunakan uang dari
hasil kompetisi yang kami ikuti.
Author Pov
Sesampainya dirumah mereka, rumah yang mereka dapat
dari kerja keras selama hampir 2 tahun ini. N dan Leo masuk ke kamar dan
faktanya mereka satu kamar. N duduk ditepi ranjang sembari menunggu giliran
mandi setelah Leo. 15 menit kemudian Leo
keluar dan segera saja N masuk kesana untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang
penuh dengan bekas keringat. 15 menit berikutnya N pun keluar dan mendapati Leo
tengah tertidur pulas diranjang mereka.
“aaah… aku lapar sekali.” Keluh N sembari memenangi
perutnya, ia berinisiatif untuk memasak sesuatu di dapur.
“baiklah… apa yang bisa aku makan yah?” N membuka
pintu Kulkas, disana ia melihat telur dan buah buahan. Ia membuka pintu lemari
yang ada diatas kepalanya dan menemukan beberapa bungkus ramen.
“aaah… aku bosan dengan makanan ini. Tapi… aku
lapar.” N merengek sembari terus memegangi perutnya. Tiba tiba sebuah roti
mengenai kepalanya, N menoleh kebelakang dan melihat Leo berdiri didepan pintu
dapur.
“apa ini?” Tanya N sembari memegangi Roti yang
mengenai kepalanya tadi.
“roti.” Jawab Leo singkat, kemudian Leo berbalik
pergi meninggalkan N setelah sebelumnya ia meletakan beberapa roti lagi diatas
meja. N tersenyum melihat tingkah Leo, sahabatnya. Walaupun Leo dingin dan
pendiam tapi Leo sangat peduli kepada teman temannya termasuk N.
“terima kasih Leo.” Pekik N, tak ada jawaban dari
Leo. N segera membuka bungkus roti dan memakannya sampai habis setelah itu ia
meminum segelas susu dan pergi ke kamar lagi untuk tidur.
Pukul 7 pagi, disebuah rumah kecil yang sangat
tradisional. Seorang gadis manis bernama Tia bersiap untuk pergi sekolah,
sebelum berangkat tak lupa ia memasakan makanan untuk sang nenek tercinta dan
segera berpamitan kepada neneknya itu. Diperjalanan Tia menggerak gerakan
bahunya, seperti biasa jika pulang larut malam ketika paginya ia pasti
merasakan sakit dibagian bahunya. Tia duduk sejenak pembatas jalan dan meneguk
air yang ia bawa setiap hari sebagai bekal disekolah. Ketika tia hendak
melanjutkan perjalanan menuju sekolahnya seseorang dari dalam mobil membuang
sesuatu ketepi jalan hingga mengenai Tia, dan yang dibuang itu ternyata susu
basi yang mengenai wajah Tia hingga seragam sekolah bagian atas basah dan lengket.
Mobil tadi berhenti dan seseorang keluar dari sana, ia menghampiri Tia sembari
membawa sapu tangan.
“aaah… maafkan aku, aku tidak sengaja.” Kata orang
itu, dia N. Tia menatapnya kemudian meraih sapu tangan ditangan N untuk
mengelap wajahnya yang penuh susu basi tadi.
“maafkan aku…” sekali lagi N meminta maaf, tapi taka
da jawaban dari Tia, ia masih saja fokus kepada tubuhnya yang bernasib sial di
pagi ini. N memperhatikan Tia dari atas sampai kebawah, ia tersenyum kecil. Tia
menyadari itu namun ia tak memperdulikan N.
“kau… sekolah di SMA kirin?” Tanya N basa basi. Tia
tak menjawab, ia malah memberikan sapu tangan yang ia pakai kepada pemiliknya
kemudian beranjak pergi meninggalkan N.
“hei… aku minta maaf.” N mengejar Tia
“….”
“bajumu basah, apa kau tidak mau ganti baju?”
“….”
“kau bisu?” Tanya N seketika membuat Tia berhenti
berjalan dan menatap N dengan sinis.
“terima kasih.” Terdengar suara lembut dari bibir
tia, N tercengang mendengarnya.
“aku pergi. Terima kasih.” Seru Tia kembali berjala
meninggalkan N.
“hyuuuuung…. Cepat dong, nanti aku telat nih
kuliahnya!!” pekik Hyuk dari jendela mobil. N berbalik menuju mobil dan pergi.
N melambaikan tangan kepada tia dari jendela kaca, sembari tersenyum manis
kepada tia namun tia hanya memasang ekspressi datar sama seperti Leo.
@SMA Kirin
Tia berjalan menuju kelasnya, ia duduk dibangku
paling belakang. Sikap dingin dan pendiamnya membuat teman temannya enggak
berdekatan dengan tia. Walau tia gadis cantik dan populer dikalangan pria,
tetap saja membuat tia tak memiliki seseorang yang dengat sebagai pacar,
kenapa? Karena dia dingin dan pendiam. Tia juga pasif dikelas tapi bukan
berarti tia tidak pintar, dia pintar namun ia tidak suka mengeluarkan suara
indahnya bukan karena sombong. Tapi ia berpikir bahwa suaranya membuatnya akan
mendapat masalah seperti masa lalunya di SMP, ia dicemooh dan dimusuhi oleh
semua teman teman disekolahnya hanya karena suaranya yang sangat lembut dan
selalu memikat perhatian pria.
Disebuah ruangan, N dan Hongbin menunggu seseorang
disana. N masih mengingat wajah Tia dan suara lembut tia masih terngiang
ditelinganya. Hal itu membuat N seperti orang gila yang senyum senyum sendiri.
Hongbin heran sendiri melihat tingkah N yang seperti itu.
“hyung… kau kenapa?” Tanya hongbin menatap N. N
sadar dan menoleh kepada hongbin.
“ehm… tidak, ada apa?”
“kenapa hyung seperti orang gila begitu, senyum
senyum sendiri.” Tanya hongbin lagi.
“eoh? Aku… senyum senyum… benarkah?” Tanya N
“haha… bahkan diri sendiri saja tidak merasa. Apa
kau salah minum obat?” Tanya hongbin meledek hyungnya dan mendapat satu jitakan
manis dari N. hongbin meringis sembari mengelus kepalanya yang tadi dijitak
oleh N.
“haha… tadi kau melihatkan aku turun dari mobil.”
Kata N
“iya, terus apa hubungannya?”
“aku bertemu dengan seseorang yang sangat cantik dan
memiliki suara yang sangaaaaaat lembut.” Kata N antusias, Hongbin berpikir
sejenak.
“aku juga cantik.” Ken nimbrung diantara mereka, N
melempar bantal sofa kearah ken hingga mengenai wajahnya. Hongbin tertawa kecil
melihat peristiwa itu.
“kau itu pria, kenapa mau dibilang cantik sih?!”
sebal N
“hehe… suka suka aku lah hyung.” Sahut Ken sembari
memeletkan lidahnya meledek N.
“haish… dasar kau.” N bangkit dari duduknya, ia
melihat kearah jendela kaca.
“leo dan ravi mana?” Tanya N
“mereka makan hyung.” Jawab ken.
“oh iya… hyung, tadi kau bilang kau bertemu dengan seorang
yang cantik. Siapa dia?” Tanya ken penasaran.
“eoh… kau mendengarnya yah.”
“tentu saja. Lalu siapa dia hyung?”
“hem… entahlah aku tak tahu namanya, dia terlihat sangat
pendiam.”
“waaaah… aku tahu hyung, kau jatuh cinta pandangan
pertama yah. Cieeeee.” Ledek Ken, N tersenyum malu membuat Ken dan hongbin
tertawa puas.
“hahha…. Wajahmu semakin hitam saja hyung.” Celetuk
hongbin yang kemudian meringis kesakitan karena mendapat dua jitakan dari kend
dan N.
“ken hyung, kenapa kau menjitakku sih?!”
“jangan kurang ajar kepada leader kita, tapi dia
memang hitam sih. Hahha” ken malah giliran meledek N, N menjitak Ken dua kali
hingga Ken mengaduh.
“hahha…” hongbin tertawa puas melihat ken dijitak
oleh N.
“aku mau ke kelas dulu, lama nungguin jungmin
sunbae, kalau dia datang katakan saja aku pergi keluar dulu yah.” N membuka pintu
namun jungmin yang baru datang menghentikan langkah N.
“eh… sunbae, kok sunbae lama banget sih!” protes N
“maaf, tadi aku sarapan dulu. Oh iya, kompetisi
dancenya minggu depan N, apa kau sudah siapa?” Tanya Sungjong sembari memasuki
ruangannya.
“sudah sunbae, oh iya… saingan terberatku Kai dari
genk EXO itu yah?” Tanya N
“iya, bukan hanya dari EXO, tapi dari genk SHINee
Taemiin dan Hoya dari Infinite.”
“huh? Hoya sunbae ikut juga?” tanya Hongbin
“iya, maka dari itu N, kau harus berlatih keras.
Karena lawanmu sangat hebat”
“oh… baiklah sunbae. “
“mana Leo dan Ravi?” Tanya Jungmin
“makan dikantin.”
“hem… dasar mereka berdua.”
N Pov
“hem.. dasar mereka berdua.” Jungmin sunbae bergumam
pelan, aku hanya terkekeh mendengar itu, aku bosan diruangan ini. Sebaiknya aku
keluar dan melihat indahnya pemandangan pagi dibawah pohon yang terletah ditepi
gedung ini.
“aku keluar sebentar yah.” Pamitku kepada mereka.
aku berjalan melewati lorong-lorong kampus. Seperti biasa banyak yang menyapaku
dan aku tentu membalas sapaan mereka. dan akhirnya aku sampai ditempat tujuan.
Kini aku dikursi itu dengan nyamannya.
“aaah… sepi dan ini menyenangkan.” Aku bisa terus
mengingat pertemuanku dengan gadis pendiam itu. Aku mengeluarkan headphone dan
memasangnya dikedua telingaku, ku putar sebuah lagu yang sedikit mellow
berjudul Love Letter. Ya… ini lagu milik Leo, kenapa? Karena meski kami yang
bernyanyi bersama tapi Leo yang menciptakan lagu ini. Ku pejamkan mata dan
bersandai pada sandaran kursi sembari terus menikmati lantunan lagu ini.
“permisi…” aku mendengar lembut dari seseorang
didekatku. Namun aku masih menutup mataku.
“permisi?” suara itu muncul lagi, sepertnya aku
pernah mendengar suara itu, yaaa… itu suara gadis pendiam yang aku temui
dijalan. Tapi… apa dia ada disini sekarang?
“permisi.” Untuk ketiga kalinya aku mendengar suara
itu, mataku terbuka dan menegakan kepalaku, aku kaget melihat gadis yang ada
didepanku, dia gadis yang pendiam itu.
Aku menatapnya, ia juga tampak kaget melihatku.
To Be Continue

Tidak ada komentar:
Posting Komentar