Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Dream Or Curse || Part 4

Kamis, 21 Mei 2015

Dream Or Curse || Part 4

Ifdo Pov
Apa salahku? Kenapa aku malah menjadi petaka untuk mereka semua? Dan kenapa mereka tak percaya padaku? Tuhan… aku harus bagaimana? Yang aku alami ini mimpi buruk yang benar benar mengerikan hiks… hiks…
“kau ingin mereka bak baik saja?” aku terdiam mendengar suara itu, suara yang tidak memiliki wujud. Siapa dia?
“kau pasti penasaran dengan wujudku.” Katanya lagi membuat aku menautkan sebelah alisku heran, dari mana dia tahu isi hatiku?!
“aku bertaruh jika kau melihat wujudku, kau pasti akan ketakutan bahkan sampai pingsan.” Katanya lagi aku semakin penasaran. Siapa dia? Mau apa dia???

“baiklah jika kau ingin melihat wujudku.” Katanya, tiba tiba sebuah titik sinar muncul dari jauh tepat di depanku, lama lam titik sinar itu membesar dan menghilang menampakan sesosok yang benar benar membuatku ketakutan. Bagaimana tidak, sosok itu memiliki kepala berlainan maksudku beberapa kepala dengan wajah berbeda dan yang membuat aku semakin ketakutan adalah wajah yang bersebalahan itu mirip dengan setengah wajah putri, Siti,Hendra dan Elek. Apa??!! Elek??? Apa maksudnya?
“keee kenapa wajahmu??” tanyaku gugup menahan takut. Belum lagi dari wajah Siti, Putri dan Siti mengalir darah busuk yang menyengat.
“kau… ingin tahu? Mereka akan menjadi korban selanjutnya.”
“apa maumu? Kenapa kau melukai mereka? Apa salah mereka? Kenapa membawa aku dalam masalah ini?!”  pekikku menahan marah
“mau ku? Mau ku adalah … nyawamu, tapi aku belum bisa mengambil nyamamu sebelum aku menghabisi nyawa 4 orang teman yang selalu peduli padamu.”
“kenapa tidak bisa?”
“kau bertanya padaku?”
“kalau kau ingin nyawaku, bunuh saja aku sekarang tapi kumohon jangan ganggu siti dan 3 lainnya. Aku mohon.”
“baiklah… tapi bukan aku yang akan membunuhmu melainkan orang lain. Hahaha…” sinar itu muncul kembali dan dia menghilang dari pandanganku, aku berputar kesegala arah mencari cari makhluk itu namun tidak ku temukan juga. Aku berlari menelusurin jalanan digelapnya malam. Elek! Yaaa Elek, aku ingat sesuatu pasti menimpa Elek. Aku harus mencarinya sebelum terjadi sesuatu yang buruk.
Author Pov
@ruang rawat Siti
Dani duduk di samping tubuh Siti yang terbaring tak berdaya, ia terus saja menatap wajah kekasihnya. Eva mengelus bahu Dani mencoba menenangkan Dani yang terlihat sangat gelisah.
“aku yakin Siti pasti baik baik saja. percaya lah.” Hibur Eva, Dani terdiam.
“sebaiknya aku mencari Elek, sebelum dia mengalami hal buruk.” Seru Ridwan di ikuti hanggoro dibelakang, sementara Lia menemani Dani dan Eva untuk menjada Siti.
“Va… Satrio tidak kemari?”
“tidak bisa, dia tidak ada dikota ini. Dia ada tugas di luar kota.”
“och… ya sudah.”
“Lia….”
“ehm…”
“Hendra… apa dia akan baik baik saja?”
“entahlah… mungkin dia sedang mencari Ifdo. Apa?!! Astaga aku baru sadar, aku harus mencarinya.” Seru Lia yang tersadar dengan kondisi Hendra, ia berlari keluar dari ruang rawat.
@Disuatu tempat,
Ifdo berlari sekuat mungkin melihat seseorang yang di kenalnya berdiri di tengah jalan, ia melihat sebuah truck melaju dengan cepat kearah orang itu. sembari berdoa ia berlari menghampiri gadis itu dan menariknya menghindar dari truck tersebut.
“Elek…. Kau baik baik saja?” Tanya ifdo khawatir
“do… kakiku sakit do.” Rintih Elek memperlihatkan kakinya yang tertusuk ujung sebuah kayu hingga tembus ke sisi lain, ifdo menangis melihatnya.
“maafkan aku, ini salahku.”
“do… kakiku sakit hiks… hiks…” jerit Elek kesakitan membuat ifdo semakin khawatir
“tolooong… tolong kami!” pekik ifdo meminta bantuan namun taka da satu orang pun yang melintas disana.
“eleeeek…” pekik beberapa orang dari kejauhan, Ifdo dan elek menoleh secara bersamaan kepada mereka yang hampir mendekat. Tampak henrda tersenyum senang melihat kedua gadis itu.
“tolong elek, kakinya terluka.” Kata Ifdo,
“kenapa bisa?” kata ridwan melihat sebuah kayu menembus kaki kiri elek.
“do… kenapa bisa terjadi?” Tanya Hendra.
“aku tidak tahu, aku hanya berusaha menyelamatkan elek dari sebuah truck tapi malah seperti ini. Maafkan aku…” ujar Ifdo menunduk, ia menangis diam diam
“aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tak tahu harus percaya dengan siapa do.” Sahut Hendra membua ifdo mendongak menatap wajah Hendra.
“ini membingungkan, adakah sesuatu yang bisa di lakukan untuk mencegah semua ini?” kata Hanggoro yang mulai putus asa.
“ada… tapi apa aku harus melakukannya?” anya Hendra, Ifdo membelalakan matanya melihat Hendra mendekatinya.
“lakukan saja, karena aku tak ingin hidup dalam rasa bersalahku terhadap mereka.” Pasrah Ifdo
“jangan macam macam Hen… pasti ada cara lain.” Seru Ridwan mencengkram bahu Hendra
“lakukan dan kalian akan terbebas. “ pinta Ifdo, Hendra semakin dekat dengan ifdo hanya beberpa cm saja jarak keduanya. Tanpa berkata lagi Tubuh ifdo lemas seketika, Hendra memeluk tubuh itu sembari menangis menyesali perbuatannya itu.
“maafkan aku do, maafkan aku…”
“theeee rrriii mmmaaaaa kaaasssiiiihhh.. kaauuu mmaasssiiih perchayha padhaaaku, jaanghaaan menangis Heeen… “ Kata Ifdo tergagap menahan sakit, Mulutnya banyak mengeluarkan darah, tangannya mencengkram lengan Hendra, Ridwan, Hanggoro dan Elek terdiam melihat itu.
“aaakkkhhhuuuu menyukaimuuu…jhagha dhirhimu bhaik bhaaaiik Heeen.” Kalimat terakhir itu membuat Hendra semakin erat memeluk tubuh gadis yang selama ini ia sayangi, kini tubuh ifdo beroisah dengan arwahnya, sosok yang melihat itu segera membawa arwah ifdo pergi menghilang.
“maafkan aku do… maafkan aku….” Pekik Hendra meluapkan kesedihannya, Lia yang melihat itu dari jauh segera menghampiri mereka semua.
“Ifdo… kenapa?” Tanya Lia kepada Hanggoro
“kita semua terbebas, tapi ifdo menjadi Korbannya.” Jawab Hanggoro membuat Lia terkulai lemas di lantai, ia menangis tersedu sedu melihat mayat Ifdo yang masih di peluk oleh Hendra, adik sepupunya.
“maafkan aku do, “ gumam Lia pelan menyesali semua perkataannya dulu dan sikapnya yang sampai sekarang selalu menyalahkan Ifdo.
@ 3 hari kemudian di pemakaman Ifdo
“Hen…ayo kita pulang, ini sudah hampir Sore.” Bujuk Lia,
“…”
“Hen…. Aku mohon.”
“hendra… aku minta maaf.” Tiba tiba Hendra mendongak menatap wajah seseorang yang berkata maaf tadi.
“kau senang sekarang ifdo sudah tidak ada? sekarang Siti baik baik saja, elek sudah sembuh. Seharusnya kau minta maaf kepada ifdo dan jangan melihat aku lagi, melihatmu saja rasanya aku ingin mati.” Jelas Hendra panjang Lebar,
“maafkan aku Hen… waktu itu aku sedang kesal.” Bela Dani
“kesal?!!! Tapi saat ini aku tidak kesal, melainkan aku membencimu!!!” seru Hendra
“Hen… Ifdo pasti sangat sedih jika kau seperti ini, dia mengorbankan diri karena dia menyayangi sahabat sahabatnya. Jadi cobalah menerima segala kenyataan ini Hen. Dengan kau seperti ini, kau tidak akan mendapati ifdo hidup kembali.” Nasehat Ridwan, hendra menunduk lagi lagi ia menangis.
“maafkan aku…” gumam Hendra.
“terima kasih telah mengorbankan hidup dan cintamu untuk hidup kami Hen… terima kasih do, terima kasih karena Ifdo mengorbankan perasaan dan nyawanya untuk kami.” Seru Elek dan Siti bersamaan, membuat Hendra menangis tersedu sembari memeluk Lia, lia ikut menangis merasa sedih karena adik sepupunya ini.


The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake