Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Secret Love Part 1

Kamis, 21 Mei 2015

Secret Love Part 1

SECRETLove
Author        : Ifdo
Main Cast   : Yuki Anggraini Kato as Kina Kato
                      Stevan William Umboh as Hendra William
                      Immanuel Kenneth Santana as Joni Kim
                      Maxime Bouttier as Adit Bouttier
                      Kevin Julio as Eros Richard
Genre          : Romance,
Support Cast : Find By Yourself


Pagi SMA PGRI 01
Ruang kelas sudah ribut dengan grasak grusuk dari siswa siswi yang sedang mengerjakan PR minggu kemarin yang harus di kumpulkan hari ini. Mereka saling menukar jawaban alias mencontek massal. Disela kesibukan itu, seorang gadis masuk dengan santai dan langsung duduk dibangku paling depan berpas-pasan dengan  layar disamping papan tulis kaca, ia menoleh ke kanan dan kekiri melihat kesibukan teman temannya.
“lo udah selesai ngerjain PR matematika?” Tanya seorang pria tepat dibelakangnya, gadis itu berbalik kebelakang dan tersenyum manis sembari mengangguk.
“lo mau nyontek PR gue lagi?” Tanya gadis itu
“yeee… gue bukan nyontek kali, Cuma ngelihat aja.” Bantah sang pria itu membuat sang gadis tadi tersenyum kecil kemudian berbalik ke depan kemudian meraih buku PR matematikanya memberikan buku itu kepada temannya tadi.
“sama aja, kan kalau lo belum ngerjain, lo nyalin PR gue ke buku Lo.” Sungut gadis itu, sang pria hanya tertawa kecil kemudian mulai menulis di bukunya.
5 menit kemudian, selesai menyalin PR milik gadis itu, sang pria mengembalikan lagi buku tersebut kepada pemiliknya yang masih asik duduk di kursi tepat didepannya, gadis itu tampak sedang mendengarkan music dengan earphone nya.
“nih, makasih yah Kin. Haahaa.” Ujarnya sembari tertawa lepas.
“iya,” jawab gadis itu singkat.
“lo mau kekantin enggak? Gue yang traktir deh, masih ada waktu 15 ment.” Ajak Pria itu,
“ok. “ gadis di panggil Kin itu menyetujui ajakan temannya tadi. Mereka memang dekat dan sudah mengenal sejak pertama kali masuk SMA, menjadi sahabat hingga sekarang menduduki kelas 2 dan berada di kelas yang sama. Pria itu bernama Joni Kim, bule keturunan Korea sedangkan Kina bernama lengkap Kina Kato, gadis keturunan jepang.
Sementara itu…
“bang… balikin dong bolpoint gue! Entar gue pake apa bang nyatat materi belajarnya..” rengek pria yang diketahui bernama Hendra, ia tengah meminta kembali bolpoint yang di pegang oleh seorang pria bernama Adit yang masih berjalan santai di sampingnya.
“entar dulu, gue mau pinjem sebentar dong. Pelit banget sih!”
“lo bukan minjem, tapi ngambil kali!”
“eh… pinjem bentar doang, gue mau nulis sesuatu di kertas ini!” seru Adit yang tiba tiba berhenti didepan madding dan menulis nama Hendra di sebuah kertas pendaftaran kompetisi basket sekolah.
“eh… lo gila yah, siapa juga yang mau ikut acara ginian, enggak!” Hendra merebut bolpoint dn berusaha merebut kertas pendaftaran tersebut dari tangan adit.
“enggak… lo harus ikut dan bantuin gue ngalahin  team basket SMA 06” adit langsung memberikan kertas itu kepada ketua osis yang kebetulan lewat.

“Rio… team basket gue udah lengkap nih. Pastiin team gue yang bakal ikut kompetisi ini yah.”
“yeee… enggak bisa gitu kali, kan masih ada teamnya si Eros dan teamnya Joni. Jadi kita harus kompetisi di sekolah dulu buat ngewakilin seklah kita.” Jelas Rio panjang lebar.
“yah… kok gitu sih.”
“nah udah jelas, lawan lo Eros CS dan si Joni korea itu. lo gabung aja lah sama mereka, gak usah bawa bawa gue ok?!” seru Hendra berjalan meninggalkan Adit yang tampak sebal mendengar penjelasan  Rio tadi.
“beneran team mereka bakal ikut?”
“iya dong. Udah laa… kalau lo bener bener minat sama kompetisi ini, lo latihan aja dengan serius. Gua mau ke kantor kepsek dulu.” Pamit Rio meninggalkan Adit begitu saja.
Back to kantin
“team lo udah lengkap belum?” Tanya Kina.
“belum… kurang 1 lagi. Pusing gue ngurusinnya.”
“loh… kan di kelas kita banyak anak yang ikut ekskul basket, ajak mereka aja.”
“iya, tapi enggak bisa sembarangan juga milihnya, team kami juga harus di tandingin lagi buat jadi perwakilan kompetisi nanti.” Jelas Joni dengan wajah melasnya.
“hem… gitu yah…”
“iya, atau gue batalin aja team gue.”
“eh jangan dong, kan kasian temen temen lo yang semngat ngikutin kompetisi ini, walau pun enggak kepilih yang penting lo udah berusaha. Gue dukung lo kok.” Kata Kina sembari menepuk pundak sahabatnya, Joni dan tersenyum manis.
“kalau cewek boleh ikut, gue pasti mau banget masukin lo ke team gue.” Pernyataan itu membuat Kina menatapnya
“memangnya boleh?”
“kan tadi gue bilang, kalau boleh Kin… buset… lo nih yah!” geram Joni sembari menarik hidung Kina membuat Kina memukul tangan Joni
“kebiasaan banget lo narik narik hidung gue! Sakit tau!” sebal Kina.
“hehe… abis gue gemes sih sama lo.”
“eeeh Jon, kenapa enggak lo tanyain langsung sama panitianya”. Usul Kina
“ya udah, abis makan kita keruang osis yah…”
“kok keruang osis? Memangnya siapa yang jadi ketua panitianya?”
“bang Rio.”
“och…”
@ruang Osis
“Rio… udah berapa team yang daftar?” Tanya Zaky
“ada 3 team”. Jawab Rio sembari mengecek setiap lembar profil anggota dari setiap team.
“bagus lah, ternyata mereka antusias banget yah, jadi seleksinya kapan?” Tanya Zaky sembari duduk disamping kiri Rio
“besok Sore jam 3’an gitu. Lo harus datang yah dan pastiin wasitnya ontime.”
“ok bos!” seru Zaky kemudian berbalik meninggalkan ruang Osis, sepeninggalan Zaky selang waktu 3 menit Joni dan Kina pun datang.
“permisi bang…” seru Joni sembari tersenyum ramah kepada Rio, Rio mempersilahkan keduanya masuk dan duduk di kursi yang ada di hadapannya.
“ada apa Jon? Oh iya gimana team lo, udah siap buat seleksi besok?” tanya Rio
“nah itu dia bang,team gue masih kurang 1 pemain.” Jawab Joni
“laaah trus gimana?”
“gue punya usul nih bang, gue punya temen cewek dia jago basket juga, kalau boleh sih gue mau jadiin dia bagian dari team gue. Boleh enggak bang?” Tanya Joni
“hm…. Maksud lo si Kina?” Rio menatap Kina, sementara Kina tersenyum kecil
“kalau gue sih enggak apa apa, tapi… aturannya enggak dibolehin cewek masuk team cowok, gue tau sih Kina bisa basket. Tapi yaaaa aturannya enggak bisa, maaf yah.” Sesal Rio
“yah….team gue tetap enggak lengkap dong. Aduuuh…” Joni agak kecewa.
“sebenarnya team si Eros juga kurang pemain,entar malem deh gue pikirin gimana cara nyeleksi biar lebih adil.” Terang Rio,
“ok bang, kalau gitu kami pamit dulu, makasih bang.” Pamit Joni dan Kina

#kediaman keluarga Rochard
“apa? Di ubah model seleksinya? Maksud lo gimana sih?” Eros menatap bingung orang yang ada di depannya.
“iya, kata Rio sih gitu. Biar adil lagi pula team kita enggak lengkap dan ada team lain juga yang enggak lengkap.” Jelas orang yang ada di depan Eros.
“benar juga sih, tapi kaaaan. Kalau seleksinya buat kita pecah gue enggak setuju.”
“gue denger jadi David sih model seleksinya itu perindividu gitu, jadi otomatis team kita bakalan pecah.”
“ish… males gue kalau gini jadinya.”
“Ros… lo enggak usah gitu dong, kalau demi nama baik SMA kita. Kita harus mampu bekerjasama dengan baik. Dan gue yakin lo pasti bisa jadi kapten di team yang di hasilkan dari seleksi ini.” Yakin temannya itu
“iya kalau gue bisa jadi kapten, kalau enggak gmana?”
“iya udah lah enggak apa apa, kan kompetisi ini buat nama sekolah kita jadi lebih terkenal aja. Gue yakin sama lo. Enggak apa apa klau gue enggak masu dalam team, enggak masalah kok.”
“ya udah lah, kita lihat aja besok disekolah.”

@esok harinya di SMA PGRI 01
“Rio… kok model seleksinya di ubah sih?  Kalau 2 team itu kurang pemain berarti udah dipastiin dong Team gue bakala ikut kompetisi ini.” Seru Adit
“ini demi kebaikan sekolah kita, jadi seleksi harus tetap di laksanakan.”
“looh, udah jelas team gue bisa mewakili sekolah kita.” Desak Adit
“enggak bisa gitu bang, kasiahan mereka yang udah antusian banget pengen ikut seleksi baskte ini, udah laaa… gue yakin lo pasti jadi salah satu pemain dari team basket nanti. Tenang aja lo.” Hendra meyakinkan sepupunya
“lo ikut yah Hen.”
“ish… lo tuh yah maksa banget sih, gue enggak tertarik ikut basket. Lo aja.” Tolak Hendra
“pokoknya lo harus ikut.” Paksa sang abang
Pusul 3 sore dilapangan basket, mereka yang mendaftarkan diri dalam seleksi yang akan maju untuk kompetisi basket antar sekolah sudah berada disana. Kina juga terlhat disana untuk mendukung sahabatnya Joni Kim.
“huuuuuuuu Joni… harus masuk team yah, semangat Joni.” Pekik Kina menyemangati Joni, Joni ternsenyum manis sembari melambaikan tangannya kepada Kina. Hendra melihat kedua insan itu dan berhenti saat melihat Kina, Gadis keturunan jepang berwajah imut membuat Hendra tersenyum manis.
“eh… lo kenapa senyum ? senyum sama siapa lo?” taya Adit
“apa’an sih lo bang, ganggu aja. Kepo lo!” jawab Hendra dengan sinisnya,
“ebuset ni anak, gue Tanya bukannya dijawab malah gitu. Iisssh…” Adit menjitak kepala Hendra saking geramnya.
“auu… sakit bang kepala gue. Ish..” Hendra balas menjitak Adit
“selamat sore teman teman , terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk datang menghadiri seleksi team basket untuk kompetisi basket antar sekolah, dan kalian pasti sudah tahu kan bahwa seleksi ini di adakan untuk menciptakan sebuah team basket yang akan mewakili sekolah kita di kompetisi bulan depan, jadi saya harap kalian bermain dengan sportif. Adapun penyeleksian ini….” Jelas Rio panjang lebar. 2 jam kemudian Rio mengumumkan hasil seleksi.
“baiklah teman teman, orang orang yang tergabng dalam team yang akan mewakili sekolah kita adalah…. “ Rio menarik napas panjang kemudian melanjutkan
“Eros, Hendra, David, Beni, Joni…” kata kata Rio terpotong oleh teriakan Kina
“yeeeeeeeeeeey!! Joni!!!” pekik Kina
“dan Adit sebagai kapten.”
“yeeeeeee!! Horeee!” penonton bersorak gembiri.
“bang, selamat yah… lo jadi kapten.” Seru Hendra memeluk Adit, Eros menatap kedua bersauda itu dengan sinisnya.
“enggak apa apa bos. Yang penting kita masuk dalam team ini.” David menghibur temannya, Eros.
“hem… ok lah, kita lihat aja siapa yang lebih pantas jadi kapten.” Seru Eros meninggalkan lapangan di ikuti oleh David.
“Joniiiiii…” pekik Kina sembari berlari menghampiri Joni kemudian memeluk sahabatnya ini.
“lo hebat, kan gue yakin lo pasti masuk dalam team ini. Hebat lo.” Kina melepaskan pelukannya, Joni tersenyum senang
“makasih Kin, ini karna lo juga yang selalu buat gue semangat.”
‘chuu~’ Joni mencium pipi kanan Kina, membuat Kina terdiam mematung sementara  Joni melompat lompat kegirangan.Kina memegang pipinya ia tak percaya sahabatnya mencium pipinya. Hal itu membuat Kina tersimpu malu. Di sisi lain Hendra tercengang melihat peristiwa tadi dan seperti ada api yang tengah menyala di hatinya namun ia bingung ada apa dengan dirinya saat ini?

To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake