Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Jerat Tirai Merah part 2

Rabu, 16 Desember 2015

Jerat Tirai Merah part 2

Pagi....
Futri mengerjapkan matanya, ia berusaha membuka mata sembari memraih ponselnya, ia heran kenapa ponselnya jadi lembek dan berair. Futri segera bangkit dan melihat apa yang ia pegang sekarang. Ketika melihat yg dipegang bukanlah ponselnya melainkan daging mentah yang berlumuran darah, futri langsung membuang daging itu ke lantai.
"Iseng banget sih" kesal putri. Ia berpikir yang mengerjainya adalah ifdo, pasalnya tadi malam ifdo membahas masalah daging itu. Futri bangun dan berjalan cepat keluar kamar. Ia melihat ifdo tengah sibuk di dapur, ifdo tampak sedang memegang pisau dan terlihat sedang mencincang daging. Futri menghampirinya.
"Hyuuuuuung. Kau kan yang narok daging di kamar kamek?" Kesal putri, ia mengomel dibelakang ifdo.
"...."
"Hyung.... "panggik putri, ia heran kenapa ifdo tidak menjawab, ifdo malah fokus dengan kegiatannya mencincang daging. Futri melangkah dan berusaha melihat apa yang di cincang ifdo. Rasa mual mulai menghampiri perut putri melihat ifdo mencincang sebuah kepala manusia. Tiba tiba ifdo mengangkat pisaunya membuat putri ketakutan, ia berlari menjauhi ifdo sembari berteriak.
"Aaaaaaaaaaaakkkkhhhh....."jerit putri membuat ifdo dan siti keluar dari kamar mereka.
"Ape put? Pagi pagi begadoh nih. Ckckc." Omel ifdo yang merasa terganggu. Futri jadi kaget lagi melihat ifdo ada didepannya bersama siti.
"Kau ke hyung? Ini benar ke?" Kata putri sembari menepuk pipi ifdo.
"Mak eeh saket woi." Jawab ifdo sembari menurunkan tangan putri dari pipinya.
"Ade ape put?" Kini siti angkat bicara.
“tadi… di…di… dapur. haah haah.” putri tersengah engah
“ngape put? yang jelas lah.” siti semakin tak mengerti maksud putri.
“ape???” ifdo semakin penasaran
“aku lihat hyung cincang kepala orang di dapur.” jawab putri, mendengar itu mereka kaget dan saling pandang satu sama lain.
“eiiiih au tadi dikamarlaaah, ancoreee” sahut ifdo
“serius hyung… alau bukan hyung trus siape?”
“mane tau,hahaha” ifdo menyembunyikan rasa takutnya, sebenarnya ia percaya dengan cerita putri tapi ia tak ingin membuat teman temannya semakin ketakutan, jadi ia bersikap santai.
“salah lihat kayanye kau put, banyak nonton film horror kau put.” timpal siti
“haaah dahlah, aknak mandi jak. hyung kawankan iox…” rengek putri
“eeeh tada. aku yang mandi dulu.” seru ifdo berlari mendahuli putri masuk ke kamar mandi.
“ish die tuh!!” kesal putri
“dahlaaa tak kuliah pon. putput kawankan aku masak jai ox…” siti menarik putri melangkah kedapur.
@dapur
“sit… kau udah mandi ke?”
“udahlah, kau cepat la mandi sana.”
“ndak eh kau gx yang minta bantu masak. ancoreee”
“oh hahaha lupa put.”
“heeem tu lah yang di ingat bg narto teros. sit sit.”
“eeeh ape die nih, bawa bawa abng. tak boleh!”
“ielaaa tau pon mentang mentang cowoknye.” jawab putri semakin menggoda siti, siti hanya cengengesan sendiri.
“put, ambilkan garam disamping kau tuh.” kata siti
“ok.”
“puuut, aku dah selesai, cepat la mandi sana!” pekik ifdo sembari keluar dari toilet, segera saja putri berlari masuk ke kamar mandi. Ifdo melewati kamar siti dengan kamar terbuka, tak biasanya pintu siti terbuka jika sang penghuni kamar tidak didalam, karena setahunya siti tadi diluar. Ia meraih hendel pintu untuk menutup pintunya namun ia melihat seseorang yang terlihat seperti siti tengah berdiri didepan lemari yang terbuka.
“hyung… kau cari ape tuh?”
“baju merah.”
“nak jalan ke?”
“hm…”
“oh…” ifdo langsung berbalik meninggalkan kamar siti dan berjalan menuju kamarnya, baru 3 langkah pintu kamar siti tertutup dengan kerasnya seperti ada yang membanting.
“eiiih kaget aku. ape apekeh hyung tuh.” ifdo melangkah lagi.
sementara itu di dapur, siti masih melanjutkan acara masaknya, sesekali ia menatap layar ponselnya menunggu kabar dari narto.
“selamat pagi…” terdengar seseorang mengucapkan selamat pagi sembari mengetuk pintu, siti bergegas keluar dari dapur untuk menuju pintu depan. ia membua pintu dan melihat narto berdiri tepat didepan pintu kamar dengan senyuman manis, siti tersenyum senang.
“abang… masoklah,” siti mempersilahkan narto masuk kedalam
“adek age ape?”
“age masak buat sarapan, abang tumben pagi pagi kesini?”
“hehe… abang kangen jak.” jawab narto membuat siti tersenyum malu.
“oh haha, ielaaa. kamek lanjut masak dulu iec, abang tunggu disini sebentar, nanti kite sarapan bareng.” siti pergi kedapur.
beberapa menit kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu depan sembari mengucapan selamat pagi, siti segera mematikan kompor dan berjalan keluar dapur. ia ta melihat narto diruang tamu, tapi ia melihat narto berdiri didepan pintu rumah yang sudah terbua lebar. melihat itu siti merasa kebingungan sendiri.
“eoh??? tadi kan die ade disana, ngape sekarang ade didepan?”
“selamat pagi siti…” sapa narto sembari tersenyum lebar
“abang ngape berdiri disini? kan tadi diduduk diruang tamu.”
“eeh? apekeh? abang baru datang nih. abang bbm siti tak balas, make abang kesini.” jelas narto, mendengar itu siti mengerutkan dahinya.
“terus yang tadi siape?” gumam siti yang masih bisa didengar oleh narto
“abang tau… siti pasti kangen same abang make jadi ngigau. hahaha” canda narto membuat siti tertawa malu.
“haah dahla masuk ja, kamek udah selesai masak, kite sarapan bareng.” siti menggandeng tangan narto menuju ruang makan, tak lama kemudian ifdo dan putri masuk kedapur.
“waleeeee pagi pagi dah didatangin pacar. iri kamek nih.” seru ifdo menggoda narto dan siti
“makeee suruhlah hendra kerumah hyung. hahaha” jawab putri
“die bukan cowok aku laaaa. “
“tapi ifdo suke same die kan?” kini siti ikut mengompori
“hahaha so tempe hyung nih, dah lah kite makan iox.” narto hanya tersenyum mendengar candaan mereka bertiga.
“hyung, aku tahu kenape tadi kau cari baju merah pati karne nak jalan same abang kaaaan cieeee.” kata ifdo sembari menyuapkan sendok berisi nasi ke mulutnya. narto hanya tersenyum
“tapi ngape kau tak pakai baju merah hyung? tak ade ke? na pinjam tak same aku? 100.000 sehari. hahah”
“mak eeeh itu bukan pinjam namenye, sewa tuh. huuuu” sahut putri
“hehe, maksod aku gitu put.”
“kapan pula aku cari baju merah?” Tanya siti membuat ifdo, dan putri memandangnya.
“eeeeh tadi hyung, pas aku selesai mandi aku lihat kau didepan lemari trus aku Tanya, kau jawab cari baju merah. pelupa kau nih.” jelas ifdo, siti semakin heran.
“dari tadi aku masak didapur kali do.” jawab siti, mereka semua diam  termasuk narto.
“serius???” Tanya putri
“iyeee. kan aku same aku tadi put.”
“oh iyeee.”
“haaag siape dikamar hyung tuh?” ifdo penasaran.
“ade ape nih?” Tanya narto yang tida mengerti dengan arah pembicaraan ketiga gadis ini.
“ade hal tak jelas dirumah nih.” jawab ifdo
“daah daah, kite lanjut makan jak.” kata siti yang tidak mau ambil pusing peristiwa tadi walau sebenarnya ia juga heran, ada apa dengan kostnya yang biasanya aman aman saja tapi sekarang ia merasa ada yang meneror mereka.
@ruang tamu.
mereka berkumpul bersama sembari menonton televisi tanpa putri, karena ia ada janji dengan Ridwan. narto yang fokus dengan tontonannya bersama siti sedangkan ifdo tak melepaskan android yang sedari tadi dipegangnya, sesekali ia tersenyum sendiri.
“cieee yang bbm’an same hendra.” celetuh narto membuat ifdo menoleh sembari cengengesan.
“cieee yang nonton berduaan.” balas ifdo
“bertige nih.” jawab siti
“anggap ja kamek taka de hyung. hahaha”
“eeeh mane bise, ifdo kan nampak.” jawab siti. Tiba tiba eva dan andri datang dan masuk keruang tamu.
“eeeeh ade tamu….” ada eva yang langsung duduk disofa kosong diikuti oleh andri.
“karne dah ade angah dan andri, ifdo pergi lok iec.” kata ifdo sembari berdiri dari duduknya.
“nak kemane do? eva baru ja datang.”
“nak jalan laaah, mumpung libur, hahah memangnye.”
“oooch cieeee pasti same hendra.” andri menggoda ifdo
“hahaha, aog mang.” sahut ifdo, kemudian ia berbalik berjalan menuju pintu rumah.
“putri mane sit?”
“pergi same Ridwan.”
“oh, oag laah, eva ke kamar lo iec, nak mandi.”
“maaaak evaaa belom mandi?” siti kaget
“heheh… belum sit.”
“mao kau ndri same eva?”
“eeeeh apekeh siti nih.”
“dah laaaa, sayang tunggu disini yeh. bang narto dan siti jagekan andri yeh.” gurau eva
“hahah kire kite masih budak kecik kali.” sahut andri. eva berjalan menuju kamar, ia bertemu dengan ifdo yang baru keluar dari kamarnya.
“eeeh tadi katenye nak pergi,” tegur eva pada ifdo.
“iye.” jawab ifdo yang berjalan lurus, eva menatap punggung ifdo, ia merasa heran pada sikap ifdo tadi.
@ Mall…
“pagi pagi ape buat kite ke mall nih?” Tanya Ifdo kepada Hendra yang berjalan disampingnya.
“makan, jalan jalan tros foto foto.”
“eeeih jadi macam anak alay pula.”
“kan kau memang lebay.” jawab hendra
“hahaha mane ade.” elak ifdo.
“udah makan ke?” Tanya hendra
“udah tadi pagi, hyung masak.” kata ifdo jujur.
“heeem searang dah jam 11 kali, kite ke kfc iox, makan siang, kame lapar nah.”
“ooooh ok.” mereka pergi ke KFC, Hendra mengambil posisi dudu sedangkan ifdo yang mengantri pesanan. 5  menit kemudian ifdo datang bersama nampan yang sudah berisi pesanan mereka.
“abes ini nak kemane age?” Tanya ifdo
“eeeh sabar lah lok, ngape bah… nak cepat balek ke? ade ape dirumah?” kata hendra
“tadaaak, rase tak nyaman je disini.”
“kenape? tak suke jalan same hen ke?” rajuk hendra
“eeeh bukan itu, dac laaa makan iox. tak usah meraju.” bujuk Ifdo.
“maaf ieh…” kata ifdo lagi, hendra tersenyum kecil padanya.
30 menit kemudian,
“hen… beli ice cream iox?” pinta ifdo.
“heeem… pesanlah.” jawab hendra
“ndak mao disini, kite ke Dessert lain, jangan di mall.” ajak ifdo sembari berdiri dari duduknya.
“heeem ie laa. iox.” hendra ikut berdiri, ketika hendak berbalik ifdo meraih tangan hendra dan menggenggamnya. Hendra menoleh kepada ifdo dengan heran, ifdo tersenyum pada hendra.
“kite same same.” seru ifdo, mereka berjalan bersama keluar dari KFC.
“do….”
“heeem?”
“kite udah kenal 1 tahun kan, dan kite mulai dekat 5 bulan sampe sekarang.”
“hag tros?”
“ape tak ade hal aneh?”
“aneeeh? maksudnye?”
“ie, aneh. aneh saat kite berdua. hen rase kalau hen abes ketemu ifdo, rase nak na ketemu teros. tak ingat balek.” kata hendra jujur, mendengar itu ifdo menundu malu.
“hen rase… kite jodoh.” seketika ifdo mendongak menatap hendra.
“jodoh??? yakin?”
“eeeh yakinlaaah. serius do.” hendra berusaha meyakinkan ifdo.
“heheh trus?”
“trus sebentar age kite selesai kuliah, hen dah punye kerje juga, hen nak lamar ifdo.” hendra berhenti melangkah, mereka berhadapan.
“mao ndak ifdo jadi istri hen?”
“heeem… pinta sama orangtua ifdo dulu, kalau mereka setuju, ifdo mao lah.” jawab ifdo malu
“ok, nanti hen pergi kerumah ifdo.”
“rumah orang tua ifdo di banten hen.”
“oooh haha, ielaaah. nanti liburan semester 7, hen ajak ifdo ke banten iec.”
“waaaah ok, setuju.” sahut ifdo cepat, hendra tersenyum senang sembari merangul bahu ifdo dan mereka lanjut ke toko ice cream.
ifdo dan hendra berjalan menuju tempat parkir, hendra meminta ifdo untuk menunggu di ujung jalan, ifdo pun menurut. ifdo berdiri disebelah kanan tempat keluar motor. tiba tiba ada seseorang yang mengendarai motor berdiri tepat didepan ifdo, orang itu merampa tas yang ada dibahu ifdo, karena reflek ifdo menarik balik tasnya membuat orang tadi turun dari motor.
“bagos kau kasi tas kau same aku!” bentak orang itu, ia masih mengenakan helm
“eeeh punye aku, ape hal aku kasi ke kau!” jawab ifdo, orang orang yang melihat segera berlarian berusaha menolong ifdo, karena pani orang yang hendak merampas tas ifdo, mengeluaran belati dan menusuk perut ifdo. genggaman pada tas ifdo mulai longgar karena rasa sakit yang dideranya, ia terkulai lemah dan terbaring dijalan sementara orang tadi melarikan diri.
“ifdo…..!” pekik hendra, ia berlari menghampiri ifdo.
“dooo…. kau kenape nih?”
“shaaakkiiit heeen.” kata ifdo terbata bata. ia menggenggam baju yang hendra kenakan karena sakit. tanpa pikir panjang hendra langsung menggendong ifdo dan menyetopan sebuah taksi menuju kerumah sakit.
@rumah sakit
Hendra duduk sendiri sembari menunduk menunggu dokter keluar dari UGD, ia tak berhenti berdoa untuk ifdo, gadis yang ia sayangi saat ini. Tak lama kemudian siti, eva, dan putri datang bersama pasangan masing masing.
“hen… ifdo kenape?” Tanya eva khawatir
“aku tak tau, pas nak keluar dari mall, aku suruh die tunggu di ujung tempat parkir tuh, pas aku lihat die dah tejatok diaspel. perutnye luka.” jelas hendra
“kau tak lihat siape yang nusu perutnye ke hen?” Tanya Andri
“tadak, au tak dengar ade yang ribot ribot didepan, antrian aku panjang tadi.”jawab hendra
“trus gimane ifdonye sekarang?” Tanya siti panih
“die masih ditangani dokter.” jawab Hendra
“dah daaah, berdoe jak semoga ifdo endak ngape ngape.” kata Narto menenangkan kekasihnya yang tampak sangat khawatir.
1 jam kemudian,
dokter keluar dari UGD bersama ifdo yang masih terbaring di ranjang yang hendak di pindahan ruang opname. hendra menghampiri mengikuti suster yang membawa ifdo, semenatra siti dan eva menghampiri dokter.
“dok, gimane keadaan ade saye?”  Tanya eva
“die dapat luka yang cukup dalam dan robeknye cukup lebar, tapi kami udah menjahitnye. diharapan untuk pasien jangan banyak bergerak biar jahitannye endak lepas.”terang dokter.
“heeem… trus die udah boleh dijenguk?” Tanya siti
“boleh, tapi jangan diajak bicara dulu.”
“iye do, terima kasih.” dokter itu pergi, mereka pergi keruang opname.
@Ruang opname, pukul 9.45 malam
hendra tertidur disamping ifdo, tangannya msih menggenggang tangan ifdo yang tida di infus. sementara putri dan  ridwan tertidur disofa, narto dan siti pergi keluar membeli makanan, eva dan andri sedang berada diluar ruangan.
“eegghhh….” ifdo membuka matanya, ia melihat hendra, putri dan ridwan tengah tertidur.
“ini dirumah sakit ke… sepi benar gak.” bisik ifdo, ia mengedaran pandangannya dan melihat seseorang dibalik jendela kaca yang tidak ditutupi tirai. ifdo menatapnya, orang itu mengenakan baju yang sama dengan dirinya tiba tiba orang tadi berbalik menghadap padanya membuat ifdo kaget karea wajahnya sangat mirip dengan dirinya. orang itu tersenyum kemudian menunjukan sebuah belati ditangan kanannya. gadis itu mengarahkan belatinya kepada dirinya sendiri, perlahan ia menusuk kepalanya tanpa rasa sakit, darah mengucur deras dari kepalanya. ifdo hendak berteriak tadi ia ta memiliki suara dan tubuhnya terasa kaku, ia tak bisa bergerak sama sekali bahan menutup matanya pun sangat sulit. orang itu masih melanjutkan aktivitas melukai dirinya sendiri, sekarang ia menari belati dari kepala hingga membelah wajahnya, ifdo semakin ketautan.
‘tolong berhenti… aku ta mau melihatnya.’ kata ifdo dalam hati. air matanya mengalir begitu saja,
tiba tiba Narto dan siti datang, ifdo berhasil mengalihkan pandangannya dari hal mengerian tadi, ia menangis memanggil siti.
“hyuuung…”
“eeeh ngape do? ade ape?” siti menghampiri ifdo yang sedang menangis, keringat membanjuru tubuh ifdo. hendra dan yang lain ikut terbangun.
“ape do? ngape??” Tanya hendra khawatir.
“balek iox. ifdo tak mao disini. hiks… hiks…” rengek ifdo kepada siti.
“tapi ifdo baru jak sadar, dokter bilang ifdo tak boleh pulang dulu, lukanye masih basah.” jelas eva
“ngaah, ifdo endak mao disini, ifdo mao baleeek.” ifdo bersi keras.
“do.. do, heei kenape ni?” Tanya hendra dengan lembut.
“hen…. ifdo nak balek, rawat jalan jak laaah,. nanti pon sembuh. pokonnye ifdo nak balek.” kata ifdo membuat teman temannya heran.
“iye iye kite balek.”
“sekarang hen.”
“iye sekarang. ndri kawan aku ke ruangan dokter iox…”
“ok.”
@ruang dokter
“dok… saye saudaranye Ifdo, pasien yang tadi sore dijahit tuh, die boleh pulang sekarang endak?”
“eh, ngape pula…? kan die masih sakit.”
“die tak suke dirumah sakit dok, boleh ke lah dok. bise rawat jalan kan.”
“iye bise, tapi seendaknye tunggu sampe besok lah.”
“ohhh iye lah, makasih dok.”
@Ruang opname
“gimane hen?” Tanya siti
“tak boleh sekarang. tunggu sampe beso baru boleh pulang.” jawab hendra, ia melihat ifdo yang masih menangis ketakutan.
“sebenarnye ade ape do? ade ape disini?” Tanya siti
“hyung kite harus pulang sekarang, please…” renge ifdo. hendra tak suka melihat ifdo menangis, ia tak tega. jadi ia memutuskan untuk membawa ifdo pulang.
“ok, kite pulang.” kata hendra membuat teman temannya menoleh padanya.
“eeeh hen… kau tak dengar e kate dokter tadi, tak boleh pulang dulu.” cegah andri
“kau tak lihat ke ifdo ketakutan, aku tak mao die kenape nape.” jawab hendra
“tapi kite ade disini hen, kite bise jage die.” natro menimpali
“tapi aku tetap nak bawa die balek.” hendra menggendong ifdo keluar dari ruangan diikuti oleh teman temannya. disisi lain, tampak ada seringai licik tepat disudut gelap yang hanya menampakan bola mata merah.
“hahahaha…akan lebih mudah menghabisi kalian dirumah sendiri.”

To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake