Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Secret Love part 3

Kamis, 21 Mei 2015

Secret Love part 3

Part 3
Joni dan kina duduk di bangku mereka masing masing. Sejak tadi joni hanya diam, hal itu membuat kina heran sendiri.
" jon... kok lo diam terus sih. Kenapa?"
"Enggak."
" gue salah yah. Maaf deh."
"Gue..." joni menatap wajah kina dengan serius begitu pula kina ikut menatap joni.
" entah kenapa gue pengen marah banget saat gue lihat hendra meluk lo. Gue enggak suka." Kata joni jujur, kina tersenyum manis.

" lo cemburu yah. Iiih seneng deh lo cemburu."
" yeeee apaan sih. Gue serius kina.." ujar joni sembari menarik hidung kina geram. Kina mengaduh
" sakit jon!"
"Lagian lo pake bercanda lagi." Joni ngambek.
" hehe... maaf yah. Tapi beneran dia cuma nolongin gue saat gue kepeleset tadi."
"Iya gue percaya tapi tetap aja gue enggak suka. Apa lagi dia suka tuh sama lo."
"Lo tau dari mana hendra suka sama gue,hem?"
"Gue dan dia cowok. Jadi gue tahu gimana gerak gerik cowok saat dia suka sama cewek."
"Hem... gitu. Tapi tenang aja. We're always forever jon. I swear!" Kina menunjukan tangan kanannya yang membentuk huruf 'V' tanda janjinya kepada joni. Joni tersenyum manis.
"Your promise is your love. Right?"
"Hem... boleh juga."
"Hahah." Keduanya tertawa bersama.
@kelas lain
Hendra tersenyum senyum sendirian. Adit yang lewat di depan kelasnya melihat hal itu. Adit pun menghampiri adik sepupunya itu.
" cieeee yang lagi kasmaran."
"Eh lo bang. Ada apa?"
"Lo yg ada apa. Lagian senyum enggak jelas. Lo makin dekat sama kina yah. Cieeee."
"Haha.. iya. Lo ada apa?"
"Ya elaaa... gue kan cuma lewat aja. Gue mau ke kantin. Temenin yuk. " ajak adit dan langsung di iyakan oleh hendra.
@kantin
Hendra dan adit duduk disebelah meja eros cs. Sementara mereka menunggu makanan disajikan. Adit dan hendra ngobrol tentang tim basket mereka.
" dit! Kapan nih kita latihan basket?" Pekik david dari mejanya. Adit menoleh
" och... kemungkinan sore ini. Kalian pada bisa kan?" Tanya adit balik
"Eh jangan mentang mentang lo kapten sok ngatur kita!" Jawab eros sebal
" loh. Gue enggak ngatur kok. Kan gue nanya sama kalian yang bisa. Memangnya lo ada acara apa sore nanti?"
" tuh lo sok ngatur!" Eros sengaja memancing amarah adit tapi yang bereaksi malah hendra.
" gue tau lo pasti enggak suka bg adit jdi kapten basket kan. Kalau lo enggak suka keluar aja lo dari tim!" Balas hendra membuat eros malah naik pitam
" eh berani banget lo. Harusnya lo sama adit yang keluar dari tim. Gue jamin sekolah kita enggak bakal menang kalau kaptennya si adit!" Pekik eros. Hendra mengepal kedua tangannya, ia berlari kearah eros dan langsung menghantam pipi eros. Eros yang tak terima segera membalas pukulan hendra, terjadilah pertarungan antara mereka berdua.
"Eh... stop!" Pekik adit berusaha menahan hendra sementara eros ditahan oleh david dan kawan kawannya.
" lepasin bang. Biar gue kasi pelajaran tuh si eros!"
" udah stop! Apa apaan sih hen. Kok lo berantem sama kak eros sih?" Kina berdiri didepan hendra. Joni hanya melihat mereka.
"Ah udah lah." Hendra berbalik pergi meninggalkan kantin.
" hen... lo mau kemana?"pekik kina sembari berjalan mengikuti hendra sementara joni hanya berdiam melihat kina melewatinya.
"Uruusan kita belum selesai ros. "
" gue mau kita tanding ulang pemilihan kapten. Sore ini di lapangan basket." Tantang eros
"Ok. Gue setuju."
"Tapi yang kalah harus keluar dari tim basket dan yang menang berhak jadi kapten." Kata eros lagi.
"Deal. " adit menyanggupi kemudian ia pergi dari kantin.
"Kina.... kemana mereka?" Gumam joni sembati berjalan keluar dari kantin.
@taman samping sekolah
"Sakit?" Tanya kina
"Sakit lah. Ditonjok pasti sakit."jawab hendra ketus. Kina tersenyum kecil
"Makannya jangan berantem. Sini gue obatin." Tawar gina yang sudah siap dengan kotak p3k yang ia ambil sembari mengikuti hendr pergi.
"Kenapa sih anak cowok suka ya berantem hah?"
"Bukan suka. Tapi kepepet aja."
"Aaaduuuh.!" Hendra mengaduh membuat kina tertawa kecil.
"Maaf enggak sengaja." Kina menaruh kapas yang tadi dipegangnya.
"Masih sakit?"tanya kina
"Hem... lumayan lah. Kok lo ngikutin gue? Lo khawatir yah sama gue?" Ledek hendra membuat kiba malu sendiri.
"Hem... enggak tahu. Gue bimbang aja sama lo." Jawab kina jujur, hendra tersenyum senang.
"Kina..." hendra menyebut nama kina
" apa?"
" boleh gue pinjem bahu lo sebentar?"
" iya boleh." Jawab kina. Hendra menjatuhkan kepala ya diatas bahu kina. Kina ikut menyandarkan kepalanha diatas kepala hendra.
" kina..."
"Apa?"
"Hari ini jangan lupa kerumah gue yah. Lo janji mau ngajarin matematika kan."
"Oh iya. Gue belum bilang sama joni. Tapi tenang aja. Pasti boleh kok."
"Setelahh itu kita pergi ke toko ice cream bean jerry yah."
"Iya."
"Kina..."
"Apa hen?"
"Lo suka sama gue?"
"Iya... eeeeh?!"
Kina menegakan kepalanha bersamaan dengan hendra. Mereka saling pandang.
"Sorry.... maksud gue."
"Hen.... gue udah jadian sama joni 3bulan yang lalu dan gue sayang sama joni." Kaya kina jujur. Hendra tersenyum kecil.
"Iya. Gue udah tau kok. Gue cuma mau ngungkapin perasaan gue aja. Sebenarnya dari pertama gue lihat lo di seleksi tim basket itu. Gue udah naksir sama lo." Hendra mengungkapkan semua isi hatinya kepada kina.
"Gue... suka sama lo. Bahkan udah jadi cinta. Gue enggak bisa kalau enggak ketemu lo sehari." Jujur hendra lagi
"Hen... gue juga mau ngaku. Kalau gue udah mulai suka sama lo. Entah itu sejak kapan. Tapi... gue enggak mungkin ninggalin joni. Dia cinta gue selamanya." Jujur kina membuat hendra tersenyum senang
" iya gue ngerti kok. Enggak apa apa. Selagi gue masih bisa dekat sama lo sebagai sahabat. Enggak masalah lo sama joni. "
"Cukup lo sama gue yang tahu tentang perasaan ini. I love you But I can only see you from a distance." Hendra mengecup kening kina. Mereka tidak menyadari bahwa dibalik pohon yang ada dibelakang kursi yang mereka duduki ada jonj yang dari tadi menyaksikan peritiwa itu. Betapa terpukul perasaan joni melihat mereka.
"We're not always forever kin. Impossible." Joni perlahan berbalik meninggalkan mereka.
" gue harus kekelas. Joni pasti nyariin gue." Kina berdiri, hendra menahan kkna demvan menggenggam tangan kina dengan erat.
"Hen..."
"I'll always waiting you."kata hendra seraya melepaskan genggaman tangannya dan melihat kina berlari meninggalkannya sendiri."
@kelas
Kina berjalan perlahan menghampiri joni yang sedang membaca buku matematika yang di pinjam oleh kina tadi. Kina duduk disamping joni.
"Joni..."panggil kina. Joni menutup buku dan menatap kina
"Lo dari mana?" Tanya joni lembut
"Pulang sekolah gue mau kerumah hendra. Dia minta gue ngajarin matematika buat dia." Mendengar itu koni tersenyum lembut. Ia membelai wajah kina dengan jarinya.
" boleh kan?"
"Boleh kok. Mau gue anterin?"
"Hem... enggak deh. Kan gue langsung kerumahnya setelah pulang sekolah hari ini" jawab kina
" ok. " joni tersenyum manis.
" lo belum jawab pertanyaan gue yang tadi." Kata joni lagi
"Oh iya. Tadi abis ngobatin luka hendra. Pipinya memar semua."
" och... gitu." Hendra menanggapi sekenanya kemudian beranjak keluar kelas.
" mau kemana?"
"Ke toilet kin... lo mau ikut,yuk?" Gurau joni
"Ih... ogah." Tolak kina, joni tertawa geli melihat ekspresi kina tadi. Padahal dihatinya tersimpan kegelisahan tentang kina dan hendra. Ia takut kina semakin jauh melangkah meninggalkannya untuk hendra.
@pukul 2.pm
Hendra menemui kina di kelasnya.
"Kina..."panghil hendra. Kina dan joni menoleh bersamaan. Kina tersenyum manis sementara joni memasang wajah datar.
"Sayang. .. lo hati hati yah. Kalau mau pulang lo harus telpon gue yah. Entar gue jemput lo." kata joni
"Ok." Jawab kina singkat. Kina berlari kecil menghampiri hendra.
"Jon. Gue pinjem kina dulu yah." Seru hendra. Joni tersenyum kecil.
" balikin dengan utuh yah. Jangan sampe ada yang tertinggal yah. Walaupun hanya perfumnya." Jawab joni. Hendra dan kina tertawa kecil.
" waduh. Iya deh. Gue usahasin yah." Balas hendra
"Lo harus janji. Apa yang jadi milik gue. Harus balik ke gue lagi yah." Lanjut joni kemudian beranjak meninggalkan kina dan hendra.
"Yuk... " ajak hendra sembari menggandeng tangan kina.


To be continue 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake