Misteri Ruang 12 [ Part 1 ]
Author : ifdo
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Santo Surya : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami:Futri
Ridwansyah : Ridwan
Hendra Syahputa : Hendra
Eva wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani :Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror and Romance
#ekhem... sebelumnya, ini adalah imajinasi author sendiri, castnya author dan teman teman kuliah author. semoga suka. selamat membaca.... :)
“ woy...!!!” dosen gak masuk, tapi nanti
jam 2 siang dosen berikutnya masuk,” seru Andry selaku CO kelas, semua
mahasiswa di kelas itu bersorak senang. Kemudian mereka pun berhamburan dari
ruang kelas setelah mengambil kembali DHK miliknya masing- masing.
“ Ifdo, kita kekantin yuk?”
ajak Siti yang
sedari tadi berjalan di sebelah
Ifdo.
“ehm... gak ah, malas.” Jawab Ifdo.
“ kenapa malas ?”
“ malas ngantrinya. Ngedownload lagu aja
di laptop.” Kata Ifdo yang langsung ambil posisi duduk di pinggiran ruang 12.
“ Futri, mau ke kantin gak?” kini Siti beralih ke Futri
yang
juga sedang bersama mereka. Futri mengangguk setuju, kemudian keduanya beranjak
meninggalkan Ifdo
yang tampak asyik dengan laptopnya.
“ download lagu.” Jawab Ifdo singkat.
“ kenapa sendiri? Mana yang lain?”
“ yang lain siapa?” Ifdo malah tanya berbalik
sembari mengalihhkan pandangannya dari laptop mencoba mengetahui seseorang yang
bicara dengannya, tapi...
“eoh?! Mana orangnya?!” kata Ifdo
heran. Ia memandang sekelilingnya yang tampak sepi. Ifdo berdiri mencoba
memastikan pandangannya sekarang.
“Siti ...! Futri...!” panggil Ifdo kebingungan.
“ apa?!”
Sebuah jawaban yang tak di ketahui asal
suaranya membuat Ifdo mulai takut. ia berjalan meninggalkan tempatnya dan tanpa
sengaja ia menabrak seseorang.
“maaf, saya tak sengaja.” Ujar Ifdo
“...”
Ifdo mendongak melihat wajah orang yang ia tabrak
tadi, seketika Ifdo
teriak ketakutan. Ifdo berlari keluar
dari kampusnya, sedangkan orang yang ia lihat tadi menghilang seketika.
“hosh...hosh.. aish...! kok siang –
siang ada hantu sih.” Gerutu Ifdo kesal di sertai
takutnya.
“Hyung...
kamu kemana? Kami nyariin kamu. Kamu mau pulang??” tanya Futri berjalan bersama futri
mendekati Ifdo. Ifdo
menoleh kearah mereka lalu
mengedarkan pandangannya ke sekeliling koridor.
“ kalian... kalian kemana tadi?” tanya Ifdo kebingungan.
“ apa? Justru kami yang mencari dirimu
tahu! “ jawab Siti , ia heran sendiri.
“ kau sakit?! Wajahmu kenapa pucat?!”
kata Futri lagi.
“ach, tidak. Lupakan saja.” Jawab Ifdo sembari tersenyum
kecil.
“sungguh?!” Siti memastikan, Ifdo
mengangguk.
“ rapat- rapat !” seru Santo kepada mereka bertiga, ketiganya menoleh
kepada Santo kemudian mengangguk
bersamaan.
“ ruang berapa?” tanya Ifdo.
“
ruang 12.” Jawab Santo
sembari berbalik meninggalkan mereka.
“eh! Tungguh dong!” ujar Ifdo berlari mengejar Santo bersama Siti dan Futri.
@ruang 12
semua orang duduk di kursi yang telah tersedia. Santo sebagai ketua rapat bersama Eva sebagai wakil ketua berada didepan kelas. Menunggu para senior yang hendak hadir di ruangan itu beberapa menit kemudian rapat pun dimulai. Ifdo tak bisa fokus kepada rapat itu, ia mendengar beberapa suara aneh di ruangan itu.
“aish... kayaknya telingaku perlu di periksa nih.” Gumam Ifdo pelan sembari menggosok gosok telinganya.
“kenapa? Telingamu sakit apa?” tanya seseorang membuat Ifdo menoleh kearahnya seketika Ifdo tercekat. Ia membulatkan matanya menatap keanehan pada wajah orang yang ada disampingnya saat ini.
semua orang duduk di kursi yang telah tersedia. Santo sebagai ketua rapat bersama Eva sebagai wakil ketua berada didepan kelas. Menunggu para senior yang hendak hadir di ruangan itu beberapa menit kemudian rapat pun dimulai. Ifdo tak bisa fokus kepada rapat itu, ia mendengar beberapa suara aneh di ruangan itu.
“aish... kayaknya telingaku perlu di periksa nih.” Gumam Ifdo pelan sembari menggosok gosok telinganya.
“kenapa? Telingamu sakit apa?” tanya seseorang membuat Ifdo menoleh kearahnya seketika Ifdo tercekat. Ia membulatkan matanya menatap keanehan pada wajah orang yang ada disampingnya saat ini.
“wajahmu kenapa?
Kau sakit?” tanya Ifdo, orang yang di ajak
bicara malah bingung.
“wajahku kenapa? Ada yang aneh?” tanya orang itu balik.
“Hyung ... coba kau lihat wajah Auliya,” kata Ifdo meminta Siti memperhatikan wajah Auliya yang menurutnya tampak aneh, Siti memperhatikannya namun ia tak menemukan keanehan seperti yang dilihat Ifdo.
“apa yg aneh?” tanya Siti ikutan bingung. Ifdo melihat wajah Auliya yang sekarang terlihat normal dimatanya.
“ya ampun... apa aku salah lihat?” tanya Ifdo pelan pada dirinya sendiri.
“kenapa?” tanya Auliya semakin bingung. Ifdo menggeleng sembari tersenyum lebar tak lama kemudian rapat pun selesai, Ifdo segera berlari keluar dari ruangan itu, ia benar benar bingung, sebenarnya ada apa dengan dirinya dan ada apa dengan ruang 12. Ifdo berjalan menuju toilet, ia melihat seseorang yang tampak aneh, Ifdo mengikutinya sampai ke toilet dan tiba tiba saja orang itu berdiri di depan pintu menghadap kearahnya Ifdo kaget setengah mati menatap wajah orang itu yang berada tepat didepan wajahnya.
“astaga...” pekiknya
“kenapa? “
“eoh???” bingung Ifdo dengan tampang bodohnya.
“Kenapa kau mengikutiku?” tanya orang itu, *deg! Ifdo terdiam dan berpikir kenapa orang itu tahu bahwa dirinya sedang di ikuti? Ifdo tersenyum kecil lalu menjawab,
“tidak... aku memang ingin ke toilet kok,” tujuan awal Ifdo memang ingin ketoilet.
“benarkah? Sepertinya kau terlihat bingung dan ketakutan.” Kata orang itu membuat Ifdo kaget lagi, Ifdo mengangkat sebelah alisnya.
“kau tahu? Siapa kau?” tanya Ifdo penuh selidik
“wajahku kenapa? Ada yang aneh?” tanya orang itu balik.
“Hyung ... coba kau lihat wajah Auliya,” kata Ifdo meminta Siti memperhatikan wajah Auliya yang menurutnya tampak aneh, Siti memperhatikannya namun ia tak menemukan keanehan seperti yang dilihat Ifdo.
“apa yg aneh?” tanya Siti ikutan bingung. Ifdo melihat wajah Auliya yang sekarang terlihat normal dimatanya.
“ya ampun... apa aku salah lihat?” tanya Ifdo pelan pada dirinya sendiri.
“kenapa?” tanya Auliya semakin bingung. Ifdo menggeleng sembari tersenyum lebar tak lama kemudian rapat pun selesai, Ifdo segera berlari keluar dari ruangan itu, ia benar benar bingung, sebenarnya ada apa dengan dirinya dan ada apa dengan ruang 12. Ifdo berjalan menuju toilet, ia melihat seseorang yang tampak aneh, Ifdo mengikutinya sampai ke toilet dan tiba tiba saja orang itu berdiri di depan pintu menghadap kearahnya Ifdo kaget setengah mati menatap wajah orang itu yang berada tepat didepan wajahnya.
“astaga...” pekiknya
“kenapa? “
“eoh???” bingung Ifdo dengan tampang bodohnya.
“Kenapa kau mengikutiku?” tanya orang itu, *deg! Ifdo terdiam dan berpikir kenapa orang itu tahu bahwa dirinya sedang di ikuti? Ifdo tersenyum kecil lalu menjawab,
“tidak... aku memang ingin ke toilet kok,” tujuan awal Ifdo memang ingin ketoilet.
“benarkah? Sepertinya kau terlihat bingung dan ketakutan.” Kata orang itu membuat Ifdo kaget lagi, Ifdo mengangkat sebelah alisnya.
“kau tahu? Siapa kau?” tanya Ifdo penuh selidik
“aku... aku bukan siapa siapa, tapi...
aku tahu sesuatu tentang ruangan itu.” Jawab orang itu membuat Ifdo tak percaya dengan
yang sedang ia alami sekarang, ia menatap orang yang ada didepannya dengan
penuh curiga. Ia menjadi sangat heran, dari mana orang itu tahu pikirannya
tentang ruang 12 itu.
“kau tahu sesuatu tentang ruang 12? Apa perlu aku percaya padamu?” tanya Ifdo meremehkan namun tak di pungkiri ia sangat penasaran tentang ruang 12.
“terserah padamu, namun kau akan selalu di ikuti oleh hal hal aneh, bersiap siaplah.” Katanya membuat Ifdo merinding seketika, tiba tiba...
“Ifdo.... kau sedang apa disini?” tanya dina yang muncul di belakang Ifdo, Ifdo menoleh lalu tersenyum kecil.
“aaahhh... aku sebenarnya ingin ketoilet, tapi... aku mengobrol sebentar dengan...” seketika Ifdo menghentikan kalimatnya saat melihat orang yang bicara dengannya sudah tidak ada di depannya. Ifdo mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan toilet.
“ada apa? Kau bcara dengan siapa Do?” tanya Eva bingung, ia ikut mengedarkan pandangannya. Ifdo langsung mengusap tengkuk belakangnya lalu menarik tangan Eva pergi dari toilet.
“ada apa?” tanya dina heran dengan tingkah Ifdo yang aneh.
“kau... apa kau tak melihat gadis yang tadi berdiri di depanku? Tadi aku sedang bicara dengannya.” Jawab Ifdo berusaha meyakinkan dina.
“ehm.... kau ada ada saja. Aku melihatmu sendiri disana,” tukas Eva, seketika wajah Ifdo menjadi pucat dan berbalik pergi meninggalkan Eva yang masih bingung.
“kau tahu sesuatu tentang ruang 12? Apa perlu aku percaya padamu?” tanya Ifdo meremehkan namun tak di pungkiri ia sangat penasaran tentang ruang 12.
“terserah padamu, namun kau akan selalu di ikuti oleh hal hal aneh, bersiap siaplah.” Katanya membuat Ifdo merinding seketika, tiba tiba...
“Ifdo.... kau sedang apa disini?” tanya dina yang muncul di belakang Ifdo, Ifdo menoleh lalu tersenyum kecil.
“aaahhh... aku sebenarnya ingin ketoilet, tapi... aku mengobrol sebentar dengan...” seketika Ifdo menghentikan kalimatnya saat melihat orang yang bicara dengannya sudah tidak ada di depannya. Ifdo mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan toilet.
“ada apa? Kau bcara dengan siapa Do?” tanya Eva bingung, ia ikut mengedarkan pandangannya. Ifdo langsung mengusap tengkuk belakangnya lalu menarik tangan Eva pergi dari toilet.
“ada apa?” tanya dina heran dengan tingkah Ifdo yang aneh.
“kau... apa kau tak melihat gadis yang tadi berdiri di depanku? Tadi aku sedang bicara dengannya.” Jawab Ifdo berusaha meyakinkan dina.
“ehm.... kau ada ada saja. Aku melihatmu sendiri disana,” tukas Eva, seketika wajah Ifdo menjadi pucat dan berbalik pergi meninggalkan Eva yang masih bingung.
To be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar