Part 2
" yeeey.... Hen gue
jadi kapten." Seru adit dengan bangganya. hendra tersenyum kecil kemudian
ia kembali fokus melihat Kina. Adit melihat kemana arah mata Hendra melihat.
"Lo lihatin siapa
sih?"tanya Adit, Hendra masih tak bergeming hingga membuat Adit heran.
" Hendra!" Tegur
adit lagi
"Ya bang. Apa?"
Jawab Hendra mengalihkan pandangannya dari Kina ke Adit.
" lo lihatin siapa?
Cewek itu? Si Jepang itu?" Tanya adit. Kini tatapan Hendra yang seakan
heran.
" lo kenal bang?
Kenalin dong sama dia." Pinta Hendra
" kenal lah. Namanya
Kina Kato keturunan jepang dan dia jago basket." Jawab adit
" waw... she is amazing.
Trus hubungan dia sama si Joni apa? Apa mereka pacaran, kok deket banget"
tanya Hendra penasaran.
" och... si joni Kim
itu lo tau sendiri kalau dia turunan korea nah dia itu sohibnya si Kina."
Jawab adit
" ah yang bener? Kok
kayak orang pacaran sih mereka."
" ya udah laaa.. kalau
lo mau gue kenalin sekarang nih." Tawar adit, hendra mengangguk. Mereka
pun menghampiri Kina yang kini sedang duduk bersama Joni.
" malam ini gue ajak lo
jalan yah. Gue traktir lo makan sepuasnya deh." Ajak Joni
" waaah mau banget."
Seru Kina antusias.
" ekhem... hai.. "
sapa Adit
" iya, terima kasih.
Gue harap kita bisa jadi tim yang klop yah. Oh iya... kenalin dong. Ini adek
sepupu gue. Hendra." Kata Adit
" ya, gue kenal kok.
Kin kenalan sama Hendra dong. Dia termasuk dalam tim basket kita loh."
Ujar Joni
" hai... gue
Kina." Kina mengulurkan tangannua kepada Hendra dan disambut oleh Hendra
sembari menyebutkan namanya sembari tersenyum manis.
" ya udah kalau gitu
gue tinggal yah. Mau ganti baju nih, gerah" pamit Adit meninggalkan mereka
bertiga. Hendra duduk disebelah kanan Kina.
" kok lo enggak ganti
baju?" Tanya Kina kepada Hendra.
" he... entar aja deh.
" jawab Hendra
" ya udah gue mau ganti
baju juga. Hen gue titip Kina yah." Seru Joni pergi meninggalkan mereka
berdua.
" hem... lo sejak kapan
kenal sama Joni?"
" semenjak gue sekolah
disini dan gue udah deket banget sama Joni." Jawab Kina sembari tersenyum
manis membanyangkan wajah joni.
" lo... suka sama
Joni?" Tanya Hendra membuat Kina kaget.
" kok lo nanyanya gitu
sih? Ih kepo nih lo." Kina mulai sebal pada Hendra.
" enggak. Gue kan cuma
nanya doang. Maaf deh."
" udah lah. Gue mau
nyusul Joni." Kina beranjak dari duduknya
" eh. Kok gue di
tinggal sih. Kina... " hendra mengejar Kina.
" ngapain lo ngikutin
gue sih."
"Lo marah yah. Maaf
yah."
" gue enggak suka lo
nanya hal yang sifatnya pribadi seperti tadi."
" iya kan gue udah
minga maaf. Lagian cuma nanya aja kok enggak ada maksud apa apa."
" ya gue maafin. "
" Kina..." pekik
Joni sembari berlari menghampiri Kina
" udah selesaikan. Kita
pang yuk." Ajak Kina
" ok, Hendra.... kami
pulang duluan yah. Bang adit masih didalam lagi ngobrol sama Rio."
" oh iya. Ok gue kesana
sekarang." Pamit Hendra. Joni dan kina pulang bersama.
#malam pukul 7.20
" bang.... "
" kenapa lo? Kok lo
lemes gitu sih? Kan udah gue kenalin sama si kina."
" bang.... gue rasa si
kina suka sama Joni."
" ah sok tau lo. "
" abisnya gue tanyain
hubungan dia sama Joni dia malah marah sama gue dan dia juva bilang mereka
sekarang deket banget."
" ya ela.... kalau pun
mereka pacara lo masih biasa dapetin
kina. Baru pacaran kok."
"Tuh kan... mereka
pacaran." Rengek Hendra
" apaan sih lo. Itu kan
kalau aja. Mana gue tau mereka pacaran apa enggak."
" ah ngobrol sama lo
nih. Bikin gue makin bete." Seru Hendra
" yeeee.. yang lagi
patah hati." Ledek adit
" bang!!" Pekik
hendra kesal. Ia mengambil bantal sofa dan melemparnya kearah wajah adit.
" hahaha cieeee."
Adit makin meledekinya.
" aarrghh.. i don't
care!" Hendra masuk ke kamarnya.
Sementara itu di sebuah
kafe. Kina dan Joni duduk berhadapan dengan meja dihiasi lilin dan hidangan
makanan kesukaan Kina.
" waah lo romantis
banget sih. Cieee lo pasti mau ketemuan sama gebetan lo yah." Ejek kina
" haha.. iya. Lo benar
gue mau malah mau nembak tu cewek." Jawaban itu membuat kina kaget dan ada
rasa kecewa yang menghampiri kina namun ia sembunyikan dibalik senyum manisnya.
" wah hebat lo. Siapa?
Kenalin dong sama gue. Anak mana, siapa namanya, sekolahnya dimana, cantik apa
enggak?" Pertanyaan Kina membuat Joni mengerti bahwa ada kecemburuan
disetiap kata katanya dan itu membuat joni bersemangat mengerjain Kina.
" dia. Satu sekolah
sama kita. Satu kelas malah. Dia... cantik malah sangat cantik." Jawab
Joni membuat Kina semakin cemburu
" och... ya udah. Gue
ke toilet dulu ya. " Kina pergi ketoilet namun berhenti di sampingtembok
yang menghalangi pandangan joni darinya. Kini ia yang memperhatikan Joni dari
kejauhan.
" kina... sadar. Lo
cuma sahabatnya doang." Gumam Kina dalam hati. Kemudian ia ketoilet selama
5 menit.
" mana? Kok belum
datang?" Tanya kina
" tadi ketoilet."
Jawaban itu membuat kina bingung.
"Siapa? Kok tadi enggak
ada siapa siapa di toilet. "
" ada tadi. Dia pake baju
merah."
" Joni... lo tuh buat gue bingung."
" kina..." Joni
menggenggam tangan Kina dengan lembut.
" cewek yang gue maksud
itu yang sekarang ada di depan gue. Cewek yang sedang gue genggam tangannya.
Cewek yang buat hari hari gue semangat. Dan dia yang bikin gue bisa sayang
banget lebih dari sahabat bahkan lebih dari diri gue sendiri." Terang Joni
panjang lebar. Membuat kina tersimpu malu.
" lo... mau kan jadi
pacar gue enggak?" Tanya Joni lebih lanjut.
" gimana yah.."
" ya udah kalau enggak
mau. Enggak apa apa." Bohong joni
" ish... iya gue
mau maksa sih lo."
" yeee kapan gue maksa
lo sih. Dasar lo." Joni mencubit pipi Kina, gemas. Kina meringis kecil.
" ish... sakit
tahu." Kina menepuk tangan Joni
" nah karena gue udah
jadian sama cewek tercantik sedunia versi gue. Lo traktir gue yah."
" loh kok gue sih. Lo
dong yg traktir gue. Haha"
" iya deh tuan putri.
Abis ini kita pulang yah. Udah jam 9 soalnya. Gur enggak suka pacar gue yg
cantik ini jadi sakit." Joni membuat Kina tersimpu malu.
#sekolah, 6.45 Am
Kina berjalan santai menunu
ruang kelasnya, ia disapa oleh beberapa orang yang ia temui disetiap kelas.
Kina memang dikenal gadis yang ramah dan meliki banyak teman disekolahnya.
" hai..." sapa
seseorang dari belakang. Kina berbalik kemudian tersenyum kecil.
" och... hai..."
balas Kina
" sendirian aja. Enggak
sama Joni?" Tanya hendra
" dia masih dijalan
kali. Ada perlu sama joni yah?"
" enggak sih. Udah
sarapan belum?"
" belum sih.
Kenapa?"
" sarapan bareng yuk.
Gue juga belum sarapan nih."
" gue ajak joni
yah."
" och... ok." Kina
dan hendra berjalan bersama menuju kelas ternyata disana sudah ada joni.
" joni..." pekik
Kina berlari kecil menghampiri kekasihnya
" maaf tadi enggak
jemput lo. Gue dianter sama papa pke mobil dinasnya." Kata Joni merasa
bersalah, Kina tersenyum manis.
" iya enggak apa apa
kok. Oh ya.. udah sarapan belum? Gue
laper nih. Kita kekantin yuk." Ajak Kina
" yaaah... gue udah
sarapan sih. Tapi gue tmenin deh." Kata joni. Membuat Hendra merasa sebal
karena ia hanya ingin berduaan dengan kina.
@ kantin
" kalian sahabatan dari
kapan?" Tanya Hendra
" kita udah enggak
sahabatan lagi kok."jawab Joni
" kok? Trus?"
" haha kwpo nih
hendra." Ujar kina yang kemudian menyuapkan sesendok nasi kedalan mulutnya
kemudian menyeruput teh esnya yang meninggalkan bekas dibibir atasnya.
"Kenapa enggak pake
pipit aja sih. Kan belepotan tuh." Seru joni sembari meletakan jempol
tangan kanannya diatas bibir kina seraya mengelap bekas teh itu. Hendra
tercekat melihat hal tadi didepan matanya. Ada kemarahan dihatinta tapi tak
bisa diluapkan olehnya.
" hehe... enggak ada
piptnya." Jawab Kina cengengesan.
" aku tanyain sama ibu
kantin yah." Seru joni kemudian berdiei mwnghampiri counter makanan.
" kalian jadian
yah?" Tanya Hendra
" haha... kenapa?"
Tanya Kina balik
" enggak. Pengen tau
aja."
" tanya aja deh sama
Joni."
" nih pipitnya.
Makannya cepetan 2 menit lagi masuk nih." Ujar joni
" iyaaa... " jawab
Kina
" gue duluan yah."
Hendra beranjak dari duduknya meninggalkan mereka berdua.
" hendra kenapa?"
Tanya Joni bingung
" dia nanya. Kita
jadian yah?"
" trus lo jawab
apa?"
" tanya aja sama
joni."
"Haha kenapa enggak lo
jawab aja. Kayaknya dia suka deh sama lo."
" tapi gue udah punya
lo Jon." Jawaban itu membuat joni tersenyum senang kemudian mengusap
puncak kepala kina tanda sayang.
" terima kasih kina my
love.i love you."
" i love you too so
much."
@rumah Hendra
Hendra grasak grusuk didalam
kamarnya, ia berguling guling diatas tempat tidur karena wajah Kina selalu ada
disegala pandangannya. Hendra duduk ditepi tempat tidurnya sembari terua
berpikir bagaimana cara mengatakan bahwa ia menyukai Kina. Gadis keturunan
jepang yang baru saja ia kenal.
" kalau mereka jadian,
trus nasib gue gimana dong? " gumamnya pelan.
" apa gue bilang aja
yah kalau gue suka sama dia. Tapi... baru 2 hari gue kenal dia. Entar dia ngira
apa lagi sama gue."
"Aduh gue bingung
nih.aarrgh." ia berteriak frustasi
" apaan sih lo Hen!
Brisik tau!" Teruh adit yang kini berdiri didepan pintu kamar yang
terbuka.
" gue lagi bingung ni
bang."
"Bingung kenapa sih?
Kina lagi? Ya udah tembak aja."
" gila lo. Kalau mereka
udah jadian gimana?"
"Mereka siapa?"
"Joni sama kina lah.
Entar gue dibilang pho lagi."
"Ya udah lo bilang aja
ke kina kalau lo suka sama dia."
" ah ogah. Malu dong
gue. Entar si joni tau gue malah berantem lagi sama dia."
" ya udah terserah deh.
Kalau lo bisa ngendaliin perasaan lo ke kina." Kemudian adit nyeloning
pergi meninggalkan hendra.
" benar juga kata bang
adit. Tapi... ah gue bingung lagi." Hendra semakin frustasi.
@rumah Kina
" halo... hendra? Tau
dari mana no hp ku?"
" hehe dari abang gue
lah. Oh iya lo lagi ngapain?"
" nyantai aja di kamar.
Lo ?"
"Nyantai juga. Jalan
yuk? Gue trantir icr cream deh."
"Boleh... mau banget.
Dimana?"
" di tempat favorit lo
aja. Di bean jerry aja."
" ok gue siap siap dulu
yah."
" ok. Kita ketemu
disana yah." Telpon tertutup, mereka berdua bersiap siap.
@Ice Cream Bean Jerry
Kina dan hendra duduk
bersebelahan disebuah meja yang terletak disamping dinding kaca. Meeka dapat
melihat lalu lalang jalan raya dari balik kaca tersebut.
" kok lo tau gue suka
ice cream dan juga tau tempat favorit gue?" Tanya Kina membuat Hendra
tersenyum kecil.
" haha ada deh. Yang
penting lo suka aja deh."jawab Hendra
" iya sih. "
Mereka memesan dua porsi ice
cream yang berbeda, mereka mencicipi masing masing ice cream satu sama lain.
Mengobrol bersama bahkan sesekali hendra bercerita sesuatu yang lucu membuat
kina tertawa geli dan itu semakin membuat mereka akrab.
Hari berganti hari, minggu
berganyi minggu mereka semakin dekat. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama
tapi kina tidak melupakan joni kekasihnya karena setiap sehabis ia bertemu
dengan hendra. Selalu saja ia bercerita kepada joni dan joni menanggapi itu
semua dengan positif. Ia percaya kepada kina.
@sekolah
"Kinaaa..."panggil
Hendra dari kejauhan saat melihat kina keluar dari perpustakaan.
"Hendra... ada
apa?"
"Lo pinjem buku apa
lagi?"
"Hem... pinter
matematika."
"Kenapa?lo suka
matenatika yah?"
"Iya dan joni juga suka
walaupun dia suka biologi banget."
"Waaab kebetulan gue
paling enggak bisa matematika. Lo mau kan ajarin gue."
" oh. Ok gue pasti mau
ajarin lo."
"Jadi nanti pulang
sekolah langsung kerumah gue yah."
" ok. " Kina
tersenyum kemudian berbalik. Baru beberapa langkah kina terpeleset. Untunglah hendra
segera menahan tubuhnya agar tidak jatuh kelantai. Namun buku yang tadi dibawa
kina tergeletak dilantai dekat kaki hendra. Disisi lain joni yang hendak ke
toilet melihat hendra yang seakan memeluk kina.
"Kina... ngapain mereka
pelukan segala sih?" Joni bergumam sendiri. Ia menghampiri hendra dan
kina.
"Ekhem!" Hendra dan kina kaget dan segera kembali ke
posisi awal. Kina tersenyum kecil kepada joni
"Sorry... gue enggak
punya maksud apa apa kok. Tadi gue cuma nolongin kina doang."
"Iya.enggak apa apa makasih
yah udah nolongin hendra." Jawab joni sembari tersenyum kecil.
"Iya. Kalau gitu gue ke
kelas dulu yah." Seru hendra meninggalkan keduanya
"Ok." Jawab
sepasang kekasih itu
" kita kekelas
yuk." Ajak joni menggandeng kina menuju kelasnya.
To be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar