SECRETLove
Author : Ifdo
Main Cast : Yuki Anggraini Kato as Kina Kato
Stevan William
Umboh as Hendra William
Immanuel Kenneth Santana as Joni Kim
Immanuel Kenneth Santana as Joni Kim
Maxime Bouttier
as Adit Bouttier
Kevin Julio as
Eros Richard
Genre : Romance,
Support Cast : Find By
Yourself
Pagi SMA PGRI 01
Ruang kelas sudah ribut
dengan grasak grusuk dari siswa siswi yang sedang mengerjakan PR minggu kemarin
yang harus di kumpulkan hari ini. Mereka saling menukar jawaban alias mencontek
massal. Disela kesibukan itu, seorang gadis masuk dengan santai dan langsung
duduk dibangku paling depan berpas-pasan dengan
layar disamping papan tulis kaca, ia menoleh ke kanan dan kekiri melihat
kesibukan teman temannya.
“lo udah selesai ngerjain PR
matematika?” Tanya seorang pria tepat dibelakangnya, gadis itu berbalik
kebelakang dan tersenyum manis sembari mengangguk.
“lo mau nyontek PR gue
lagi?” Tanya gadis itu
“yeee… gue bukan nyontek
kali, Cuma ngelihat aja.” Bantah sang pria itu membuat sang gadis tadi
tersenyum kecil kemudian berbalik ke depan kemudian meraih buku PR
matematikanya memberikan buku itu kepada temannya tadi.
“sama aja, kan kalau lo
belum ngerjain, lo nyalin PR gue ke buku Lo.” Sungut gadis itu, sang pria hanya
tertawa kecil kemudian mulai menulis di bukunya.
5 menit kemudian, selesai
menyalin PR milik gadis itu, sang pria mengembalikan lagi buku tersebut kepada
pemiliknya yang masih asik duduk di kursi tepat didepannya, gadis itu tampak
sedang mendengarkan music dengan earphone nya.
“nih, makasih yah Kin.
Haahaa.” Ujarnya sembari tertawa lepas.
“iya,” jawab gadis itu
singkat.
“lo mau kekantin enggak? Gue
yang traktir deh, masih ada waktu 15 ment.” Ajak Pria itu,
“ok. “ gadis di panggil Kin
itu menyetujui ajakan temannya tadi. Mereka memang dekat dan sudah mengenal
sejak pertama kali masuk SMA, menjadi sahabat hingga sekarang menduduki kelas 2
dan berada di kelas yang sama. Pria itu bernama Joni Kim, bule keturunan Korea
sedangkan Kina bernama lengkap Kina Kato, gadis keturunan jepang.
Sementara itu…
“bang… balikin dong bolpoint
gue! Entar gue pake apa bang nyatat materi belajarnya..” rengek pria yang
diketahui bernama Hendra, ia tengah meminta kembali bolpoint yang di pegang
oleh seorang pria bernama Adit yang masih berjalan santai di sampingnya.
“entar dulu, gue mau pinjem
sebentar dong. Pelit banget sih!”
“lo bukan minjem, tapi
ngambil kali!”
“eh… pinjem bentar doang,
gue mau nulis sesuatu di kertas ini!” seru Adit yang tiba tiba berhenti didepan
madding dan menulis nama Hendra di sebuah kertas pendaftaran kompetisi basket
sekolah.
“eh… lo gila yah, siapa juga
yang mau ikut acara ginian, enggak!” Hendra merebut bolpoint dn berusaha
merebut kertas pendaftaran tersebut dari tangan adit.
“enggak… lo harus ikut dan
bantuin gue ngalahin team basket SMA 06”
adit langsung memberikan kertas itu kepada ketua osis yang kebetulan lewat.
“yeee… enggak bisa gitu
kali, kan masih ada teamnya si Eros dan teamnya Joni. Jadi kita harus kompetisi
di sekolah dulu buat ngewakilin seklah kita.” Jelas Rio panjang lebar.
“yah… kok gitu sih.”
“nah udah jelas, lawan lo
Eros CS dan si Joni korea itu. lo gabung aja lah sama mereka, gak usah bawa
bawa gue ok?!” seru Hendra berjalan meninggalkan Adit yang tampak sebal
mendengar penjelasan Rio tadi.
“beneran team mereka bakal
ikut?”
“iya dong. Udah laa… kalau
lo bener bener minat sama kompetisi ini, lo latihan aja dengan serius. Gua mau
ke kantor kepsek dulu.” Pamit Rio meninggalkan Adit begitu saja.
Back to kantin
“team lo udah lengkap
belum?” Tanya Kina.
“belum… kurang 1 lagi.
Pusing gue ngurusinnya.”
“loh… kan di kelas kita
banyak anak yang ikut ekskul basket, ajak mereka aja.”
“iya, tapi enggak bisa
sembarangan juga milihnya, team kami juga harus di tandingin lagi buat jadi
perwakilan kompetisi nanti.” Jelas Joni dengan wajah melasnya.
“hem… gitu yah…”
“iya, atau gue batalin aja
team gue.”
“eh jangan dong, kan kasian
temen temen lo yang semngat ngikutin kompetisi ini, walau pun enggak kepilih
yang penting lo udah berusaha. Gue dukung lo kok.” Kata Kina sembari menepuk
pundak sahabatnya, Joni dan tersenyum manis.
“kalau cewek boleh ikut, gue
pasti mau banget masukin lo ke team gue.” Pernyataan itu membuat Kina
menatapnya
“memangnya boleh?”
“kan tadi gue bilang, kalau
boleh Kin… buset… lo nih yah!” geram Joni sembari menarik hidung Kina membuat
Kina memukul tangan Joni
“kebiasaan banget lo narik narik
hidung gue! Sakit tau!” sebal Kina.
“hehe… abis gue gemes sih
sama lo.”
“eeeh Jon, kenapa enggak lo
tanyain langsung sama panitianya”. Usul Kina
“ya udah, abis makan kita
keruang osis yah…”
“kok keruang osis? Memangnya
siapa yang jadi ketua panitianya?”
“bang Rio.”
“och…”
@ruang Osis
“Rio… udah berapa team yang
daftar?” Tanya Zaky
“ada 3 team”. Jawab Rio
sembari mengecek setiap lembar profil anggota dari setiap team.
“bagus lah, ternyata mereka
antusias banget yah, jadi seleksinya kapan?” Tanya Zaky sembari duduk disamping
kiri Rio
“besok Sore jam 3’an gitu.
Lo harus datang yah dan pastiin wasitnya ontime.”
“ok bos!” seru Zaky kemudian
berbalik meninggalkan ruang Osis, sepeninggalan Zaky selang waktu 3 menit Joni
dan Kina pun datang.
“permisi bang…” seru Joni
sembari tersenyum ramah kepada Rio, Rio mempersilahkan keduanya masuk dan duduk
di kursi yang ada di hadapannya.
“ada apa Jon? Oh iya gimana
team lo, udah siap buat seleksi besok?” tanya Rio
“nah itu dia bang,team gue
masih kurang 1 pemain.” Jawab Joni
“laaah trus gimana?”
“gue punya usul nih bang,
gue punya temen cewek dia jago basket juga, kalau boleh sih gue mau jadiin dia
bagian dari team gue. Boleh enggak bang?” Tanya Joni
“hm…. Maksud lo si Kina?”
Rio menatap Kina, sementara Kina tersenyum kecil
“kalau gue sih enggak apa
apa, tapi… aturannya enggak dibolehin cewek masuk team cowok, gue tau sih Kina
bisa basket. Tapi yaaaa aturannya enggak bisa, maaf yah.” Sesal Rio
“yah….team gue tetap enggak
lengkap dong. Aduuuh…” Joni agak kecewa.
“sebenarnya team si Eros
juga kurang pemain,entar malem deh gue pikirin gimana cara nyeleksi biar lebih
adil.” Terang Rio,
“ok bang, kalau gitu kami
pamit dulu, makasih bang.” Pamit Joni dan Kina
#kediaman keluarga Rochard
“apa? Di ubah model
seleksinya? Maksud lo gimana sih?” Eros menatap bingung orang yang ada di
depannya.
“iya, kata Rio sih gitu.
Biar adil lagi pula team kita enggak lengkap dan ada team lain juga yang enggak
lengkap.” Jelas orang yang ada di depan Eros.
“benar juga sih, tapi
kaaaan. Kalau seleksinya buat kita pecah gue enggak setuju.”
“gue denger jadi David sih
model seleksinya itu perindividu gitu, jadi otomatis team kita bakalan pecah.”
“ish… males gue kalau gini
jadinya.”
“Ros… lo enggak usah gitu
dong, kalau demi nama baik SMA kita. Kita harus mampu bekerjasama dengan baik.
Dan gue yakin lo pasti bisa jadi kapten di team yang di hasilkan dari seleksi
ini.” Yakin temannya itu
“iya kalau gue bisa jadi
kapten, kalau enggak gmana?”
“iya udah lah enggak apa
apa, kan kompetisi ini buat nama sekolah kita jadi lebih terkenal aja. Gue
yakin sama lo. Enggak apa apa klau gue enggak masu dalam team, enggak masalah
kok.”
“ya udah lah, kita lihat aja
besok disekolah.”
@esok harinya di SMA PGRI 01
“Rio… kok model seleksinya
di ubah sih? Kalau 2 team itu kurang
pemain berarti udah dipastiin dong Team gue bakala ikut kompetisi ini.” Seru
Adit
“ini demi kebaikan sekolah
kita, jadi seleksi harus tetap di laksanakan.”
“looh, udah jelas team gue
bisa mewakili sekolah kita.” Desak Adit
“enggak bisa gitu bang,
kasiahan mereka yang udah antusian banget pengen ikut seleksi baskte ini, udah
laaa… gue yakin lo pasti jadi salah satu pemain dari team basket nanti. Tenang
aja lo.” Hendra meyakinkan sepupunya
“lo ikut yah Hen.”
“ish… lo tuh yah maksa banget
sih, gue enggak tertarik ikut basket. Lo aja.” Tolak Hendra
“pokoknya lo harus ikut.”
Paksa sang abang
Pusul 3 sore dilapangan
basket, mereka yang mendaftarkan diri dalam seleksi yang akan maju untuk
kompetisi basket antar sekolah sudah berada disana. Kina juga terlhat disana
untuk mendukung sahabatnya Joni Kim.
“huuuuuuuu Joni… harus masuk
team yah, semangat Joni.” Pekik Kina menyemangati Joni, Joni ternsenyum manis
sembari melambaikan tangannya kepada Kina. Hendra melihat kedua insan itu dan
berhenti saat melihat Kina, Gadis keturunan jepang berwajah imut membuat Hendra
tersenyum manis.
“eh… lo kenapa senyum ?
senyum sama siapa lo?” taya Adit
“apa’an sih lo bang, ganggu
aja. Kepo lo!” jawab Hendra dengan sinisnya,
“ebuset ni anak, gue Tanya
bukannya dijawab malah gitu. Iisssh…” Adit menjitak kepala Hendra saking
geramnya.
“auu… sakit bang kepala gue.
Ish..” Hendra balas menjitak Adit
“selamat sore teman teman ,
terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk datang menghadiri seleksi team
basket untuk kompetisi basket antar sekolah, dan kalian pasti sudah tahu kan
bahwa seleksi ini di adakan untuk menciptakan sebuah team basket yang akan
mewakili sekolah kita di kompetisi bulan depan, jadi saya harap kalian bermain
dengan sportif. Adapun penyeleksian ini….” Jelas Rio panjang lebar. 2 jam
kemudian Rio mengumumkan hasil seleksi.
“baiklah teman teman, orang
orang yang tergabng dalam team yang akan mewakili sekolah kita adalah…. “ Rio
menarik napas panjang kemudian melanjutkan
“Eros, Hendra, David, Beni,
Joni…” kata kata Rio terpotong oleh teriakan Kina
“yeeeeeeeeeeey!! Joni!!!”
pekik Kina
“dan Adit sebagai kapten.”
“yeeeeeee!! Horeee!”
penonton bersorak gembiri.
“bang, selamat yah… lo jadi
kapten.” Seru Hendra memeluk Adit, Eros menatap kedua bersauda itu dengan
sinisnya.
“enggak apa apa bos. Yang
penting kita masuk dalam team ini.” David menghibur temannya, Eros.
“hem… ok lah, kita lihat aja
siapa yang lebih pantas jadi kapten.” Seru Eros meninggalkan lapangan di ikuti
oleh David.
“Joniiiiii…” pekik Kina
sembari berlari menghampiri Joni kemudian memeluk sahabatnya ini.
“lo hebat, kan gue yakin lo
pasti masuk dalam team ini. Hebat lo.” Kina melepaskan pelukannya, Joni
tersenyum senang
“makasih Kin, ini karna lo
juga yang selalu buat gue semangat.”
‘chuu~’ Joni mencium pipi
kanan Kina, membuat Kina terdiam mematung sementara Joni melompat lompat kegirangan.Kina memegang
pipinya ia tak percaya sahabatnya mencium pipinya. Hal itu membuat Kina
tersimpu malu. Di sisi lain Hendra tercengang melihat peristiwa tadi dan
seperti ada api yang tengah menyala di hatinya namun ia bingung ada apa dengan
dirinya saat ini?
To Be Continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar