Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Secret love 4 (End)

Kamis, 21 Mei 2015

Secret love 4 (End)

Part 4
Dirumah keluarga Kim tepatnya dikamar Joni. Ia berbaring diatas ranjang empuknya. Sesekali ia melirik ponselnya menunggu sms atau telpon dari kekasihnya,kina.
" kok dia enggak sms atau telpon gue sih?" Gumam joni. Ia meraih ponsel disamping.
" atau gue yang sms dia aja yah. Tapi kalau mereka lagi belajar. Gue ganggu dong. Ya udah tunggu 15 menit aja." Joni meletakan kembalo ponselnya kemudian keluar dari kamarnya.
Sementara itu
"Kin... gue enggak ngerti yang ini. Dari mana dapat 25X? Trus ngelihat nilai Y nya gimana nih?" Tanya hendra. Kina menjelaskan dengan pelan hingga hendra mengerti.

" gimana? Udah ngerti?"tanya kina
" udah."
"Bagus. Sekarang gue kasi lo soal yah. Harus bener semua."
" waaah tenang aja. Klau benar semua lo mau kasi gue apa?"
" hem... gue traktir lo ice cream deh."
"Waaah boleh."
" ok nih kerjain." Kina menyerahkan kertas yang berisikan soal matematika yang telah ia buat.
30 menit kemudian
"Kina kok enggak ada sms gue sih?" Joni menggenggam ponselnya berniat menelpon kina.
Sementara itu kina tengah menikmati ice cream bersama hendra. Mereka bersenda gurau bersama. Sementara ponsel kina bergetar karena ada satu panggilan dari joni namun karena tak berdering kina tak menyadari hal itu.
" kina... lo lagi ngapain sih?" Joni semakin gelisah.
" hen... udah jam 5 gue harus pulang."
" baru sebentar sama gue udah mau pulang aja."
" haha udah lama kali. Lo gimana sih."
" gue anter yah."
" enggak udah kan joni mau jemput gue." Mendengar nama joni, wajah hendra berubah seketika.
" kenapa enggak gue aja kin."
" ehm?" Kina tak mengerti maksud hendra
" kenapa lo harus jadian sama joni."
"..."
"Gue pasti akan nunggu lo sampai kapanpun." Hendra menggenggam tangan kina.
" maaf hen." Kina melepaskan tangan nya dari genggaman hendra kemudian menelpon joni untuk minta jemput.
" kina.... gue enggak tau. Apa gue akan tahan ngelihat lo sama joni." Kata hendra menatap mata kina.
" tapi... gue udah jadi pacar joni. Lo kan udah janji. Kita bisa jadi teman." Balas kina
" tapi hati gue enggak bisa cuma jadi teman. Gue mau lo jadi milik gue. Selamanya." Hendra mendekatkan dirinya ke kina.
"Joni... gimana?"
"Kalau lo bisa milih gue. Gue janji. Gue akan selalu ada buat lo."
"Joni.... udah datang." Kina berdiri menjauhi hendra karena joni sudah hampir di depan pintu. Sebelum joni masuk hendra dengan beraninya memeluk kina.
" gue sayang sama lo sampai kapanpun." Hendra melepaskan pelukannya. Joni melihat itu namun tak ada reaksi apapun. Ia memasang wajah dingin sembari terus berjalan mendekati keduanya.
" sayang... udah mau maghrib. Pulang yuk." Ajak joni seolah tidak melihat peristiwa tadi. Hendra dan kina jadi salah tingkah.
" ah iya. Hendra... gue pulang dulu yah." Pamit kina.
" iya. Hati hati." Jawab hendra sembari tersenyum simpul dibalas oleh joni. Detik berikutnya mereka pergi meninggalkan hendra sendiri. Hendra meremas kaosnya sendiri.
" aarrrgghh... " hendra frustasi dengan suasana yang ia buat sendiri.
Diperjalanan menuju rumah kina. Joni hanya diam selama mengendarai motor, kina jadi heran sendiri. Biasanya joni akan mengajaknya ngobrol atau malah merayunya.
"Joni..."
"Hem."
"Kok diam aja?"
"Lagi moody"
"Marah sama gue yah?"
"Enggak. "
"Jujur aja deh. Kalau marah ya bilang aja. Kalau gue punya salah bilang dong. Jadi gue bisa perbaiki."
"...."
"Joni..."
"Hem..."
"Gue minta maaf yah."
"Udah ah. Gue butuh konsentrasi penuh nih."
Sampai didepan pagar rumah kina. Kina langsung turun dari motor joni.
" mampir dulu yuk?" Ajak kina
"Gue langsung pulang aja."
"gue tahu lo marah karena yang tadi. Gue minta maaf." Kina memegang bahu joni. Joni tersenyun manis.
"Gue udah tau. Gue maafin."
"Serius?"
"Iya. Tapi.... ada yang pengen gue bicarain sama lo"
" ya udah masuk aja dulu. Lagian udah magribkan." Kina menarik tangan joni masuk kerumahnya. Sampai diruang tamu, keduanya duduk berdekatan disofa panjang.
"Kamu mau ngomongin apa?" Tanya kina
" hem.... gue takut apa gue harus cemburu atau gimana. Gue enggak bisa lihat lo dekat sama hendra." Jujur joni.
"Maaf yah."
"Tapi gue gak melarang kalian berteman. Cumaaa yaaa pinter pinter jaga jarak aja." Nasehat joni.
"Iya jon."
"Maaf... bukan gue ngekang lo. Tapi beneran enggak suka aja."
" iya jon. Makasih yah. Lo pengertiab banget." Kina tersenyum senang sembari menyenderkan kepalanya diatas bahu joni. Joni mengelus rambut kina penuh sayang.
@esok pagi disekolah
" bang. Gue denger lo tanding yah sama si eros?"tanya hendra
"Iya. Dan yang lo tau. Gue menang.hahah" jawab adit bangga
"Waaah keren lo bang  trus si eros gimana?"
" kesepakatan awal sih. Yang kalah keluar dari tim. Tapi kalu dia keluar pasti tim kita kekuramgan orangkan. Jadi gue minta sama dia tetap gabung sama kita."
" yaaah... entar kalau dia resek lagi gimana?"
" enggak. Tenang aja. Gue udah jadi temen sama dia. Hahah" adit tertawa puas. Joni dan kina lewat didepan mereka sembari berpegangan tangan.
"Joni..." panggil adit.
" iya bang. Ada apa?" Tanya joni
" sore ini kita latihan yah."
" oh. Ok bang." Jawab joni sekenanya kemudian melangkah bersama kina meninggalkan mereka berdua. Hendra merasa ada yang aneh dengan kina. Biasanya kina akan menegurnya jika bertemu.
" kok kina diem aja yah?" Gumam hendra yang masih bisa terdengar oleh adit.
" mana gue tau." Adit nyelonong meninggalkan hendra yang masih menatap kepergian kina.
" gue harus tanya sama dia langsung."
Istirahat.
" sayang... kita ke kantin yuk?" Ajak joni
"Iya. Duluan aja yah. Gue mau ketoilet dulu."
" mau ditemenin gak?" Gurau joni membuat kina malu
" ish... apaan sih. Lama lama nih otaknya gak beres."
" ih apaan sih. Kan sampe depab pintu aja. Enggak masuk kedalam." Kata joni menggoda kina
" ish... udah ah. Lo duluan aja." Pamit kina meninggalkan joni yang masih tertawa kecil.  Beberapa menit kepergian kina datang seorang gadis cantik menghampiri joni dan duduk disampingnya.
" joni... lo beneran jadian sama kina?"
" kenapa?"
" enggak mau tau aja. Gue kira dia jadian sama hendra."
" maksud lo?" Joni mulai tidak senang mendengar nama hendra
" yaaa mereka akrab banget gitu. Tapi kalau kalian udah jadian. Yaaa jagain aja si kina. Hendrakan mempesona."
"Hahah... terus gue enggak mempesona gitu?" Goda joni membuat sang gadis tadi trsimpu.
" lo engak naksir sama gue?"
" kalau gue bilang naksir sama lo. Emangnya lo mau putus sama kina?"
"Enggak lah."
" uuuuh... dasar lo."gadis itu langsung beranjak dari joni. Sementara joni trtawa puas.
" hendrakan mempesona. Gue lebih mempesona. Huuu!" Kata joni pada dirinya sendiri.
Sementara itu didepan pintu toilet. Hendra berada disana dari tadi bermaksud mengikuti kina.
"Eh... ngapain lo didepan pintu toilet cewek?" Kaget kina. Hendra nyengir enggak jelas.
" gue mau ngomong sama lo. Yuk." Hendra menarik tangan kina pergi dari sana.
"Apaan sih? Apa lo mau ngomong apa?"
" ish... galak banget sih. "
" ya udah cepetan. Joni nungguin gue soalnya."
"Joni lagi..."
"Jadi enggak nih?"
"Iya jadi. Sabar napa."
"Iya cepetan dong."
"Gini. Gue mau nanya  kok lo jadi aneh? Tado ketemu gue enggka negur gue?"
"Och jadi kau ketemu sama lo harua negur lo. Ok hai hendra."
"Ish... gue serius kina."
"Gue juga serius nih, udah ah gue mau ke kantin " kina berbalik meninggalkan hendra. Hendra menarik lengan kina kemudian langsung dipeluknya dari belakang.
"Gue enggak tahu gue harus gimana. Please jangan tinggalin gue."
" hen... lo apa apan sih. Lepasin. " kina meronta. Hendra semakin erat memeluknya.
"Kina. Please... "
"Hendra. Klau joni lihat ini. Dia akan sakit hati."
"Terus gue gimana?"
"Gue lebih kenal dia. Gue sekarang pacar dia. Please.... berlaku seperti teman biasa aja." Pinta kina. Hendra melonggarkan pelukannya.
"Gue minta maaf sama lo. Tapi gue udah sayang banget sama joni. Maaf yah." Kina berlari meninggalkan hendra yang terdiam sendiri.
@kantin
"Kok belum pesan makanan?" Tanya kina setiba di meja joni. Joni tersenyum manis.
"Gue nungguin lo."
"Hem... gak ditungguin juga enggak apa apa. Kan lo belum makan kan?"
" yaaa karena gue gak mau kenyang tanpa lo. Hehe" joni mulai menggoda kina.
"Ish... bisa aja deh." Kina memukul lengan joni. Disudut lain, hendra yang baru datang bersama adit melihat kemesraan kina dan joni. Ia sengaja memilih tempat duduk yang agak jauh dari keduanya agar bisa mengawasi kina diam diam.
"Sayang.. "
"Hem..."
"Menurut lo. Gue sama hendra. Gantengan siapa?" Kina melotot mendemgar joni bertanya seperti tadi.
"Ish... apaan sih. Kok gitu yang ditanya."
"Pengen tau aja."
"Hem... kalau menurut gue sih. Kalian berdua ganteng kok."
"Hem... gue tau. Yang paling ganteng?"
"Hem... karena tipe cowok gue. Sipit sipit kayak lo. Gue lebih suka lo dong." Jujur kina membuat joni tersimpu malu.
" haha... udah gue duga kan." Sahuy joni bangga. Joni menggenggam tangan kina.
"Sayang. Jangan berpaling dari gue yah." Kata joni tiba tiba membuat kina tertegun
" gue... sayang banget sama lo. Lebih dari siapapun." Lanjut joni membuat kina tersenyum manis.
"Iya. Aku janji yah." Balas kina membuat joni tersenyum senang dan mengecup tangan kina. Sementara itu hendra mulai panas melihat adegan tadi. Ia benar benar merasa dadanya sesak.
"Adooh panas banget ni kantin." Hendra beranjak dari kantin meninggalkan adit yang masih mengunyah nasinya.
" eh... kok gue ditinggal sih?"pekik adit
@pukul 2 siang
Hendra berjalan masuk kekelas dimana Kina dan joni berada. Dengan seenaknya hendra menarik tangan kina dan membawanya pergi dari kelas meninggalkan joni yang tadinya tengah belajar bersama.
" woy... lo mau bawa kina kemana?" Pekik joni. Hendra tak menghiraukannya. Ia terus berjalan cepat sembari menarik kina yang berusaha melepaskan tangannya.
"Berhenti dong. Lo apa apaan sih hen!" Kina memberontak tali hendra masih saja menyeretnya.
"Hendraaa.!!" Jonu kesal. Ia berlari mengejar mereka.
Sampai disebuah gudang. Hendra mengunci pintu gudang sebelum joni ikut masuk. Akibatnya joni menggedor pintu itu dengan amarah yg tak terkendali.
"Lepasin gue!" Kina menghempaskan tangan hendra
"Mau lo apa sih?! Lo kenapa hen?" Tanya kina bingung. Hendra menatap kina dengan tajam
"Jawab gue. Apa lo suka sama gue?"
"...."
"Apa lo cinta sama gue?"
"..."
"Hendra!!! Buka pintunya! Jangan macem macem aama pacar gue hen! Woy!!" Pekik joni kesal
" jawab kina! Lo sayang sama gue kan?!" Bentak hendra membuay kina ketakutan
"Lo kenapa sih?"!
"Jawab!"
" hendra!! Jangan sakiti kina!"
"Jawab kina..." suara hendra trdengar lembut. Ia mendekati kina.
"Hen.. gue .." hendra memeluk kina seketika.
"Gue enggak bisa lihat lo sama joni. Gue sakit hati kina." Kata hendra menangis sembari memeluk kina
"Maafin gue hen. Gue enggak bisa."
"Kenapa?"
"Kenapa lo bertanya lagi. Gue sayang sama joni. "
"Tapi lo juga sayang sama gue kan?"
"Tapi gue enggak bisa sama lo. Itu akan buat joni sakit."
"Trus gimana dengan gue?"
"Maaf hen. Meski gue sayang sama lo. Sorry." Kina melepaskan pelukannya namun hendra menahannya. Tak lama kemudian pintu trbuka karena didobrak oleh joni. Melihat itu joni segera menarik tangan kina dan melayangkan satu pukulan kewajah hendra.
" lo egois hen!! Gue udah kasi peluang buat deket dan temenan sama kina. Tapi gue enggak mau lagi lihat lo nemuin cewek gue!" Bentak joni kemudian pergi membawa kina meninggalkan hendra yang terduduk lemas dilantai.
"Sorry kin. Sampai kapanpun gue akan cinta sama lo."

Setelah peristiwa itu kina selalu menghindari hendra. Ia sebenarnya menyintai kedua pria itu tapi ia lebih memilih tetap bersama joni. Sementara hendra mulai mencari wanita lain tapi tak bisa menghilangkan rasa cintanya terhadap kina. Dan untuk hubungan joni dengan kina tidak diganggu lagi oleh hendra. Hendra dan kina berjanji tidak akan dekat namun hati mereka tak bisa dibohongi, mereka saling mencintai. Akan tiba waktunya hendra dan kina sadar bahwa cinta mereka tidak akan pernah bersatu karena joni memiliki cinta yang lebih tulus sehingga posisinya dihati kina tidak tergeser sedikitpun.

The end

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake