Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Misteri Ruang 12 [ Part 2 ]

Kamis, 21 Mei 2015

Misteri Ruang 12 [ Part 2 ]

Misteri Ruang 12 [ Part 2 ]

Author : ifdo
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Susanto Limas : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami: Futri
Ridwan Fajar: Ridwan
Hendra Syahputra: Hendra
Eva Wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani: Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror, Friendship and Romance

“yaa ampun… sebenarnya ada apa dengaku?! Ini sangat membingungkan.” Gumam Ifdo semakin tak mengerti dengan peristiwa yang ia alami saat ini ia alami. Ia terus berjalan menuju gerbang kampus.
“Ifdooo…” panggil seseorang sembari berlari mengejar Ifdo. Mendengar namanya dipanggil Ifdo langsung berhenti berjalan kemudian ia menoleh kebelakang. Sebuah senyuman manis menyambutnya.
“Santo… kirain siapa.” Sapa Ifdo semanis mungkin.
“mau pulang kan?!” Tanya Santo basa basi, Ifdo mengangguk pelan.
“bagus deh, kita pulang bareng aja. Kan searah.” Kata Santo,
“searah? Sejak kapan kamu tinggal disana?” Tanya Ifdo bingung, Santo hanya nyengir kuda.
“ooooooo M G Hellow…!”

“ Apa apaan sih nih! Santo… tadi katanya mau pulang bareng aku!” seru Auliya yang tiba tiba muncul disebelah Santo, membuat Santo dan Ifdo kaget.
“loh, tadi katanya mau pulang sama Hendra, sekarang aku mau pulang bareng sama Ifdo aja.” Jawab Santo membuat Auliya memasang wajah kesal
“gx apa apa Santo, aku pulang bareng Futri dan Hyung  aja.” Ifdo mengalah, ia berbalik pergi menghampiri Siti d an Futri yang sedang menunggunya di depan
“Eh.. tapi Do.” Panggil Santo namun Ifdo tidak menghiraukan panggilannya,
“jadi gx nih pulangnya?” Tanya Auliya… Santo menoleh kearah Auliya kemudian ia tersenyum tipis.
“jadi… yuk,” ajak Santo berjalan mendahului Auliya…
#Ke’esokan harinya
Seperti biasa Ifdo dan kedua sahabatnya Futri dan Siti  sudah berada di dalam kelas, mereka datang awal karena mereka ada janji dengan dosen mereka, tapi hanya Siti  dan Ifdo saja sementara Futri hanya ikut menemani mereka Ifdo dan Siti .
“hyung … Pak Fadli udah balas sms kamu atau belum?” Tanya Ifdo sembari membuka lembaran makalah ditangannya.
“belum, apa aku telpon aja yah.” Usul Siti
“ya ampuuuun Hyung… kenapa enggak dari tadi aja. Kamu ini.” Geram Ifdo, Siti  hanya tersenyum malu.
“ok deh. “ Siti menghubungi Pak Fadli.
“Aku ke toilet dulu yah.”pamit Futri kepada Siti  dan Ifdo, kemudian ia berjalan menuju pintu keluar hendak ketoilet.
“ssssst….” Terdengar sesuatu, Futri tengah melewati ruang 12 segera berhenti dan mundur beberapa langkah menuju ruang 12 tadi, ia menoleh kea rah ruang 12 yang terlihat kosong.
“tadi itu suara apa??” gumam Futri pelan, ia mencoba memeriksa ruangan itu. Futri melangkahkan kaki masuk keruangan tersebut, setelah berada didalam Futri terdiam mematung melihat seorang gadis tergeletak bersimbah darah dilantai, seketika ia berteriak dan berlari keluar kelas, Futri ketakutan dan terus berlari tapi karena tidak berhati hati ia menabrak seseorang didepannya.
“aduuuh…” ringis orang yang ditabrak Futri
“maaf maaf, aku tidak sengaja.” Seru Futri kemudian ia kembali berlari tapi lagi lagi ia menabrak seseorang hingga mereka berdua jatuh.
“Futri… kamu kenapa sih?! Kalau jalan itu hati hati dong, biasa aja, enggka usah pake lari juga.” Omel Ridwan.
“sorry sorry… aku tidak sengaja.” Kata Futri merasa bersalah, Ridwan berdiri kemudian mengulurkan tangan kanannya kepada Futri, Futri menyambut tangan Ridwan kemudian berdiri.
“kamu kenapa? Kok kayak ketakutan gitu?” Tanya Ridwan heran, Futri tersenyum kecil.
“lah aku nanya malah senyum, aku tahu aku ganteng, tapi gx usah gitu dong.” Ridwan malah keGR’an sendiri.
“Ridwan… tadi… tadi… diruang 12 itu, aku melihat mayat.” Jawab Futri membuat Ridwan mengangkat sebelah Santosnya tak percaya.
“disini terjadi pembunuhan?” Tanya Ridwan
“enggak tahu, kita lapor yuk ke PD 3.” Ajak Futri menarik tangan Ridwan berjalan menuju ruang Birokrat, Ridwan yang melihat tangannya ditarik oleh Futri hanya senyum senyum sendiri. Seperti ada jutaan bunga yang memenuhi hatinya.
Sementara itu di ruang 8, Ifdo dan Siti  yang sudah bertemu dengan pak fadli dan sekarang menunggu Futri kembali dari toilet.
“oooh M G Helloow… kok kalian masih disini sih?! Gak tahu apa di kampus  kita tercinta ini ada pembunuhan sadis, hah?!” seru Auliya mengagetkan seisi Ruangan, Ifdo dan Siti  segera menekati Auliya“pembunuhan?! Dimana?” Tanya Siti  penasaran.
“di ruang 12, itu pun kami dapat dari si Futri, dia lihat mayat katanya di ruang itu. Yuk kita kesana…” ajak Auliya, sema berhamburan ke ruang 12, sementara Ifdo masih berdiri sendri diruang tersebut, terdengar suara seorang gadis yang berbisik ditelinganya.
“ini baru permulaan, akan ada yang lebih heboh dari ini. Hihihihi…” suara itu mengecil dan menghilang dari pendengaran Ifdo, Ifdo bergidik dan langsung berlari mengikuti teman temannya.
@Ruang 12
“jangan banyak menghayal deh Futri… uuuuh buat rusuh aja kamu!” seru seorang pria,
“iya, mana ada mayat disini! Kebanyakan nonton Film horror tuc!” sahut mahasiswa yang lain, mereka menyalahkan Futri karena telah membuat seisi kampus tegang dengan berita adanya mayat di ruang 12.
“tapi sumpah, tadi aku lihat sendiri di situ, banyak banget darahnya. Bener deh!” kata Futri meyakinkan mereka.
“mana mayatnya?” Tanya Siti  yang berhasil menerobos kerumunan mahasiswa yang berdiri diruang 12.
“mayat apa’an, Futri ngigau tuc! Huuuuuuuuuu!” sorak yang lain, kemudian mereka bubar meninggalkan tempat itu,sementara Futri heran sendiri. Sebenarnya yang ia lihat tadi mayat siapa?! Dan kenapa bisa hilang begitu saja.
“Futri… ada apa sih?” Tanya Ifdo penasaran. Futri menggeleng kebingungan.
“eh ada apa sih?! Kok ribut ribut?!” Tanya Santo yang baru muncul diantara mereka.
“itu si Futri buat Rusuh aja deh.” Jawab Auliya sebal
“aku pusing,” seru Futri berlari meninggalkan mereka semua, sementara yang lain terdiam melihat keanehan sikap Futri, Ridwan malah berlari mengejarnya.
“apa sih Auliya… bisa gx sih kamu gx nyalahin orang!” bentak Siti  sebal denganAuliya
“aku?! Kok aku yg salah sih?! Gx usah bentak bentak juga keles!!” balas Auliya tx mau kalah.
“eh, kok jadi berantem sih.” Lerai Hendra yang berada di antara Santo dan Dani.
“Santo.. ajak Auliya… biar gak ribut mulu disini.” Kata Hendra, Santo mengangguk melihat itu Ifdo hanya menunduk.
“Yuk kita ke kantin.” Ajak Santo kepada Auliya…
“gak! Aku gx salah, jangan bilang kamu ngajak aku ke kantin Cuma mau ngebelain si Siti  ini!” kesal Auliya…
“Auliya yang imut, siapa sih yang mau ngebelain Siti , aku gx mau kamu ribut aja. Udah ah jangan kayak anak kecil. Mau kekantin gx nih?!” ajak Santo dengan manisnya, mendapat perlakuan manis Auliya langsung mengangguk dan menggandeng tangan Santo. Sementara Ifdo hanya diam saat ia melihat adengan tersebut.
“udah gx ada apa apa kan, mending kita kekantin aja yuk, usul Dani kepada Siti dan yang lainnya yang masih ada disekitar ruangan itu.
“ok, aku juga lagi panas banget nih gara gara Auliya.” Seru Siti  sembari mengipaskan tanganya didepan wajah. Dani hanya tersenyum kecil
“kalian duluan aja, aku mau ambil dompet dulu.” Kata Ifdo, sembari berbalik menuju ruang 8.
“ya udah kita duluan yuk,” ajak Dani kepada Siti , hendra, Eva dan dan Dhika
“aku bareng Ifdo aja, “ sahut Hendra, yang lain hanya mengangguk mengerti maksud sahabatnya yang satu ini.
#Malam…
Siti  dan Ifdo melihat Futri duduk termenung sendirian di depan teras Rumah Kontrakan mereka, sejak kejadian di kampus tadi, Futri jadi pendiam dan selalu menyendiri. Entah apa yang ia pikirkan keduanya pun tidak tahu.
“Ifdo… Futri kenapa sih?” Tanya Siti  yang cemas dengan keadaan sahabatnya itu.
“aku bingung.” Jawab Ifdo
“iya, aku juga bingung. Kok jadi aneh gitu yah?”
“Ridwan.”
“kok Ridwan sih?!” Siti  makin bingung
“mungkin dia tahu kenapa Futri bisa kayak gitu, cepat suruh dia kesini.”
“ok,”
Tak lama kemudian, Ridwan datang bersama Santo. Mereka berkumpul tak jauh dari tempat Futri menyendiri. Santo dan Ridwan merasa prihatin atas prubahan sikap Futri yang pendiam.
“kami gx tau apa yg terjadi, dia di ajak ngomong diam mulu.” Siti  membuka pembicaraan.
“Ridwan… kan kemarin kamu dan Futri pergi tuh. Apa dia ada cerita sesuatu? Atau kamu tau apapun tentang penyebab perubahan sikap Futri sekarang?” Tanya Ifdo panjang lebar.
“Tadi pagi sih, Futri sempat cerita bahwa di ruang 12 itu, dia melihat mayat seseorang, tapi ketika kami bersama PD 3 keruangan itu, malah nggak ada apa apa, aku juga bingung kelasnya aja bersih, enggak ada mayat disana.” Jawab Ridwan… membuat ke 3 temannya itu penasaran
“Ruang 12 yah. Aku…” Ifdo memotong pembicaraannya
“Apa Do?” Tanya Siti  terpancing
“aku juga merasakan hal aneh disana. Aku jadi sering mendengar suara aneh yang selalu mengikutiku semenjak peristiwa yang aku alami di ruangan 12 itu.” Jawab Ifdo membuat Siti , Ridwan dan Santo terlihat tegang.
“aku bahkan melihat sesosok gadis yang memiliki suara yang sama dengan suara suara yang selalu mengikutiku, aku melihat dan berbicara langsung dengan gadis itu, dia terlihat cantik tapi menyeramkan.” Seketika angin berhembus melewati mereka membuat bulu kuduk mereka berdiri. Tiba tiba terdengar jeritan Futri yang sangat ketakutan.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh tidak!!!” teriak Futri histeris sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Mendengar itu Ridwan, Santo, Ifdo dan Siti  segera menghampiri Futri. Siti  langsung memeluk Futri agar ia tidak ketakutan, tapi tetap saja Futri berteriak histeris membuat teman temannya semakin takut.
“kamu kenapa Futri?! Apa yang kamu lihat?!” Tanya Ifdo penasaran.
“pergi!!! Jangan ganggu aku!!! Pergi….!” Teriak Futri sembari menangis.
“Bawa dia kekamar, cepat…” perintah Santo, Siti  dan Ifdo segera membawa Futri kekamarnya, sementara Santo dan Ridwan menutup pintu rumah lalu menyusul mereka kekamar Futri. Tiba di kamar Futri diam kembali dan tak lama ia tertidur di pangkuan Siti .air mata Siti  menetes karena merasa kasihan kepada Futri.
“sebenarnya apa yang terjadi Do?” Tanya Santo yang masih kebingungan dengan sikap Futri yang begitu ketakutan.
“ini pasti ada hubungannya dengan gadis yang dilihat oleh Ifdo di toilet, lalu suara suara yang tedengar dan mayat yang dilihat oleh Futri di Ruang 12 itu.” Tebak Ridwan, Santo, Ifdo dan Siti  menatapnya dengan wajah tegang.


To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake