Misteri Ruang 12 [ Part 2 ]
Author : ifdo
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Susanto Limas : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami: Futri
Ridwan Fajar: Ridwan
Hendra Syahputra: Hendra
Eva Wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani: Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror, Friendship and Romance
“yaa ampun… sebenarnya ada
apa dengaku?! Ini sangat membingungkan.” Gumam Ifdo semakin tak mengerti dengan
peristiwa yang ia alami saat ini ia alami. Ia terus berjalan menuju gerbang
kampus.
“Ifdooo…” panggil seseorang
sembari berlari mengejar Ifdo. Mendengar namanya dipanggil Ifdo langsung
berhenti berjalan kemudian ia menoleh kebelakang. Sebuah senyuman manis
menyambutnya.
“Santo… kirain siapa.” Sapa Ifdo
semanis mungkin.
“mau pulang kan?!” Tanya Santo
basa basi, Ifdo mengangguk pelan.
“bagus deh, kita pulang
bareng aja. Kan searah.” Kata Santo,
“searah? Sejak kapan kamu
tinggal disana?” Tanya Ifdo bingung, Santo hanya nyengir kuda.
“ooooooo M G Hellow…!”
“ Apa apaan sih nih! Santo… tadi katanya mau pulang bareng aku!” seru Auliya yang tiba tiba muncul disebelah Santo, membuat Santo dan Ifdo kaget.
“loh, tadi katanya mau
pulang sama Hendra, sekarang aku mau pulang bareng sama Ifdo aja.” Jawab Santo
membuat Auliya memasang wajah kesal
“gx apa apa Santo, aku
pulang bareng Futri dan Hyung aja.” Ifdo
mengalah, ia berbalik pergi menghampiri Siti d an Futri yang sedang menunggunya
di depan
“Eh.. tapi Do.” Panggil Santo
namun Ifdo tidak menghiraukan panggilannya,
“jadi gx nih pulangnya?”
Tanya Auliya… Santo menoleh kearah Auliya kemudian ia tersenyum tipis.
“jadi… yuk,” ajak Santo
berjalan mendahului Auliya…
#Ke’esokan harinya
Seperti biasa Ifdo dan kedua
sahabatnya Futri dan Siti sudah berada
di dalam kelas, mereka datang awal karena mereka ada janji dengan dosen mereka,
tapi hanya Siti dan Ifdo saja sementara Futri
hanya ikut menemani mereka Ifdo dan Siti .
“hyung … Pak Fadli udah
balas sms kamu atau belum?” Tanya Ifdo sembari membuka lembaran makalah
ditangannya.
“belum, apa aku telpon aja
yah.” Usul Siti
“ya ampuuuun Hyung… kenapa
enggak dari tadi aja. Kamu ini.” Geram Ifdo, Siti hanya tersenyum malu.
“ok deh. “ Siti menghubungi
Pak Fadli.
“Aku ke toilet dulu
yah.”pamit Futri kepada Siti dan Ifdo,
kemudian ia berjalan menuju pintu keluar hendak ketoilet.
“ssssst….” Terdengar
sesuatu, Futri tengah melewati ruang 12 segera berhenti dan mundur beberapa
langkah menuju ruang 12 tadi, ia menoleh kea rah ruang 12 yang terlihat kosong.
“tadi itu suara apa??” gumam
Futri pelan, ia mencoba memeriksa ruangan itu. Futri melangkahkan kaki masuk
keruangan tersebut, setelah berada didalam Futri terdiam mematung melihat
seorang gadis tergeletak bersimbah darah dilantai, seketika ia berteriak dan
berlari keluar kelas, Futri ketakutan dan terus berlari tapi karena tidak
berhati hati ia menabrak seseorang didepannya.
“aduuuh…” ringis orang yang
ditabrak Futri
“maaf maaf, aku tidak
sengaja.” Seru Futri kemudian ia kembali berlari tapi lagi lagi ia menabrak
seseorang hingga mereka berdua jatuh.
“Futri… kamu kenapa sih?!
Kalau jalan itu hati hati dong, biasa aja, enggka usah pake lari juga.” Omel Ridwan.
“sorry sorry… aku tidak
sengaja.” Kata Futri merasa bersalah, Ridwan berdiri kemudian mengulurkan
tangan kanannya kepada Futri, Futri menyambut tangan Ridwan kemudian berdiri.
“kamu kenapa? Kok kayak
ketakutan gitu?” Tanya Ridwan heran, Futri tersenyum kecil.
“lah aku nanya malah senyum,
aku tahu aku ganteng, tapi gx usah gitu dong.” Ridwan malah keGR’an sendiri.
“Ridwan… tadi… tadi… diruang
12 itu, aku melihat mayat.” Jawab Futri membuat Ridwan mengangkat sebelah Santosnya
tak percaya.
“disini terjadi pembunuhan?”
Tanya Ridwan
“enggak tahu, kita lapor yuk
ke PD 3.” Ajak Futri menarik tangan Ridwan berjalan menuju ruang Birokrat, Ridwan
yang melihat tangannya ditarik oleh Futri hanya senyum senyum sendiri. Seperti
ada jutaan bunga yang memenuhi hatinya.
Sementara itu di ruang 8, Ifdo
dan Siti yang sudah bertemu dengan pak
fadli dan sekarang menunggu Futri kembali dari toilet.
“oooh M G Helloow… kok kalian
masih disini sih?! Gak tahu apa di kampus
kita tercinta ini ada pembunuhan sadis, hah?!” seru Auliya mengagetkan
seisi Ruangan, Ifdo dan Siti segera
menekati Auliya“pembunuhan?! Dimana?” Tanya Siti penasaran.
“di ruang 12, itu pun kami
dapat dari si Futri, dia lihat mayat katanya di ruang itu. Yuk kita kesana…”
ajak Auliya, sema berhamburan ke ruang 12, sementara Ifdo masih berdiri sendri
diruang tersebut, terdengar suara seorang gadis yang berbisik ditelinganya.
“ini baru permulaan, akan ada
yang lebih heboh dari ini. Hihihihi…” suara itu mengecil dan menghilang dari
pendengaran Ifdo, Ifdo bergidik dan langsung berlari mengikuti teman temannya.
@Ruang 12
“jangan banyak menghayal deh
Futri… uuuuh buat rusuh aja kamu!” seru seorang pria,
“iya, mana ada mayat disini!
Kebanyakan nonton Film horror tuc!” sahut mahasiswa yang lain, mereka
menyalahkan Futri karena telah membuat seisi kampus tegang dengan berita adanya
mayat di ruang 12.
“tapi sumpah, tadi aku lihat
sendiri di situ, banyak banget darahnya. Bener deh!” kata Futri meyakinkan
mereka.
“mana mayatnya?” Tanya Siti yang berhasil menerobos kerumunan mahasiswa
yang berdiri diruang 12.
“mayat apa’an, Futri ngigau
tuc! Huuuuuuuuuu!” sorak yang lain, kemudian mereka bubar meninggalkan tempat
itu,sementara Futri heran sendiri. Sebenarnya yang ia lihat tadi mayat siapa?!
Dan kenapa bisa hilang begitu saja.
“Futri… ada apa sih?” Tanya Ifdo
penasaran. Futri menggeleng kebingungan.
“eh ada apa sih?! Kok ribut
ribut?!” Tanya Santo yang baru muncul diantara mereka.
“itu si Futri buat Rusuh aja
deh.” Jawab Auliya sebal
“aku pusing,” seru Futri berlari
meninggalkan mereka semua, sementara yang lain terdiam melihat keanehan sikap
Futri, Ridwan malah berlari mengejarnya.
“apa sih Auliya… bisa gx sih
kamu gx nyalahin orang!” bentak Siti sebal denganAuliya
“aku?! Kok aku yg salah
sih?! Gx usah bentak bentak juga keles!!” balas Auliya tx mau kalah.
“eh, kok jadi berantem sih.”
Lerai Hendra yang berada di antara Santo dan Dani.
“Santo.. ajak Auliya… biar
gak ribut mulu disini.” Kata Hendra, Santo mengangguk melihat itu Ifdo hanya
menunduk.
“Yuk kita ke kantin.” Ajak Santo
kepada Auliya…
“gak! Aku gx salah, jangan
bilang kamu ngajak aku ke kantin Cuma mau ngebelain si Siti ini!” kesal Auliya…
“Auliya yang imut, siapa sih
yang mau ngebelain Siti , aku gx mau kamu ribut aja. Udah ah jangan kayak anak
kecil. Mau kekantin gx nih?!” ajak Santo dengan manisnya, mendapat perlakuan
manis Auliya langsung mengangguk dan menggandeng tangan Santo. Sementara Ifdo
hanya diam saat ia melihat adengan tersebut.
“udah gx ada apa apa kan,
mending kita kekantin aja yuk, usul Dani kepada Siti dan yang lainnya yang
masih ada disekitar ruangan itu.
“ok, aku juga lagi panas
banget nih gara gara Auliya.” Seru Siti sembari mengipaskan tanganya didepan wajah.
Dani hanya tersenyum kecil
“kalian duluan aja, aku mau
ambil dompet dulu.” Kata Ifdo, sembari berbalik menuju ruang 8.
“ya udah kita duluan yuk,”
ajak Dani kepada Siti , hendra, Eva dan dan Dhika
“aku bareng Ifdo aja, “
sahut Hendra, yang lain hanya mengangguk mengerti maksud sahabatnya yang satu
ini.
#Malam…
Siti dan Ifdo melihat Futri duduk termenung sendirian
di depan teras Rumah Kontrakan mereka, sejak kejadian di kampus tadi, Futri jadi
pendiam dan selalu menyendiri. Entah apa yang ia pikirkan keduanya pun tidak
tahu.
“Ifdo… Futri kenapa sih?” Tanya
Siti yang cemas dengan keadaan
sahabatnya itu.
“aku bingung.” Jawab Ifdo
“iya, aku juga bingung. Kok
jadi aneh gitu yah?”
“Ridwan.”
“kok Ridwan sih?!” Siti makin bingung
“mungkin dia tahu kenapa Futri
bisa kayak gitu, cepat suruh dia kesini.”
“ok,”
Tak lama kemudian, Ridwan
datang bersama Santo. Mereka berkumpul tak jauh dari tempat Futri menyendiri. Santo
dan Ridwan merasa prihatin atas prubahan sikap Futri yang pendiam.
“kami gx tau apa yg terjadi,
dia di ajak ngomong diam mulu.” Siti membuka pembicaraan.
“Ridwan… kan kemarin kamu
dan Futri pergi tuh. Apa dia ada cerita sesuatu? Atau kamu tau apapun tentang
penyebab perubahan sikap Futri sekarang?” Tanya Ifdo panjang lebar.
“Tadi pagi sih, Futri sempat
cerita bahwa di ruang 12 itu, dia melihat mayat seseorang, tapi ketika kami
bersama PD 3 keruangan itu, malah nggak ada apa apa, aku juga bingung kelasnya
aja bersih, enggak ada mayat disana.” Jawab Ridwan… membuat ke 3 temannya itu
penasaran
“Ruang 12 yah. Aku…” Ifdo
memotong pembicaraannya
“Apa Do?” Tanya Siti terpancing
“aku juga merasakan hal aneh
disana. Aku jadi sering mendengar suara aneh yang selalu mengikutiku semenjak
peristiwa yang aku alami di ruangan 12 itu.” Jawab Ifdo membuat Siti , Ridwan
dan Santo terlihat tegang.
“aku bahkan melihat sesosok
gadis yang memiliki suara yang sama dengan suara suara yang selalu mengikutiku,
aku melihat dan berbicara langsung dengan gadis itu, dia terlihat cantik tapi
menyeramkan.” Seketika angin berhembus melewati mereka membuat bulu kuduk
mereka berdiri. Tiba tiba terdengar jeritan Futri yang sangat ketakutan.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh
tidak!!!” teriak Futri histeris sembari menutup wajahnya dengan kedua
tangannya. Mendengar itu Ridwan, Santo, Ifdo dan Siti segera menghampiri Futri. Siti langsung memeluk Futri agar ia tidak
ketakutan, tapi tetap saja Futri berteriak histeris membuat teman temannya
semakin takut.
“kamu kenapa Futri?! Apa
yang kamu lihat?!” Tanya Ifdo penasaran.
“pergi!!! Jangan ganggu
aku!!! Pergi….!” Teriak Futri sembari menangis.
“Bawa dia kekamar, cepat…”
perintah Santo, Siti dan Ifdo segera
membawa Futri kekamarnya, sementara Santo dan Ridwan menutup pintu rumah lalu
menyusul mereka kekamar Futri. Tiba di kamar Futri diam kembali dan tak lama ia
tertidur di pangkuan Siti .air mata Siti menetes karena merasa kasihan kepada Futri.
“sebenarnya apa yang terjadi
Do?” Tanya Santo yang masih kebingungan dengan sikap Futri yang begitu
ketakutan.
“ini pasti ada hubungannya
dengan gadis yang dilihat oleh Ifdo di toilet, lalu suara suara yang tedengar
dan mayat yang dilihat oleh Futri di Ruang 12 itu.” Tebak Ridwan, Santo, Ifdo
dan Siti menatapnya dengan wajah tegang.
To Be Continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar