Winnie The Pooh Bear Shake Sahabat DISMEN: Misteri Ruang 12 [ Part 3 ]

Kamis, 21 Mei 2015

Misteri Ruang 12 [ Part 3 ]

Misteri Ruang 12 [ Part 3 ]

Author : ifdo
Main cast :
Khifdotul Hidayah : Ifdo
Santo Surya : Santo
Siti Romlah: Siti
Futri Utami : Futri
Ridwan Fajar: Ridwan
Hendra Syahputra: Hendra
Eva wati : Eva
Auliya Fidiyanti: Auliya
M. Dani: Dani
Dhika Ramadhan : Dhika
Genre : Horror, Friendship and Romance
“bisa jadi gitu sih. Atau besok kita tanyain aja sama satpam kampus. Mungkin di kampus kita pernah terjadi sesuatu khususnya di ruang 12 itu.” Usul Santo yang percaya dengan cerita Ridwan dan Ifdo.
“ok, aku setuju.” Sahut ketiga temannya
“terus, gimana nyembuhin Futri? Kan kasihan dia, teriak teriak gak jelas kayak tadi .” kata Siti  sembari memperhatikan Wajah Futri yang tengah terlelap tidur.
“untuk saat ini, kalian jangan pernah ninggalin dia sendiri, karena kita juga enggak tahu gimana caranya nyembuhin Futrii.” Ujar Ridwan, mendapat anggukan setuju dari Santo.
“ok, kalau gitu kita pulang dulu yah. Kalian jagain terus Futri dan hati hati Ifdo.” Kata Santo, Ifdo tersenyum kecil, Siti  menyenggol bahu Ifdo untuk menggodanya.
“jiiiiaaah Cuma Ifdo aja tuc?” goda Siti , Santo dan Ifdo jadi salah tingkah, melihat itu Siti  tertawa geli sementara Ridwan terus memperhatikan wajah polos Futri yang tengah terlelap. Kemudian mereka berdua beranjak pergi meninggalkan rumah kontrakan ketiga gadis itu.
“Do, aku ambil selimut dulu yah.”seru Siti  keluar dari kamar Futri, Ifdo memandangi setiap sudut kamar Futri tidak ada yang aneh, ya mungkin karena ini bukan kampus mereka yang selalu membuat Ifdo merasakan hal hal yang ganjil.
“enghhh…” Futri menggerakan badannya tanpa sadar masih dengan mata tertutup membuat Ifdo menoleh padanya,
“aaaaaaaaakkhh! Pergi!!! Jangan kemari!! Jangan ganggu sahabat sahabatku!!! Pergi!!!” Futri menjerit ketakutan, Ifdo memeluknya untuk menenangkan sahabatnya itu yang kemungkinan hanya mengigau karena mimpi buruk, mendengar jeritan Futri, Siti  bergegas ke kamar Futri dan menjatuhkan Selimut yang ada dipelukannya tadi, ia segera duduk di samping kanan Futri yang tengah dipeluk oleh Ifdo.
“Futri… hei. Tidak apa apa, kau hanya mengigau.” Kata Ifdo sembari mengelus punggung Futri agar ia diam kembali, Siti  merasa iba dengan keadaan sahabatnya itu.
“dia kenapa lagi?” Tanya Siti  cemas, Ifdo membaringkan tubuh sahabatnya itu, kemudian ia tersenyum kearah Siti .

“dia mengigau. Ya sudah. Kita tidur yuk, aku udah ngantuk nih.” Ajak Ifdo sembari menarik selimut yang ada dilantai tadi, Siti  pun ikut berbaring di samping Futri yang saat ini sudah terlihat tenang.
#keesokan harinya, ketika mereka hendak bersiap siap pergi ke kampus, lagi lagi Futri termenung, ia terlihat pucat dan sakit. Siti  menghampiri Futri kemudian duduk disampingnya.
“kau kenapa?” Tanya Siti  cemas.
“aku… tidak apa apa kok.” Jawab Futri sembari tersenyum kecil, Siti  tersenyum lalu meraih tangan Futri namun ia merasa tubuh Futri sangat panas.
“Ifdo… Futri sakit.” Pekik Siti  membuat Ifdo berlari sembari memegangi sepatu yang hendak ia pakai tadi.
“kamu enggak usah ke kampus aja” kata Siti  khawatir dengan keadaan Futri, Futri menggeleng.
“tidak, aku ingin ke kampus. Aku tidak mau di rumah sendirian.” Pinta Futri sedikit memohon.
“baiklah… tapi kamu minum obat penurun panas dulu, kalau pusing bilang aja. Nanti kami izinkan pulang. “ ujar Ifdo yang kemudian memakai kedua sepatunya. Mereka berangkat ke kampus, sesuai janji mereka dengan Ridwan dan Santo untuk menanyai seorang satpam tentang kampus mereka, ketiga gadis itu berdiri menunggu kedua teman prianya, Futri yang tidak tahu apa apa jadi ikut ikutan menunggu.
“sebenarnya kita nunggu siapa?” Tanya Futri
“kita nunggu Ridwan sama Santo.” Jawab Siti
“mau ngapain? Kalian mau janjian bolos?” Tanya Futri membuat kedua sahabatnya menatapnya.
“ngapain ke kampus kalau mau bolos Futri. Ada ada aja deh.” Jawab Siti , Futri menautkan Alisnya yang masih bingung dengan tingkah kedua sahabatnya itu.
“lalu… mau ngapain?” tanya Futri lagi
“kita ada proyek besar. Entar juga kamu tahu.”sahut Siti  memebuat Futri mendengus kesal mendengar jawaban itu.
“Hai…” seru dua orang dari kejauhan, mereka bertiga menoleh kearah sumber suara secara bersamaan, Dua pria itu berlari kecil mendekati tiga gadis yang menunggunya dari tadi. Ridwan tersenyum kepada Futri, ia senang Futri baik baik saja walau terlihat kurang sehat karena wajanya yang agak pucat.
“kamu baik baik aja kan?” Tanya Ridwan basa basi, Futri mengangguk pelan.
“syukurlah.” Ridwan tersenyum senang.
“kita kekelas yuk, sebentar lagi dosen masuk. Nanti selesai kuliah baru kita tanyain tu satpam.” Ujar Santo, Futri yang tak mengerti maksud mereka lagi lagi bertanya
“ini sebenarnya ada apa? Mau nanya apa’an sih?”
“keanehan di kampus ini terutama ruang 12.” Jawab Siti , *DEG* Futri jadi kaget setengah mati, ia mematung.
“kenapa Fut? Ada yang salah?” Tanya Siti  melihat wajah Futri yang terlihat tegang.
“ah… tidak. Kita kekelas yuk.” Ajak Futri sembari menggandeng masing masing lengan sahabatnya itu di ikuti oleh Ridwan dan Santo.
#kuliah pun usai,para mahasiswa teah meninggalkan kampus yang sudah sepi saat ini, jam menunjukan pukul 9 malam. Siti , Ifdo, Futri, Santo, Ridwan dan ditambah Hendra  yang tiba tiba ingin ikut mengintrogasi satpam di kampusnya mengenai keanehan kampus dan ruang 12 itu. mereka bersama sama menghampiri post satpam yang berada di depan gerbang kampus. Kebetulan satpam itu menjaga 24 jam walau berganti ship. Disana ada 3 orang satpam yang tengah asyik dengan aktivitas mereka, 2 orang bermain catur dan 1 orang bertugas mengawasi secara bergantian.
“permisi pak..” sapa Santo dengan ramah, ketiga satpam itu menoleh secara bersamaan lalu membalas sapaan itu.
“iya, ada apa?kok kalian belum pulang? Apa masih ada dosen yang mengajar malam malam begini?” Tanya sang satpam yang bertugas menjaga
“kami… ada perlu dengan bapak bapak ini.” Jawab Santo
“perlu apa?”
“kami ingin mengetahui sesuatu mengenai kampus ini.” Tutur Ridwan yang langsung mndapat tatapan tidak suka dari seorang satpam yang tadinya tengah bermain catur.
“memangnya kampus ini kenapa?” Tanya satpam itu mulai judes.
“ehm… kemarin teman teman saya melihat keanehan di ruang 12 dan-“
“sebaiknya kalian pulang, ini sudah malam. Tidak ada apa apa di kampus ini, tidak ada keanehan apa pun apalagi diruang 12. Kalian jangan mengada ada. Kami sudah 20 tahun kerja di sini. Jadi sebaiknya kalian pulang saja.” usir satpam itu, Santo dan teman teman merasa aneh dengan sikap satpam yang satu ini, tidak sepatutnya ia menjadi judes seperti itu namun karena tak ingin cekcok, mereka pun memutuskan untuk pulang, kebetulan Santo membawa Mobil dan bersedia mengantar teman temannya pulang.
Didalam mobil, ditengah perjalanan pulang.
“satpam itu aneh banget deh. Kayaknya ada yang di sembunyiin.” Ujar Siti
“iya, kalau enggak kenapa dia langsung nyerocos gitu aja sebelum kita jelasin semuanya.” Timpal hendra.
“kalau mereka enggak mau kasi info, kita cari tau sendiri aja.” Celetuk Santo dibalik kemudianya.
“wah setuju tuh.” Seru Ridwan
“aaaaaaaaaakkkkkhhhhhh…! Berhenti!!”teriak Futri ketakutan sembari menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang sontak membuat Santo mengerem Mobilnya. Siti  dan Ifdo jadi panik sementara Futri masih saja berteriak histeris.
“pergi!!! Jangan ganggu aku!” Futri histeris lalu pingsan di pelukan Ifdo.
“Futri…Futri… sadar hei.” Panik Siti  sembari menepuk nepuk pipi Futri. Hawa dingin mulai dirasakan oleh mereka semua, tiba tiba hujan turun lama kelamaan semakin deras hingga menggenangi jalan raya dan akibatnya mobil Santo jadi mogok.
“aduh! Resek banget sih, pake acara hujan lagi!” umat Santo kesal, Futri masih pingsan.
“trus gimana nih?” Tanya Ifdo
“ehm… sorry.. Wan, Hen boleh bantu dorong ni mobil enggak?” pinta Santo lalu mendapat anggukan dari kedua temannya itu, Siti  pun itu membantu mereka mendorong mobil di tengah guyuran hujan, tak lama kemudian mobil pun bisa menyala lagi dan mereka bergegas menuju rumah kontrakan Ifdo Cs.
“aaah… Syukurlah… “ ujar Santo kemudian mengambil posisi duduk disebelah Hendra
“hujannya semakin lebat.” Keluh Ridwan melihat kearah luar Rumah karena pintu masih terbuka lebar.
“Futri… kalau kamu mengantuk, kamu tidur aja dulu.” Usul Siti ,
“iya, atau kamu mau makan dulu?” Tanya Ifdo, Futri tersenyum lalu mengangguk.
“ekhem!! Perutku lapar juga nih.” Seru Ridwan sembari nyengir gaje, Santo menjitak kepalanya dengan sebal.
“enggak usah malu maluin napa sih?!”
“hehe… enggak apa apa kok Santo, kebetulan kita belum makan, lebih seru kalau kita makan sama sama, iya kan hyung?” sahut Ifdo di jawab anggukan Siti .
“ok, Futri dan Ifdo bantuin aku masak yuk, kalian bertiga tunggu diruang Makan aja. Oh iya Hen San…” Hendra dan Santo menoleh bersamaan memandangi Siti  dengan bingung.
“maaf… maksudku Santo… tolong tutup pintunya, anginnya kenceng banget tuc. “ kata Siti  seraya berbalik menuju dapur bersama Futri dan Ifdo. Santo yang di mintai untuk menutup pintu pun segera melaksanakannya dan bergabung bersama kedua temannya melangkah menuju ruang makan.
@15 menit kemudian,
Semua masakan sudah selesai dan siap dihidangkan, mereka duduk di kursi yang telah disediakan diruang makan itu. tanpa basa basi mereka mulai menyantap makanan yang ada di meja. 10 menit kemudian selesai makan, Ifdo mencuci piring ditemani oleh Siti  karena mereka harus mencuci piring di belakang Rumahnya. Sementara Futri bergabung bersama Santo, Hendra Syahputra dan Ridwan di ruang tamu.
“kok ini hujan enggak berhenti berhenti sih.” Ridwan meggerutu lagi. Futri tersenyum kecil.
“heh… enggak boleh gitu, hujan itu anugerah tau!” kata Futri, mendengar itu Ridwan tersenyum malu.
“tuu denger tu Wan!” timpal Santo, membuat Ridwan manyun.
“Futri… boleh pinjem bantal enggak? Aku ngantuk banget nih.” Kata Hendra, Futri mengangguk kemudian beranjak dari ruang tamu menuju kamarnya.
“aaah… kau ini, merepotkan Futri saja.” marah Ridwan
“alaaaa… bilang aja kau cemburu kan?? Week.” Ejek Hendra,
“eng… enggak kok! Ngapain juga aku cemburu, weeeek.” Balas Ridwan yang wajahnya memerah karena malu, Santo dan Hendra  malah menertawainya.
“aaaaaakkkhhhh….” Teriak seseorang menganggetkan seisi rumah, Ridwan yang sadar bahwa itu suara Yuki, segera berlari menuju sumber suara di ikuti oleh Santo dan Hendra. Siti  dan Ifdo juga ikut berlarian menuju kamar Futri.
To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Winnie The Pooh Bear Shake