Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Misteri Ruang 12 [ Part 1 ]

Kamis, 21 Mei 2015

Misteri Ruang 12 [ Part 1 ]

Misteri Ruang 12 [ Part 1 ]

Author : ifdo                                                                                                             
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Santo Surya : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami:Futri
Ridwansyah : Ridwan
Hendra Syahputa : Hendra
Eva wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani :Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror and Romance

#ekhem... sebelumnya, ini adalah imajinasi author sendiri, castnya author dan teman teman kuliah author. semoga suka. selamat membaca.... :) 

“ woy...!!!” dosen gak masuk, tapi nanti jam 2 siang dosen berikutnya masuk,” seru Andry selaku CO kelas, semua mahasiswa di kelas itu bersorak senang. Kemudian mereka pun berhamburan dari ruang kelas setelah mengambil kembali DHK miliknya masing- masing.
Ifdo, kita kekantin yuk?” ajak Siti  yang sedari tadi berjalan di sebelah Ifdo.
“ehm... gak ah, malas.” Jawab Ifdo.
“ kenapa malas ?”
“ malas ngantrinya. Ngedownload lagu aja di laptop.” Kata Ifdo yang langsung ambil posisi duduk di pinggiran ruang 12.
“ Futri, mau ke kantin gak?” kini Siti  beralih ke Futri yang juga sedang bersama mereka. Futri mengangguk setuju, kemudian keduanya beranjak meninggalkan Ifdo yang tampak asyik dengan laptopnya.

“ sedang apa?”
“ download lagu.” Jawab Ifdo singkat.
“ kenapa sendiri? Mana yang lain?”
“ yang lain siapa?” Ifdo malah tanya berbalik sembari mengalihhkan pandangannya dari laptop mencoba mengetahui seseorang yang bicara dengannya, tapi...
“eoh?! Mana orangnya?!” kata Ifdo heran. Ia memandang sekelilingnya yang tampak sepi. Ifdo berdiri mencoba memastikan pandangannya sekarang.
“Siti ...! Futri...!” panggil Ifdo kebingungan.
“ apa?!”
Sebuah jawaban yang tak di ketahui asal suaranya membuat Ifdo mulai takut. ia  berjalan meninggalkan tempatnya dan tanpa sengaja ia menabrak seseorang.
“maaf, saya tak sengaja.” Ujar Ifdo
“...”
Ifdo  mendongak melihat wajah orang yang ia tabrak tadi, seketika Ifdo teriak ketakutan. Ifdo  berlari keluar dari kampusnya, sedangkan orang yang ia lihat tadi menghilang seketika.
“hosh...hosh.. aish...! kok siang – siang  ada hantu sih.” Gerutu Ifdo kesal di sertai takutnya.
Hyung... kamu kemana? Kami nyariin kamu. Kamu mau pulang??” tanya Futri berjalan bersama futri mendekati IfdoIfdo  menoleh kearah mereka lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling koridor.

“ kalian... kalian kemana tadi?” tanya Ifdo kebingungan.
“ apa? Justru kami yang mencari dirimu tahu! “ jawab Siti , ia heran sendiri.
“ kau sakit?! Wajahmu kenapa pucat?!” kata Futri lagi.
“ach, tidak. Lupakan saja.” Jawab Ifdo sembari tersenyum kecil.
“sungguh?!” Siti  memastikan, Ifdo mengangguk.
“ rapat- rapat !” seru Santo  kepada mereka bertiga, ketiganya menoleh kepada Santo kemudian mengangguk bersamaan.
“ ruang berapa?” tanya Ifdo.
“  ruang 12.” Jawab Santo sembari berbalik meninggalkan mereka.
“eh! Tungguh dong!” ujar Ifdo berlari mengejar Santo bersama Siti dan Futri.
@ruang 12

semua orang duduk di kursi yang telah tersedia.
Santo sebagai ketua rapat bersama Eva sebagai wakil ketua berada didepan kelas. Menunggu para senior yang hendak hadir di ruangan itu beberapa menit kemudian rapat pun dimulai. Ifdo  tak bisa fokus kepada rapat itu, ia mendengar beberapa suara aneh di ruangan itu.
“aish... kayaknya telingaku perlu di periksa nih.” Gumam
Ifdo pelan sembari menggosok gosok telinganya.
“kenapa? Telingamu sakit apa?” tanya seseorang membuat
Ifdo menoleh kearahnya seketika Ifdo tercekat. Ia membulatkan matanya menatap keanehan pada wajah orang yang ada disampingnya saat ini.
“wajahmu kenapa? Kau sakit?” tanya Ifdo, orang yang di ajak bicara malah bingung.
“wajahku kenapa? Ada yang aneh?” tanya orang itu balik.
Hyung ... coba kau lihat wajah Auliya,” kata Ifdo meminta Siti  memperhatikan wajah Auliya yang menurutnya tampak aneh, Siti   memperhatikannya namun ia tak menemukan keanehan seperti yang dilihat Ifdo.
“apa yg aneh?” tanya
Siti  ikutan bingung. Ifdo melihat wajah Auliya yang sekarang terlihat normal dimatanya.
“ya ampun... apa aku salah lihat?” tanya
Ifdo pelan pada dirinya sendiri.
“kenapa?” tanya
Auliya semakin bingung. Ifdo  menggeleng sembari tersenyum lebar tak lama kemudian rapat pun selesai, Ifdo segera berlari keluar  dari ruangan itu, ia benar benar bingung, sebenarnya ada apa dengan dirinya dan ada apa dengan ruang 12. Ifdo  berjalan menuju toilet, ia melihat seseorang yang tampak aneh, Ifdo mengikutinya sampai ke toilet dan tiba tiba saja orang itu berdiri di depan pintu menghadap kearahnya Ifdo kaget setengah mati menatap wajah orang itu yang berada tepat didepan wajahnya.
“astaga...” pekiknya
“kenapa? “
“eoh???” bingung
Ifdo dengan tampang bodohnya.
“Kenapa kau mengikutiku?” tanya orang itu, *deg!
Ifdo  terdiam dan berpikir kenapa orang itu tahu bahwa dirinya sedang di ikuti? Ifdo tersenyum kecil lalu menjawab,
“tidak... aku memang ingin ke toilet kok,” tujuan awal
Ifdo memang ingin ketoilet.
“benarkah? Sepertinya kau terlihat bingung dan ketakutan.” Kata orang itu membuat
Ifdo kaget lagi, Ifdo mengangkat sebelah alisnya.
“kau tahu? Siapa kau?” tanya
Ifdo penuh selidik
“aku... aku bukan siapa siapa, tapi... aku tahu sesuatu tentang ruangan itu.” Jawab orang itu membuat Ifdo tak percaya dengan yang sedang ia alami sekarang, ia menatap orang yang ada didepannya dengan penuh curiga. Ia menjadi sangat heran, dari mana orang itu tahu pikirannya tentang  ruang 12 itu.
 
“kau tahu sesuatu tentang ruang 12? Apa perlu aku percaya padamu?” tanya
Ifdo meremehkan namun tak di pungkiri ia sangat penasaran tentang ruang 12.
“terserah padamu, namun kau akan selalu di ikuti oleh hal hal aneh, bersiap siaplah.” Katanya membuat
Ifdo merinding seketika, tiba tiba...
“Ifdo.... kau sedang apa disini?” tanya dina yang muncul di belakang Ifdo, Ifdo menoleh lalu tersenyum kecil.
“aaahhh... aku sebenarnya ingin ketoilet, tapi... aku mengobrol sebentar dengan...” seketika Ifdo menghentikan kalimatnya saat melihat orang yang bicara dengannya sudah tidak ada di depannya. Ifdo  mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan toilet.
“ada apa? Kau bcara dengan siapa
Do?” tanya Eva bingung, ia ikut mengedarkan pandangannya.  Ifdo  langsung mengusap tengkuk belakangnya lalu menarik tangan Eva pergi dari toilet.

“ada apa?” tanya dina heran dengan tingkah Ifdo yang aneh.
“kau... apa kau tak melihat gadis yang tadi berdiri di depanku? Tadi aku sedang bicara dengannya.” Jawab Ifdo berusaha meyakinkan dina.

“ehm.... kau ada ada saja. Aku melihatmu sendiri disana,”  tukas
Eva, seketika wajah Ifdo menjadi pucat dan berbalik pergi meninggalkan Eva yang masih bingung.


To be continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake