Part 4
Dirumah keluarga Kim
tepatnya dikamar Joni. Ia berbaring diatas ranjang empuknya. Sesekali ia
melirik ponselnya menunggu sms atau telpon dari kekasihnya,kina.
" kok dia enggak sms
atau telpon gue sih?" Gumam joni. Ia meraih ponsel disamping.
" atau gue yang sms dia
aja yah. Tapi kalau mereka lagi belajar. Gue ganggu dong. Ya udah tunggu 15
menit aja." Joni meletakan kembalo ponselnya kemudian keluar dari kamarnya.
Sementara itu
"Kin... gue enggak
ngerti yang ini. Dari mana dapat 25X? Trus ngelihat nilai Y nya gimana
nih?" Tanya hendra. Kina menjelaskan dengan pelan hingga hendra mengerti.
" udah."
"Bagus. Sekarang gue
kasi lo soal yah. Harus bener semua."
" waaah tenang aja.
Klau benar semua lo mau kasi gue apa?"
" hem... gue traktir lo
ice cream deh."
"Waaah boleh."
" ok nih kerjain."
Kina menyerahkan kertas yang berisikan soal matematika yang telah ia buat.
30 menit kemudian
"Kina kok enggak ada
sms gue sih?" Joni menggenggam ponselnya berniat menelpon kina.
Sementara itu kina tengah
menikmati ice cream bersama hendra. Mereka bersenda gurau bersama. Sementara
ponsel kina bergetar karena ada satu panggilan dari joni namun karena tak
berdering kina tak menyadari hal itu.
" kina... lo lagi
ngapain sih?" Joni semakin gelisah.
" hen... udah jam 5 gue
harus pulang."
" baru sebentar sama
gue udah mau pulang aja."
" haha udah lama kali.
Lo gimana sih."
" gue anter yah."
" enggak udah kan joni
mau jemput gue." Mendengar nama joni, wajah hendra berubah seketika.
" kenapa enggak gue aja
kin."
" ehm?" Kina tak
mengerti maksud hendra
" kenapa lo harus
jadian sama joni."
"..."
"Gue pasti akan nunggu
lo sampai kapanpun." Hendra menggenggam tangan kina.
" maaf hen." Kina
melepaskan tangan nya dari genggaman hendra kemudian menelpon joni untuk minta
jemput.
" kina.... gue enggak
tau. Apa gue akan tahan ngelihat lo sama joni." Kata hendra menatap mata
kina.
" tapi... gue udah jadi
pacar joni. Lo kan udah janji. Kita bisa jadi teman." Balas kina
" tapi hati gue enggak
bisa cuma jadi teman. Gue mau lo jadi milik gue. Selamanya." Hendra
mendekatkan dirinya ke kina.
"Joni... gimana?"
"Kalau lo bisa milih
gue. Gue janji. Gue akan selalu ada buat lo."
"Joni.... udah
datang." Kina berdiri menjauhi hendra karena joni sudah hampir di depan
pintu. Sebelum joni masuk hendra dengan beraninya memeluk kina.
" gue sayang sama lo
sampai kapanpun." Hendra melepaskan pelukannya. Joni melihat itu namun tak
ada reaksi apapun. Ia memasang wajah dingin sembari terus berjalan mendekati
keduanya.
" sayang... udah mau
maghrib. Pulang yuk." Ajak joni seolah tidak melihat peristiwa tadi.
Hendra dan kina jadi salah tingkah.
" ah iya. Hendra... gue
pulang dulu yah." Pamit kina.
" iya. Hati hati."
Jawab hendra sembari tersenyum simpul dibalas oleh joni. Detik berikutnya
mereka pergi meninggalkan hendra sendiri. Hendra meremas kaosnya sendiri.
" aarrrgghh... "
hendra frustasi dengan suasana yang ia buat sendiri.
Diperjalanan menuju rumah
kina. Joni hanya diam selama mengendarai motor, kina jadi heran sendiri.
Biasanya joni akan mengajaknya ngobrol atau malah merayunya.
"Joni..."
"Hem."
"Kok diam aja?"
"Lagi moody"
"Marah sama gue
yah?"
"Enggak. "
"Jujur aja deh. Kalau
marah ya bilang aja. Kalau gue punya salah bilang dong. Jadi gue bisa
perbaiki."
"...."
"Joni..."
"Hem..."
"Gue minta maaf
yah."
"Udah ah. Gue butuh
konsentrasi penuh nih."
Sampai didepan pagar rumah
kina. Kina langsung turun dari motor joni.
" mampir dulu
yuk?" Ajak kina
"Gue langsung pulang
aja."
"gue tahu lo marah
karena yang tadi. Gue minta maaf." Kina memegang bahu joni. Joni tersenyun
manis.
"Gue udah tau. Gue
maafin."
"Serius?"
"Iya. Tapi.... ada yang
pengen gue bicarain sama lo"
" ya udah masuk aja
dulu. Lagian udah magribkan." Kina menarik tangan joni masuk kerumahnya.
Sampai diruang tamu, keduanya duduk berdekatan disofa panjang.
"Kamu mau ngomongin
apa?" Tanya kina
" hem.... gue takut apa
gue harus cemburu atau gimana. Gue enggak bisa lihat lo dekat sama
hendra." Jujur joni.
"Maaf yah."
"Tapi gue gak melarang
kalian berteman. Cumaaa yaaa pinter pinter jaga jarak aja." Nasehat joni.
"Iya jon."
"Maaf... bukan gue
ngekang lo. Tapi beneran enggak suka aja."
" iya jon. Makasih yah.
Lo pengertiab banget." Kina tersenyum senang sembari menyenderkan
kepalanya diatas bahu joni. Joni mengelus rambut kina penuh sayang.
@esok pagi disekolah
" bang. Gue denger lo
tanding yah sama si eros?"tanya hendra
"Iya. Dan yang lo tau.
Gue menang.hahah" jawab adit bangga
"Waaah keren lo
bang trus si eros gimana?"
" kesepakatan awal sih.
Yang kalah keluar dari tim. Tapi kalu dia keluar pasti tim kita kekuramgan
orangkan. Jadi gue minta sama dia tetap gabung sama kita."
" yaaah... entar kalau
dia resek lagi gimana?"
" enggak. Tenang aja.
Gue udah jadi temen sama dia. Hahah" adit tertawa puas. Joni dan kina
lewat didepan mereka sembari berpegangan tangan.
"Joni..." panggil
adit.
" iya bang. Ada
apa?" Tanya joni
" sore ini kita latihan
yah."
" oh. Ok bang."
Jawab joni sekenanya kemudian melangkah bersama kina meninggalkan mereka
berdua. Hendra merasa ada yang aneh dengan kina. Biasanya kina akan menegurnya
jika bertemu.
" kok kina diem aja
yah?" Gumam hendra yang masih bisa terdengar oleh adit.
" mana gue tau."
Adit nyelonong meninggalkan hendra yang masih menatap kepergian kina.
" gue harus tanya sama
dia langsung."
Istirahat.
" sayang... kita ke
kantin yuk?" Ajak joni
"Iya. Duluan aja yah.
Gue mau ketoilet dulu."
" mau ditemenin
gak?" Gurau joni membuat kina malu
" ish... apaan sih.
Lama lama nih otaknya gak beres."
" ih apaan sih. Kan
sampe depab pintu aja. Enggak masuk kedalam." Kata joni menggoda kina
" ish... udah ah. Lo
duluan aja." Pamit kina meninggalkan joni yang masih tertawa kecil. Beberapa menit kepergian kina datang seorang
gadis cantik menghampiri joni dan duduk disampingnya.
" joni... lo beneran
jadian sama kina?"
" kenapa?"
" enggak mau tau aja.
Gue kira dia jadian sama hendra."
" maksud lo?" Joni
mulai tidak senang mendengar nama hendra
" yaaa mereka akrab
banget gitu. Tapi kalau kalian udah jadian. Yaaa jagain aja si kina. Hendrakan
mempesona."
"Hahah... terus gue
enggak mempesona gitu?" Goda joni membuat sang gadis tadi trsimpu.
" lo engak naksir sama
gue?"
" kalau gue bilang
naksir sama lo. Emangnya lo mau putus sama kina?"
"Enggak lah."
" uuuuh... dasar
lo."gadis itu langsung beranjak dari joni. Sementara joni trtawa puas.
" hendrakan mempesona.
Gue lebih mempesona. Huuu!" Kata joni pada dirinya sendiri.
Sementara itu didepan pintu
toilet. Hendra berada disana dari tadi bermaksud mengikuti kina.
"Eh... ngapain lo
didepan pintu toilet cewek?" Kaget kina. Hendra nyengir enggak jelas.
" gue mau ngomong sama
lo. Yuk." Hendra menarik tangan kina pergi dari sana.
"Apaan sih? Apa lo mau
ngomong apa?"
" ish... galak banget
sih. "
" ya udah cepetan. Joni
nungguin gue soalnya."
"Joni lagi..."
"Jadi enggak nih?"
"Iya jadi. Sabar
napa."
"Iya cepetan
dong."
"Gini. Gue mau
nanya kok lo jadi aneh? Tado ketemu gue
enggka negur gue?"
"Och jadi kau ketemu
sama lo harua negur lo. Ok hai hendra."
"Ish... gue serius
kina."
"Gue juga serius nih,
udah ah gue mau ke kantin " kina berbalik meninggalkan hendra. Hendra
menarik lengan kina kemudian langsung dipeluknya dari belakang.
"Gue enggak tahu gue
harus gimana. Please jangan tinggalin gue."
" hen... lo apa apan
sih. Lepasin. " kina meronta. Hendra semakin erat memeluknya.
"Kina. Please... "
"Hendra. Klau joni
lihat ini. Dia akan sakit hati."
"Terus gue
gimana?"
"Gue lebih kenal dia.
Gue sekarang pacar dia. Please.... berlaku seperti teman biasa aja." Pinta
kina. Hendra melonggarkan pelukannya.
"Gue minta maaf sama
lo. Tapi gue udah sayang banget sama joni. Maaf yah." Kina berlari
meninggalkan hendra yang terdiam sendiri.
@kantin
"Kok belum pesan
makanan?" Tanya kina setiba di meja joni. Joni tersenyum manis.
"Gue nungguin lo."
"Hem... gak ditungguin
juga enggak apa apa. Kan lo belum makan kan?"
" yaaa karena gue gak
mau kenyang tanpa lo. Hehe" joni mulai menggoda kina.
"Ish... bisa aja
deh." Kina memukul lengan joni. Disudut lain, hendra yang baru datang
bersama adit melihat kemesraan kina dan joni. Ia sengaja memilih tempat duduk
yang agak jauh dari keduanya agar bisa mengawasi kina diam diam.
"Sayang.. "
"Hem..."
"Menurut lo. Gue sama
hendra. Gantengan siapa?" Kina melotot mendemgar joni bertanya seperti
tadi.
"Ish... apaan sih. Kok
gitu yang ditanya."
"Pengen tau aja."
"Hem... kalau menurut
gue sih. Kalian berdua ganteng kok."
"Hem... gue tau. Yang
paling ganteng?"
"Hem... karena tipe
cowok gue. Sipit sipit kayak lo. Gue lebih suka lo dong." Jujur kina
membuat joni tersimpu malu.
" haha... udah gue duga
kan." Sahuy joni bangga. Joni menggenggam tangan kina.
"Sayang. Jangan
berpaling dari gue yah." Kata joni tiba tiba membuat kina tertegun
" gue... sayang banget
sama lo. Lebih dari siapapun." Lanjut joni membuat kina tersenyum manis.
"Iya. Aku janji
yah." Balas kina membuat joni tersenyum senang dan mengecup tangan kina.
Sementara itu hendra mulai panas melihat adegan tadi. Ia benar benar merasa
dadanya sesak.
"Adooh panas banget ni
kantin." Hendra beranjak dari kantin meninggalkan adit yang masih
mengunyah nasinya.
" eh... kok gue
ditinggal sih?"pekik adit
@pukul 2 siang
Hendra berjalan masuk
kekelas dimana Kina dan joni berada. Dengan seenaknya hendra menarik tangan
kina dan membawanya pergi dari kelas meninggalkan joni yang tadinya tengah
belajar bersama.
" woy... lo mau bawa
kina kemana?" Pekik joni. Hendra tak menghiraukannya. Ia terus berjalan
cepat sembari menarik kina yang berusaha melepaskan tangannya.
"Berhenti dong. Lo apa
apaan sih hen!" Kina memberontak tali hendra masih saja menyeretnya.
"Hendraaa.!!" Jonu
kesal. Ia berlari mengejar mereka.
Sampai disebuah gudang.
Hendra mengunci pintu gudang sebelum joni ikut masuk. Akibatnya joni menggedor
pintu itu dengan amarah yg tak terkendali.
"Lepasin gue!"
Kina menghempaskan tangan hendra
"Mau lo apa sih?! Lo
kenapa hen?" Tanya kina bingung. Hendra menatap kina dengan tajam
"Jawab gue. Apa lo suka
sama gue?"
"...."
"Apa lo cinta sama gue?"
"..."
"Hendra!!! Buka
pintunya! Jangan macem macem aama pacar gue hen! Woy!!" Pekik joni kesal
" jawab kina! Lo sayang
sama gue kan?!" Bentak hendra membuay kina ketakutan
"Lo kenapa sih?"!
"Jawab!"
" hendra!! Jangan
sakiti kina!"
"Jawab kina..."
suara hendra trdengar lembut. Ia mendekati kina.
"Hen.. gue .."
hendra memeluk kina seketika.
"Gue enggak bisa lihat
lo sama joni. Gue sakit hati kina." Kata hendra menangis sembari memeluk
kina
"Maafin gue hen. Gue
enggak bisa."
"Kenapa?"
"Kenapa lo bertanya
lagi. Gue sayang sama joni. "
"Tapi lo juga sayang
sama gue kan?"
"Tapi gue enggak bisa
sama lo. Itu akan buat joni sakit."
"Trus gimana dengan
gue?"
"Maaf hen. Meski gue
sayang sama lo. Sorry." Kina melepaskan pelukannya namun hendra
menahannya. Tak lama kemudian pintu trbuka karena didobrak oleh joni. Melihat
itu joni segera menarik tangan kina dan melayangkan satu pukulan kewajah
hendra.
" lo egois hen!! Gue
udah kasi peluang buat deket dan temenan sama kina. Tapi gue enggak mau lagi
lihat lo nemuin cewek gue!" Bentak joni kemudian pergi membawa kina
meninggalkan hendra yang terduduk lemas dilantai.
"Sorry kin. Sampai
kapanpun gue akan cinta sama lo."
Setelah peristiwa itu kina
selalu menghindari hendra. Ia sebenarnya menyintai kedua pria itu tapi ia lebih
memilih tetap bersama joni. Sementara hendra mulai mencari wanita lain tapi tak
bisa menghilangkan rasa cintanya terhadap kina. Dan untuk hubungan joni dengan
kina tidak diganggu lagi oleh hendra. Hendra dan kina berjanji tidak akan dekat
namun hati mereka tak bisa dibohongi, mereka saling mencintai. Akan tiba
waktunya hendra dan kina sadar bahwa cinta mereka tidak akan pernah bersatu
karena joni memiliki cinta yang lebih tulus sehingga posisinya dihati kina
tidak tergeser sedikitpun.
The end
Tidak ada komentar:
Posting Komentar