Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Eternity Love part 3

Kamis, 21 Mei 2015

Eternity Love part 3


Title  : Eternity Love part 3
Author : Ifdo Hidayah
Cast :   Cha Hak Yeon[VIXX] a.k.a Hak Yeon
Krystal Jung[Fx] a.k.a Krystal
            Other Cast :
 Park Jiyeon[T-ara] a.k.a Jiyeon
Choi Minho[SHINee]
             And find by yourself
Genre : Romance sad

Part sebelumnya…
“baiklah, aku harus mengakui sesuatu. Aku menyukainya, aku mencintainya!” Minho mengatakan itu sembari menatap mata Hak Yeon. Hak Yeon kaget hingga reflex menarik kerah baju Minho.
“kau… mencintai krystal?!”
“iya, aku mencintainya, dia akan aku nikahi!” mendengar itu, Hak yeon semakin panas, sepeti ada api dihatinya hingga ia nekad melayangkan satu pukulan diwajah Minho. Minho tersungkur.
“jangan main main, dia milikku!” bentak Hak yeon
“haha… oyah? Tapi kedua orang tuanya menyukaiku. Kau siapa huh?!” Minho menantang Hak yeon, Hak yeon kembali mengepalkan tangannya, Jiyeon menahannya.
“kita pergi dari sini,” Jiyeon menarik tangan Hak yeon, membawa pria itu keluar dari rumah sakit.

3 bulam kemudian
"Krys... hari ini ibu mengajakmu melihat gaun pengantin kita." Kata minho
"Kenapa cepat sekali, aku baru saja sembuh." Jawab krystal. Minho tersenyum manis, pria itu berjalan mendekati krystal yang masih duduk di teras kamarnya.
"Ibu ingin kita cepat menikah. Aku tak ingin kehilanganmu krys... kau harus jadi milikku." Kata minho yang saat ini sudah berada disamping krystal.
" bodoh. Aku sekarang sudah jadi milikmukan?" Krystal menatap minho namun yang terlintas dipikirannya wajah orang lain.
"Krys... kau kenapa?"
"Tidak. Aku siap siap dulu." Kata krystal berbalik masuk ke kamarnya.
" oh iya. Undangan sudah tercetak sebanyak 1000 lembar. Sebagian hari ini akan aku sebar" Kata minho lagi.
" iya. Tapi kenapa banyak sekali."
"Aku seorang selebritis. Jadi banyak yang aku kenal. Fansku juga ada yang aku undang."
"Apa mereka bisa menerima ku?"

"Jangan dengarkan kata orang lain krys.  Sudahlah... aku akan mengantarkan undangan dulu pada teman teman terdekatku." Pamit minho.
------
Hak Yeon duduk diteras rumahnya. Ia masih saja memikirkan krystal. Krystal selalu hadir dalam setiap mimpinya. Betapa ia sangat merindukan kekasihnya tapi apa dayanya. Ia hanya bisa berdoa agar Tuhan mempertemukannya dengan krystal. Selagi Hak Yeon melamun Jiyeon datang dan mengageti Hak yeon membuat Hak yeon menoleh seketika.
"Kau melamun lagi. Ckck..."
"Aku tak bisa berhenti memikirkannya."
"Tapi sekarang aku ada disini. Tak bisakah kau melupakannya?" Hak yeon menatap jiyeon.
"Kau pasti bercanda. Apa kau bisa melupakan minho?"
"Bisa. Buktinya aku sekarang menyukaimu." Jujur jiyeon
" kau... tidak mencintai minho lagi?"
"Ya... begitulah. Aku tidak akan bertahan untuk orang yang mudah berpaling dariku."
"Waaaah... kalian sedang mengobrol yah." Minho datang secara tiba tiba. Hak yeon dan jiyeon langsung berdiri dari duduk mereka. Minho tersenyum licik ketika menatap hak yeon. Ia memberikan sebuah undangan yabg ia bawa khusus untuk hak yeon dan jiyeon.
"Ku harap kalian bisa datang dipernikahan kami." Hak yeon menatap undangan ditangannya. Ia membaca tulisan sebuah nama. Nama orang yang sangat ia rindukan.
"Jangan berharap krystal kembali padamu. Dia kan jadi milikku selamanya." Kata minho bangga. Hak yeon tersenyum kecil.
"Selamat. Tapi cinta sejati tidak akan tertipu. Kau menipu cintanya. Krystal hanya mencintaiku." Jawab hak yeon dibalas gelak tawa minho meremehkan hak yeon.
"Jika ia mencintaimu maka ia tidak akan melupakanmu. Namamu saja dia tak ingat. Sekarang kekasihnya adalah aku."
"...."
"Aku harap kalian bisa menyusul kami. Segeralah menikah." Seru minho meninggalkan keduanya. Hak yeon meremas undangan itu kemudian melemparnya kelantai. Jiyeon terduduk lemas dilantai. Bukan karena mendengar minho akan menikah dengan krystal tapi karena ia sedih melihat ekspresi hak yeon yang sangat kecewa. Apalagi jiyeon sangat menyukai hak yeon.
"Bisakah kau tidak brsedih?" Jiyeon menatap hak yeon. Sementara pria yang ada disampingnya hanya menunduk lesu.
"Saat ini krystal sedang tidak sadar. Bukannya krystal tak mencintaiku. Aku yakin krystal sangat mencintaiku."
"...."
"Krystal tidak boleh menikah denganya. Ku mohon hentikan itu jiyeon." Hak yeon menutup wajahnya dengan telapak tangan. Jiyeon merangkul tubuh pria itu. Memeluk ya dengan penuh kasih.
"Aku tak bisa bertahan hidup tanpa krystal." Hak yeon terisak. Hati jiyeon semakin sakit mendengar kalimat itu.
@ dihari pernikahan minho dan krystal. Hak yeon dan jiyeon hadir diantara tamu undangan. Hak yeon tersenyum miris melihat krystal berjalan dari luar gerja menuju altar. Hak yeon tak bisa melihat minho mendapatkankan krystal. Ia lebih berhak atas diri krystal.
"Krystal!" Panggil hak yeon membuay krystal berhenti melangkah dan menoleh seketika pada hak yeon. Hak yeon menghampiri krystal.
"Ku mohon hentikan pernikahan ini. Kau ditipu olehnya. Pria ya g seharusnya menjadi suamimu adalah aku." Jelas hak yeon membuat krystal menatapnya bingung.
" apa maksudmu? Siapa kau?" Tanya krystal.
"Jangan lakukan ini krystal. Dia... bukan pria yang kau cintai selama ini. "
"Sekuriti... tolong seret pria itu keluar! Dia mengacaukan pernikahan kami." Pekik minho. Dengan sigap dua orang bertubuh besar memegangi lengan dan bahu hak yeon. Mencoba mebawa hak yeon keluar tapi hak yeon terus saja memberontak.
"Krys... sadarlah. Sadar demi rambut merah menyala kita krys..."jerit hak yeon yang sudah menghilang dari pandangan krystal. Krystal tidak mengerti dengan kata kata itu tapi ia mencoba untuk mwngingat siapa pria itu.
"Ayah... pria tadi siapa?"
"..."
"Ayah... jawab aku. Siapa pria itu?"
"Dia hak yeon."
"Iya. Apa hubunganku dengannya?"
"Dia kekasihmu!" Jawab jiyeon dari belakange membuat krystal menatapnya.
"Kekasihku?"
"Iya. Bahkan kalian hendak melangsungkan pernikahan tapi pada hari itu kau tertabrak mobil dan koma selama 2 bulan. Sembuh dari koma kalua malah hilang ingatan." Jelas jiyeon.
"Jangan dengarkan dia krys. Kekasihmu aku!" Pekik minho sembari berlari mendekati krystal.
"Ayah... apa itu benar?"
"Tak ada yang berani menjawab krys. Karena keluargamu sama sekali tidak menyukai hak yeon. " kata jiyeon lagi. Tiba tiba kepala kepala krystal sakit dan pingsan di tempat. Suasana jadi riuh.
Rumah sakit.
" krys... sadarlah." Minho duduk disamping tempat tidur krystal yang tengah terbaring.
"Krys.... " hak yeon menatap wajah krystal. Tak lama kemudian krystal sadar. Ia melihat wajah minho dan tersenyum kemudian ia menoleh kearah hak yeon.
"Kau... hak yeon?"  Hak yeon mengangguk sembari tersenyum kecil. Krystal mencoba mengu ah posisinya yang sedang terbaring menjadi poaiai duduk.
" maaf... aku tak bisa mengenalmu." Kata kryst membuat hak yeon tersenyum miris. Krystal menggenggam tangan minho.
"Saat ini aku hanya mengenal minho."
"Aku... tahu." Hak yeon menunduk lesu seletika melangkah mundur.
" tapi... aku juga tak bisa menikah denganmu. Maafkan aku." Kata krystal kepada minho. Minho menatap krystal tak mengerti sementara hak yeon kembali mendongak menatap krystal.
" aku memang tak mengenalmu saat ini. Tapi aku mengenalmu sebelum kecelakaan iti terjadi. Yeon-ah.... " hak yeon tersenyum senang. Ia melangkah menghampiri krystal kemudian memluk tubuh gadis itu. Gadis yang selalu ia cintai.
" aku mencintaimu krys... sangat mencintaimu." Kata hak yeon yang kemudian melepaskan pelukannya.
" ayah... ibu... aku akan tetap menikah tapi hanya dengan hak yeon. Jika kalian tidak merestui. Aku lebih baik mati." Ancam krystal.
"Baiklah. Kami tidak bisa membiarkan putri kami menderita. Kami akan merestui kalian." Kata Yesung sembari tersenyum.
"Aku tak bisa berbuat apa apa jika sudah seperti ini." Kata jessica mengalah. Hak yeon dan krystal tersenyum senang.
"Lalu bagaimana denganku?"
"Maafkan kami nak. Putri kami akan lebih bahagia bersama pria yang ia cintai." Kaya yesung mencoba meyakinkan minho yang saat ini kecewa.
" jiyeo masih mencintaimu. Kembali saja padanya."  Minho menatap hak yeon.
" benarkah?"
"Tidak. Siapa bilang aku masih mencintaimu?! Aku malah membencimu sekarang!" Pekik jiyeon. Hak yeon dan krystal tertawa kecil melihat ekspresi jiyeon yang seperti anak kecil itu.
"Maaf jiyeon. Aku tertipu dengan krystal. Maukah kau kembali padaku?" Pinta minho.
"Begitukah?"
"Aku harap kau mau menikah dengaku." Pinta minho penuh harap.
"Aku hanya terobsesi terhadap krystal." Jujur minho.
"Jangan bohongi dirimu jiyeon. Kau pasti masih mencintai minho." Hak yeon nimbrung. Jiyeon menatap sebal padanya.
" memangnya kau paranormal yah bisa membaca hatiku?"
" haha aku. Aku kan sudah menjadi temanmu. Kemarin kau memang menyukaiku tapi aku tahu jauh didalam hatimu. Kau tetap mencintai minho kan." Ungkapan itu berhasil membuat jiyeon tersimpu malu. Minho seketika memluk tubuh jiyeon.
" maafkan aku jiyeon. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu untuk gadis lain. Termasuk krystal krystal lainnya." Janji minho.
" krystal hanya satu!" Celetuk Hak yeon. Membuat jiyeon dan minho tertawa bersama dengan yang lain.
"Baiklah kita harus tetap melangsungkan pernikahan kita krys." Kata minho.
"Iya aku tahu. Kita sanding empat." Sahut krystal sembari menggandemga tangan hak yeon turun dari tempat tidurnya.
Digereja mereka berempat mengucapkan janji setia kepada pasangan masing masing.
" aku mencintaimu krys.... " ucap hak yeon mendekatkan wajanya pada wajah krystal.
" i love you too " balas krystal. Mereka berciuman. Semua orang bertepuk tangan termasuk minho dan jiyeon.
" bagaimana dengan kita?" Tanya minho menggoda jiyeon
"Hei... aku tahu. Tapi tidak disini." Jawab jiyeon. Minho tertawa kecil kemudian memeluk jiyeon.

THE END.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake