Part 3
Joni dan kina duduk di
bangku mereka masing masing. Sejak tadi joni hanya diam, hal itu membuat kina
heran sendiri.
" jon... kok lo diam
terus sih. Kenapa?"
"Enggak."
" gue salah yah. Maaf
deh."
"Gue..." joni
menatap wajah kina dengan serius begitu pula kina ikut menatap joni.
" entah kenapa gue
pengen marah banget saat gue lihat hendra meluk lo. Gue enggak suka." Kata
joni jujur, kina tersenyum manis.
" yeeee apaan sih. Gue
serius kina.." ujar joni sembari menarik hidung kina geram. Kina mengaduh
" sakit jon!"
"Lagian lo pake
bercanda lagi." Joni ngambek.
" hehe... maaf yah.
Tapi beneran dia cuma nolongin gue saat gue kepeleset tadi."
"Iya gue percaya tapi
tetap aja gue enggak suka. Apa lagi dia suka tuh sama lo."
"Lo tau dari mana
hendra suka sama gue,hem?"
"Gue dan dia cowok.
Jadi gue tahu gimana gerak gerik cowok saat dia suka sama cewek."
"Hem... gitu. Tapi
tenang aja. We're always forever jon. I swear!" Kina menunjukan tangan
kanannya yang membentuk huruf 'V' tanda janjinya kepada joni. Joni tersenyum
manis.
"Your promise is your
love. Right?"
"Hem... boleh
juga."
"Hahah." Keduanya
tertawa bersama.
@kelas lain
Hendra tersenyum senyum
sendirian. Adit yang lewat di depan kelasnya melihat hal itu. Adit pun
menghampiri adik sepupunya itu.
" cieeee yang lagi
kasmaran."
"Eh lo bang. Ada
apa?"
"Lo yg ada apa. Lagian
senyum enggak jelas. Lo makin dekat sama kina yah. Cieeee."
"Haha.. iya. Lo ada
apa?"
"Ya elaaa... gue kan
cuma lewat aja. Gue mau ke kantin. Temenin yuk. " ajak adit dan langsung
di iyakan oleh hendra.
@kantin
Hendra dan adit duduk
disebelah meja eros cs. Sementara mereka menunggu makanan disajikan. Adit dan
hendra ngobrol tentang tim basket mereka.
" dit! Kapan nih kita
latihan basket?" Pekik david dari mejanya. Adit menoleh
" och... kemungkinan
sore ini. Kalian pada bisa kan?" Tanya adit balik
"Eh jangan mentang
mentang lo kapten sok ngatur kita!" Jawab eros sebal
" loh. Gue enggak
ngatur kok. Kan gue nanya sama kalian yang bisa. Memangnya lo ada acara apa
sore nanti?"
" tuh lo sok
ngatur!" Eros sengaja memancing amarah adit tapi yang bereaksi malah
hendra.
" gue tau lo pasti
enggak suka bg adit jdi kapten basket kan. Kalau lo enggak suka keluar aja lo
dari tim!" Balas hendra membuat eros malah naik pitam
" eh berani banget lo.
Harusnya lo sama adit yang keluar dari tim. Gue jamin sekolah kita enggak bakal
menang kalau kaptennya si adit!" Pekik eros. Hendra mengepal kedua
tangannya, ia berlari kearah eros dan langsung menghantam pipi eros. Eros yang
tak terima segera membalas pukulan hendra, terjadilah pertarungan antara mereka
berdua.
"Eh... stop!"
Pekik adit berusaha menahan hendra sementara eros ditahan oleh david dan kawan
kawannya.
" lepasin bang. Biar
gue kasi pelajaran tuh si eros!"
" udah stop! Apa apaan
sih hen. Kok lo berantem sama kak eros sih?" Kina berdiri didepan hendra.
Joni hanya melihat mereka.
"Ah udah lah."
Hendra berbalik pergi meninggalkan kantin.
" hen... lo mau
kemana?"pekik kina sembari berjalan mengikuti hendra sementara joni hanya
berdiam melihat kina melewatinya.
"Uruusan kita belum
selesai ros. "
" gue mau kita tanding
ulang pemilihan kapten. Sore ini di lapangan basket." Tantang eros
"Ok. Gue setuju."
"Tapi yang kalah harus
keluar dari tim basket dan yang menang berhak jadi kapten." Kata eros
lagi.
"Deal. " adit
menyanggupi kemudian ia pergi dari kantin.
"Kina.... kemana
mereka?" Gumam joni sembati berjalan keluar dari kantin.
@taman samping sekolah
"Sakit?" Tanya
kina
"Sakit lah. Ditonjok
pasti sakit."jawab hendra ketus. Kina tersenyum kecil
"Makannya jangan
berantem. Sini gue obatin." Tawar gina yang sudah siap dengan kotak p3k
yang ia ambil sembari mengikuti hendr pergi.
"Kenapa sih anak cowok
suka ya berantem hah?"
"Bukan suka. Tapi
kepepet aja."
"Aaaduuuh.!"
Hendra mengaduh membuat kina tertawa kecil.
"Maaf enggak
sengaja." Kina menaruh kapas yang tadi dipegangnya.
"Masih
sakit?"tanya kina
"Hem... lumayan lah.
Kok lo ngikutin gue? Lo khawatir yah sama gue?" Ledek hendra membuat kiba
malu sendiri.
"Hem... enggak tahu.
Gue bimbang aja sama lo." Jawab kina jujur, hendra tersenyum senang.
"Kina..." hendra
menyebut nama kina
" apa?"
" boleh gue pinjem bahu
lo sebentar?"
" iya boleh."
Jawab kina. Hendra menjatuhkan kepala ya diatas bahu kina. Kina ikut menyandarkan
kepalanha diatas kepala hendra.
" kina..."
"Apa?"
"Hari ini jangan lupa
kerumah gue yah. Lo janji mau ngajarin matematika kan."
"Oh iya. Gue belum
bilang sama joni. Tapi tenang aja. Pasti boleh kok."
"Setelahh itu kita
pergi ke toko ice cream bean jerry yah."
"Iya."
"Kina..."
"Apa hen?"
"Lo suka sama
gue?"
"Iya... eeeeh?!"
Kina menegakan kepalanha
bersamaan dengan hendra. Mereka saling pandang.
"Sorry.... maksud
gue."
"Hen.... gue udah
jadian sama joni 3bulan yang lalu dan gue sayang sama joni." Kaya kina
jujur. Hendra tersenyum kecil.
"Iya. Gue udah tau kok.
Gue cuma mau ngungkapin perasaan gue aja. Sebenarnya dari pertama gue lihat lo
di seleksi tim basket itu. Gue udah naksir sama lo." Hendra mengungkapkan
semua isi hatinya kepada kina.
"Gue... suka sama lo.
Bahkan udah jadi cinta. Gue enggak bisa kalau enggak ketemu lo sehari."
Jujur hendra lagi
"Hen... gue juga mau
ngaku. Kalau gue udah mulai suka sama lo. Entah itu sejak kapan. Tapi... gue
enggak mungkin ninggalin joni. Dia cinta gue selamanya." Jujur kina
membuat hendra tersenyum senang
" iya gue ngerti kok.
Enggak apa apa. Selagi gue masih bisa dekat sama lo sebagai sahabat. Enggak
masalah lo sama joni. "
"Cukup lo sama gue yang
tahu tentang perasaan ini. I love you But I can only see you from a
distance." Hendra mengecup kening kina. Mereka tidak menyadari bahwa
dibalik pohon yang ada dibelakang kursi yang mereka duduki ada jonj yang dari
tadi menyaksikan peritiwa itu. Betapa terpukul perasaan joni melihat mereka.
"We're not always
forever kin. Impossible." Joni perlahan berbalik meninggalkan mereka.
" gue harus kekelas.
Joni pasti nyariin gue." Kina berdiri, hendra menahan kkna demvan
menggenggam tangan kina dengan erat.
"Hen..."
"I'll always waiting
you."kata hendra seraya melepaskan genggaman tangannya dan melihat kina
berlari meninggalkannya sendiri."
@kelas
Kina berjalan perlahan
menghampiri joni yang sedang membaca buku matematika yang di pinjam oleh kina
tadi. Kina duduk disamping joni.
"Joni..."panggil
kina. Joni menutup buku dan menatap kina
"Lo dari mana?"
Tanya joni lembut
"Pulang sekolah gue mau
kerumah hendra. Dia minta gue ngajarin matematika buat dia." Mendengar itu
koni tersenyum lembut. Ia membelai wajah kina dengan jarinya.
" boleh kan?"
"Boleh kok. Mau gue
anterin?"
"Hem... enggak deh. Kan
gue langsung kerumahnya setelah pulang sekolah hari ini" jawab kina
" ok. " joni
tersenyum manis.
" lo belum jawab
pertanyaan gue yang tadi." Kata joni lagi
"Oh iya. Tadi abis
ngobatin luka hendra. Pipinya memar semua."
" och... gitu."
Hendra menanggapi sekenanya kemudian beranjak keluar kelas.
" mau kemana?"
"Ke toilet kin... lo
mau ikut,yuk?" Gurau joni
"Ih... ogah."
Tolak kina, joni tertawa geli melihat ekspresi kina tadi. Padahal dihatinya
tersimpan kegelisahan tentang kina dan hendra. Ia takut kina semakin jauh
melangkah meninggalkannya untuk hendra.
@pukul 2.pm
Hendra menemui kina di
kelasnya.
"Kina..."panghil
hendra. Kina dan joni menoleh bersamaan. Kina tersenyum manis sementara joni
memasang wajah datar.
"Sayang. .. lo hati hati
yah. Kalau mau pulang lo harus telpon gue yah. Entar gue jemput lo." kata
joni
"Ok." Jawab kina
singkat. Kina berlari kecil menghampiri hendra.
"Jon. Gue pinjem kina
dulu yah." Seru hendra. Joni tersenyum kecil.
" balikin dengan utuh
yah. Jangan sampe ada yang tertinggal yah. Walaupun hanya perfumnya."
Jawab joni. Hendra dan kina tertawa kecil.
" waduh. Iya deh. Gue
usahasin yah." Balas hendra
"Lo harus janji. Apa
yang jadi milik gue. Harus balik ke gue lagi yah." Lanjut joni kemudian
beranjak meninggalkan kina dan hendra.
"Yuk... " ajak
hendra sembari menggandeng tangan kina.
To be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar