Ifdo Pov
Apa salahku? Kenapa aku malah menjadi petaka untuk mereka semua? Dan
kenapa mereka tak percaya padaku? Tuhan… aku harus bagaimana? Yang aku alami
ini mimpi buruk yang benar benar mengerikan hiks… hiks…
“kau ingin mereka bak baik saja?” aku terdiam mendengar suara itu,
suara yang tidak memiliki wujud. Siapa dia?
“kau pasti penasaran dengan wujudku.” Katanya lagi membuat aku
menautkan sebelah alisku heran, dari mana dia tahu isi hatiku?!
“aku bertaruh jika kau melihat wujudku, kau pasti akan ketakutan bahkan
sampai pingsan.” Katanya lagi aku semakin penasaran. Siapa dia? Mau apa dia???
“baiklah jika kau ingin melihat wujudku.” Katanya, tiba tiba sebuah titik sinar muncul dari jauh tepat di depanku, lama lam titik sinar itu membesar dan menghilang menampakan sesosok yang benar benar membuatku ketakutan. Bagaimana tidak, sosok itu memiliki kepala berlainan maksudku beberapa kepala dengan wajah berbeda dan yang membuat aku semakin ketakutan adalah wajah yang bersebalahan itu mirip dengan setengah wajah putri, Siti,Hendra dan Elek. Apa??!! Elek??? Apa maksudnya?
“keee kenapa wajahmu??” tanyaku gugup menahan takut. Belum lagi dari
wajah Siti, Putri dan Siti mengalir darah busuk yang menyengat.
“kau… ingin tahu? Mereka akan menjadi korban selanjutnya.”
“apa maumu? Kenapa kau melukai mereka? Apa salah mereka? Kenapa membawa
aku dalam masalah ini?!” pekikku menahan
marah
“mau ku? Mau ku adalah … nyawamu, tapi aku belum bisa mengambil nyamamu
sebelum aku menghabisi nyawa 4 orang teman yang selalu peduli padamu.”
“kenapa tidak bisa?”
“kau bertanya padaku?”
“kalau kau ingin nyawaku, bunuh saja aku sekarang tapi kumohon jangan
ganggu siti dan 3 lainnya. Aku mohon.”
“baiklah… tapi bukan aku yang akan membunuhmu melainkan orang lain.
Hahaha…” sinar itu muncul kembali dan dia menghilang dari pandanganku, aku
berputar kesegala arah mencari cari makhluk itu namun tidak ku temukan juga.
Aku berlari menelusurin jalanan digelapnya malam. Elek! Yaaa Elek, aku ingat
sesuatu pasti menimpa Elek. Aku harus mencarinya sebelum terjadi sesuatu yang
buruk.
Author Pov
@ruang rawat Siti
Dani duduk di samping tubuh Siti yang terbaring tak berdaya, ia terus
saja menatap wajah kekasihnya. Eva mengelus bahu Dani mencoba menenangkan Dani
yang terlihat sangat gelisah.
“aku yakin Siti pasti baik baik saja. percaya lah.” Hibur Eva, Dani
terdiam.
“sebaiknya aku mencari Elek, sebelum dia mengalami hal buruk.” Seru
Ridwan di ikuti hanggoro dibelakang, sementara Lia menemani Dani dan Eva untuk
menjada Siti.
“Va… Satrio tidak kemari?”
“tidak bisa, dia tidak ada dikota ini. Dia ada tugas di luar kota.”
“och… ya sudah.”
“Lia….”
“ehm…”
“Hendra… apa dia akan baik baik saja?”
“entahlah… mungkin dia sedang mencari Ifdo. Apa?!! Astaga aku baru
sadar, aku harus mencarinya.” Seru Lia yang tersadar dengan kondisi Hendra, ia
berlari keluar dari ruang rawat.
@Disuatu tempat,
Ifdo berlari sekuat mungkin melihat seseorang yang di kenalnya berdiri
di tengah jalan, ia melihat sebuah truck melaju dengan cepat kearah orang itu.
sembari berdoa ia berlari menghampiri gadis itu dan menariknya menghindar dari
truck tersebut.
“Elek…. Kau baik baik saja?” Tanya ifdo khawatir
“do… kakiku sakit do.” Rintih Elek memperlihatkan kakinya yang tertusuk
ujung sebuah kayu hingga tembus ke sisi lain, ifdo menangis melihatnya.
“maafkan aku, ini salahku.”
“do… kakiku sakit hiks… hiks…” jerit Elek kesakitan membuat ifdo
semakin khawatir
“tolooong… tolong kami!” pekik ifdo meminta bantuan namun taka da satu
orang pun yang melintas disana.
“eleeeek…” pekik beberapa orang dari kejauhan, Ifdo dan elek menoleh
secara bersamaan kepada mereka yang hampir mendekat. Tampak henrda tersenyum
senang melihat kedua gadis itu.
“tolong elek, kakinya terluka.” Kata Ifdo,
“kenapa bisa?” kata ridwan melihat sebuah kayu menembus kaki kiri elek.
“do… kenapa bisa terjadi?” Tanya Hendra.
“aku tidak tahu, aku hanya berusaha menyelamatkan elek dari sebuah
truck tapi malah seperti ini. Maafkan aku…” ujar Ifdo menunduk, ia menangis
diam diam
“aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tak tahu harus percaya dengan
siapa do.” Sahut Hendra membua ifdo mendongak menatap wajah Hendra.
“ini membingungkan, adakah sesuatu yang bisa di lakukan untuk mencegah
semua ini?” kata Hanggoro yang mulai putus asa.
“ada… tapi apa aku harus melakukannya?” anya Hendra, Ifdo membelalakan
matanya melihat Hendra mendekatinya.
“lakukan saja, karena aku tak ingin hidup dalam rasa bersalahku
terhadap mereka.” Pasrah Ifdo
“jangan macam macam Hen… pasti ada cara lain.” Seru Ridwan mencengkram
bahu Hendra
“lakukan dan kalian akan terbebas. “ pinta Ifdo, Hendra semakin dekat
dengan ifdo hanya beberpa cm saja jarak keduanya. Tanpa berkata lagi Tubuh ifdo
lemas seketika, Hendra memeluk tubuh itu sembari menangis menyesali
perbuatannya itu.
“maafkan aku do, maafkan aku…”
“theeee rrriii mmmaaaaa kaaasssiiiihhh.. kaauuu mmaasssiiih perchayha
padhaaaku, jaanghaaan menangis Heeen… “ Kata Ifdo tergagap menahan sakit,
Mulutnya banyak mengeluarkan darah, tangannya mencengkram lengan Hendra,
Ridwan, Hanggoro dan Elek terdiam melihat itu.
“aaakkkhhhuuuu menyukaimuuu…jhagha dhirhimu bhaik bhaaaiik Heeen.”
Kalimat terakhir itu membuat Hendra semakin erat memeluk tubuh gadis yang
selama ini ia sayangi, kini tubuh ifdo beroisah dengan arwahnya, sosok yang
melihat itu segera membawa arwah ifdo pergi menghilang.
“maafkan aku do… maafkan aku….” Pekik Hendra meluapkan kesedihannya,
Lia yang melihat itu dari jauh segera menghampiri mereka semua.
“Ifdo… kenapa?” Tanya Lia kepada Hanggoro
“kita semua terbebas, tapi ifdo menjadi Korbannya.” Jawab Hanggoro
membuat Lia terkulai lemas di lantai, ia menangis tersedu sedu melihat mayat
Ifdo yang masih di peluk oleh Hendra, adik sepupunya.
“maafkan aku do, “ gumam Lia pelan menyesali semua perkataannya dulu
dan sikapnya yang sampai sekarang selalu menyalahkan Ifdo.
@ 3 hari kemudian di pemakaman Ifdo
“Hen…ayo kita pulang, ini sudah hampir Sore.” Bujuk Lia,
“…”
“Hen…. Aku mohon.”
“hendra… aku minta maaf.” Tiba tiba Hendra mendongak menatap wajah
seseorang yang berkata maaf tadi.
“kau senang sekarang ifdo sudah tidak ada? sekarang Siti baik baik
saja, elek sudah sembuh. Seharusnya kau minta maaf kepada ifdo dan jangan
melihat aku lagi, melihatmu saja rasanya aku ingin mati.” Jelas Hendra panjang
Lebar,
“maafkan aku Hen… waktu itu aku sedang kesal.” Bela Dani
“kesal?!!! Tapi saat ini aku tidak kesal, melainkan aku membencimu!!!”
seru Hendra
“Hen… Ifdo pasti sangat sedih jika kau seperti ini, dia mengorbankan
diri karena dia menyayangi sahabat sahabatnya. Jadi cobalah menerima segala
kenyataan ini Hen. Dengan kau seperti ini, kau tidak akan mendapati ifdo hidup
kembali.” Nasehat Ridwan, hendra menunduk lagi lagi ia menangis.
“maafkan aku…” gumam Hendra.
“terima kasih telah mengorbankan hidup dan cintamu untuk hidup kami
Hen… terima kasih do, terima kasih karena Ifdo mengorbankan perasaan dan
nyawanya untuk kami.” Seru Elek dan Siti bersamaan, membuat Hendra menangis
tersedu sembari memeluk Lia, lia ikut menangis merasa sedih karena adik
sepupunya ini.
The End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar