"Mohon maaf, ini hanya kisah fiksi murni pemikiran author dan untuk nama nama tokoh dalam cerita ini pilihan author sendiri yang merupakan sahabat sahabat author. kisah ini tidak ada hubungannya dengan kisah nyata. ini hanya FIKSI. terima kasih"
Jerat tirai merah
Jerat tirai merah
Author : ifdo hidayah
Cast : Siti, ifdo,
futri, eva,
Narto, hendra, ian, andri dan rizky.
Genre : horror,
mystery, and theiller
Language : indonesia
melayu pontianak
"Besok hari
minggu, belom ketemu pak achmadi ege tuh. Alamaaaak, pening kepala ifdo
nih". Keluh ifdo duduk dikursi sembari memeluk bonekanya.
"Ala santai jx do,
seninlan bise. Endak usah dipikirkan benar beh." Sahut eva mengambil
posisi disebelah kiri ifdo.
"Bukan ifdo yg mao
ngah. Kepala nih tak singkron dengan hati. Ifdo tx mao mikirkan age. Malah
kepikiran teros. Rase nak ifdo rantokan kepala nih", jawab ifdo sedikit
kesal kepada dirinya sendiri.
"Eeeh jangan gitu
do," siti yang mendengar percakapan ifdo dan eva sejak tadi dari dapur
ikut bersuara, ia menghampiri keduanya.
"Iye, jangan
dijadikan beban bah." Timpal eva. Ifdo menghela napas panjang.
"Oh iye, mane si
putput? Jam 3 belom balek ke kost nih?" Tanya siti
"Mungkin die jalan
same ian."
"Ian
mane?"tanya eva
"Itu bah, anak
penjas angkatan 2013,juniornye abg." Jelas ifdo, eva mengangguk mengerti.
'Ping' ifdo mendengar
notifikasi bbm entah dari ponsel siapa, ia mencoba meraih ponselnya yg berada
diatas meja, mungkin saja itu dari hendra.
"Bbm dari siape do?"tanya
siti mulai kepo
"Yang jelas bukan
dari bang narto. Hahaha," ifdo menggoda siti yang memang kebetulan tengah
dekat dengan pria bernama narto tersebut.
"Eeh. Eva nak
pergi lok iec." Tiba tiba eva pamit, dua gadis itu langsung
mengizinkannya.
"Hyung, angah
pasti nak jalan same andri kan?" Tanya ifdo setelah eva meninggalkan
mereka 5 menit yang lalu.
"Mungkin
juga." Jawab siti.
"Dedek
baleeek."pekik seseorang dengan suara cemprengnya sembari masuk kedalam
rumah. Gadis itu menghampiri kedua gadis yang tengah mengobrol diruang tamu.
"Woiii kitak age
ape tuh?" Tanya putri sembari melepaskan tasnya dan melemparnya ke sofa.
"Ngobrol je. Kau
darimane? Bukannye langsong balek malah keluyuran." Omel ifdo kepada putri
"Alaaa macam hyung
tak tau kamek jx. Biase laaaa jalan jalan same bebeb."
"Maaaak eh, bebeb
mane pula puuut?" Tanya siti
"Hahaha gurau bah
sit. Kamek bah abes ngawankan ian kepusda."
"Maaaak jdi bebeb
kau beneran ian?"ifdo kaget
"Mane adeeee. Sit
kau suke nak fitnah."
"Mak eeh kapan
pula aku ngomong gitu put."
"Hahaha dah laaa.
Bagos kau mandi put. Bau woooi." Kata ifdo membuat putri cemberut.
"Aog laaaa."
Putri beranjak menuju kamar mandi.
"Do, kamek nak
pergi juga. Kau jage rumah iec." Pamit siti yang langsung masuk ke
kamarnya untuk mengambil kunci motor dan helm.
"Nak kemana
hyung?" Ifdo bertanya sedikit berteriak. Siti keluar dan melewati ifdo
begitu saja.
"Eeeh budak kecik
jangan nak suke kepo." Setelah itu siti pun pergi meninggalkan ifdo yang
hanya sendiri diruang tamu.
"Heeem nasib la yg
jomblo nih. Ckck." Kata ifdo kepada dirinya sendiri.
@disebuah tempat makan.
"Sit, tak apekeh
kite makan berdua jak nih?" Tanya pria yang ada dihadapannya, pria itu
bernama narto.
"Tak ape??
Maksodnye ape bg?" Siti malah nanya balik.
"Maksodnye bah,
tak apekeh kalau kite makan tak ngajak putri, ifdo dan eva?"
"Laaah kan kite
cuma makan. Tak ape bah. "
"Hehehe ie laaah.
Oh iye abes ini kawankan kamek ke toko di dekat jembatan tuh. Nak beli
tirai.... abes tirai kamar kamek kena gigit tikos."
"Hahaha ie
laaa."
Setelah menyelesaikan
acara makan bareng, mereka segera pergi ke sebuah toko yang khusus menjual
tirai. Toko itu terletak di ujung kota, dekat dengan jembatan kearah siantan.
"Selamat malam,
sile masok mas.... mbak." Sapa seorang pria yang diketahui sebagai pelayan
ditoko tersebut. Narto dan siti masuk secara bersamaan.
"Kamek ke sebelak
kiri, abang ke kanan iec. Abang nak cari warna ape??"tanya siti sebelum
mereka berpisah
"Yang mane
bagosnye menurut siti jak.heheeh" jawab narto sembari cengengesan.
"Ok," jawab
siti yang langsung berjalan kearah kiri dan narto kesebelah kanan. Mereka
dipisahkan oleh sebuah meja kasir. Siti melihat lihat beberapa tirai berwarna
biru dengn motif bintang bintang.
"Hag... ini bagos
kayaknye nih."ujar siti meraih tirai yang ada dihadapannya.
Sementara itu... narto
tengah melihat tirai berwarna merah marun dengan motif batik yang menarik
perhatiannya. Ia bermaksud membeli tirai itu untuk siti.
"Mas.... ini
berape hargenye?" Tanya narto sembari memegang ujung tirai itu. Orang yang
ditanya langsung kaget.
"Mahal tu bang.
Hargenye 550." Jawab pelayan itu membuat
narto kaget.
“mahalnye buat jendela
jak."
"Bahannye bagos
bang. Cari yang lain jak bang."usul pelayan itu.
"Eeh ngape pula?
Saye suke tirai ini."
"Tak ape. Kami
bise diskon buat abang," kata seseorang yang tiba tiba saja muncul dari
belakang.
"Haag bagos tuh.
Berapelah diskonnye?"tanya narto sembari tersenyum lebar.
"25% lah. Mao
ke?" Tanya orang tadi.
"Haaag boleh la.
Saye ambil ini. Tolong dibungkus rapih yeh." Kata narto seumringah, tak
lama kemudian siti datang membawa tirai berwarna biru.
"Bang, ini bagos
tak?" Tanya siti
"Eeh. Bagos kok.
Yang ini ke?"
"Iye bang.
Nah." Siti menyerahkan tirai itu kepada narti dan berjalan keluar dari
toko itu. 5 menit kemudian narti datang dengan dua bauh jinjingan dikedua
tangannya.
"Abang beli
berape?"
"Dua. Iox laaa
kite balek." Ajak narto, merekapun segera pergi dari toko itu.
@dirumah kost
"Mane angah same
siti hyung? Lama benar gak." Keluh putri
"Mereka jalan same
cowok masing masing put. Kau sorang ngape tak jalan?"tanya ifdo
"Haaah....manelah
kite nih punye cowok hyung." Elak putri membuat ifdo menaikan sebelah
alisnya.
"Selamat
malaaaam." Pekik siti dari luar, ifdo dan putri langsung berlari menuju
teras rumah. Mereka melihat siti dan narto temgah berdiri dengan jarak 1 meter.
"Waleee yang baro
balek jalan. Senangnye." Ifdo menggoda narto dan siti.
"Hehehe... kamek
balek dulu yeh. Nah ini untok adek." Kata narto sembari memberikan plastik
hitam kepada siti namun dengan cepat putri merebutnya.
"Untok kamek kan.
Ape ni bang?" Sambar putri
"Untok hyung put.
Eeeh die nih," ifdo menyahut.
"Hehe ie buat
siti. Kamek balek dulu iec." Pamit narto.
" ape nih?"
Kata putri penasaran. Setelah narto tak ada, putri langsung membuka ikatan dari
plastik dan melihat tirai berwarna merah.
"Waaaah... tirai
merah. Tanda cinta. cieeee." Lagi lagi ifdo menggoda siti, membuat sito
salah tingkah.
"Kamek kire baju
merah atau gelang atau makanan.hahaha tau taunye tirai." Kata putri seraya
menyerahkan tirai itu kepada sang pemilik aslinya. Siti tertawa geli mendengar
ucapan putri barusan.
" eh dah laaa. Aku
nak ke kamar lok. Nak istirahat." Siti pergi ke kamar, sedangkan ifdo dan
putri pergi keruang tamu.
@kamar siti
Setelah mengganti baju,
ia mengganti tirai lamanya dengan tirai baru pemberian narto. Tirai itu
menghiasi jendela kamarnya. Sesekali ia tersenyum melihat tirai itu.
"Bagos pula selera
bg narto nih. Tau pula aku suke warna merah." Siti bergumam kemudian ia
membaringkan tubuhmya diatas ranjang.
"Hyung.... "
panggil ifdo yang sudah ada didepan pintu kamar yang terbuka. Matanya tertuju
pada tirai jendela yang memang sejajar dengan pintu. Ifdo menghampiri siti yang
tengah berbaring.
"Cieeee tirai baru
dieeee." Ifdo kembali menggoda siti.
"Eeeh die nih dari
tadi ngolok teros." Siti ikut duduk disebelah ifdo.
" hahaah. Udah
makan belom?" Tanya ifdo
"Udah tadi sama bg
narto."
"Mak eeeh. Tak
ngajak kite. Bagos laaaa." Rajuk ifdo, siti cengengesan sendiri.
"Kalian belok
makan ke ape? Ngapelah tak masak?"
" ish hyung nih
macam tak tau jak. Kami mane bise masak."
"Hahaha ok lah.
Yok la aku masakan." Siti beringsut dari kasurnya.
"Endak. Ifdo tak
mao makan telok same mie age. Ifdo nak makan nasi goreng abu hyung."
Rengek ifdo mengikuti siti berjalan keluar dari kamarnya.
"Heeem... ie laaa.
Beli lah sana."
"Mak eeh. Beli lah
sana."
"Malas jalan
hyung. Heheeh uput sama hyung jak yg beli."usul ifdo.
"Haaag iox la.
Kebetulan kamek nak beli sop buah. Iox sit." Ajak putri.
"Heeem aog
laaaa.." siti dan putri pergi meninggalkan ifdo sendiri dirumah, taklama
kemudian eva datang bersama andri.
" waaah ade
pasangan baru pulang."ifdo suka menggoda mereka, selain menggoda siti dan
narto.
" eeeh ngape ifdo
nih." Sahut andri cengengesan.
" iox la masok
yang. "Ajak eva kepada andri. Merekapun segera masuk kerumah.
"Yang. Eva mandi
dulu yeh. Do kawankan andri iec."
"Siap boss!"
Kata ifdo, eva un berlalu ke kamarnya.
"Ape kabar
do?"tanya andri
"Baek jak. Hehe
dirimu ape kabar gak?" Tanya ifdo balik
"Baek juga. Kok
sepi?"
"Uput and hyung
pergi keluar beli makan."
"Oh.... gimane
ifdo same hendra?"
"Hahaha biase jak
sih. Ngape?"
"Tadak..nanya
jak."
Mereka tengah asik
mengobrol, tiba tiba terdengar suara barang jatuh dan membuat keduanya kaget.
"Ape yg jatok
tuh?"tanya andri
"Entah. Kucing
didapok makan ikan kali. Ckck "seru ifdo,ia segera pergi ke dapur. Benar
saja, seekor kucing tengah asik menggigit sesuatu yang tampak seperti daging
mentah. Ifdo terdiam dan berpikir sejenak, dirumahnya tidak ada daging tapi
darimana kucing itu mendapatkan daging?
"Hush...
hush...." ifdo mengusir kucing itu, kucing iti masih menggerogoti daging
itu.
"Oooo
ngaaaah."pekik ifdo
"Angah ade beli
daging ke???" Pekik ifdo lagi, eva yang masih mengenakan handuk diatas
kepalanya segera muncul di dapur.
"Daging ape
do?"
"Itu...."
ifdo menunjuk lantai namun disana tidak ada kucing dan daging yang ia lihat
tadi.
"Daging
ape???"tanga eva bingung, ifdo kado ikut bingung.
"Mak eeh tadi tuh
ifdo lihat kucing makan daging disini." Kata ifdo meyakinkan eva
"Eeh dahlaa eva
nak siap siap. Andri dah nunggu lama." Eva berbalik menuju kamarnya lagi,
ifdo pun kembali keruang tamu menghampiri andri.
"Dri tadi dengar
suara barang jatok kan?"tanya ifdo memastikan
"Hag iye. Ape yang
jatok?"tanya andro penasaran
"Tadi..."
"Yok laaaa. Nanti
kemalaman. Do... tak usah nunggu eva iec. Eva tak balek malam ini. Kami nak
kerumah sepupu andri di pal 9." Jelas eva yang memotong kalimat ifdo tadi.
" mak eeeh. Ifdo
sendiri la nih."
"Kan ade siti same
putri. Dahlaaah kamek pergi lok." Pamit eva
"Iye. Dah ifdo.
"Andripun ikut pamit dan meninggalkan ifdo sendirian. Beberapa menit
setelah kepergian mereka, ifdo menyalakan televisi untuk mengusir
kesendiriannya. Seperti kebiasaannya, ia selalu menonton sitkom kelas
internasional yang memang sudah waktunya tayang, karena ada perubahan jam
tayang, sitkom itu berubah tayang menjadi jam 9 malam.
"Hahahaahha..."tawa
ifdo pecah melihat kelakuan kotaro dan
lee jong yoo.
'Tokk.. tokk...
tokk...!' Ifdo mendengar suara ketukan dari sebuah pintu.
'Tokk... tokk...tokk..!'ketukan
itu semakin keras dan jelas. Ifdo tau arah ketukan itu bersumber dari kamar
siti. Sempat terfikir ifdo tak ingin menghiraukan namun ia penasaran.
'Tokk...tokk....tokkk.!'
"Siape tuh?!
Hyung... kau balek tak bilang bilang. Lalu dikamar jak!" Pekik ifdo
sembari berjalan menghampiri kamar siti. Tepat didepak pintu kamar siti suara
itu semakin jelas dan terdengar semakin brutal hingga pintu kamar itu
bergoyang.
"Mak eeeh.
Ngapekeh pintu nih?" Gumam ifdo keheranan dan tak dipungkiri ada rase
takut yang menghampirinya sekarang.
"Oooh
hyuuung."
"Oiii aku baru
balek nah."sahut siti dari belakang berjalan menuju ruang tamu diikuti
putri. Ifdo terlonjak kaget dan seketika suara ketukan itu menghilang.
"Eoh???? Ilang
lalu." Lagi lagi ifdo bergumam sendiri. Ifdo memberanikan diri memegang
knop pintu dam membuka pintu itu.
"Hyuuung... kau
nak makan tak? Cepat laaaa." Pekik putri membuat ifdo kembali menutup
pintu kamar itu dan segera berlari menuju ruang makan. Bukan karena takut
melainkan ia sudah sangat lapar karen menunggu mereka dari tadi. Sementara itu,
saat ifdo berhasil membuka pintu kamar siti tadi, sebuah seringai menyeramkan
tampak dari sudut kamar siti. Yaaaah itu makhluk kasat mata yang berada dikamar
tersebut.
@diruang makan
"Ngapekeh lama
benar beli nasgor pon." Protes ifdo
"Sorry hyung. Tadi
bah cari sop buah dulu."jawab putri.
"Heeem....
aoglaa.oh ie ade yang beli daging ke?"tanya ifdo membuat siti dan putri
memandangnya.
"Daging
ape??" Tanya siti.
"Daging laah.
Entah itu ayam atai sapi. Dagingnye merah dan masih segar. Tadi dimakan
kucing." Jelas ifdo. Mendengar itu siti dan putri jadi heran.
"Kucing???
Daging???" Putri berpikir
"Kenape? Tak ade
ke?"
"Memang tak ade
hyung. Kan kite tak pernah beli daging mentah. Kite beli langsung masak itu pon
langsung habes dimakan." Terang putri membuat ifdo berpikir dan itu benar.
Mereka tidak pernah membeli daging mentah sekalipun daging ayam
"Laaah
trus??"
"Mungkin kau salah
lihat do." Kata siti.
"Haaag mungkin
juga." Kata ifdo mengalihkan menutup topik yang ia buka tadi.
"Angah mane
hyung?"tanya putri sembari menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Angah nginap
dirumah sepupu andri." Jawab ifdo yamg langsung menyuapkan makanan
kemulutnya. Sebenarnya ifdo hendak menceritakan kepada mereka berdua tentang
ketukan pintu kamar siti, tapi ifdo mengurungkan niatnya mengingat siti dan
putri adalah dua gadis yang sangat penakut delam hal hal gaib seperti yamh
dialami ifdo.
To be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar