Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Secret love part 2

Kamis, 21 Mei 2015

Secret love part 2

Part 2
" yeeey.... Hen gue jadi kapten." Seru adit dengan bangganya. hendra tersenyum kecil kemudian ia kembali fokus melihat Kina. Adit melihat kemana arah mata Hendra melihat.
"Lo lihatin siapa sih?"tanya Adit, Hendra masih tak bergeming hingga membuat Adit heran.
" Hendra!" Tegur adit lagi
"Ya bang. Apa?" Jawab Hendra mengalihkan pandangannya dari Kina ke Adit.
" lo lihatin siapa? Cewek itu? Si Jepang itu?" Tanya adit. Kini tatapan Hendra yang seakan heran.
" lo kenal bang? Kenalin dong sama dia." Pinta Hendra
" kenal lah. Namanya Kina Kato keturunan jepang dan dia jago basket."  Jawab adit
" waw... she is amazing. Trus hubungan dia sama si Joni apa? Apa mereka pacaran, kok deket banget" tanya Hendra penasaran.
" och... si joni Kim itu lo tau sendiri kalau dia turunan korea nah dia itu sohibnya si Kina." Jawab adit
" ah yang bener? Kok kayak orang pacaran sih mereka."
" ya udah laaa.. kalau lo mau gue kenalin sekarang nih." Tawar adit, hendra mengangguk. Mereka pun menghampiri Kina yang kini sedang duduk bersama Joni.
" malam ini gue ajak lo jalan yah. Gue traktir lo makan sepuasnya deh." Ajak Joni
" waaah mau banget." Seru Kina antusias.
" ekhem... hai.. " sapa Adit

" eh... Hai. Selamat yah bang, lo bisa jadi kapten tim basket kita." Kata Joni. Adit tersenyum
" iya, terima kasih. Gue harap kita bisa jadi tim yang klop yah. Oh iya... kenalin dong. Ini adek sepupu gue. Hendra." Kata Adit
" ya, gue kenal kok. Kin kenalan sama Hendra dong. Dia termasuk dalam tim basket kita loh." Ujar Joni
" hai... gue Kina." Kina mengulurkan tangannua kepada Hendra dan disambut oleh Hendra sembari menyebutkan namanya sembari tersenyum manis.
" ya udah kalau gitu gue tinggal yah. Mau ganti baju nih, gerah" pamit Adit meninggalkan mereka bertiga. Hendra duduk disebelah kanan Kina.
" kok lo enggak ganti baju?" Tanya Kina kepada Hendra.
" he... entar aja deh. " jawab Hendra
" ya udah gue mau ganti baju juga. Hen gue titip Kina yah." Seru Joni pergi meninggalkan mereka berdua.
" hem... lo sejak kapan kenal sama Joni?"
" semenjak gue sekolah disini dan gue udah deket banget sama Joni." Jawab Kina sembari tersenyum manis membanyangkan wajah joni.
" lo... suka sama Joni?" Tanya Hendra membuat Kina kaget.
" kok lo nanyanya gitu sih? Ih kepo nih lo." Kina mulai sebal pada Hendra.
" enggak. Gue kan cuma nanya doang. Maaf deh."
" udah lah. Gue mau nyusul Joni." Kina beranjak dari duduknya
" eh. Kok gue di tinggal sih. Kina... " hendra mengejar Kina.
" ngapain lo ngikutin gue sih."
"Lo marah yah. Maaf yah."
" gue enggak suka lo nanya hal yang sifatnya pribadi seperti tadi."
" iya kan gue udah minga maaf. Lagian cuma nanya aja kok enggak ada maksud apa apa."
" ya gue maafin. "
" Kina..." pekik Joni sembari berlari menghampiri Kina
" udah selesaikan. Kita pang yuk." Ajak Kina
" ok, Hendra.... kami pulang duluan yah. Bang adit masih didalam lagi ngobrol sama Rio."
" oh iya. Ok gue kesana sekarang." Pamit Hendra. Joni dan kina pulang bersama.
#malam pukul 7.20
" bang.... "
" kenapa lo? Kok lo lemes gitu sih? Kan udah gue kenalin sama si kina."
" bang.... gue rasa si kina suka sama Joni."
" ah sok tau lo. "
" abisnya gue tanyain hubungan dia sama Joni dia malah marah sama gue dan dia juva bilang mereka sekarang deket banget."
" ya ela.... kalau pun mereka pacara  lo masih biasa dapetin kina. Baru pacaran kok."
"Tuh kan... mereka pacaran." Rengek Hendra
" apaan sih lo. Itu kan kalau aja. Mana gue tau mereka pacaran apa enggak."
" ah ngobrol sama lo nih. Bikin gue makin bete." Seru Hendra
" yeeee.. yang lagi patah hati." Ledek adit
" bang!!" Pekik hendra kesal. Ia mengambil bantal sofa dan melemparnya kearah wajah adit.
" hahaha cieeee." Adit makin meledekinya.
" aarrghh.. i don't care!" Hendra masuk ke kamarnya.
Sementara itu di sebuah kafe. Kina dan Joni duduk berhadapan dengan meja dihiasi lilin dan hidangan makanan kesukaan Kina.
" waah lo romantis banget sih. Cieee lo pasti mau ketemuan sama gebetan lo yah." Ejek kina
" haha.. iya. Lo benar gue mau malah mau nembak tu cewek." Jawaban itu membuat kina kaget dan ada rasa kecewa yang menghampiri kina namun ia sembunyikan dibalik senyum manisnya.
" wah hebat lo. Siapa? Kenalin dong sama gue. Anak mana, siapa namanya, sekolahnya dimana, cantik apa enggak?" Pertanyaan Kina membuat Joni mengerti bahwa ada kecemburuan disetiap kata katanya dan itu membuat joni bersemangat mengerjain Kina.
" dia. Satu sekolah sama kita. Satu kelas malah. Dia... cantik malah sangat cantik." Jawab Joni membuat Kina semakin cemburu
" och... ya udah. Gue ke toilet dulu ya. " Kina pergi ketoilet namun berhenti di sampingtembok yang menghalangi pandangan joni darinya. Kini ia yang memperhatikan Joni dari kejauhan.
" kina... sadar. Lo cuma sahabatnya doang." Gumam Kina dalam hati. Kemudian ia ketoilet selama 5 menit.
" mana? Kok belum datang?" Tanya kina
" tadi ketoilet." Jawaban itu membuat kina bingung.
"Siapa? Kok tadi enggak ada  siapa siapa di toilet. "
" ada tadi. Dia pake baju merah."
" Joni... lo tuh  buat gue bingung."
" kina..." Joni menggenggam tangan Kina dengan lembut.
" cewek yang gue maksud itu yang sekarang ada di depan gue. Cewek yang sedang gue genggam tangannya. Cewek yang buat hari hari gue semangat. Dan dia yang bikin gue bisa sayang banget lebih dari sahabat bahkan lebih dari diri gue sendiri." Terang Joni panjang lebar. Membuat kina tersimpu malu.
" lo... mau kan jadi pacar gue enggak?" Tanya Joni lebih lanjut.
" gimana yah.."
" ya udah kalau enggak mau. Enggak apa apa." Bohong joni
" ish... iya gue mau  maksa sih lo."
" yeee kapan gue maksa lo sih. Dasar lo." Joni mencubit pipi Kina, gemas. Kina meringis kecil.
" ish... sakit tahu." Kina menepuk tangan Joni
" nah karena gue udah jadian sama cewek tercantik sedunia versi gue. Lo traktir gue yah."
" loh kok gue sih. Lo dong yg traktir gue. Haha"
" iya deh tuan putri. Abis ini kita pulang yah. Udah jam 9 soalnya. Gur enggak suka pacar gue yg cantik ini jadi sakit." Joni membuat Kina tersimpu malu.
#sekolah, 6.45 Am
Kina berjalan santai menunu ruang kelasnya, ia disapa oleh beberapa orang yang ia temui disetiap kelas. Kina memang dikenal gadis yang ramah dan meliki banyak teman disekolahnya.
" hai..." sapa seseorang dari belakang. Kina berbalik kemudian tersenyum kecil.
" och... hai..." balas Kina
" sendirian aja. Enggak sama Joni?" Tanya hendra
" dia masih dijalan kali. Ada perlu sama joni yah?"
" enggak sih. Udah sarapan belum?"
" belum sih. Kenapa?"
" sarapan bareng yuk. Gue juga belum sarapan nih."
" gue ajak joni yah."
" och... ok." Kina dan hendra berjalan bersama menuju kelas ternyata disana sudah ada joni.
" joni..." pekik Kina berlari kecil menghampiri kekasihnya
" maaf tadi enggak jemput lo. Gue dianter sama papa pke mobil dinasnya." Kata Joni merasa bersalah, Kina tersenyum manis.
" iya enggak apa apa kok. Oh ya.. udah sarapan belum?  Gue laper nih. Kita kekantin yuk." Ajak Kina
" yaaah... gue udah sarapan sih. Tapi gue tmenin deh." Kata joni. Membuat Hendra merasa sebal karena ia hanya ingin berduaan dengan kina.
@ kantin
" kalian sahabatan dari kapan?" Tanya Hendra
" kita udah enggak sahabatan lagi kok."jawab Joni
" kok? Trus?"
" haha kwpo nih hendra." Ujar kina yang kemudian menyuapkan sesendok nasi kedalan mulutnya kemudian menyeruput teh esnya yang meninggalkan bekas dibibir atasnya.
"Kenapa enggak pake pipit aja sih. Kan belepotan tuh." Seru joni sembari meletakan jempol tangan kanannya diatas bibir kina seraya mengelap bekas teh itu. Hendra tercekat melihat hal tadi didepan matanya. Ada kemarahan dihatinta tapi tak bisa diluapkan olehnya.
" hehe... enggak ada piptnya." Jawab Kina cengengesan.
" aku tanyain sama ibu kantin yah." Seru joni kemudian berdiei mwnghampiri counter makanan.
" kalian jadian yah?" Tanya Hendra
" haha... kenapa?" Tanya Kina balik
" enggak. Pengen tau aja."
" tanya aja deh sama Joni."
" nih pipitnya. Makannya cepetan 2 menit lagi masuk nih." Ujar joni
" iyaaa... " jawab Kina
" gue duluan yah." Hendra beranjak dari duduknya meninggalkan mereka berdua.
" hendra kenapa?" Tanya Joni bingung
" dia nanya. Kita jadian yah?"
" trus lo jawab apa?"
" tanya aja sama joni."
"Haha kenapa enggak lo jawab aja. Kayaknya dia suka deh sama lo."
" tapi gue udah punya lo Jon." Jawaban itu membuat joni tersenyum senang kemudian mengusap puncak kepala kina tanda sayang.
" terima kasih kina my love.i love you."
" i love you too so much."
@rumah Hendra
Hendra grasak grusuk didalam kamarnya, ia berguling guling diatas tempat tidur karena wajah Kina selalu ada disegala pandangannya. Hendra duduk ditepi tempat tidurnya sembari terua berpikir bagaimana cara mengatakan bahwa ia menyukai Kina. Gadis keturunan jepang yang baru saja ia kenal.
" kalau mereka jadian, trus nasib gue gimana dong? " gumamnya pelan.
" apa gue bilang aja yah kalau gue suka sama dia. Tapi... baru 2 hari gue kenal dia. Entar dia ngira apa lagi sama gue."
"Aduh gue bingung nih.aarrgh." ia berteriak frustasi
" apaan sih lo Hen! Brisik tau!" Teruh adit yang kini berdiri didepan pintu kamar yang terbuka.
" gue lagi bingung ni bang."
"Bingung kenapa sih? Kina lagi? Ya udah tembak aja."
" gila lo. Kalau mereka udah jadian gimana?"
"Mereka siapa?"
"Joni sama kina lah. Entar gue dibilang pho lagi."
"Ya udah lo bilang aja ke kina kalau lo suka sama dia."
" ah ogah. Malu dong gue. Entar si joni tau gue malah berantem lagi sama dia."
" ya udah terserah deh. Kalau lo bisa ngendaliin perasaan lo ke kina." Kemudian adit nyeloning pergi meninggalkan hendra.
" benar juga kata bang adit. Tapi... ah gue bingung lagi." Hendra semakin frustasi.
@rumah Kina
" halo... hendra? Tau dari mana no hp ku?"
" hehe dari abang gue lah. Oh iya lo lagi ngapain?"
" nyantai aja di kamar. Lo ?"
"Nyantai juga. Jalan yuk? Gue trantir icr cream deh."
"Boleh... mau banget. Dimana?"
" di tempat favorit lo aja. Di bean jerry aja."
" ok gue siap siap dulu yah."
" ok. Kita ketemu disana yah." Telpon tertutup, mereka berdua bersiap siap.
@Ice Cream Bean Jerry
Kina dan hendra duduk bersebelahan disebuah meja yang terletak disamping dinding kaca. Meeka dapat melihat lalu lalang jalan raya dari balik kaca tersebut.
" kok lo tau gue suka ice cream dan juga tau tempat favorit gue?" Tanya Kina membuat Hendra tersenyum kecil.
" haha ada deh. Yang penting lo suka aja deh."jawab Hendra
" iya sih. "
Mereka memesan dua porsi ice cream yang berbeda, mereka mencicipi masing masing ice cream satu sama lain. Mengobrol bersama bahkan sesekali hendra bercerita sesuatu yang lucu membuat kina tertawa geli dan itu semakin membuat mereka akrab.
Hari berganti hari, minggu berganyi minggu mereka semakin dekat. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama tapi kina tidak melupakan joni kekasihnya karena setiap sehabis ia bertemu dengan hendra. Selalu saja ia bercerita kepada joni dan joni menanggapi itu semua dengan positif. Ia percaya kepada kina.
@sekolah
"Kinaaa..."panggil Hendra dari kejauhan saat melihat kina keluar dari perpustakaan.
"Hendra... ada apa?"
"Lo pinjem buku apa lagi?"
"Hem... pinter matematika."
"Kenapa?lo suka matenatika yah?"
"Iya dan joni juga suka walaupun dia suka biologi banget."
"Waaab kebetulan gue paling enggak bisa matematika. Lo mau kan ajarin gue."
" oh. Ok gue pasti mau ajarin lo."
"Jadi nanti pulang sekolah langsung kerumah gue yah."
" ok. " Kina tersenyum kemudian berbalik. Baru beberapa langkah kina terpeleset. Untunglah hendra segera menahan tubuhnya agar tidak jatuh kelantai. Namun buku yang tadi dibawa kina tergeletak dilantai dekat kaki hendra. Disisi lain joni yang hendak ke toilet melihat hendra yang seakan memeluk kina.
"Kina... ngapain mereka pelukan segala sih?" Joni bergumam sendiri. Ia menghampiri hendra dan kina.
"Ekhem!"  Hendra dan kina kaget dan segera kembali ke posisi awal. Kina tersenyum kecil kepada joni
"Sorry... gue enggak punya maksud apa apa kok. Tadi gue cuma nolongin kina doang."
"Iya.enggak apa apa makasih yah udah nolongin hendra." Jawab joni sembari tersenyum kecil.
"Iya. Kalau gitu gue ke kelas dulu yah." Seru hendra meninggalkan keduanya
"Ok." Jawab sepasang kekasih itu
" kita kekelas yuk." Ajak joni menggandeng kina menuju kelasnya.


To be continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake