I
love you, more than you know ( Part 3)
Author : Ifdo Hidayah
Main cast : Aliando, Felicia
Support cast : find by yourself
Language : Indonesia
Genre : Romance action
Beberapa menit menunggu akhirnya Ayah
dan Ibu Aliando datang juga, kedua pasangan suami istri itu memeluk erat Putra
tunggalnya dengan penuh kerinduan yang sudah di pendam selama 3 tahun terakhir
ini. Tanpa mereka sadari air mata mereka menetes dari kedua mata masing masing,
sementara Felicia yang menyaksikan peristiwa melow itu ikut meneteskan air
mata, ia juga rindu tehadap kedua orang tuanya yang saat ini sudah tak
mengakuinya sebagai putri mereka lagi.
“ibu sangat rindu padamu nak, kau
semakin tampan dan gagah.” Puji ibu Aliando yang enggan melepaskan pelukan
rindunya
“iya, kau pantas menjadi pewaris keluarga Syarief.” Sambung ayahnya dengan bangga, mendengar itu Felicia sedikit tx enak hati.
“iya ibu ayah, Ali juga rindu pada ayah
dan ibu. Ali kangeeeeen banget.” Timpal Aliando yang masih berada dalam pelukan
Ibunya.
“Al, gadis ini siapa?!” pertanyaan itu
menghentikan adegan peluk pelukan antara anak dan ibunya, Aliando segera
berbalik menghadap Felicia yang sedari tadi berdiri canggung dibelakangnya,
ayah dan Ibu Aliando menatap Felicia dengan bingung.
“oh ya, Ali lupa, maaf yah Felicia. Ayah
Ibu kenalkan ini Bidadari Hati Ali. Namanya Felicia. Fel ini ayah dan Ibu Ali,
dan pastinya akan jadi Ayah dan Ibu Felicia juga.” Kata Aliando dengan yakinnya
sembari merangkul Bahu Felicia yang hanya diam dengan senyum tipis di bibirnya.
Ayah dan Ibu Aliando tersenyum ramah kepada Felicia.
“oh, kamu yang namanya Felicia. Cantik.”
Puji Ibu Aliando, lalu merangkul Felicia dengan hangat.
“jangan khawatir. Kami sudah tentang
dirimu nak dan semua yang telah terjadi dalam hidupmu.” Terang Ibu Aliando
membuat Aliando tertunduk malu.
“jadi... ayah dan Ibu setuju kan?” kata
Aliando dengan senang hati
“tentu, ayah dan Ibu tahu kau pasti
sangat mencintainya, ayah tahu betapa besar dan besarnya hatimu yang menerima
gadis ini walau dalam keadaan seperti ini.” Jelas Ayah Aliando, ibu Aliando
tersenyum sembari mengangguk setuju dengan ucapa suaminya tadi, Aliando merasa
sangat bahagia sementara Felicia menangis kecil.
“Maafkan saya pak,Bu. Apakah kalian
yakin dengan semua ini?!”
“Fel, Ali kan udah bilang jangan ungkit
hal itu lagi. Felicia itu Dunia Ali setelah Ayah dan Ibu Ali. Jadi kalau
Felicia pergi dari Ali, itu sama aja Ali gak punya Dunia.”
“Maaf Al, maaf.... hiks... hiks...” kata
Felicia sembari menangis sesegukan. Ibu Aliando memeluk Felicia dengan erat
sembari mengelus punggung Felicia untuk menenangkan Calon istri anaknya itu.
“jadi jangan malu lagi sama kami, kami
ini orang tuamu juga nak.” Kata Ibu Aliando sembari mencium puncak kepala
Felicia dengan tulus. Aliando tersenyum senang.
“Terima kasih Ibu, terima kasih
Ayah.” Kata Felicia
“yuk kita ke rumah, Ayah dan Ibu pasti
lelah. Felicia juga pasti lelah. Kan kasihan anak kita Fel, dia juga pasti
capek.” Seru Aliando merangkul Bahu Felicia di sebelah kiri dan merangkul bahu
Ibunya di sebelah kanan, sementara Ayahnya menggandeng tangan Ibu Aliando
kemudian mereka pergi kerumah Aliando.
6
minggu kemudian, Aliando dan Felicia telah
resmi menjadi pasangan suami istri, saat ini usia kandungan Felicia
beranjak 4 bulan 2 minggu dengan perut yang tentunya sudah mulai membesar dan
terlihat. Namun Aliando tidak malu untuk mengaku bahwa anak yang dikandung
Felicia adalah anaknya, ia merawat Felicia dengan penuh kasih sayang, Ayah dan
Ibu Aliando pamit kembali ke Kanada setelah 3 minggu pernikahan Aliando dan
Felicia. Sebenarya Ayah dan Ibu Aliando meminta mereka untuk ikut bersama
mereka di Kanada, namun Aliando menolak, karena ia masih berkewajiban
memperbaiki hubungan Felicia dan kedua orang Tuanya karena salah paham yang
lalu. Selama mereka tinggal bersama, tidak pernah sedikitpun Aliando menyakiti
hati Felicia, ia selalu membuat Felicia tersenyum bahagia, ia selalu ada disaat
Felicia membutuhkan dirinya atau pun tidak.
“aku menyayangimu, jadilah Bidadari
dunia dan surgaku. Insya Allah... Aamiin.” Kata Aliando sembari duduk disebelah
Felicia yang tengah terbaring di tempat tidur. Felicia tersenyum manis kepada
suaminya itu.
“insya Allah, Aamiin Ya Robbal”aalamiin.
“ jawab Felicia, Aliando mengecup puncak kepala Felicia sengan penuh sayang,
Felicia memejamkan matanya sejenak.
“Alhamdulillah. Semoga Allah melindungi
suamiku, memberinya umur yang bermanfaat selama ia hidup, menjadikan ia suami
yang selalu bertanggung jawab kepada Tuhannya, Rosulnya, dirinya sendiri,
Keluarga dan umat muslim didunia ini. Aamiin Ya Robbal’alaamiin.” Doa Felicia
yang disambut kalimat “ aamiin Allahumma aamiin” oleh suaminya, lalu berbaring
disamping Kirinya, kemudian mereka tertidur bersama.
The End J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar