Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Jerat Tirai Merah part 1

Rabu, 16 Desember 2015

Jerat Tirai Merah part 1

"Mohon maaf, ini hanya kisah fiksi murni pemikiran author dan untuk nama nama tokoh dalam cerita ini pilihan author sendiri yang merupakan sahabat sahabat author. kisah ini tidak ada hubungannya dengan kisah nyata. ini hanya FIKSI. terima kasih"

Jerat tirai merah
Author : ifdo hidayah
Cast : Siti, ifdo, futri, eva,
 Narto, hendra, ian, andri dan rizky.
Genre : horror, mystery, and theiller
Language : indonesia melayu pontianak

"Besok hari minggu, belom ketemu pak achmadi ege tuh. Alamaaaak, pening kepala ifdo nih". Keluh ifdo duduk dikursi sembari memeluk bonekanya.
"Ala santai jx do, seninlan bise. Endak usah dipikirkan benar beh." Sahut eva mengambil posisi disebelah kiri ifdo.
"Bukan ifdo yg mao ngah. Kepala nih tak singkron dengan hati. Ifdo tx mao mikirkan age. Malah kepikiran teros. Rase nak ifdo rantokan kepala nih", jawab ifdo sedikit kesal kepada dirinya sendiri.
"Eeeh jangan gitu do," siti yang mendengar percakapan ifdo dan eva sejak tadi dari dapur ikut bersuara, ia menghampiri keduanya.
"Iye, jangan dijadikan beban bah." Timpal eva. Ifdo menghela napas panjang.
"Oh iye, mane si putput? Jam 3 belom balek ke kost nih?" Tanya siti
"Mungkin die jalan same ian."
"Ian mane?"tanya eva

"Eiiih, angah tak kenal ian?" Eva mengendikan bahunya tanda tahu.
"Itu bah, anak penjas angkatan 2013,juniornye abg." Jelas ifdo, eva mengangguk mengerti.
'Ping' ifdo mendengar notifikasi bbm entah dari ponsel siapa, ia mencoba meraih ponselnya yg berada diatas meja, mungkin saja itu dari hendra.
"Bbm dari siape do?"tanya siti mulai kepo
"Yang jelas bukan dari bang narto. Hahaha," ifdo menggoda siti yang memang kebetulan tengah dekat dengan pria bernama narto tersebut.
"Eeh. Eva nak pergi lok iec." Tiba tiba eva pamit, dua gadis itu langsung mengizinkannya.
"Hyung, angah pasti nak jalan same andri kan?" Tanya ifdo setelah eva meninggalkan mereka 5 menit yang lalu.
"Mungkin juga." Jawab siti.
"Dedek baleeek."pekik seseorang dengan suara cemprengnya sembari masuk kedalam rumah. Gadis itu menghampiri kedua gadis yang tengah mengobrol diruang tamu.
"Woiii kitak age ape tuh?" Tanya putri sembari melepaskan tasnya dan melemparnya ke sofa.
"Ngobrol je. Kau darimane? Bukannye langsong balek malah keluyuran." Omel ifdo kepada putri
"Alaaa macam hyung tak tau kamek jx. Biase laaaa jalan jalan same bebeb."
"Maaaak eh, bebeb mane pula puuut?" Tanya siti
"Hahaha gurau bah sit. Kamek bah abes ngawankan ian kepusda."
"Maaaak jdi bebeb kau beneran ian?"ifdo kaget
"Mane adeeee. Sit kau suke nak fitnah."
"Mak eeh kapan pula aku ngomong gitu put."
"Hahaha dah laaa. Bagos kau mandi put. Bau woooi." Kata ifdo membuat putri cemberut.
"Aog laaaa." Putri beranjak menuju kamar mandi.
"Do, kamek nak pergi juga. Kau jage rumah iec." Pamit siti yang langsung masuk ke kamarnya untuk mengambil kunci motor dan helm.
"Nak kemana hyung?" Ifdo bertanya sedikit berteriak. Siti keluar dan melewati ifdo begitu saja.
"Eeeh budak kecik jangan nak suke kepo." Setelah itu siti pun pergi meninggalkan ifdo yang hanya sendiri diruang tamu.
"Heeem nasib la yg jomblo nih. Ckck." Kata ifdo kepada dirinya sendiri.
@disebuah tempat makan.
"Sit, tak apekeh kite makan berdua jak nih?" Tanya pria yang ada dihadapannya, pria itu bernama narto.
"Tak ape?? Maksodnye ape bg?" Siti malah nanya balik.
"Maksodnye bah, tak apekeh kalau kite makan tak ngajak putri, ifdo dan eva?"
"Laaah kan kite cuma makan. Tak ape bah. "
"Hehehe ie laaah. Oh iye abes ini kawankan kamek ke toko di dekat jembatan tuh. Nak beli tirai.... abes tirai kamar kamek kena gigit tikos."
"Hahaha ie laaa."
Setelah menyelesaikan acara makan bareng, mereka segera pergi ke sebuah toko yang khusus menjual tirai. Toko itu terletak di ujung kota, dekat dengan jembatan kearah siantan.
"Selamat malam, sile masok mas.... mbak." Sapa seorang pria yang diketahui sebagai pelayan ditoko tersebut. Narto dan siti masuk secara bersamaan.
"Kamek ke sebelak kiri, abang ke kanan iec. Abang nak cari warna ape??"tanya siti sebelum mereka berpisah
"Yang mane bagosnye menurut siti jak.heheeh" jawab narto sembari cengengesan.
"Ok," jawab siti yang langsung berjalan kearah kiri dan narto kesebelah kanan. Mereka dipisahkan oleh sebuah meja kasir. Siti melihat lihat beberapa tirai berwarna biru dengn motif bintang bintang.
"Hag... ini bagos kayaknye nih."ujar siti meraih tirai yang ada dihadapannya.
Sementara itu... narto tengah melihat tirai berwarna merah marun dengan motif batik yang menarik perhatiannya. Ia bermaksud membeli tirai itu untuk siti.
"Mas.... ini berape hargenye?" Tanya narto sembari memegang ujung tirai itu. Orang yang ditanya langsung kaget.
"Mahal tu bang. Hargenye 550." Jawab pelayan itu membuat  narto  kaget.
“mahalnye buat jendela jak."
"Bahannye bagos bang. Cari yang lain jak bang."usul pelayan itu.
"Eeh ngape pula? Saye suke tirai ini."
"Tak ape. Kami bise diskon buat abang," kata seseorang yang tiba tiba saja muncul dari belakang.
"Haag bagos tuh. Berapelah diskonnye?"tanya narto sembari tersenyum lebar.
"25% lah. Mao ke?" Tanya orang tadi.
"Haaag boleh la. Saye ambil ini. Tolong dibungkus rapih yeh." Kata narto seumringah, tak lama kemudian siti datang membawa tirai berwarna biru.
"Bang, ini bagos tak?" Tanya siti
"Eeh. Bagos kok. Yang ini ke?"
"Iye bang. Nah." Siti menyerahkan tirai itu kepada narti dan berjalan keluar dari toko itu. 5 menit kemudian narti datang dengan dua bauh jinjingan dikedua tangannya.
"Abang beli berape?"
"Dua. Iox laaa kite balek." Ajak narto, merekapun segera pergi dari toko itu.
@dirumah kost
"Mane angah same siti hyung? Lama benar gak." Keluh putri
"Mereka jalan same cowok masing masing put. Kau sorang ngape tak jalan?"tanya ifdo
"Haaah....manelah kite nih punye cowok hyung." Elak putri membuat ifdo menaikan sebelah alisnya.
"Selamat malaaaam." Pekik siti dari luar, ifdo dan putri langsung berlari menuju teras rumah. Mereka melihat siti dan narto temgah berdiri dengan jarak 1 meter.
"Waleee yang baro balek jalan. Senangnye." Ifdo menggoda narto dan siti.
"Hehehe... kamek balek dulu yeh. Nah ini untok adek." Kata narto sembari memberikan plastik hitam kepada siti namun dengan cepat putri merebutnya.
"Untok kamek kan. Ape ni bang?" Sambar putri
"Untok hyung put. Eeeh die nih," ifdo menyahut.
"Hehe ie buat siti. Kamek balek dulu iec." Pamit narto.
" ape nih?" Kata putri penasaran. Setelah narto tak ada, putri langsung membuka ikatan dari plastik dan melihat tirai berwarna merah.
"Waaaah... tirai merah. Tanda cinta. cieeee." Lagi lagi ifdo menggoda siti, membuat sito salah tingkah.
"Kamek kire baju merah atau gelang atau makanan.hahaha tau taunye tirai." Kata putri seraya menyerahkan tirai itu kepada sang pemilik aslinya. Siti tertawa geli mendengar ucapan putri barusan.
" eh dah laaa. Aku nak ke kamar lok. Nak istirahat." Siti pergi ke kamar, sedangkan ifdo dan putri pergi keruang tamu.
@kamar siti
Setelah mengganti baju, ia mengganti tirai lamanya dengan tirai baru pemberian narto. Tirai itu menghiasi jendela kamarnya. Sesekali ia tersenyum melihat tirai itu.
"Bagos pula selera bg narto nih. Tau pula aku suke warna merah." Siti bergumam kemudian ia membaringkan tubuhmya diatas ranjang.
"Hyung.... " panggil ifdo yang sudah ada didepan pintu kamar yang terbuka. Matanya tertuju pada tirai jendela yang memang sejajar dengan pintu. Ifdo menghampiri siti yang tengah berbaring.
"Cieeee tirai baru dieeee." Ifdo kembali menggoda siti.
"Eeeh die nih dari tadi ngolok teros." Siti ikut duduk disebelah ifdo.
" hahaah. Udah makan belom?" Tanya ifdo
"Udah tadi sama bg narto."
"Mak eeeh. Tak ngajak kite. Bagos laaaa." Rajuk ifdo, siti cengengesan sendiri.
"Kalian belok makan ke ape? Ngapelah tak masak?"
" ish hyung nih macam tak tau jak. Kami mane bise masak."
"Hahaha ok lah. Yok la aku masakan." Siti beringsut dari kasurnya.
"Endak. Ifdo tak mao makan telok same mie age. Ifdo nak makan nasi goreng abu hyung." Rengek ifdo mengikuti siti berjalan keluar dari kamarnya.
"Heeem... ie laaa. Beli lah sana."
"Mak eeh. Beli lah sana."
"Malas jalan hyung. Heheeh uput sama hyung jak yg beli."usul ifdo.
"Haaag iox la. Kebetulan kamek nak beli sop buah. Iox sit." Ajak putri.
"Heeem aog laaaa.." siti dan putri pergi meninggalkan ifdo sendiri dirumah, taklama kemudian eva datang bersama andri.
" waaah ade pasangan baru pulang."ifdo suka menggoda mereka, selain menggoda siti dan narto.
" eeeh ngape ifdo nih." Sahut andri cengengesan.
" iox la masok yang. "Ajak eva kepada andri. Merekapun segera masuk kerumah.
"Yang. Eva mandi dulu yeh. Do kawankan andri iec."
"Siap boss!" Kata ifdo, eva un berlalu ke kamarnya.
"Ape kabar do?"tanya andri
"Baek jak. Hehe dirimu ape kabar gak?" Tanya ifdo balik
"Baek juga. Kok sepi?"
"Uput and hyung pergi keluar beli makan."
"Oh.... gimane ifdo same hendra?"
"Hahaha biase jak sih. Ngape?"
"Tadak..nanya jak."
Mereka tengah asik mengobrol, tiba tiba terdengar suara barang jatuh dan membuat keduanya kaget.
"Ape yg jatok tuh?"tanya andri
"Entah. Kucing didapok makan ikan kali. Ckck "seru ifdo,ia segera pergi ke dapur. Benar saja, seekor kucing tengah asik menggigit sesuatu yang tampak seperti daging mentah. Ifdo terdiam dan berpikir sejenak, dirumahnya tidak ada daging tapi darimana kucing itu mendapatkan daging?
"Hush... hush...." ifdo mengusir kucing itu, kucing iti masih menggerogoti daging itu.
"Oooo ngaaaah."pekik ifdo
"Angah ade beli daging ke???" Pekik ifdo lagi, eva yang masih mengenakan handuk diatas kepalanya segera muncul di dapur.
"Daging ape do?"
"Itu...." ifdo menunjuk lantai namun disana tidak ada kucing dan daging yang ia lihat tadi.
"Daging ape???"tanga eva bingung, ifdo kado ikut bingung.
"Mak eeh tadi tuh ifdo lihat kucing makan daging disini." Kata ifdo meyakinkan eva
"Eeh dahlaa eva nak siap siap. Andri dah nunggu lama." Eva berbalik menuju kamarnya lagi, ifdo pun kembali keruang tamu menghampiri andri.
"Dri tadi dengar suara barang jatok kan?"tanya ifdo memastikan
"Hag iye. Ape yang jatok?"tanya andro penasaran
"Tadi..."
"Yok laaaa. Nanti kemalaman. Do... tak usah nunggu eva iec. Eva tak balek malam ini. Kami nak kerumah sepupu andri di pal 9." Jelas eva yang memotong kalimat ifdo tadi.
" mak eeeh. Ifdo sendiri la nih."
"Kan ade siti same putri. Dahlaaah kamek pergi lok." Pamit eva
"Iye. Dah ifdo. "Andripun ikut pamit dan meninggalkan ifdo sendirian. Beberapa menit setelah kepergian mereka, ifdo menyalakan televisi untuk mengusir kesendiriannya. Seperti kebiasaannya, ia selalu menonton sitkom kelas internasional yang memang sudah waktunya tayang, karena ada perubahan jam tayang, sitkom itu berubah tayang menjadi jam 9 malam.
"Hahahaahha..."tawa ifdo pecah melihat kelakuan  kotaro dan lee jong yoo.
'Tokk.. tokk... tokk...!' Ifdo mendengar suara ketukan dari sebuah pintu.
'Tokk... tokk...tokk..!'ketukan itu semakin keras dan jelas. Ifdo tau arah ketukan itu bersumber dari kamar siti. Sempat terfikir ifdo tak ingin menghiraukan namun ia penasaran.
'Tokk...tokk....tokkk.!'
"Siape tuh?! Hyung... kau balek tak bilang bilang. Lalu dikamar jak!" Pekik ifdo sembari berjalan menghampiri kamar siti. Tepat didepak pintu kamar siti suara itu semakin jelas dan terdengar semakin brutal hingga pintu kamar itu bergoyang.
"Mak eeeh. Ngapekeh pintu nih?" Gumam ifdo keheranan dan tak dipungkiri ada rase takut yang menghampirinya sekarang.
"Oooh hyuuung."
"Oiii aku baru balek nah."sahut siti dari belakang berjalan menuju ruang tamu diikuti putri. Ifdo terlonjak kaget dan seketika suara ketukan itu menghilang.
"Eoh???? Ilang lalu." Lagi lagi ifdo bergumam sendiri. Ifdo memberanikan diri memegang knop pintu dam membuka pintu itu.
"Hyuuung... kau nak makan tak? Cepat laaaa." Pekik putri membuat ifdo kembali menutup pintu kamar itu dan segera berlari menuju ruang makan. Bukan karena takut melainkan ia sudah sangat lapar karen menunggu mereka dari tadi. Sementara itu, saat ifdo berhasil membuka pintu kamar siti tadi, sebuah seringai menyeramkan tampak dari sudut kamar siti. Yaaaah itu makhluk kasat mata yang berada dikamar tersebut.
@diruang makan
"Ngapekeh lama benar beli nasgor pon." Protes ifdo
"Sorry hyung. Tadi bah cari sop buah dulu."jawab putri.
"Heeem.... aoglaa.oh ie ade yang beli daging ke?"tanya ifdo membuat siti dan putri memandangnya.
"Daging ape??" Tanya siti.
"Daging laah. Entah itu ayam atai sapi. Dagingnye merah dan masih segar. Tadi dimakan kucing." Jelas ifdo. Mendengar itu siti dan putri jadi heran.
"Kucing??? Daging???" Putri berpikir
"Kenape? Tak ade ke?"
"Memang tak ade hyung. Kan kite tak pernah beli daging mentah. Kite beli langsung masak itu pon langsung habes dimakan." Terang putri membuat ifdo berpikir dan itu benar. Mereka tidak pernah membeli daging mentah sekalipun daging ayam
"Laaah trus??"
"Mungkin kau salah lihat do." Kata siti.
"Haaag mungkin juga." Kata ifdo mengalihkan menutup topik yang ia buka tadi.
"Angah mane hyung?"tanya putri sembari menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Angah nginap dirumah sepupu andri." Jawab ifdo yamg langsung menyuapkan makanan kemulutnya. Sebenarnya ifdo hendak menceritakan kepada mereka berdua tentang ketukan pintu kamar siti, tapi ifdo mengurungkan niatnya mengingat siti dan putri adalah dua gadis yang sangat penakut delam hal hal gaib seperti yamh dialami ifdo.
To be continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake