Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Tell Me What Is Love Part 1

Rabu, 27 Mei 2015

Tell Me What Is Love Part 1

Author : Ifdo Hidayah
Cast : Tia Hwang from Chocolat
N/Cha Hak Yeon from VIXX
Support Cast : Find by yourself
Genre : Romance, Sad Ending
Backsound : Don’t Look at me like that – Song Ji Eun

Summary : “aku mencintaimu tanpa batas, aku memilikimu tanpa ada siapapun tahu, walau kita berbeda dan aku bukanlah berlian yang pantas kau dapatkan. Aku tetap mencintaimu. Akan selamanya mencintaimu.” Hanya itu yang bisa aku katakan padanya, pada pria yang selama ini hadir dalam setiap mimpi indahku walau tak pernah jadi nyata.
Tia POV
Pukul 11 malam, ya…. Ini sudah larut malam untuk seorang gadis sepertiku yang baru saja berusia 17 tahun. Aku duduk dihalte bus, udara semakin dingin karena rintik hujan mulai membasahi tanah. Aku merapatkan jaketku mencoba menahan hawa dingin yang menghampiri tubuhku saat ini. Oh iya… namaku Tia Hwang, aku berasal dari Italia. Sekarang aku berada di seoul, aku disini hidup bersama Neneku lebih tepatnya nenek angkatku. Wanita tua yang selalu menyayangiku dan karena umurnya yang sudah sangat tua yang membuatku bekerja untuk menafkahi hidup kami berdua, kenapa? Karena ibu dan ayahku sudah tidak ada. Ah sudahlah… kurasa sudah cukup karena bus sudah datang.

Sesampainya dirumah aku langung masuk kekamar, biasanya aku akan mandi terlebih dahulu setelah bekerja seharian penuh tapi karena lelah aku tak sanggup jadi aku putuskan untuk terlelap ditempat peristirahatanku sementara ini.
Author Pov
“aaaaah… aku lelah sekali, kita sudah bekerja keras. Mari kita pulang kerumah.” Ajak seorang pemuda kepada teman temannya.
“N hyung… ku dengar besok kau ikut kompetisi dance yah?” Tanya pemuda yang paling umurnya lebih muda darinya dan teman temannya. Pemuda yang ditanyai tadi menangguk sembari tersenyum manis.
“wae? Kau mau ikut aku?” pemuda yang dipanggil N itu Tanya balik.
“haha… aku mau. Tapi mungkin tidak sekarang. Semoga kau sukses ya hyung.” Jawab pemuda tadi sembari menyemangati N, N menangguk.
“ayo… aku sudah lelah.” Ajak Pemuda bernama Leo kepada teman temannya, ia mendahului mereka keluar dari ruangan tempat mereka latihan tadi.
N pov
Aku seorang leader dari sebuah genk bernama VIXX, aku memang tampak tidak seperti seorang leader pada umumnya, mengingat aku lebih pendek 1 cm dari mereka, aku juag member terhitam. Hahah tapi tak apa, aku sangat berkarisma dibanding mereka. itu menurutku sih. Oh iya… VIXX bukan sebuah boyband, tapi hanya genk yang populer di Korea karena kami selalu ikut kompetisi bernyanyi, dance dan semacamnya. Dan kami juga sering masuk televisi. Saat ini aku sedang didalam mobil yang kami beli bersama menggunakan uang dari hasil kompetisi yang kami ikuti.
Author Pov
Sesampainya dirumah mereka, rumah yang mereka dapat dari kerja keras selama hampir 2 tahun ini. N dan Leo masuk ke kamar dan faktanya mereka satu kamar. N duduk ditepi ranjang sembari menunggu giliran mandi setelah Leo.  15 menit kemudian Leo keluar dan segera saja N masuk kesana untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang penuh dengan bekas keringat. 15 menit berikutnya N pun keluar dan mendapati Leo tengah tertidur pulas diranjang mereka.
“aaah… aku lapar sekali.” Keluh N sembari memenangi perutnya, ia berinisiatif untuk memasak sesuatu di dapur.
“baiklah… apa yang bisa aku makan yah?” N membuka pintu Kulkas, disana ia melihat telur dan buah buahan. Ia membuka pintu lemari yang ada diatas kepalanya dan menemukan beberapa bungkus ramen.
“aaah… aku bosan dengan makanan ini. Tapi… aku lapar.” N merengek sembari terus memegangi perutnya. Tiba tiba sebuah roti mengenai kepalanya, N menoleh kebelakang dan melihat Leo berdiri didepan pintu dapur.
“apa ini?” Tanya N sembari memegangi Roti yang mengenai kepalanya tadi.
“roti.” Jawab Leo singkat, kemudian Leo berbalik pergi meninggalkan N setelah sebelumnya ia meletakan beberapa roti lagi diatas meja. N tersenyum melihat tingkah Leo, sahabatnya. Walaupun Leo dingin dan pendiam tapi Leo sangat peduli kepada teman temannya termasuk N.
“terima kasih Leo.” Pekik N, tak ada jawaban dari Leo. N segera membuka bungkus roti dan memakannya sampai habis setelah itu ia meminum segelas susu dan pergi ke kamar lagi untuk tidur.
Pukul 7 pagi, disebuah rumah kecil yang sangat tradisional. Seorang gadis manis bernama Tia bersiap untuk pergi sekolah, sebelum berangkat tak lupa ia memasakan makanan untuk sang nenek tercinta dan segera berpamitan kepada neneknya itu. Diperjalanan Tia menggerak gerakan bahunya, seperti biasa jika pulang larut malam ketika paginya ia pasti merasakan sakit dibagian bahunya. Tia duduk sejenak pembatas jalan dan meneguk air yang ia bawa setiap hari sebagai bekal disekolah. Ketika tia hendak melanjutkan perjalanan menuju sekolahnya seseorang dari dalam mobil membuang sesuatu ketepi jalan hingga mengenai Tia, dan yang dibuang itu ternyata susu basi yang mengenai wajah Tia hingga seragam sekolah bagian atas basah dan lengket. Mobil tadi berhenti dan seseorang keluar dari sana, ia menghampiri Tia sembari membawa sapu tangan.
“aaah… maafkan aku, aku tidak sengaja.” Kata orang itu, dia N. Tia menatapnya kemudian meraih sapu tangan ditangan N untuk mengelap wajahnya yang penuh susu basi tadi.
“maafkan aku…” sekali lagi N meminta maaf, tapi taka da jawaban dari Tia, ia masih saja fokus kepada tubuhnya yang bernasib sial di pagi ini. N memperhatikan Tia dari atas sampai kebawah, ia tersenyum kecil. Tia menyadari itu namun ia tak memperdulikan N.
“kau… sekolah di SMA kirin?” Tanya N basa basi. Tia tak menjawab, ia malah memberikan sapu tangan yang ia pakai kepada pemiliknya kemudian beranjak pergi meninggalkan N.
“hei… aku minta maaf.” N mengejar Tia
“….”
“bajumu basah, apa kau tidak mau ganti baju?”
“….”
“kau bisu?” Tanya N seketika membuat Tia berhenti berjalan dan menatap N dengan sinis.
“terima kasih.” Terdengar suara lembut dari bibir tia, N tercengang mendengarnya.
“aku pergi. Terima kasih.” Seru Tia kembali berjala meninggalkan N.
“hyuuuuung…. Cepat dong, nanti aku telat nih kuliahnya!!” pekik Hyuk dari jendela mobil. N berbalik menuju mobil dan pergi. N melambaikan tangan kepada tia dari jendela kaca, sembari tersenyum manis kepada tia namun tia hanya memasang ekspressi datar sama seperti Leo.
@SMA Kirin
Tia berjalan menuju kelasnya, ia duduk dibangku paling belakang. Sikap dingin dan pendiamnya membuat teman temannya enggak berdekatan dengan tia. Walau tia gadis cantik dan populer dikalangan pria, tetap saja membuat tia tak memiliki seseorang yang dengat sebagai pacar, kenapa? Karena dia dingin dan pendiam. Tia juga pasif dikelas tapi bukan berarti tia tidak pintar, dia pintar namun ia tidak suka mengeluarkan suara indahnya bukan karena sombong. Tapi ia berpikir bahwa suaranya membuatnya akan mendapat masalah seperti masa lalunya di SMP, ia dicemooh dan dimusuhi oleh semua teman teman disekolahnya hanya karena suaranya yang sangat lembut dan selalu memikat perhatian pria.
Disebuah ruangan, N dan Hongbin menunggu seseorang disana. N masih mengingat wajah Tia dan suara lembut tia masih terngiang ditelinganya. Hal itu membuat N seperti orang gila yang senyum senyum sendiri. Hongbin heran sendiri melihat tingkah N yang seperti itu.
“hyung… kau kenapa?” Tanya hongbin menatap N. N sadar dan menoleh kepada hongbin.
“ehm… tidak, ada apa?”
“kenapa hyung seperti orang gila begitu, senyum senyum sendiri.” Tanya hongbin lagi.
“eoh? Aku… senyum senyum… benarkah?” Tanya N
“haha… bahkan diri sendiri saja tidak merasa. Apa kau salah minum obat?” Tanya hongbin meledek hyungnya dan mendapat satu jitakan manis dari N. hongbin meringis sembari mengelus kepalanya yang tadi dijitak oleh N.
“haha… tadi kau melihatkan aku turun dari mobil.” Kata N
“iya, terus apa hubungannya?”
“aku bertemu dengan seseorang yang sangat cantik dan memiliki suara yang sangaaaaaat lembut.” Kata N antusias, Hongbin berpikir sejenak.
“aku juga cantik.” Ken nimbrung diantara mereka, N melempar bantal sofa kearah ken hingga mengenai wajahnya. Hongbin tertawa kecil melihat peristiwa itu.
“kau itu pria, kenapa mau dibilang cantik sih?!” sebal N
“hehe… suka suka aku lah hyung.” Sahut Ken sembari memeletkan lidahnya meledek N.
“haish… dasar kau.” N bangkit dari duduknya, ia melihat kearah jendela kaca.
“leo dan ravi mana?” Tanya N
“mereka makan hyung.” Jawab ken.
“oh iya… hyung, tadi kau bilang kau bertemu dengan seorang yang cantik. Siapa dia?” Tanya ken penasaran.
“eoh… kau mendengarnya yah.”
“tentu saja. Lalu siapa dia hyung?”
“hem… entahlah aku tak tahu namanya, dia terlihat sangat pendiam.”
“waaaah… aku tahu hyung, kau jatuh cinta pandangan pertama yah. Cieeeee.” Ledek Ken, N tersenyum malu membuat Ken dan hongbin tertawa puas.
“hahha…. Wajahmu semakin hitam saja hyung.” Celetuk hongbin yang kemudian meringis kesakitan karena mendapat dua jitakan dari kend dan N.
“ken hyung, kenapa kau menjitakku sih?!”
“jangan kurang ajar kepada leader kita, tapi dia memang hitam sih. Hahha” ken malah giliran meledek N, N menjitak Ken dua kali hingga Ken mengaduh.
“hahha…” hongbin tertawa puas melihat ken dijitak oleh N.
“aku mau ke kelas dulu, lama nungguin jungmin sunbae, kalau dia datang katakan saja aku pergi keluar dulu yah.” N membuka pintu namun jungmin yang baru datang menghentikan langkah N.
“eh… sunbae, kok sunbae lama banget sih!” protes N
“maaf, tadi aku sarapan dulu. Oh iya, kompetisi dancenya minggu depan N, apa kau sudah siapa?” Tanya Sungjong sembari memasuki ruangannya.
“sudah sunbae, oh iya… saingan terberatku Kai dari genk EXO itu yah?” Tanya N
“iya, bukan hanya dari EXO, tapi dari genk SHINee Taemiin dan Hoya dari Infinite.”
“huh? Hoya sunbae ikut juga?” tanya Hongbin
“iya, maka dari itu N, kau harus berlatih keras. Karena lawanmu sangat hebat”
“oh… baiklah sunbae. “
“mana Leo dan Ravi?” Tanya Jungmin
“makan dikantin.”
“hem… dasar mereka berdua.”
N Pov
“hem.. dasar mereka berdua.” Jungmin sunbae bergumam pelan, aku hanya terkekeh mendengar itu, aku bosan diruangan ini. Sebaiknya aku keluar dan melihat indahnya pemandangan pagi dibawah pohon yang terletah ditepi gedung ini.
“aku keluar sebentar yah.” Pamitku kepada mereka. aku berjalan melewati lorong-lorong kampus. Seperti biasa banyak yang menyapaku dan aku tentu membalas sapaan mereka. dan akhirnya aku sampai ditempat tujuan. Kini aku dikursi itu dengan nyamannya.
“aaah… sepi dan ini menyenangkan.” Aku bisa terus mengingat pertemuanku dengan gadis pendiam itu. Aku mengeluarkan headphone dan memasangnya dikedua telingaku, ku putar sebuah lagu yang sedikit mellow berjudul Love Letter. Ya… ini lagu milik Leo, kenapa? Karena meski kami yang bernyanyi bersama tapi Leo yang menciptakan lagu ini. Ku pejamkan mata dan bersandai pada sandaran kursi sembari terus menikmati lantunan lagu ini.
“permisi…” aku mendengar lembut dari seseorang didekatku. Namun aku masih menutup mataku.
“permisi?” suara itu muncul lagi, sepertnya aku pernah mendengar suara itu, yaaa… itu suara gadis pendiam yang aku temui dijalan. Tapi… apa dia ada disini sekarang?
“permisi.” Untuk ketiga kalinya aku mendengar suara itu, mataku terbuka dan menegakan kepalaku, aku kaget melihat gadis yang ada didepanku, dia  gadis yang pendiam itu. Aku menatapnya, ia juga tampak kaget melihatku.
To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake