Title : Eternity Love part 3
Author : Ifdo Hidayah
Cast : Cha Hak Yeon[VIXX] a.k.a Hak Yeon
Krystal
Jung[Fx] a.k.a Krystal
Other Cast :
Park Jiyeon[T-ara] a.k.a Jiyeon
Choi
Minho[SHINee]
And find by
yourself
Genre : Romance sad
Part sebelumnya
baiklah, aku harus mengakui sesuatu. Aku
menyukainya, aku mencintainya! Minho mengatakan itu sembari menatap mata Hak
Yeon. Hak Yeon kaget hingga reflex menarik kerah baju Minho.
kau
mencintai krystal?!
iya, aku mencintainya, dia akan aku nikahi!
mendengar itu, Hak yeon semakin panas, sepeti ada api dihatinya hingga ia nekad
melayangkan satu pukulan diwajah Minho. Minho tersungkur.
jangan main main, dia milikku! bentak Hak yeon
haha
oyah? Tapi kedua orang tuanya menyukaiku. Kau
siapa huh?! Minho menantang Hak yeon, Hak yeon kembali mengepalkan tangannya,
Jiyeon menahannya.
kita pergi dari sini, Jiyeon
menarik tangan Hak yeon, membawa pria itu keluar dari rumah sakit.
3 bulam kemudian
"Krys... hari ini
ibu mengajakmu melihat gaun pengantin kita." Kata minho
"Kenapa cepat
sekali, aku baru saja sembuh." Jawab krystal. Minho tersenyum manis, pria
itu berjalan mendekati krystal yang masih duduk di teras kamarnya.
"Ibu ingin kita
cepat menikah. Aku tak ingin kehilanganmu krys... kau harus jadi milikku."
Kata minho yang saat ini sudah berada disamping krystal.
" bodoh. Aku sekarang
sudah jadi milikmukan?" Krystal menatap minho namun yang terlintas
dipikirannya wajah orang lain.
"Krys... kau
kenapa?"
"Tidak. Aku siap
siap dulu." Kata krystal berbalik masuk ke kamarnya.
" oh iya. Undangan
sudah tercetak sebanyak 1000 lembar. Sebagian hari ini akan aku sebar"
Kata minho lagi.
" iya. Tapi kenapa
banyak sekali."
"Aku seorang selebritis.
Jadi banyak yang aku kenal. Fansku juga ada yang aku undang."
"Apa mereka bisa
menerima ku?"
"Jangan dengarkan kata orang lain krys. Sudahlah... aku akan mengantarkan undangan dulu pada teman teman terdekatku." Pamit minho.
------
Hak Yeon duduk diteras
rumahnya. Ia masih saja memikirkan krystal. Krystal selalu hadir dalam setiap
mimpinya. Betapa ia sangat merindukan kekasihnya tapi apa dayanya. Ia hanya
bisa berdoa agar Tuhan mempertemukannya dengan krystal. Selagi Hak Yeon melamun
Jiyeon datang dan mengageti Hak yeon membuat Hak yeon menoleh seketika.
"Kau melamun lagi.
Ckck..."
"Aku tak bisa
berhenti memikirkannya."
"Tapi sekarang aku
ada disini. Tak bisakah kau melupakannya?" Hak yeon menatap jiyeon.
"Kau pasti
bercanda. Apa kau bisa melupakan minho?"
"Bisa. Buktinya
aku sekarang menyukaimu." Jujur jiyeon
" kau... tidak
mencintai minho lagi?"
"Ya... begitulah.
Aku tidak akan bertahan untuk orang yang mudah berpaling dariku."
"Waaaah... kalian
sedang mengobrol yah." Minho datang secara tiba tiba. Hak yeon dan jiyeon
langsung berdiri dari duduk mereka. Minho tersenyum licik ketika menatap hak
yeon. Ia memberikan sebuah undangan yabg ia bawa khusus untuk hak yeon dan
jiyeon.
"Ku harap kalian
bisa datang dipernikahan kami." Hak yeon menatap undangan ditangannya. Ia
membaca tulisan sebuah nama. Nama orang yang sangat ia rindukan.
"Jangan berharap
krystal kembali padamu. Dia kan jadi milikku selamanya." Kata minho
bangga. Hak yeon tersenyum kecil.
"Selamat. Tapi
cinta sejati tidak akan tertipu. Kau menipu cintanya. Krystal hanya
mencintaiku." Jawab hak yeon dibalas gelak tawa minho meremehkan hak yeon.
"Jika ia mencintaimu
maka ia tidak akan melupakanmu. Namamu saja dia tak ingat. Sekarang kekasihnya
adalah aku."
"...."
"Aku harap kalian
bisa menyusul kami. Segeralah menikah." Seru minho meninggalkan keduanya.
Hak yeon meremas undangan itu kemudian melemparnya kelantai. Jiyeon terduduk
lemas dilantai. Bukan karena mendengar minho akan menikah dengan krystal tapi
karena ia sedih melihat ekspresi hak yeon yang sangat kecewa. Apalagi jiyeon
sangat menyukai hak yeon.
"Bisakah kau tidak
brsedih?" Jiyeon menatap hak yeon. Sementara pria yang ada disampingnya
hanya menunduk lesu.
"Saat ini krystal
sedang tidak sadar. Bukannya krystal tak mencintaiku. Aku yakin krystal sangat
mencintaiku."
"...."
"Krystal tidak
boleh menikah denganya. Ku mohon hentikan itu jiyeon." Hak yeon menutup
wajahnya dengan telapak tangan. Jiyeon merangkul tubuh pria itu. Memeluk ya
dengan penuh kasih.
"Aku tak bisa
bertahan hidup tanpa krystal." Hak yeon terisak. Hati jiyeon semakin sakit
mendengar kalimat itu.
@ dihari pernikahan minho
dan krystal. Hak yeon dan jiyeon hadir diantara tamu undangan. Hak yeon tersenyum
miris melihat krystal berjalan dari luar gerja menuju altar. Hak yeon tak bisa
melihat minho mendapatkankan krystal. Ia lebih berhak atas diri krystal.
"Krystal!"
Panggil hak yeon membuay krystal berhenti melangkah dan menoleh seketika pada
hak yeon. Hak yeon menghampiri krystal.
"Ku mohon hentikan
pernikahan ini. Kau ditipu olehnya. Pria ya g seharusnya menjadi suamimu adalah
aku." Jelas hak yeon membuat krystal menatapnya bingung.
" apa maksudmu?
Siapa kau?" Tanya krystal.
"Jangan lakukan
ini krystal. Dia... bukan pria yang kau cintai selama ini. "
"Sekuriti...
tolong seret pria itu keluar! Dia mengacaukan pernikahan kami." Pekik
minho. Dengan sigap dua orang bertubuh besar memegangi lengan dan bahu hak
yeon. Mencoba mebawa hak yeon keluar tapi hak yeon terus saja memberontak.
"Krys... sadarlah.
Sadar demi rambut merah menyala kita krys..."jerit hak yeon yang sudah
menghilang dari pandangan krystal. Krystal tidak mengerti dengan kata kata itu
tapi ia mencoba untuk mwngingat siapa pria itu.
"Ayah... pria tadi
siapa?"
"..."
"Ayah... jawab
aku. Siapa pria itu?"
"Dia hak yeon."
"Iya. Apa hubunganku
dengannya?"
"Dia kekasihmu!"
Jawab jiyeon dari belakange membuat krystal menatapnya.
"Kekasihku?"
"Iya. Bahkan
kalian hendak melangsungkan pernikahan tapi pada hari itu kau tertabrak mobil
dan koma selama 2 bulan. Sembuh dari koma kalua malah hilang ingatan."
Jelas jiyeon.
"Jangan dengarkan dia
krys. Kekasihmu aku!" Pekik minho sembari berlari mendekati krystal.
"Ayah... apa itu
benar?"
"Tak ada yang
berani menjawab krys. Karena keluargamu sama sekali tidak menyukai hak yeon.
" kata jiyeon lagi. Tiba tiba kepala kepala krystal sakit dan pingsan di tempat.
Suasana jadi riuh.
Rumah sakit.
" krys... sadarlah."
Minho duduk disamping tempat tidur krystal yang tengah terbaring.
"Krys.... "
hak yeon menatap wajah krystal. Tak lama kemudian krystal sadar. Ia melihat wajah
minho dan tersenyum kemudian ia menoleh kearah hak yeon.
"Kau... hak
yeon?" Hak yeon mengangguk sembari
tersenyum kecil. Krystal mencoba mengu ah posisinya yang sedang terbaring
menjadi poaiai duduk.
" maaf... aku tak
bisa mengenalmu." Kata kryst membuat hak yeon tersenyum miris. Krystal
menggenggam tangan minho.
"Saat ini aku hanya
mengenal minho."
"Aku...
tahu." Hak yeon menunduk lesu seletika melangkah mundur.
" tapi... aku juga
tak bisa menikah denganmu. Maafkan aku." Kata krystal kepada minho. Minho
menatap krystal tak mengerti sementara hak yeon kembali mendongak menatap krystal.
" aku memang tak
mengenalmu saat ini. Tapi aku mengenalmu sebelum kecelakaan iti terjadi.
Yeon-ah.... " hak yeon tersenyum senang. Ia melangkah menghampiri krystal
kemudian memluk tubuh gadis itu. Gadis yang selalu ia cintai.
" aku mencintaimu
krys... sangat mencintaimu." Kata hak yeon yang kemudian melepaskan
pelukannya.
" ayah... ibu...
aku akan tetap menikah tapi hanya dengan hak yeon. Jika kalian tidak merestui.
Aku lebih baik mati." Ancam krystal.
"Baiklah. Kami tidak
bisa membiarkan putri kami menderita. Kami akan merestui kalian." Kata
Yesung sembari tersenyum.
"Aku tak bisa
berbuat apa apa jika sudah seperti ini." Kata jessica mengalah. Hak yeon
dan krystal tersenyum senang.
"Lalu bagaimana denganku?"
"Maafkan kami nak.
Putri kami akan lebih bahagia bersama pria yang ia cintai." Kaya yesung
mencoba meyakinkan minho yang saat ini kecewa.
" jiyeo masih mencintaimu.
Kembali saja padanya." Minho
menatap hak yeon.
" benarkah?"
"Tidak. Siapa
bilang aku masih mencintaimu?! Aku malah membencimu sekarang!" Pekik
jiyeon. Hak yeon dan krystal tertawa kecil melihat ekspresi jiyeon yang seperti
anak kecil itu.
"Maaf jiyeon. Aku
tertipu dengan krystal. Maukah kau kembali padaku?" Pinta minho.
"Begitukah?"
"Aku harap kau mau
menikah dengaku." Pinta minho penuh harap.
"Aku hanya
terobsesi terhadap krystal." Jujur minho.
"Jangan bohongi
dirimu jiyeon. Kau pasti masih mencintai minho." Hak yeon nimbrung. Jiyeon
menatap sebal padanya.
" memangnya kau
paranormal yah bisa membaca hatiku?"
" haha aku. Aku
kan sudah menjadi temanmu. Kemarin kau memang menyukaiku tapi aku tahu jauh
didalam hatimu. Kau tetap mencintai minho kan." Ungkapan itu berhasil
membuat jiyeon tersimpu malu. Minho seketika memluk tubuh jiyeon.
" maafkan aku
jiyeon. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu untuk gadis lain. Termasuk krystal
krystal lainnya." Janji minho.
" krystal hanya
satu!" Celetuk Hak yeon. Membuat jiyeon dan minho tertawa bersama dengan yang
lain.
"Baiklah kita harus
tetap melangsungkan pernikahan kita krys." Kata minho.
"Iya aku tahu.
Kita sanding empat." Sahut krystal sembari menggandemga tangan hak yeon turun
dari tempat tidurnya.
Digereja mereka
berempat mengucapkan janji setia kepada pasangan masing masing.
" aku mencintaimu
krys.... " ucap hak yeon mendekatkan wajanya pada wajah krystal.
" i love you too
" balas krystal. Mereka berciuman. Semua orang bertepuk tangan termasuk
minho dan jiyeon.
" bagaimana dengan
kita?" Tanya minho menggoda jiyeon
"Hei... aku tahu.
Tapi tidak disini." Jawab jiyeon. Minho tertawa kecil kemudian memeluk jiyeon.
THE END.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar